Hadits Pilihan Terjemahan Kitab Adzan | Shahih Bukhari

PERMULAAN (DIPERINTAHKANNYA) ADZAN

dari Anas bin Malik berkata, "Orang-orang menyebut-nyebut wacana api dan lonceng (dalam mengusulkan cara memanggil shalat). Lalu ada juga di antara mereka yang mengusulkan menyerupai kebiasaan orang-orang Yahudi dan Nahrani. Maka Bilal diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dengan dua kali dua kali dan iqamat dengan bilangan ganjil." BUKHARI NO. 568

telah mengabarkan kepadaku Nafi' bahwa Ibnu 'Umar berkata, "Ketika Kaum Muslimin tiba di Madinah, mereka berkumpul untuk shalat dengan cara memperkirakan waktunya, dan tidak ada panggilan untuk pelaksanaan shalat. Suatu hari mereka memperbincangkan kasus tersebut, di antara mereka ada yang mengusulkan lonceng seperi loncengnya Kaum Nashrani dan sebagaian lain mengusulkan untuk meniup terampet sebagaimana Kaum Yahudi. Maka 'Umar pun berkata, "Mengapa tidak kalian suruh seseorang untuk mengumandangkan panggilan shalat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Wahai Bilal, berdiri dan serukanlah panggilan shalat." BUKHARI NO.569


ADZAN DUA KALI DUA KALI


dari Anas bin Malik berkata, "Bilal diperintahkan untuk mengumandangkan kalimat adzan dengan genap (dua kali dua kali) dan mengganjilkan iqamat, kecuali kalimat iqamat 'Qad qaamatish shalah (shalat telah dikumandangkan) BUKHARI NO.570

dari Anas bin Malik berkata, "Ketika insan sudah banyak (yang masuk Islam), ada yang mengusulkan cara memberitahu masuknya waktu shalat dengan sesuatu yang mereka bisa pahami. Maka ada yang mengusulkan dengan menyalakan api dan ada juga yang mengusulkan dengan memukul lonceng. Lalu diperintahlah Bilal untuk mengumandangkan kalimat adzan dengan genap (dua kali dua kali) dan mengganjilkan iqamat." BUKHARI NO.571

IQAMAH SATU KALI SATU KALI KECUALI KALIMAT "QAD QAAMATISH SHALAH"

dari Anas bin Malik berkata, "Bilal diperintahkan untuk mengumandangkan kalimat adzan dengan genap (dua kali dua kali) dan mengganjilkan iqamat." Isma'il berkata, "Aku sampaikan kasus ini kepada Ayyub, kemudian ia berkata, 'Kecuali kalimat iqamat 'Qad qaamatish shalah (shalat telah dikumandangkanBUKHARI NO.572


KEUTAMAAN MENGUMANDANGKAN ADZAN


dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar bunyi adzan. Apabila panggilan adzan telah selesai maka setan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari dan jikalau iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, kemudian menyelinap masuk kepada hati seseorang seraya berkata, 'Ingatlah ini dan itu'. Dan terus saja dia melaksanakan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya." BUKHARI NO.573

MENGERASKAN SUARA (PANGGILAN) ADZAN

dari Abdurrahman bin Abdullah bin 'Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah Al Anshari Al Mazini dari Bapaknya bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sa'id Al Khudri berkata kepadanya, "Aku lihat kau suka kambing dan lembah (pengenmbalaan). Jika kau sedang mengembala kambingmu atau berada di lembah, kemudian kau mengumandangkan adzan shalat, maka keraskanlah suaramu. Karena tidak ada yang mendengar bunyi mu'adzin, baik manusia, jin atau apapun dia, kecuali akan menjadi saksi pada hari kiamat." Abu Sa'id berkata, "Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO.574


MENANGGUHKAN PENYERANGAN ATAS SUATU KAUM BILA TERDENGAR SUARA ADZAN


dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jikalau memerangi suaku kaum bersama kami, maka dia tidak menyerang kaum tersebut hingga datangnya waktu shubuh (menunggu). Jika mendengar bunyi adzan, dia mengurungkannya. Namun bila tidak terdengar bunyi adzan maka dia menyerangnya." Anas bin Malik berkata, "Maka pada suatu hari kami keluar untuk menyerbu perkampungan Khaibar, kami lantas menunggu hingga malam hari. Ketika tiba waktu pagi dan dia tidak mendengar bunyi adzan, maka dia menaiki tunggangannya sementara saya membonceng di belakang Abu Thalhah. Sungguh kakiku menyentuh kaki Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Anas bin Malik melanjutkan kisahnya, "Penduduk Khaibar keluar ke arah kami dengan membawa keranjang dan sekop-sekop mereka, ketika mereka melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka mereka berkata, "Muhammad! Demi Allah, Muhammad dan pasukannya (datang)!" Kata Anas, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat mereka, dia bersabda: "Allahu Akbar, Allahu Akbar, hancurlah Khaibar! Sesungguhnya kami, apabila mendatangi perkampungan suatu kaum, maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang-orang yang diperingatkan tersebut) ' (Qs. Ash Shaffaat: 177). BUKHARI NO.575


