KEWAJIBAN PUASA RAMADAN
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada saya Isma'il bin Ja'far dari Abu Suhail dari Bapaknya dari Tholhah bin 'Ubaidullah; Ada seorang 'Arab Baduy tiba kepada Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan kepalanya penuh debu kemudian berkata; "Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan buatku wacana shalat?". Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Shalat lima kali kecuali bila kau mau menambah dengan yang tathowwu' (sunnat) ". Orang itu bertanya lagi: "Lalu kabarkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan buatku wacana shaum (puasa)?". Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Shaum di bulan Ramadhan kecuali bila kau mau menambah dengan yang tathowwu' (sunnat) "."Dan shiyam (puasa) Ramadhan". Orang itu bertanya lagi: "Lalu kabarkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan buatku wacana zakat?". Berkata, Tholhah bin 'Ubaidullah radliallahu 'anhu: Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan kepada orang itu wacana syari-at-syari'at Islam. Kemudian orang itu berkata: "Demi Dzat yang telah memuliakan anda, Aku tidak akan mengerjakan yang sunnah sekalipun, namun saya pun tidak akan mengurangi satupun dari apa yang telah Allah wajibkan buatku". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Dia akan beruntung bila jujur menepatinya atau dia akan masuk nirwana bila jujur menepatinya ".BUKHARI NO.1758
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Ayyub dari Nafi' dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan puasa hari 'Asyura' (10 Muharam) kemudian memerintahkan (para sahabat) untuk melaksanakannya pula. Setelah Allah mewajibklan puasa Ramadhan, maka puasa hari 'Asyura' ditinggalkan. Dan 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu tidaklah melaksanakan puasa hari 'Asyura' kecuali bila bertepatan dengan hari-hari puasa yang biasa dikerjakannya".BUKHARI NO.1759
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yazid bin Abu Habib bahwa 'Irak bin Malik menceritakan kepadanya bahwa 'Urwah mengabarkan kepadanya dari 'Aisyah radliallahu 'anha; Bahwa orang-orang Quraisy pada zaman Jahiliyah biasa melaksanakan puasa hari 'Asyura'. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk melaksanakannya pula hingga tiba kewajiban shaum Ramadhan. Dan kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang mau melaksanakannya silakan dan siapa yang tidak mau juga tidak apa".BUKHARI NO.1760
KEUTAMAAN PUASA
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abu Az Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu; Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shaum itu benteng, maka (orang yang melaksanakannya) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula berbuat bodoh. Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah saya sedang shaum (ia mengulang ucapannya dua kali). Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh amis lisan orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta'ala dari pada harumnya minyak misik, lantaran dia meninggalkan makanannya, minuman dan nafsu syahwatnya lantaran Aku. Shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan membalasnya dan setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuiluh kebaikan yang serupa".BUKHARI NO.1761
KAFARAH PUASA
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Jami' dari Abu Wa'il dari Hudzaifah radliallahu 'anhu berkata; "Pada suatu hari 'Umar radliallahu 'anhu berkata: "Siapa yang masih hafal hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wacana masalah fitnah? Hudzaifah berkata: "Aku mendengarnya ketika Beliau bersabda: "Yaitu suatu fitnah seseorang dalam keluarganya, harta, anak dan tetangganya. Namun fitnah itu akan terhapus oleh shalat, shaum. shadaqah". 'Umar berkata: "Aku bertanya bukan masalah itu. Tapi saya bertanya wacana fitnah yang meluas ibarat melubernya air lautan. Hudzaifah berkata: "Sesungguhnya selain itu ada satu pintu". 'Umar bertanya: "Pintu itu terbuka atau sudah rusak?". Hudzaifah berkata: "Pintu yang rusak". 'Umar berkata: "Kalau begitu pintu itu tidak akan bisa ditutup hingga hari qiyamat". Maka kami berkata, kepada Masruq: "Tanyakanlah kepadanya apakah 'Umar mengerti siapa yang dimaksud dengan pintu itu". Hudzaifah berkata: "Ya, dia mengerti. Sebagaimana mengertinya dia bahwa setelah besok niscaya malam hari".BUKHARI NO.1762
AR RAYYAN UNTUK ORANG YANG BERPUASA
Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Mukhallad telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal berkata, telah menceritakan kepada saya Abu Hazim dari Sahal radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dalam nirwana ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada hari qiyamat tidak akan ada orang yang masuk ke nirwana melewati pintu itu kecuali para shaimun (orang-orang yang berpuasa). Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu dikatakan kepada mereka; Mana para shaimun, maka para shaimun berdiri menghadap. Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut".BUKHARI NO.1763
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada saya Ma'an berkata, telah menceritakan kepada saya Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin 'Abdur Rahman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menginfaqkan dua jenis (berpasangan) dari hartanya di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga; (lalu dikatakan kepadanya): "Wahai 'Abdullah, inilah kebaikan (dari apa yang kau amalkan). Maka barangsiapa dari kalangan ahlu shalat dia akan dipanggil dari pintu shalat dan barangsiapa dari kalangan ahlu jihad dia akan dipanggil dari pintu jihad dan barangsiapa dari kalangan ahlu shiyam (puasa) dia akan dipanggil dari pintu ar-Rayyan dan barangsiapa dari kalangan ahlu shadaqah dia akan dipanggil dari pintu shadaqah". Lantas Abu Bakar Ash-Shidiq radliallahu 'anhu: "Demi bapak dan ibuku (sebagai tebusan) untukmu wahai Rasulullah, demi ayah dan ibuku, bila seseorang dipanggil diantara pintu-pintu yang ada, itu sbeuah kepastian, namun apakah mungkin seseorang akan dipanggil dari semua pintu?". Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Benar, dan saya berharap kau termasuk diantara mereka".BUKHARI NO.1764
DISEBUT RAMADAN ATAU BULAN RAMADAN?
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far dari Abu Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila bulan Ramadhah datang, maka pintu-pintu nirwana dibuka".BUKHARI NO.1765
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, telah menceritakan kepada saya Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Ibnu Abu Anas, maulanya at-Taymiyyiin bahwa bapaknya menceritakan kepadanya bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila bulan Ramadhah datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu".BUKHARI NO.1766
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, telah menceritakan kepada saya Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Salim bin 'Abdullah bin 'Umar bahwa Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kau melihatnya maka berpuasalah dan bila kau melihatnya lagi maka berbukalah. Apabila kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah jumlahnya (jumlah hari disempurnakan) ". Dan berkata, selainnya dari Al Laits telah menceritakan kepada saya 'Uqail dan Yunus: "Ini maksudnya untuk hilal bulan Ramadhan".BUKHARI NO.1767
BARANGSIAPA BERPUASA RAMADAN KARENA IMAN DAN MENGHARAP PAHALA
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) lantaran kepercayaan kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan lantaran kepercayaan kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya".BUKHARI NO.1768
DI BULAN RAMADAN NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM LEBIH BANYAK BERAMAL KEBAIKAN
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'ad telah mengabarkan kepada kami Ibnu Syihab dari 'Ubaidallah bin 'Uqbah bahwa Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yakni orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan. Dan kelembutan Beliau yang paling baik yakni ketika bulan Ramadhan ketika Jibril alaihissalam tiba menemui Beliau. Dan Jibril Alaihissalam tiba menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Apabila Jibril Alaihissalam tiba menemui Beliau, maka Beliau yakni orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus".BUKHARI NO.1769
ORANG YANG TIDAK MENINGGALKAN UCAPAN KOTOR
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bi telah menceritakan kepada kami Sa'id Al Maqbariy dari bapaknya dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan keji dan berbuat keji, Allah tidak butuh orang itu meninggalkan makan dan minumnya".BUKHARI NO.1770
APAKAH HARUS MENGATAKAN 'AKU SEDANG BERPUASA' KETIKA HINA?