APA YANG DIUCAPKAN KETIKA MENDENGAR SUARA MU'ADZIN


dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kalian mendengar adzan, maka jawablah menyerupai apa yang diucapkan mu'adzin." BUKHARI NO.576

dari Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits berkata, telah menceritakan kepadaku 'Isa bin Thalhah, bahwa pada suatu hari dia mendengar Mu'awiyyah mengucapkan menyerupai (apa yang diucapkan mu'adzin) hingga ucapannya: "Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah." BUKHARI NO.577

dari Yahya menyerupai itu, Yahya berkata, dan telah menceritakan kepadaku Sebagian saudara kami bahwa dia berkata, "Jika mu'adzin mengucapkan, 'Hayya 'Alash shalah '(Marilah melaksanakan shalat) ', dia menjawab, "Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billah '(Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan izin Allah) '. Dia berkata, "Demikianlah kami mendengar Nabi kalian shallallahu 'alaihi wasallam bersabda." BUKHARI NO.578

DO'A SETELAH PANGGILAN ADZAN


dari Jabir bin 'Abdullah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berdo'a setelah mendengar adzan: ALLAHUMMA RABBA HAADZIHID DA'WATIT TAMMAH WASHSHALAATIL QAA'IMAH. AATI MUHAMMADANIL WASIILATA WALFADLIILAH WAB'ATSHU MAQAAMAM MAHMUUDANIL LADZII WA'ADTAH (Ya Allah. Rabb Pemilik seruan yang tepat ini, dan Pemilik shalat yang akan didirikan ini, berikanlah wasilah (perantara) dan keutamaan kepada Muhammad. Bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji sebagaimana Engkau telah jannjikan) '. Maka ia berhak mendapat syafa'atku pada hari kiamat." BUKHARI NO.579

BERLOMBA UNTUK MENGUMANDANGKAN ADZAN

dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya insan mengetahui apa (kebaikan) yang terdapat pada adzan dan shaf awal, kemudian mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, pasti tmereka akan melakukannya. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat dalam bersegera (menuju shalat), pasti mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat pada shalat 'Isya dan Shubuh, pasti mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak." BUKHARI NO. 580


BERBICARA KETIKA ADZAN


dari 'Abdullah bin Al Harits berkata, "Pada suatu hari ketika jalan penuh dengan air dan lumpur (becek) akhir hujan, Ibnu 'Abbas pernah memberikan khuthbah kepada kami. Ketika mu'adzin hingga pada ucapan: 'Hayya 'Alash shalaah (Marilah mendirikan shalat) ' ia perintahkan mu'adzin tersebut untuk menyerukan: 'Shalatlah di kawasan tinggal masing-masing'. Lalu orang-orang saling memandang satu sama lain lantaran heran. Maka Abdullah bin Al Harits pun berkata, "Hal yang demikian ini pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik darinya, dan itu merupakan kewajiban Mu'akkad (yang ditekankan)." BUKHARI NO.581


ADZANNYA ORANG YANG BUTA JIKA DIBERITAHU MASUKNYA WAKTU SHALAT


dari Salim bin 'Abdullah dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan dikala masih malam, maka makan dan minumlah hingga kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum." Perawi berkata, "Ibnu UmmuiMaktum yakni seorang sahabat yang buta, ia tidak akan mengumandangkan adzan (shubuh) hingga ada orang yang menyampaikan kepadanya, 'Sudah shubuh, sudah shubuh'." BUKHARI NO.582


ADZAN SETELAH SHUBUH


dari 'Abdullah bin 'Umar berkata, Hafshah mengabarkan kepadaku, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jikalau mu'adzin telah selesai mengumandangkan adzan Shubuh, dia melaksanakan shalat dua rakaat ringan sebelum mendirikan shalat Shubuh." BUKHARI NO.583


dari 'Aisyah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat sunnat dua rakaat ringan antara adzan dan iqamat dalam shalat Shubuh." BUKHARI NO.584


dari 'Abdullah bin 'Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan dikala masih malam. Maka makan dan minumlah hingga ada seruan adzan oleh Ibnu Ummi Maktum.BUKHARI NO.585