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hisyam bun Yusuf dari Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Atho' dari Abu Shalih Az Zayyat bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala telah berfirman: "Setiap amal anak Adam yakni untuknya kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan shaum itu yakni benteng, maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan shaum, maka janganlah dia berkata rafats dan bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia menyampaikan 'Aku orang yang sedang shaum. Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sungguh amis lisan orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta'ala dari pada harumnya minyak misik. Dan untuk orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya, yaitu apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabnya dia bergembira disebabkan 'ibadah shaumnya itu".BUKHARI NO.1771
PUASA BAGI ORANG YANG KHAWATIR ATAS DIRINYA KARENA (NAFSU) KELAJANGANNYA
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan dari Abu Hamzah dari Al A'masy dari Ibrahim dari 'Alqamah berkata; Ketika saya sedang berjalan bersama 'Abdullah radliallahu 'anhu, dia berkata: Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang ketika itu Beliau bersabda: "Barangsiapa yang sudah bisa (menafkahi keluarga), hendaklah dia kawin (menikah) lantaran menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak sanggup (manikah) maka hendaklah dia berpuasa lantaran puasa itu akan menjadi benteng baginya".BUKHARI NO.1772
SABDA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM "JIKA KALIAN MELIHAT HILAL…"
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Malik dari Nafi' dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan wacana bulan Ramadhan kemudian Beliau bersabda: "Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal dan jangan pula kalian berbuka hingga kalian melihatnya. Apabila kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah jumlahnya (jumlah hari disempurnakan) ".BUKHARI NO.1773
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Malik dari 'Abdullah bin Dinar dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Satu bulan itu berjumlah dua puluh sembilan malam (hari) maka janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihatnya. Apabila kalian terhalang oleh awan maka sempurnakanlah jumlahnya menjadi tiga puluh".BUKHARI NO.1774
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Jabalah bin Sujaim berkata, saya mendengar Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata,, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bulan itu begini begini". Lalu Beliau mengepalkan ibu jari tangannya ketika menyebutkan hitungan yang ketiga.BUKHARI NO.1775
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata, saya mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, atau katanya Abu Al Qasim shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Berpuasalah kalian dengan melihatnya (hilal) dan berbukalah dengan melihatnya pula. Apabila kalian terhalang oleh awan maka sempurnakanlah jumlah bilangan hari bulan Sya'ban menjadi tiga puluh".BUKHARI NO.1776
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari Ibnu Juraij dari Yahya biun 'Abdullah bin Shayfiy dari 'Ikrimah bin 'Abdurrahman dari Ummu Salamah radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersumpah untuk tidak mendatangi para isteri Beliau selama satu bulan. Ketika telah melewati dua puluh sembilan hari, Beliau keluar untuk mendatangi mereka pada pagi hari atau siang hari. Lalu dikatakan kepada Beliau; "Lho, baginda telah bersumpah untuk tidak mendatangi mereka selama sebulan. Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Satu bulan itu bisa jadi berjumlah dua puluh sembilan hari".BUKHARI NO.1777
Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Humaid dari Anas radliallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersumpah untuk tidak mendatangi para isteri Beliau dan kaki Beliau telah mengalami keletihan maka Beliau tinggal di tempat yang tinggi selama dua puluh sembilan hari kemudian turun. Orang-orang berkata: "Wahai Rasulullah, anda telah bersumpah selama satu bulan. Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Satu bulan itu bisa jadi berjumlah dua puluh sembilan hari".BUKHARI NO.1778
DUA BULAN ID TIDAK BERKURANG
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Mu'tamir berkata, saya mendengar Ishaq bin Suwaid dari 'Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan telah menceritakan kepada saya Musaddad telah menceritakan kepada kami Mu'tamir dari Khalid Al Hadzdza' berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada dua bulan yang tidak akan kurang dalam bulan (sama bilangan harinya) yaitu bulan Ramadhan dan Dzul Hijjah".BUKHARI NO.1779
SABDA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM "KAMI (KAUM) YANG TIDAK MENULIS DAN MENGHINTUNG…"
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin Qais telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Amru bahwa dia mendengar Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kita ini yakni ummat yang ummi, yang tidak biasa menulis dan juga tidak menghitung satu bulan itu jumlah harinya segini dan segini, yaitu sekali berjumlah dua puluh sembilan dan sekali berikutnya tiga puluh hari".BUKHARI NO.1780
RAMADAN TIDAK DIDAHULUI DENGAN PUASA SATU ATAU DUA HARI
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah seorang dari kalian mendahului bulan Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari kecuali apabila seseorang sudah biasa melaksanakan puasa (sunnat) maka pada hari itu dia dipersilahkan untuk melaksanakannya".BUKHARI NO.1781
FIRMAN ALLAH "DIHALALKAN BAGI KAMU PADA MALAM HARI BULAN PUASA BERCAMPUR DENGAN ISTERI-ISTERI KAMU…"
Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Musa dari Isra'il dari Abu Ishaq dari Al Bara' radliallahu 'anhu berkata; "Diantara para sobat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ada seseorang apabila sedang shaum kemudian tiba waktu berbuka dia pergi tidur sebelum berbuka sehingga dia tidak memakan sesuatu pada malam dan siang hari hingga petang hari. Dan pada suatu ketika Qais bin Shirmah Al Anshariy ketika sedang melaksanakan shaum kemudian tiba waktu berbuka dia mendatangi isterinya seraya berkata, kepada isterinya: "Apakah kau punya makanan?" Isterinya berkata: "Tidak, namun saya akan keluar mencari kuliner buatmu". Kemudian di siang harinya dia bekerja keras hingga mengantuk kemudian tertidur. Kemudian isterinya datang. Ketika isterinya melihat dia (sedang tertidur), isterinya berkata: "Rugilah kamu". Kemudian pada tengah harinya Qais jatuh pingsan. Lalu duduk kasus ini diadukan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka turunlah firman Allah Ta'ala QS Al Baqarah ayat 197 yang artinya: ("Dihalalkan bagi kalian pada malam bulan berkat bercampur dengan isttri-isteri kalian"). Dengan turunnya ayat ini para sobat merasa sangat senang, hingga kemudian turun sambungan ayatnya: ("Dan makan minumlah kalian hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam yaitu di waktu fajar").BUKHARI NO.1782
FIRMAN ALLAH "...DAN MAKAN MINUMLAH HINGGA TERANG BAGIMU BENANG PUTIH DARI BENANG HITAM, YAITU FAJAR…."
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Husyaim berkata, telah mengabarkan kepada saya Hushain bin 'Abdurrahman dari Asy-Sya'biy dari 'Adi bin Hatim radliallahu 'anhu berkata: Ketika turun QS Al Baqarah ayat 187 ("… hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam yaitu di waktu fajar"), maka saya mengambil benang hitam dan benang putih kemudian saya letakkan di bawah bantalku untuk saya lihat pada sebagian malam namun tidak tampak olehku. Maka di pagi harinya saya menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian saya ceritakan hal tadi. Maka Beliau bersabda: "Sesungguhnya yang dimaksud dengan ayat itu yakni gelapnya malam dan terangya siang".BUKHARI NO.1783
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Hazim dari bapaknya dari Sahal bin Sa'ad. Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada saya Sa'id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Abu Ghossan Muhammad bin Muthorrib berkata, telah menceritakan kepada saya Abu Hazim dari Sahal bin Sa'ad berkata: Ketika turun ayat ("Dan makan minumlah kalian hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam") dan belum diturunkan ayat lanjutannya yaitu ("dari fajar"), ada diantara orang-orang apabila hendak shaum seseorang yang mengikat seutas benang putih dan benang hitam pada kakinya yang dia senantiasa meneruskan makannya hingga terang terlihat perbedaan benang-benang itu. Maka Allah Ta'ala kemudian menurunkan ayat lanjutannya ("dari fajar"). Dari situ mereka mengetahui bahwa yang dimaksud (dengan benang hitam dan putih) yakni malam dan siang".BUKHARI NO.1784
SABDA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM "JANGANLAH MAKAN SAHUR KALIAN TERHALANGI…"
Telah menceritakan kepada kami 'Ubaid bin Isma'il dari Abu Usamah dari 'Ubaidullah dari Nafi' dari Ibu 'Umar dan Al Qasim bin Muhammad dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Bilal biasa melaksanakan adzan (pertama) di malam hari, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummu Maktum melaksanakan adzan, lantaran dia tidak melaksanakan adzan kecuali sudah terbit fajar". Al Qasim berkata: "Jarak antara adzan keduanya itu tidaklah usang melainkan bila yang satunya naik maka yang satunya lagi turun (maksudnya naik ke dan turun dari menara) ".BUKHARI NO.1785
MENGAKHIRKAN MAKAN SAHUR
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Ubaidullah telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Abu Hazim dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa'ad radliallahu 'anhu berkata: "Aku makan sahur bersama keluargaku kemudian saya bercepat-cepat supaya mendapatkan sujud (shalat) bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ".BUKHARI NO.1786
BERAPA WAKTU ANTARA SAHUR HINGGA SHALAT SUBUH
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit radliallahu 'anhu berkata: "Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian Beliau pergi untuk melakanakan shalat. Aku bertanya: "Berapa antara adzan (Shubuh) dan sahur?". Dia menjawab: "Sebanyak ukuran bacaan lima puluh ayat".BUKHARI NO.1787
BERKAH MAKAN SAHUR
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Juwairiyah dari Nafi' dari 'Abdullah radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan puasa wishal (puasa terus tanpa berbuka) kemudian orang-orang mengikutinya yang menjadikan mereka kepayahan. Maka Beliau melarang mereka melakukannya. Namun mereka berkata: "Tetapi, bukankah baginda melaksanakan puasa wishal?". Beliau bersabda: "Aku tidak sama dengan keadaan kalian lantaran saya senantiasa diberi makan dan minum".BUKHARI NO.1788
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Shuhaib berkata, saya mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersahurlah kalian, lantaran didalam sahur ada barakah".BUKHARI NO.1789
NIAT PUASA DI SIANG HARI
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari Yazid bin Abu 'Ubaid dari Salamah bin Al Akwa' radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang untuk menyeru insan pada (waktu sahur) hari 'Asyura', bila ada seseorang yang sudah makan maka hendaklah ia meneruskan makannya atau hendaklah shaum dan barangsiapa yang belum makan maka hendaklah ia tidak makan (maksudnya teruskan berpuasa) ".BUKHARI NO.1790
ORANG YANG BERPUASA JUNUB DIPAGI HARI
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Sumayya maulanya Abu Bakar bin 'Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam bin Al Mughirah bahwa dia mendengar Abu Bakar bin 'Abdurrahman berkata: "Aku dan bapakku ketika menemui 'Aisyah radliallahu 'anha dan Ummu Salamah...Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepada saya Abu Bakar bin 'Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam bahwa bapaknya, yaitu 'Abdurrahman mengabarkan kepada Marwan bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha dan Ummu Salamah telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mendapatkan waktu Fajar ketika Beliau sedang junub di rumah keluarga Beliau. Maka kemudian Beliau mandi dan shaum. Dan berkata, Marwan kepada 'Abdurrahman bin Al Harits: "Aku bersumpah dengan nama Allah. saya niscaya memberikan hal ini kepada Abu Hurairah radliallahu 'anhu. Saat itu Marwan yakni pemimpin di Madinah. Maka Abu Bakar berkata: "Kejadian itu membawa 'Abdurrahman merasa tidak senang". Kemudian kami ditakdirkan berkumpul di Dzul Hulaifah yang ketika itu Abu Hurairah radliallahu 'anhu termasuk yang hadir disana, maka 'Abdurrahman berkata, kepada Abu Hurairah radliallahu 'anhu: "Aku akan memberikan satu hal kepadamu yang seandainya Marwan tidak bersumpah tentangnya kepadaku maka saya tidak akan menyampaikannya kepadamu". Maka dia menyebutkan apa yang disampaikan 'Aisyah radliallahu 'anha dan Ummu Salamah diatas. Maka Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata: "Persoalan tadi pernah pula diceritakan kepadaku oleh Al Fadhal bin 'Abbas sedangkan mereka ('Aisyah radliallahu 'anha dan Ummu Salamah) lebih mengetahui kasus ini". Dan berkata, Hammam dan Ibnu 'Abdullah bin 'Umar dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu: "Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk berbuka (dalam masalah junub setelah masuk waktu Fajar). Namun hadits pertama diatas lebih besar lengan berkuasa sanadnya".BUKHARI NO.1791
ORANG YANG BERPUASA BERCUMBU
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb berkata, Syu'bah dari Al Hakam dari Ibrahim dari Al Aswad dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mencium dan mencumbu (isteri-isteri Beliau) padahal Beliau sedang berpuasa. Dan Beliau yakni orang yang paling bisa mengendalikan nafsunya dibandingkan kalian". Dan Al Aswad berkata; Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata, istilah ma"aarib maknanya yakni keperluan (seperti dalam QS Thoha ayat 18) artinya hajat. Dan berkata, Thowus (seperti dalam QS An-Nuur ayat 31) artinya: orang dungu yang tidak punya impian lagi terhadap wanita.BUKHARI NO.1792
ORANG YANG BERPUASA MENCIUM
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam berkata, telah mengabarkan kepada saya bapakku dari 'Aisyah radliallahu 'anha. Dan telah diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Hisyam dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mencium isteri-isteri Beliau". 'Aisyah radliallahu 'anha kemudian tertawa.BUKHARI NO.1793
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam bin Abu 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Zainab putri Ummu Salamah dari ibunya radliallahu 'anhuma berkata: Ketika saya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam satu selimut tiba-tiba saya mengalami haidh maka saya rahasia pergi kemudian saya mengambil pakaian khusus haidhku, Beliau berkata: "Ada apa denganmu, apakah kau mengalami hadil?". Aku jawab: "Ya". Lalu saya masuk kedalam selimut bersama Beliau". Ummu Salamah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah pula mandi bersama dari satu baskom air. Dan Beliau juga menciumnya padahal Beliau sedang berpuasa".BUKHARI NO.1794
MANDINYA ORANG YANG BERPUASA
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab telah menceritakan kepada kami Yunus dari Ibnu Sihab dari 'Urwah dan Abu Bakar, 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mendapati masuknya waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan Beliau junub, kemudian Beliau mandi dan shaum".BUKHARI NO.1795
Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada saya Malik dari Sumayya maulanya Abu Bakar bin'Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam bin Al Mughirah bahwa dia mendengar Abu Bakar bin'Abdurrahman (berkata,): "Aku dan bapakku pergi gotong royong hingga kami tiba menemui 'Aisyah radliallahu 'anha yang dia berkata: "Aku bersaksi wacana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa apabila Beliau pada pagi hari masih dalam keadaan junub setelah berafiliasi tanpa mengeluarkan sperma, maka Beliau meneruskan puasanya". Kemudian kami tiba menemui Ummu Salamah yang dia juga berkata, ibarat itu".BUKHARI NO.1796
ORANG YANG BERPUASA MAKAN DAN MINUM KARENA LUPA
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Ibnu Sirin dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika seseorang lupa kemudian dia makan dan minum (ketika sedang berpuasa) maka hendaklah dia meneruskan puasanya lantaran hal itu berarti Allah telah memberinya makan dan minum".BUKHARI NO.1797
SIWAK BASAH DAN KERING BAGI ORANG YANG BERPUASA
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma'mar berkata, telah menceritakan kepada saya Az Zuhriy dari 'Atho' bin Yazid dari Humran (berkata,): "Aku melihat 'Utsman bin 'Affan berwudhu', dia menuangkan air ke telapak tangannya (untuk membasuh kedua telapak tangannya) tiga kali. Kemudian berkumur-kumur dan membasuh hidung kemudian mengeluarkan (air) darinya. Kemudian membasuh mukanya tiga kali kemudian membasuh lengannya yang kanan hingga ke siku dan lengannya yang kiri hingga ke siku tiga kali kemudian berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudhu' ibarat wudhu'ku ini kemudian Beliau bersabda: "Barangsiapa berwudhu' ibarat wudhu'ku ini kemudian dia shalat dua raka'at dan tidak berbicara apapun antara keduanya, maka Allah mengampuni dosanya yang lalu".BUKHARI NO.1798
JIKA BERSETUBUH DI (SIANG HARI) RAMADAN
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Munir dia mendengar Yazid bin Harun (berkata,), telah menceritakan kepada kami Yahya, dia yakni anaknya Sa'id bahwa 'Abdurrahman bin Al Qasim mengabarkannya dari Muhammad bin Ja'far bin Az Zubair bin Al 'Awam bin Khuwaylid dari 'Abbad bin 'Abdullah bin Az Zubair mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Ada seorang pria tiba menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berkata, "Wah saya terbakar!". Beliau bertanya: "Maksudmu, Ada apa denganmu?". Orang itu menjawab: "Aku telah berafiliasi dengan isteriku pada siang hari di bulan Ramadhan". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dibawakan sekeranjang kurma, maka Beliau berkata: "Mana orang yang celaka itu?". Orang itu menjawab: "Aku". Maka Beliau berkata: "Bershadaqahlah dengan kurma ini".BUKHARI NO.1799
JIKA SESEORANG BERSETUBUH DI (SIANG HARI) RAMADAN, SEMANTARA TIDAK MEMILIKI SESUATU UNTUK IA SEDEKAHKAN…
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepada saya Humaid bin 'Abdurrahman bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata: "Ketika kami sedang duduk bermajelis bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba-tiba tiba seorang pria kemudian berkata: "Wahai Rasulullah, binasalah aku". Beliau bertanya: "Ada apa denganmu?". Orang itu menjawab: "Aku telah berafiliasi dengan isteriku sedangkan saya sedang berpuasa". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah kau mempunyai budak, sehingga kau harus membebaskannya?". Orang itu menjawab: "Tidak". Lalu Beliau bertanya lagi: "Apakah kau sanggup bila harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut?". Orang itu menjawab: "Tidak". Lalu Beliau bertanya lagi: "Apakah kau mempunyai kuliner untuk diberikan kepada enam puluh orang miskin?". Orang itu menjawab: "Tidak". Sejenak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terdiam. Ketika kami masih dalam keadaan tadi, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diberikan satu keranjang berisi kurma, kemudian Beliau bertanya: "Mana orang yang bertanya tadi?". Orang itu menjawab: "Aku". Maka Beliau berkata: "Ambillah kurma ini kemudian bershadaqahlah dengannya". Orang itu berkata: "Apakah ada orang yang lebih faqir dariku, wahai Rasulullah. Demi Allah, tidak ada keluarga yang tinggal diantara dua perbatasan, yang dia maksud yakni dua gurun pasir, yang lebih faqir daripada keluargaku". Mendengar itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjadi tertawa hingga tampak gigi seri Beliau. Kemudian Beliau berkata: "Kalau begitu berilah makan keluargamu dengan kurma ini".BUKHARI NO.1800
ORANG YANG BERSETUBUH DI SIANG HARI BULAN RAMADAN, APAKAH IA BOLEH MEMBERIKAN MAKANAN UNTUK KELUARGANYA SEBAGAI KAFARAH?
Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Az Zuhriy dari Humaid bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu (berkata): "Datang seorang pria kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berkata: "Ada seseorang yang berafiliasi dengan isterinya pada siang hari Ramadhan". Beliau bertanya: "Apakah kau mempunyai budak untuk kau bebaskan?" Orang itu menjawab: "Tidak". Lalu Beliau bertanya lagi: "Apakah kau sanggup bila harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut?" Orang itu menjawab: "Tidak". Lalu Beliau bertanya lagi: "Apakah kau mempunyai kuliner untuk diberikan kepada enam puluh orang miskin?" Orang itu menjawab: "Tidak". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diberikan satu keranjang berisi kurma, keranjang besar yang biasa untuk menampung sampah, kemudian Beliau berkata: "Berilah makan orang lain dengan kurma ini". Orang itu berkata: "Apakah ada orang yang lebih membutuhkan dari kami? Tidak ada keluarga yang tinggal diantara dua perbatasan yang lebih membutuhkan tunjangan daripada kami". Maka Beliau berkata: "Kalau begitu berilah makan keluargamu dengan kurma ini".BUKHARI NO.1801
BERBEKAM DAN MUNTAH BAGI ORANG YANG BERPUASA
Telah menceritakan kepada kami Mu'alla bin Asad telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Ayyub dari 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbekam ketika sedang berihram dan juga berbekam ketika sedang berpuasa.BUKHARI NO.1802
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Ayyub dari 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbekam ketika sedang berpuasa.BUKHARI NO.1803
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, saya mendengar Tsabit Al Bunaniy berkata; Anas bin Malik radliallahu 'anhu pernah ditanya; apakah engkau membenci berbekam ketika berpuasa? Dia menjawab: "Tidak, kecuali bila fisik lemah". Syababah menambahkan, telah menceritakan kepada kami Syu'bah: "Yaitu pada masa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ".BUKHARI NO.1804
PUASA DAN BERBUKA DALAM SAFAR
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq Asy-Syaibaniy dia mendengar Ibnu Abu Awfa radliallahu 'anhudhiyallahu'anhu berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan yang ketika itu dia berkata kepada seseorang: "Turunlah disini dan siapkan minuman buatku". Orang itu berkata: "Wahai Rasulullah, bukankah masih ada matahari?" Beliau berkata, lagi: "Turunlah (berhenti disini) dan siapkan minuman buatku". Orang itu berkata, lagi: "Wahai Rasulullah, bukankah masih ada matahari?" Beliau berkata, lagi: "Turunlah dan siapkan minuman buatku". Maka orang itu berhenti kemudian memperlihatkan minuman kepada Beliau, kemudian Beliau minum kemudian melempar sesuatu dengan tangan Beliau ke suatu arah kemudian bersabda: "Apabila kalian telah melihat malam sudah tiba dari arah sana maka orang yang puasa sudah boleh berbuka ". Hadits inidikuatkan pula oleh Jarir dan Abu Bakar bin 'Ayyasy dari Asy-Syaibaniy dari Ibnu Abu Awfa radliallahu 'anhu berkata: "Aku pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan".BUKHARI NO.1805
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam berkata, bapakku telah menceritakan kepadaku dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Hamzah bin 'Amru Al Aslamiy berkata: "Wahai Rasulullah, saya sering berpuasa".BUKHARI NO.1806
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Hamzah bin 'Amru Al Aslamiy berkata, kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Apakah saya boleh berpuasa ketika bepergian? Dia yakni orang yang banyak berpuasa. Maka Beliau menawab: "Jika kau mau berpuasalah dan bila kau mau berbukalah".BUKHARI NO.1807
BERPUASA BEBERAP AHARI DI BULAN RAMADAN KEMUDIAN PERGI BERSAFAR
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pergi menuju Makkah dalam bulan Ramadhan dan Beliau berpuasa. Ketika hingga di kawasan Kadid, Beliau berbuka yang kemudian orang-orang turut pula berbuka. Abu 'Abdullah Al Bukhariy berkata: "Kadid yakni tempat mata air yang terletak antara 'Usfan dan Qudaid".BUKHARI NO.1808
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hamzah dari 'Abdurrahman bin YAzid bin Jabir bahwa Isma'il bin 'Ubaidullah menceritakan kepada kami dari Ummu Ad-Darda' dari Abu Ad-Darda' radliallahu 'anhu berkata; Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada sebagian perjalanan Beliau pada hari yang sangat panas sehingga ada seseorang yang meletakkan tangannya diatas kepalanya lantaran amat panasnya dan tidak ada diantara kami yang berpuasa kecuali Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan Ibnu Ruwahah.BUKHARI NO.1809
SABDA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM KEPADA ORANG YANG DIPAYUNGI DAN PANAS YANG SANGAT…
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdurrahman Al Anshariy berkata; Aku mendengar Muhammad bin 'Amru bin Al Hasan bin 'Ali dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah dalam suatu perjalanan melihat kerumunan orang, yang diantaranya ada seseorang yang sedang dipayungi. Beliau bertanya: "Ada apa ini?" Mereka menjawab: "Orang ini sedang berpuasa". Maka Beliau bersabda: "Tidak termasuk kebajikan berpuasa dalam perjalanan".BUKHARI NO.1810
SEBAGIAN SAHABAT NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM TIDAK MENCELA SEBAGIAN KEPADA SEBAGIAN YANG LAIN…
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Humaid Ath-Thowil dari Anas bin Malik berkata; "Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka juga tidak mencela yang berpuasa".BUKHARI NO.1811
BERBUKA SAAT SAFAR SUPAYA DILIHAT OLEH ORANG
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Manshur dari Mujahid dari Thowus dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berangkat dari Madinah menuju Makkah dalam keadaan berpuasa sehingga ketika hingga di kawasan 'Usfan, Beliau meminta air kemudian Beliau mengangkat air itu dengan tangan Beliau supaya dilihat oleh orang banyak, kemudian Beliau berbuka hingga tiba di Makkah. Kejadian ini di bulan Ramadhan". Dan Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma juga berkata: "Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga pernah berpuasa dalam suatu perjalanan Beliau dan juga pernah berbuka. Maka siapa yang mau silakan berpuasa dan siapa yang mau silakan berbuka".BUKHARI NO.1812
DAN WAJIB BAGI ORANG-ORANG YANG BERAT MENJALANKANNYA (JIKA MEREKA TIDAK BERPUASA) MEMBAYAR FIDYAH,
Telah menceritakan kepada kami 'Ayyasy telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Abdullah'laa telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma bahwa dia membaca ayat fidyatun to'aamu masaakiin (dendanya yakni memberi makan orang miskin), kemudian ia berkata, bahwa ayat ini sudah dihapus.BUKHARI NO.1813
KAPAN MENGGANTI PUASA RAMADAN
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah berkata; Aku mendengar 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Aku berhutang puasa Ramadhan dan saya tidak bisa mengqadha'nya kecuali pada bulan Sya'ban". Yahya berkata: "Karena dia sibuk lantaran atau bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ".BUKHARI NO.1814
WANITA HAID MENINGGALKAN PUASA DAN SHALAT
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata, telah menceritakan kepada saya Zaid dari 'Iyadh dari Abu Sa'id radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila (seorang wanita) sedang mengalami haidh, maka dia tidak shalat dan tidak puasa. Yang demikian itu memperlihatkan kurangnya agamanya".BUKHARI NO.1815
ORANG YANG WAFAT DAN MENINGGALKAN HUTANG PUASA
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Khalid telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Musa bin A'yan telah menceritakan kepada kami bapakku dari 'Amru bin Al Harits dari 'Ubaidullah bin Abu Ja'far bahwa Muhammad bin Ja'far menceritakan kepadanya dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia dan mempunyai hutang puasa maka walinya (boleh) berpuasa untuknya". Hadits ini dikuatkan pula oleh Ibnu Wahab dari 'Amru. Dan Yahya bin Ayyub meriwayatkannya dari Ibnu Abu Ja'far.BUKHARI NO.1816
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdur Rahim telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah bin 'Amru telah menceritakan kepada kami Za'idah dari Al A'masy dari Muslim Al Bathin dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; "Datang seorang pria kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meningal dunia dan dia mempunyai kewajiban (hutang) puasa selama sebulan, apakah saya boleh menunaikannya?". Beliau Shallallahu'alaihiwasallam berkata: "Ya", Beliau melanjutkan: "Hutang kepada Allah lebih berhaq untuk dibayar". Sulaiman berkata, Al Hakam dan Salamah berkata; Ketika kami sedang duduk bersama, Muslim menceritakan wacana hadits ini, keduanya berkata; Kami mendengar Mujahid menyebutkan masalah ini dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma. Dan disebutkan pula dari Abu Khalid, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Al Hakam dan Muslim Al Bathin dan Salamah bin Kuhail dari Sa'id bin Jubair dan 'Atho' dan Mujahid dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma; seorang perempuan berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya saudara perempuanku telah meninggal dunia". Dan Yahya dan Abu Mu'awiyah berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Muslim dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma; seorang perempuan berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya ibuku telah meningal dunia". Dan 'Ubaidullah berkata; dari Zaid bin Abi Unaisah dari Al Hakam dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas; seorang perempuan berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia, dan dia mempunyai tanggungan puasa nadzar." Dan Abu Hariz berkata, telah menceritakan kepada kami 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma: seorang perempuan berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia, dan dia mempunyai hutang puasa selama lima belas hari".BUKHARI NO.1817