ADZAN SEBELUM SHUBUH


dari 'Abdullah bin Mas'ud dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Adzannya Bilal tidaklah menghalangi seorang dari kalian, atau seseorang dari makan sahurnya, lantaran dia mengumandangkan adzan dikala masih malam supaya orang yang masih shalat malam sanggup pulang untuk mengingatkan mereka yang masih tidur. Dan Bilal adzan tidak bermaksud memberitahukan masuknya waktu fajar atau shubuh." Beliau berkata dengan aba-aba jarinya, dia angkat ke atas dan menurunkannya kembali hingga berkata menyerupai ini." Zuhair menyebutkan, "Beliau berisyarat dengan kedua jari telunjuknya, salah satu jarinya dia letakkan di atas yang lainnya, kemudian membentangkannya ke kanan dan kirinya." BUKHARI NO.586


dari Al Qasim bin Muhammad dari 'Aisyah, dan dari Nafi' dari Ibnu 'Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Yusuf bin 'Isa Al Marwazi berkata, telah menceritakan kepada kami Al Fadll bin Musa berkata, telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin 'Umar dari Al Qasim bin Muhammad dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan dikala masih malam, maka makan dan minumlah hingga ada seruan adzan oleh Ibnu Ummi Maktum."  BUKHARI NO.587

BERAMA LAMA WAKTU ANTARA ADZAN DAN IQAMAH DAN ORANG YANG MANANTI PELAKSANAAN SHALAT


dari 'Abdullah bin Mughaffal Al Muzni, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di dua adzan (adzan dan iqamat) ada shalat sunah -beliau ucapkan tiga kali- bagi yang mau." BUKHARI NO.588


dari Anas bin Malik berkata, "Jika seorang mu'adzin sudah mengumandangkan adzan (Maghrib), maka para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berebut mendekati tiang-tiang (untuk shalat sunnat) hingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar, sementara mereka tetap dalam keadaan menunaikan shalat sunnat dua rakaat sebelum Maghrib. Dan di antara adzan dan iqamat Maghrib sangatlah sedikit (waktunya)." 'Utsman bin Jailah dan Abu Daud menyebutkan dari Syu'bah, "Antara keduanya (adzan dan iqamat) tidak ada waktu kecuali sedikit." BUKHARI NO.589


ORANG YANG MENANTI IQAMAH


dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Urwah bin Az Zubair bahwa 'Aisyah berkata, "Jika mu'adzin selesai mengumandangkan adzan pertama dari adzan shalat Shubuh, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat dua rakaat ringan sebelum melaksanakan shalat fajar, yaitu ketika fajar sudah terang masuknya. Kemudian dia berbaring pada sisi kanan badannya hingga mu'adzin mendatangi dia untuk mengumandangkan iqamat." BUKHARI NO.590


DIANTARA DUA ADZAN (ADZAN DAN IQAMAT) ADA SHALAT BAGI SIAPA YANG MAU


dari 'Abdullah bin Mughaffal berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Antara dua adzan (adzan dan iqamah) ada shalat (sunah)." Kemudian pada ucapan dia yang ketiga kalinya, dia menambahkan: "Bagi yang mau." BUKHARI NO.591


PENDAPAT YANG MENGATAKAN HENDAKNYA DALAM PERJALANAN PUN ADA SATU MU'ADZIN YANG MENGUMANDANGKAN ADZAN


dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Malik bin Al Huwairits, "Aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam rombongan kaumku, kami kemudian tinggal di sisi dia selama dua puluh hari. Beliau yakni seorang yang sangat penuh kasih dan sayang. Ketika dia melihat ada kerinduan kami kepada keluarga kami, dia bersabda: "Kembalilah kalian kepada mereka, bergabunglah bersama mereka, ajari mereka dan shalat bersama mereka. Jika waktu shalat telah tiba, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan dan hendaklah yang mengimami shalat kalian yakni yang paling bau tanah di antara kalian." BUKHARI NO.592


ADZAN DAN IQAMAH BAGI MUSAFIR BILA SHALAT BERJAMA'AH BEGITU JUGA DI 'ARAFAH DAN MUDZDALIFAH


dari Al Muhajir Abu Al Hasan dari Zaid bin Wahb dari Abu Dzar Al Ghifari berkata, "Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan. Ketika ada mu'adzin yang hendak mengumandangkan adzan, dia berkata kepadanya: "Tundalah." Sesaat kemudian mu'adzin itu kembali akan melaksanakan adzan, dia kembali berkata,: "Tundalah." Kemudian ketika mu'adzin itu kembali hendak melaksanakan adzan untuk ketiga kalinya, dia kembali berkata: "Tundalah hingga kita melihat bayang-bayang bukit." Setelah itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahannam." BUKHARI NO.593