KAPAN ORANG YANG BERPUASA BOLEH BERBUKA
Telah menceritakan kepada kami Al Humaidiy telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Urwah berkata, saya mendengar bapakku berkata, saya mendengar 'Ashim bin 'Umar bin Al Khaththob dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika malam telah tiba dari sana dan siang telah berlalu dari sana serta matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa sudah boleh berbuka ".BUKHARI NO.1818
Telah menceritakan kepada kami Ishaq Al Washithiy telah menceritakan kepada kami Khalid dari Asy-Syaibaniy dari 'Abdullah bin Abu Awfa radliallahu 'anhudhiyallahu'anhu berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan dan Beliau berpuasa. Ketika matahari terbenam, Beliau berkata kepada sebagian rombongan; "Wahai fulan, bangkit dan siapkanlah minuman buat kami". Orang yang disuruh itu berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana bila kita menunggu hingga sore". Beliau berkata: "Turunlah dan siapkan minuman buat kami". Orang itu berkata, lagi: "Wahai Rasulullah, bagaimana bila kita menunggu hingga sore". Beliau berkata, lagi: "Turunlah dan siapkan minuman buat kami". Orang itu berkata, lagi: "Sekarang masih siang". Beliau kembali berkata: "Turunlah dan siapkan minuman buat kami". Maka orang itu turun kemudian menyiapkan minuman buat mereka. Setelah minum kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Apabila kalian telah melihat malam sudah tiba dari arah sana maka orang yang puasa sudah boleh berbuka ".BUKHARI NO.1819
BERBUKAN DENGAN AIR ATAU SELAINNYA SEKADARNYA
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Asy-Syaibaniy Sulaiman berkata, saya mendengar 'Abdullah bin Abu Awfa radliallahu 'anhu berkata; Kami pernah bepergian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ketika itu Beliau berpuasa. Ketika matahari terbenam, Beliau berkata: "Turunlah, dan siapkanlah minuman buat kami". Orang yang disuruh itu berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana bila kita menunggu hingga sore". Beliau berkata: "Turunlah dan siapkan minuman buat kami". Orang itu berkata, lagi: "Sekarang masih siang". Beliau berkata, lagi: "Turunlah dan siapkan minuman buat kami"." Maka orang itu turun kemudian menyiapkan minuman buat mereka. Setelah minum kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Apabila kalian telah melihat malam sudah tiba dari arah sana maka orang yang puasa sudah boleh berbuka ". Beliau memberi aba-aba dengan jari Beliau ke arah timur.BUKHARI NO.1820
MESEGERAKAN BUKA PUASA
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bion Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu HAzim dari Sahal bin Sa'ad bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Senantiasa insan berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka".BUKHARI NO.1821
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Abu Bakar dari Sulaiman dari Ibnu Abu Awfa radliallahu 'anhu berkata; Aku pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, ketika itu Beliau berpuasa. Hingga ketika hingga pada waktu petang, Beliau berkata kepada seseorang: "Turunlah, dan siapkanlah minuman aku". Orang yang disuruh itu berkata: "Bagaimana bila anda menunggu hingga sore". Beliau berkata: "Turunlah dan siapkan minuman buat aku. Apabila kau telah melihat malam sudah tiba dari arah sana maka orang yang puasa sudah boleh berbuka ".BUKHARI NO.1822
JIKA BERBUKA PUASA RAMADAN KEMUDIAN MATAHARI MUNCUL KEMBALI
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam bin 'Urwah dari Fathimah dari Asma' binti Abu Bakar Ash-Shiddiq radliallahu 'anhuma berkata; Kami pernah berbuka puasa pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika hari mendung, ternyata kemudian matahari tampak kembali, maka orang-orang diperintahkan untuk mengqadha'nya, dan Beliau bersabda: "Harus dilaksanakan qadha'". Dan Ma'mar berkata, saya mendengar Hisyam: Aku tidak tahu apakah mereka kemudian mengqadha'nya atau tidak".BUKHARI NO.1823
PUASANYA ANAK KECIL
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Al Mufadhdhal telah menceritakan kepada kami Khalid bin Dzakwan dari Ar-Rubai' binti Mu'awwidz berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengirim utusan ke kampung Kaum Anshar pada siang hari 'Asyura (untuk menyampaikan): "Bahwa siapa yang tidak berpuasa semenjak pagi hari maka dia harus menggantinya pada hari yang lain, dan siapa yang sudah berpuasa semenjak pagi hari maka hendaklah dia melanjutkan puasanya". Dia (Ar-Rubai' binti Mu'awwidz) berkata; "Setelah itu kami selalu berpuasa dan kami juga mendidik bawah umur kecil kami untuk berpuasa dan kami sediakan untuk mereka semacam alat permainan terbuat dari bulu domba, apabila seorang dari mereka ada yang menangis meminta makan maka kami beri dia permainan itu. Demikianlah terus kami lakukan hingga tiba waktu berbuka".BUKHARI NO.1824
PUASA WISHAL, DAN PENDAPAT BAHWA PADA MALAM HARI TIDAK ADA PUASA
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada saya Yahya dari Syu'bah berkata, telah menceritakan kepada saya Qatadah dari Anas radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian melaksanakan puasa wishal (puasa terus tanpa berbuka) ". Orang-orang berkata: "Namun, bukankah anda melaksanakan puasa wishal?" Beliau bersabda: "Aku tidak sama dengan keadaan seorang dari kalian lantaran saya diberi makan dan minum atau dengan redaksi selalu saja saya diberi makan dan minum ".BUKHARI NO.1825
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Nafi' dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhua berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang puasa wishal. Orang-orang berkata: "Namun, bukankah anda sendiri melaksanakan puasa wishal?" Beliau bersabda: "Aku tidak sama dengan keadaan seorang dari kalian lantaran saya diberi makan dan minum".BUKHARI NO.1826
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada saya Al Laits telah menceritakan kepada saya Ibnu Al Hadi dari 'Abdullah bin Khabbab dari Abu Sa'id radliallahu 'anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian melaksanakan puasa wishal, maka siapa dari kalian yang mau melaksanakan puasa wishal hendaklah dia melakukannya hingga (makan) sahur". Orang-orang berkata: "Bukankah anda sendiri melaksanakan puasa wishal, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Aku tidak sama dengan keadaan seorang kalian lantaran ketika saya tidur akan ada pemberi makan yang tiba kepadaku kemudian memberi saya makan dan tiba pemberi minum kemudian memberi saya minum".BUKHARI NO.1827
Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abu Syaibah dan Muhammad keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Abdah dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang puasa wishal sebagai bentuk kasih sayang kepada mereka (para sahabat). Mereka berkata: "Bukankah anda sendiri melaksanakan puasa wishal?" Beliau bersabda: "Aku tidak sama dengan keadaan seorang kalian lantaran saya diberi makan dan minum oleh Rabbku". Abu 'Abdullah Al Bukhariy berkata: 'Utsman tidak menyebut kalimat; "Sebagai bentuk kasih sayang kepada mereka".BUKHARI NO.1828
ANACAMAN BAGI ORANG YANG MEMPERBANYAK PUASA WISHAL
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata, telah menceritakan kepada saya Abu Salamah bin 'Abdurrahman bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang wishal dalam berpuasa. Kemudian ada seseorang dari kalangan Kaum Muslimin yang berkata kepada Beliau: "Bukankah anda melaksanakan puasa wishal, wahai Rasulullah?" Maka Beliau berkata: "Siapa dari kalian yang keadaannya sama denganku? Aku tidak sama dengan keadaan seorang kalian lantaran Rabbku selalu memberiku makan dan minum". Tatkala mereka enggan menghentikan kebiasaan puasa wishal, maka Beliau melaksanakan puasa wishal bersama mereka hari demi hari, kemudian mereka melihat hilal. Maka ketika itu Beliau bersabda: "Kalau hilal itu tidak tiba (terlambat) niscaya saya akan menambah lagi puasa wishal bersama kalian". Ucapan ini Beliau sampaikan sebagai bentuk sindiran kepada mereka ketika mereka enggan menghentikan puasa wishal.BUKHARI NO.1829
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Musa telah menceritakan kepada kami 'Abdur RAzzaq dari Ma'mar dari Hammam sebetulnya dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Janganlah kalian melaksanakan puasa wishal". Ada seseorang berkata, kepada Beliau: "Bukankah anda melaksanakan puasa wishal?" Beliau menjawab: " Rabbku selalu memberiku makan dan memberi minum. Maka laksanakanlah amal amal yang kalian bisa saja".BUKHARI NO.1830
PUASA WISHAL HINGGA MAKAN SAHUR
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Hamzah telah menceritakan kepada saya Ibnu Abu HAzim dari YAzid dari 'Abdullah bin Khabbab dari Abu Sa'id Al Khudriy radliallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian melaksanakan puasa wishal, maka siapa dari kalian yang mau melaksanakan puasa wishal hendaklah dia melakukannya hingga (makan) sahur". Mereka berkata: "Bukankah anda melaksanakan puasa wishal, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Aku tidak sama dengan keadaan seorang kalian lantaran bagiku ada pemberi makan yang memberi saya makan dan pemberi minum yang memberi saya minum".BUKHARI NO.1831
BARANGSIAPA BERSUMPAH AGAR SAUDARANYA MAU BERBUKA PUASA
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ja'far bin 'Aun telah menceritakan kepada kami Abu Al 'Umais dari 'Aun bin Abu Juhaifah dari bapaknya berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mempersaudarakan Salman dan Abu Darda'. Suatu hari Salman mengunjungi Abu Darda', kemudian ia melihat Ummu Darda' dengan baju yang kumuh, kemudian ia berkata, kepadanya; "Ada apa denganmu?" Dia menjawab: "Saudaramu Abu Darda', dia tidak memperhatikan kebutuhan dunia". Kemudian Abu Darda' datang, kemudian ia menciptakan kuliner untuk Salman. Salman berkata kepada Abu Darda': "Makanlah!". Abu Darda' menjawab: "Aku sedang berpuasa". Salman berkata: "Aku tidak akan makan hingga engkau makan". Dia berkata: "Lalu Abu Darda' ikut makan". Pada malam hari Abu Darda' bangun, kemudian Salman berkata: "Teruskanlah tidur". Maka iapun tidur kemudian bangkit lagi, kemudian Salman berkata: "Teruskanlah tidur". Maka iapun tidur lagi. Pada tamat malam Salman berkata: "Sekarang bangunlah". Kemudian mereka berdua shalat malam". Lalu Salman berkata kepada Abu Darda': "Sesungguhnya Rabbmu mempunyai hak atasmu, dan jiwamu mempunyai hak atasmu, dan isterimu mempunyai hak atasmu, maka berilah setiap hak kepada orang yang berhak". Kemudian Abu Darda' menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian ia menceritakan hal itu. Maka Beliau bersabda: "Salman benar".BUKHARI NO.1832
PUASA SYA'BAN
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu An-Nadhar dari Abu Salamah dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedemikian sering melaksanakan shaum hingga kami menyampaikan seakan-akan dia tidak pernah berbuka (tidak shaum), namun dia juga sering tidak shaum sehingga kami menyampaikan seakan-akan Beliau tidak pernah shaum. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyempurnakan puasa selama sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan dan saya tidak pernah melihat Beliau paling banyak melaksanakan puasa (sunnat) kecuali di bulan Sya'ban".BUKHARI NO.1833
Telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Fadhalah telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Abu Salamah bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha menceritakan kepadanya, katanya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah melaksanakan shaum lebih banyak dalam sebulan selain bulan Sya'ban, yang Beliau melaksanakan shaum bulan Sya'ban seluruhnya. Beliau bersabda: "Lakukanlah amal-amal yang kalian sanggup melaksanakannya, lantaran Allah tidak akan berpaling (dalam memperlihatkan pahala) hingga kalian yang lebih dahulu berpaling (dari mengerjakan amal) ". Dan shalat yang paling Nabi shallallahu 'alaihi wasallam cintai yakni shalat yang dijaga kesinambungannya sekalipun sedikit. Dan Beliau bila sudah biasa melaksanakan shalat (sunnat) dia menjaga kesinambungannya".BUKHARI NO.1834
PENJELASAN TENTANG PUASA DAN BERBUKANYA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abu Bisyir dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: " Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah sekalipun melaksanakan shaum sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan. Dan dia seseorang yang rajin puasa sehingga sehingga ada yang berkomentar; "Tidak, demi Allah, dia belum pernah tidak shaum". Namun sering-sering dia juga tidak puasa sehingga ada seorang yang berkata; "Tidak, demi Allah, Beliau belum pernah shaum".BUKHARI NO.1835
Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Ja'far dari Humaid sebetulnya dia mendengar Anas radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah tidak berpuasa selama sebulan hingga kami menduga dia tidak pernah puasa seharipun dari bulan itu. Dan pernah juga Beliau puasa hingga seakan-akan kami menduga dia belum pernah tidak puasa seharipun. Dan seandainya kau ingin melihat di malam hari Beliau shalat niscaya kalian akan melihat Beliau sedang shalat, namun begitu juga ketika kau ingin melihat Beliau tidur, niscaya kau akan melihat Beliau sedang tidur". Dan berkata, Sulaiman dari Humaid bahwa dia pernah bertanya kepada Anas wacana shaum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.BUKHARI NO.1836
Telah menceritakan kepada saya Muhammad. Dia yakni Ibnu Salam telah mengabarkan kepada kami Abu Khalid Al Ahmar telah mengabarkan kepada kami dari Humaid berkata; Aku bertanya kepada Anas radliallahu 'anhu wacana shaum Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dia berkata: "Tidaklah saya ingin melihat Beliau berpuasa dalam suatu bulan kecuali saya niscaya melihatnya, begitu juga tidaklah saya ingin melihat dia tidak berpuasa, niscaya saya juga bisa melihatnya. Dan ketika Beliau berdiri shalat malam melainkan saya melihatnya begitu juga bila Beliau tidur melainkan saya juga pernah melihatnya. Dan belum pernah saya menyentuh sutera adonan ataupun sutera halus yang melebihi halusnya telapak tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan belum pernah pula saya mencium amis wewangian minyak kasturi dan wewangian lain yang lebih harum dari keharuman (badan) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.BUKHARI NO.1837
HAK TAMU DALAM HAL PUASA
Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah mengabarkan kepada kami Harun bin 'Isma'il telah menceritakan kepada kami 'Ali telah menceritakan kepada kami Yahya berkata, telah menceritakan kepada saya Abu Salamah berkata, telah menceritakan kepada saya 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliallahu 'anhuma berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba menemuiku. Lalu dia menceritakan hadits yang Beliau sabdakan, yaitu: "Sesungguhnya isterimu mempunyai hak atasmu dan sesungguhnya isterimu mempunyai hak atasmu". Dan saya bertanya wacana shaum Daud. Maka Beliau menjawab: "Itu sama halnya separoh dari puasa Dahar (puasa sepanjang tahun) ".BUKHARI NO.1838
HAK BADAN DALAM HAL PUASA
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Al Awza'iy berkata, telah menceritakan kepada saya Yahya bin Abu Katsir berkata, telah menceritakan kepada saya Abu Salamah bin 'Abdurrahman berkata, telah menceritakan kepada saya 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliallahu 'anhuma berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadaku: "Wahai 'Abdullah, apakah benar isu bahwa kau puasa seharian penuh kemudian kau shalat malam sepanjang malam?" Aku jawab: "Benar, wahai Rasulullah". Beliau berkata: "Janganlah kau lakukan itu, tetapi shaumlah dan berbukalah, shalat malamlah dan tidurlah, lantaran untuk jasadmu ada hak atasmu, matamu punya hak atasmu, isterimu punya hak atasmu dan isterimu punya hak atasmu. Dan cukuplah bagimu bila kau berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan lantaran bagimu setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu berarti kau sudah melaksanakan puasa sepanjang tahun seluruhnya". Maka kemudian saya meminta tambahan, kemudian Beliau menambahkannya. Aku katakan: "Wahai Rasulullah, saya mendapati diriku mempunyai kemampuan". Maka Beliau berkata: "Berpuasalah dengan puasanya Nabi Allah Daud Alaihissalam dan jangan kau tambah lebih dari itu". Aku bertanya: "Bagaimanakah itu cara puasanya Nabi Allah Daud Alaihissalam?" Beliau menjawab: "Dia Alaihissalam berpuasa setengah dari puasa Dahar (puasa sepanjang tahun), caranya yaitu sehari puasa dan sehari tidak". Di kemudian hari 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliallahu 'anhuma berkata: "Duh, seandainya dahulu saya mendapatkan dispensasi yang telah diberikan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ".BUKHARI NO.1839
PUASA DAHR
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Al Musayyab dan Abu Salamah bin 'Abdurrahman bahwa 'Abdullah bin 'Amru berkata; Diberitakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa saya berkata: "Demi Allah, sungguh saya niscaya akan berpuasa sepanjang hari dan sungguh saya niscaya akan shalat malam sepanjang hidupku". Aku katakan secara terus terang; "Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya, sungguh saya memang telah mengatakannya". Maka Beliau berkata: "Sungguh kau niscaya tidak akan sanggup melaksanakannya. Akan tetapi berpuasalah dan berbukalah, shalat malam dan tidurlah dan berpuasalah selama tiga hari dalam setiap bulan lantaran setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa, dan itu ibarat puasa sepanjang tahun ". Aku katakan; "Sungguh saya bisa lebih dari itu". Belau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah selama dua hari". Aku katakan lagi: "Sungguh saya bisa yang lebih dari itu". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah sehari, yang demikian itu yakni puasanya Nabi Allah Daud 'alaihi salam yang merupakan puasa yang paling utama.". Aku katakan lagi: "Sungguh saya bisa yang lebih dari itu". Maka dia bersabda: "Tidak ada puasa yang lebih utama dari itu".BUKHARI NO.1840