Qilabah dari Malik bin Al Huwairits berkata, "Dua orang pria tiba menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, keduanya ingin melaksanakan suatu perjalanan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Jika kalian berdua sudah keluar, maka (bila hendak shalat) adzan dan iqamatlah. Dan yang menjadi Imam hendaklah yang paling bau tanah di antara kalian." BUKHARI NO.594


dari Abu Qilabah berkata, telah menceritakan kepada kami Malik, "Kami tiba menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dikala itu kami yakni para cowok yang usianya sebaya. Maka kami tinggal bersama dia selama dua puluh hari dua puluh malam. Beliau yakni seorang yang sangat penuh kasih dan lembut. Ketika dia menganggap bahwa kami telah ingin, atau merindukan keluarga kami, dia bertanya kepada kami wacana orang yang kami tinggalkan. Maka kami pun mengabarkannya kepada beliau. Kemudian dia bersabda: "Kembalilah kepada keluarga kalian dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka dan perintahkan (untuk shalat)." Beliau lantas menyebutkan sesuatu yang saya pernah ingat kemudian lupa. Beliau mengatakan: "Shalatlah kalian menyerupai kalian melihat saya shalat. Maka jikalau waktu shalat sudah tiba, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan hendaklah yang menjadi Imam yakni yang paling bau tanah di antara kalian." BUKHARI NO.595


dari 'Ubaidullah bin 'Umar berkata, telah menceritakan kepadaku Nafi' berkata, " Ibnu 'Umar pernah adzan di malam yang hirau taacuh di bukit Dlajnan. Kemudian ia berkata, "Shalatlah di kawasan tinggal kalian!" Lalu dia mengabarkan kepada kami bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memerintahkan seorang mu'adzin untuk mengumandangkan adzan, kemudian berseru setelah selesai adzan, "Hendaklah kalian shalat di kawasan tinggal kalian pada malam yang dingin, atau dikala turun hujan dalam perjalanan." BUKHARI NO.596


dari 'Aun bin Abu Juhaifah dari Bapaknya berkata, "Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Abthah, kemudian Bilal tiba dan memberitahukan kepada dia bahwa waktu shalat telah tiba. Kemudian Bilal keluar dengan membawa sebatang kayu (tongkat) dan menancapkannya di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Beliau kemudian melaksanakan shalat di kawasan tersebut." BUKHARI NO.597


HARUSKAN SEORANG MU'ADZIN MELIUK-LIUKKAN MULUTNYA DAN MENOLEH KE KANAN DAN KIRI KETIKA MENGUMANDANGKAN ADZAN?


dari 'Aun dari Bapaknya, bahwa dia melihat Bilal mengumandangkan adzan. Aku kemudian memperhatikan mulutnya bergerak ke sana dan ke sini dikala mengumandangkan adzan." BUKHARI NO.598


UCAPAN SESEORANG, "KAMI KETINGGALAN SHALAT".


dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya ia berkata, "Ketika kami shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia mendengar bunyi gaduh orang-orang. Maka setelah selesai, dia bertanya: "Ada apa dengan kalian?" Mereka menjawab, "Kami tergesa-gesa mendatangi shalat." Beliau pun bersabda: "Janganlah kalian berbuat menyerupai itu. Jika kalian mendatangi shalat maka datanglah dengan tenang, apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah." BUKHARI NO.599

LARANGAN TERGESA-GESA MENUJU SHALAT NAMUN HENDAKLAH BERJALAN DENGAN TENANG DAN PERLAHAN


dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian mendengar iqamat dikumandangkan, maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan hening berwibawa dan jangan tergesa-gesa. Apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah." BUKHARI NO.600


KAPAN SEBAIKNYA JAMA'AH BERDIRI KETIKA MELIHAT IMAM SAAT DIKUMANDANGKAN IQAMAH


telah menceritakan kepada kami Hisyam berkata, Yahya bin Abu Katsir telah menulis kepadaku surat dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika iqamah telah dikumandangkan maka janganlah berdiri hingga kalian melihat aku." BUKHARI NO.611