HAK KELUARGA DALAM HAL PUASA
Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin 'Ali telah mengabarkan kepada kami Abu 'Ashim dari Abu Juraij saya mendengar 'Atho' bahwa Abu Al 'Abbas Asy-Sya'ir mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma (berkata,); Telah hingga kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam isu wacana saya bahwa saya akan terus berpuasa dan shalat malam. Aku tak ingat lagi, apakah kemudian dia mengutus utusan atau saya menemui beliau, dan Beliau berkata: "Apakah benar kabar bahwa kau akan berpuasa tidak akan berbuka dan shalat malam (tanpa tidur)? Puasa dan berbukalah, shalat dan juga tidurlah. Karena bagi matamu ada penggalan hak atasmu dan bagi dirimu dan keluargamu ada penggalan hak atasmu". 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma berkata: "Sungguh saya lebih besar lengan berkuasa dari (amal amal) itu". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah dengan puasanya Nabi Daud Alaihissalam". Dia bertanya: "Bagaimana caranya". Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menawab: "Nabi Daud 'Alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh". Dia berkata: "Lalu Siapa contoh bagi diriku dalam masalah puasa sepanjang jaman ini wahai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Allah? 'Atho' berkata: "Aku tidak tahu bagaimana dia menyebutkan puasa abadi (sepanjang hidup), lantaran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak dianggap puasa bagi siapa yang puasa abadi". Beliau mengucapkannya dua kali.BUKHARI NO.1841
BERPUASA SATU HARI DAN BERBUKA SATU HARI
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Mughirah berkata, saya mendengar Mujahid dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhua dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Puasalah dalam sebulan sebanyak tiga hari". Dia berkata: "Aku sanggup yang lebih banyak dari itu". Dia terus saja menyampaikan kemampuanya itu hingga alhasil Beliau berkata: "Kalau begitu berpuasalah sehari dan berbuka sehari". Beliau juga berkata, kepadanya: "Bacalah (khatam) Al Qur'an dalam sebulan". Dia berkata: "Aku sanggup yang lebih banyak dari itu". Dia terus saja menyampaikan kemampuannya itu hingga alhasil Beliau berkata: "Kalau begitu kau khatamkan dalam tiga hari".BUKHARI NO.1842
PUASA DAUD
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Habib bin Abu Tsabit berkata, saya mendengar Abu Al 'Abbas Al Makkiy, spesialis sya'ir yang tidak dianggap jelek dalam memberikan hadits, berkata, saya mendengar 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliallahu 'anhuma berkata,, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Apakah benar kau berpuasa dahr (sepanjang masa) dan shalat sepanjang malam?" Aku jawab; "Benar". Beliau berkata: "Jika kau kerjakan itu nanti matamu akan mengantuk dan fisikmu menjadi lemah. Tidak ada nilai puasa bagi siapa yang mengerjakan puasa sepanjang masa. Puasa tiga hari (dalam sebulan) sama nilainya dengan puasa sepanjang jaman". 'Abdullah bin 'Amru berkata: "Sungguh saya bisa lebih dari itu". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah dengan puasanya Nabi Daud 'alaihi salam, yang dia berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh".BUKHARI NO.1843
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Syahin Al Washithiy telah menceritakan kepada kami Khalid bin 'Abdullah dari Khalid Al Hadzdza' dari Abu Qalabah berkata, telah mengabarkan kepada saya Abu Al Malih berkata; Aku dan bapakku tiba menemui 'Abdullah bin 'Amru kemudian dia menceritakan kepada kami bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dikabarkan wacana shaumku kemudian Beliau menemuiku. Maka saya berikan kepada Beliau bantal terbuat dari kulit yang disamak yang isinya dari rerumputan, kemudian Beliau duduk diatas tanah sehingga bantal tersebut berada di tengah antara saya dan Beliau, kemudian Beliau berkata: "Bukankah cukup bagimu bila kau berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulannya?" 'Abdullah bin 'Amru berkata; Aku katakan: "Wahai Rasulullah? (bermaksud minta tambahan) ". Beliau berkata: "Silahkan kau lakukan Lima hari". Aku katakan lagi: "Wahai Rasulullah?" Beliau berkata: " Silahkan kau lakukan Tujuh hari". Aku katakan lagi: "Wahai Rasulullah?" Beliau berkata: " Silahkan kau lakukan Sembilan hari". Aku katakan lagi: "Wahai Rasulullah?" Beliau berkata: " Silahkan kau lakukan Sebelas hari". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Tidak ada shaum melebihi shaumnya Nabi Daud Aalaihissalam yang merupakan separuh shaum dahar, dia berpuasa sehari dan berbuka sehari".BUKHARI NO.1844
PUASA PADA HARI-HARI BIDL (TANGGAL TIGA BELAS, EMPAT BELAS DAN LIMA BELAS)
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Abu At-Tayyah berkata, telah menceritakan kepada saya Abu 'Utsman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata: "Kekasihku Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi wasiat kepadaku supaya saya berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha dua raka'at dan shalat witir sebelum saya tidur".BUKHARI NO.1845
BARANGSIAPA MENGUNJUNGI SUATU KAUM KEMUDIAN BERBUKA BERSAMA MEREKA
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada saya Khalid dia yakni anak Al Harits telah menceritakan kepada kami Humaid dari Anas radliallahu 'anhu; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba menemui Ummu Sulaim, kemudian Ummu Sulaim menyuguhkan kurma dan mentega untuk Beliau. Beliau berkata: "Simpanlah mentega-mentega kalian untuk suguhan minuman dan kurma-kurma kalian untuk makanannya lantaran saya sedang berpuasa". Kemudian Beliau berdiri di pojok rumah mengerjakan shalat sunnat. Setelah itu Beliau memanggil Ummu Sulaim dan anggota keluarga lainnya. Ummu Sulaim berkata: "Wahai Rasulullah, saya mempunyai undangan sederhana". Beliau bertanya: "Apa itu?" Ummu Sulaim berkata: "Pelayan anda itu, Anas, dia tidak pernah meninggalkan kebaikan alam abadi sekalipun dan urusan dunianya kecuali dia minta kepadaku". Maka Beliau berdo'a: "Ya Allah, karuniakanlah dia harta dan bawah umur dan berilah dia keberkahan didalamnya". Setelah itu saya menjadi orang yang paling banyak hartanya di kalangan Kaum Anshar. Dan telah menceritakan kepada saya putriku Umainah: "Setelah itu dia mempunyai anak dari sulbiku, yang ketika kedatangan Hajjaj di Bashrah, telah dikuburkan sekitar sebanyak seratus dua sembilan puluh orang". Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ayyub berkata, telah menceritakan kepada saya Humaid dia mendengar Anas radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.BUKHARI NO.1846
PUASA DI AKHIR BULAN
Telah menceritakan kepada kami Ash-Shalt bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Mahdi dari Ghaylan. Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu'man telah menceritakan kepada kami Mahdiy bin Maymun telah menceritakan kepada kami Ghaylan bin Jarir dari Muthrib dari 'Imran bin Hushain radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa Beliau bertanya atau Beliau bertanya kepada seseorang yang 'Imran mendengarnya, Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Wahai bapaknya anu, apakah kau berpuasa pada hari-hari terakhir bulan ini?" 'Imran berkata; Aku menduga yang Beliau maksud yakni bulan Ramadhan". Orang yang ditanya menjawab: "Tidak, wahai Rasulullah". Beliau berkata: "Jika kau berbuka (tidak puasa) maka kau harus puasa dua hari (pada hari lain). Ash-Shalt tidak berkata; "Aku menduga, bulan Ramadhan". Abu 'Abdullah Al Bukhariy berkata,, dan berkata, Tsabit dari Muthrrib dari 'Imran dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Pada hari-hari tamat bulan Sya'ban".BUKHARI NO.1847
PUASA KHUSUS DI HARI JUMAT
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari Ibnu Juraij dari 'Abdul Hamid bin Jubair bin Syaibah dari Muhammad bin 'Abbad berkata; "Aku bertanya kepada Jabir radliallahu 'anhu apakah benar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang puasa pada hari Jum'at? Dia menjawab: "Benar". Selain 'Abu 'Ashim, para perawi menambahkan: "Yakni apabila mengkhususkan hari Jum'at untuk berpuasa".BUKHARI NO.1848
Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh bin Ghiyats telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah seorang dari kalian berpuasa pada hari Jum'at kecuali dibarengi dengan satu hari sebelum atau sesudahnya".BUKHARI NO.1849
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu'bah. Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada saya Muhammad telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Abu Ayyub dari Juwairiyah binti Al harits radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menemuinya pada hari Jum'at ketika dia sedang berpuasa. Beliau bertanya: "Apakah kemarin kau juga berpuasa?" Dia menjawab: "Tidak". Beliau bertanya lagi: "Apakah besok kau berniat berpuasa?" Dia menjawab: "Tidak". Maka Beliau berkata: "Berbukalah (batalkanlah) ". Dan berkata, Hammad bin Al Ja'di dia mendengar Qatadah telah menceritakan kepada saya Abu Ayyub bahwa Juwairiyah menceritakan kepadanya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkannya supaya dia membatalkan puasanya.BUKHARI NO.1850
BOLEH MENGKHUSUSKAN SATU HARI TERTENTU
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari 'Alqamah; Aku bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengkhususkan hari-hari tertentu dalam ber'amal?" Dia menjawab: "Tidak. Beliau selalu berinfak terus menerus tanpa putus. Siapakah dari kalian yang akan bisa sebagaimana yang bisa dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?BUKHARI NO.1851
PUASA DI HARI ARAFAH
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Malik berkata, telah menceritakan kepada saya Salim berkata, telah menceritakan kepada saya 'Umair, maula Ummu Al Fadhal bahwa Ummu Al Fadhal menceritakan kepadanya. Dan telah diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu An-Nadhir, maula 'Umar bin 'Ubaidullah dari 'Umair maula 'Abdullah bin 'Abbas radliallahu 'anhu dari Ummu Al Fadhal binti Al Harits bahwa orang-orang ragu pada hari 'Arafah wacana puasa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Sebagian dari mereka ada yang menyampaikan Beliau berpuasa sebagian yang lain menyampaikan tidak, Lalu dia mengutus seseorang membawakan segelas susu ketika Beliau sedang wuquf diatas binatang unggangan Beliau, maka Beliau meminumnya".BUKHARI NO.1852
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab atau dibacakan kepadanya, dia berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Amru dari Bukair dari Kuraib dari Maymunah radliallahu 'anha bahwa orang-orang ragu wacana puasa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada hari 'Arafah, kemudian ia mengirim susu kepada Beliau yang sedang wukuf di Arafah, maka Beliau meminumnya sementara orang-orang melihatnya.BUKHARI NO.1853
PUASA DI HARI IDUL FITRI
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Abu 'Ubaid, maula Ibnu Azhar berkata; Aku mengikuti shalat 'Ied bersama 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu kemudian dia berkata: "Inilah dua hari yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang puasa padanya, yaitu pada hari ketika kalian berbuka dari puasa kalian ('Iedul Fithri) dan hari lainnya yakni hari ketika kalian memakan binatang qurban kalian ('Iedul Adhha) ". Dan Abu 'Abdullah Al Bukhariy berkata; Ibnu 'Uyainah berkata; Siapa yang berkata bahwa Abu 'Ubaid yakni maula Ibnu Azhar berarti dia telah berkata benar dan juga siapa yang berkata bahwa dia yakni maula 'Abdurrahman bin 'Auf, dia juga telah berkata benar.BUKHARI NO.1854
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Yahya dari bapaknya dari Abu Sa'id radliallahu 'anhu berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang berpuasa pada hari Raya 'Iedul Fithri dan 'Iedul 'Adhha dan juga melarang berkerudung dengan satu helai kain (berselimut sehingga seluruh penggalan badannya tertutup) dan juga melarang seseorang duduk dengan memeluk lututnya hingga mengenai pundaknya dan menutupnya dengan selembar kain dan melarang pula shalat setelah Shubuh dan 'Ashar".BUKHARI NO.1855
PUASA DI HARI IDUL ADLHA
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Amru bin Dinar dari 'Atho' bin Mina berkata; Aku mendengar dia menceritakan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu yang berkata: "Telah dihentikan berpuasa dan berjual beli pada hari Raya 'Iedul Fithri dan 'Iedul 'Adha, dan juga dihentikan jual beli tanpa mengetahui barang yang dijual dan juga jual beli tanpa menilik barang yang dijual".BUKHARI NO.1856
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Mu'adz telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Aun dari Ziyad bin Jubair berkata: Datang seorang pria kepada Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma kemudian berkata: Ada seorang yang bernadzar akan melaksanakan puasa pada suatu hari. Aku menduga dia berkata, hari Senin, kemudian hari yang dinadzarkkan itu bertepatan dengan hari Raya 'Ied". Maka Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata: "Allah telah memerintahkan untuk menunaikan nadzar dan melarang berpuasa pada hari raya ini".BUKHARI NO.1857
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Abdul Malik bin 'Umair berkata, saya mendengar QAza'ah berkata; Aku mendengar Abu Sa'id Al Khudriy radliallahu 'anhu yang pernah mengikuti peperangan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebanyak dua belas peperangan, berkata: "Empat kasus yang saya dapatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang perkara-perkara itu menakjubkan saya (yaitu): "Tidak boleh seorang perempuan bepergian sepanjang dua hari perjalanan kecuali bersama suaminya atau mahramnya, dan tidak boleh shaum dua hari raya, 'Iedul Fithri dan 'Iedul Adhha, dan tidak boleh melaksanakan dua shalat, yaitu setelah 'Ashar hingga matahari terbenam, dan setelah Shubuh hingga matahari terbit, dan tidaklah ditekankan untuk berziarah kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, Al Masjidil Haram, Masjidil Aqsha dan Masjidku ini ".BUKHARI NO.1858
PUASA DI HARI-HARI TASYRIQ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah saya mendengar 'Abdullah bin 'Isa bin Abu Laila dari Az Zuhriy dari 'Urwah dari 'Aisyah dan dari Salim dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma keduanya berkata: "Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari tasyriq kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan binatang korban (Al Hadyu) ketika menunaikan haji".BUKHARI NO.1859
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin 'Abdullah bin 'Umar dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berkata: "Diperbolehkan berpuasa bagi orang yang melaksanakan haji tamattu' (bersenang-senang setelah mengerjakan 'umrah sebelum melaksanakan manasik haji) hingga hari 'Arafah bila tidak membawa binatang qurban (Al Hadyu) dan tidak boleh berpuasa pada hari-hari Mina (Tasyriq) ". Dan dari Ibnu Syihab dari 'Urwah dari 'Aisyah ibarat hadits ini juga dan dikuatkan oleh Ibrahim bin Sa'ad dari Ibnu Syihab.BUKHARI NO.1860
PUASA ASYURA`
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari 'Umar bin Muhammad dari Salim dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata wacana hari 'Asyura', bila Beliau menghendaki Beliau akan berpuasa".BUKHARI NO.1861
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Urwah bin Az Zubair bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan puasa pada hari 'Asyura' (10 Muharam). Setelah diwajibklan puasa Ramadhan, maka siapa yang mau silakan berpuasa dan siapa yang tidak mau silakan berbuka (tidak berpuasa) ".BUKHARI NO.1862
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Orang-orang Quraisy pada masa Jahiliyah melaksanakan puasa hari 'Asyura' dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakannya. Ketika Beliau sudah tinggal di Madinah Beliau tetap melaksanakannya dan memerintahkan orang-orang untuk melaksanakannya pula. Setelah diwajibklan puasa Ramadhan Beliau meninggalkannya. Maka siapa yang mau silakan berpuasa dan siapa yang tidak mau silakan meninggalkannya".BUKHARI NO.1863
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin 'Abdurrahman bahwa dia mendengar Mu'awiyah bin Abu Sufyan radliallahu 'anhuma pada hari 'Asyura' ketika tahun penyelenggaraan haji dari atas mimbar berkata: Wahai penduduk Madinah, mana para 'ulama kalian? Aku pernah mendengar bersabda: "Ini yakni hari 'Asyura' dan Allah belum mewajibkan puasa atas kalian dan kini saya sedang berpuasa, maka siapa yang mau silakan berpuasa dan siapa yang tidak mau silakan berbuka (tidak berpuasa) ".BUKHARI NO.1864
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Ayyub telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Sa'id bin Jubair dari bapaknya dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah hingga dan tinggal di Madinah, Beliau melihat orang-orang Yahudi melaksanakan puasa hari 'Asyura' kemudian Beliau bertanya: "Kenapa kalian mengerjakan ini?" Mereka menjawab: "Ini yakni hari kemenangan, hari ketika Allah menyelamatkan Bani Isra'il dari musuh mereka kemudian Nabi Musa Alaihissalam menjadikannya sebagai hari berpuasa". Maka Beliau bersabda: "Aku lebih berhak dari kalian terhadap Musa". Lalu Beliau memerintahkan untuk berpuasa.BUKHARI NO.1865
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Abu 'Umais dari Qais bin Muslim dari Thoriq bin Sihab dari Abu Musa radliallahu 'anhu berkata: "Hari 'Asyura' telah dijadikan oleh orang-orang Yahudi sebagai hari raya mereka, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berpuasalah kalian pada hari itu".BUKHARI NO.1866
Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Musa dari Ibnu 'Uyainah dari 'Ubaidullah bin Abu YAzid dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Tidak pernah saya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sengaja berpuasa pada suatu hari yang Beliau istimewakan dibanding hari-hari lainnya kecuali hari 'Asyura' dan bulan ini, yaitu bulan Ramadhan".BUKHARI NO.1867
Telah menceritakan kepada kami Al Makkiy bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami YAzid bin Abu 'Ubaid dari Salamah bin Al Akwa' radliallahu 'anhu berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan seseorang dari suku Aslam untuk menyerukan kepada manusia, bila ada seseorang yang sudah makan maka hendaklah ia mengganti puasanya pada hari yang lain dan siapa yang belum makan hendaklah dia meneruskan puasanya lantaran hari ini yakni hari 'Asyura'".BUKHARI NO.1868