TIDAK BERDIRI TERGESA-GESA UNTUK MENUNAIKAN SHALAT NAMUN HENDAKNYA BERDIRI DENGAN TENANG DAN PERLAHAN


dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika iqamah telah dikumandangkan maka janganlah berdiri hingga kalian melihat aku, dan hendaklah kalian melakukannya dengan tenang." BUKHARI NO.612


APAKAH BOLEH KELUAR DARI MASJID SAAT SHALAT DIDIRIKAN KARENA SATU ALASAN


dari Abu Hurairah, bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar sementara iqamat sudah dikumandangkan dan shaf-shaf sudah diluruskan, hingga ketika dia telah berdiri di kawasan shalatnya dan kami menunggunya untuk segera takbir, dia berlalu sambil berkata: "Tetaplah di kawasan kalian." Maka kami tetap berdiri di kawasan semula hingga dia kembali kepada kami dengan kela berair lantaran karena mandi." BUKHARI NO.613


JIKA IMAM MENGATAKAN; "TETAPLAH PADA TEMPAT KALIAN" HINGGA DIA KEMBALI, MAKA TUNGGULAH


dari Abu Hurairah berkata, "Suatu hari iqamat sudah dikumandangkan dan orang-orang sudah merapikan shaf-shaf mereka, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dan maju ke depan untuk memimpin shalat padahal waktu itu dia sedang junub. Beliau lantas berkata; "Tetaplah di kawasan kalian." Beliau pun kembali ke rumah untuk mandi dan tiba kepada kami dalam keadaan kepalanya basah, kemudian dia shalat bersama mereka." BUKHARI NO.614


UCAPAN SESEORANG; "KAMI BELUM SHALAT"

dari Yahya berkata, Aku mendengar Abu Salamah berkata, telah mengabarkan kepada kami Jabir bin 'Abdullah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam didatangi oleh 'Umar bin Al Khaththab dikala terjadinya pernag Khandaq. Umar berkata, "Wahai Rasulullah! Demi Allah, saya belum melaksanakan shalat 'Ashar kecuali setelahg Matahari hampir tenggelam. Dan itu ketika orang-orang yang berpuasa telah berbuka!" Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Demi Allah, saya juga belum melakasanakannya." Kemudian dia turun menuju aliran air (sungai), dan saya ikut bersama beliau. Belau kemudian berwudlu dan shalat, yaitu shalat Ashar setelah matahari terbenam. Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan shalat Maghrib." BUKHARI NO.615


BILA IMAM ADA KEPENTINGAN DI LUAR SETELAH IQAMAH DIKUMANDANGKAN


dari Anas bin Malik berkata, "Pada suatu hari ketika iqamat sudah dibacakan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masih berbicara dengan seseorang di sisi masjid. Beliau belum juga melaksanakan shalat hingga sebagian para sahabat tertidur." BUKHARI NO.616


BERBICARA SETELAH IQAMAH DIKUMANDANGKAN


telah menceritakan kepada kami Humaid berkata, "Aku bertanya kepada Tsabit Al Bunani wacana seorang pria yang berbincang-bincang setelah iqamat dikumandangan. Maka ia pun menceritakan kepadaku dari Anas bin Malik ia berkata, "Ketika iqamah telah dikumandangkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dihampiri oleh seorang pria hingga menghalanginya dari menunaikan shalat." BUKHARI NO.617


WAJIBNYA SHALAT BERJAMA'AH


dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh saya ingin memerintahkan seseorang mengumpulkan kayu bakar kemudian saya perintahkan seseorang untuk adzan dan saya perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang shalat. Sedangkan saya akan mendatangi orang-orang (yang tidak ikut shalat berjama'ah) kemudian saya bakar rumah-rumah mereka. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya seseorang di antara kalian mengetahui bahwa ia akan memperaleh daging yang gemuk, atau dua potongan daging yang bagus, pasti mereka akan mengikuti shalat 'Isya berjama'ah." BUKHARI NO.618


KEUTAMAAN SHALAT BERJAMA'AH


dari 'Abdullah bin 'Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat berjama'ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." BUKHARI NO.619


dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat berjama'ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh lima derajat." BUKHARI NO.620


telah menceritakan kepada kami Al A'masy berkata, saya mendengar Abu Shalih berkata, Aku mendengar Abu Hurairah berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat seorang pria dengan berjama'ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu lantaran bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya kemudian keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama'ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo'akannya selama dia masih berada di kawasan shalatnya, 'Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia'. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti palaksanaan shalat.BUKHARI NO.621


KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH BERJAMA'AH


dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Al Musayyab dan Abu Salamah bin 'Abdurrahman bahwa Abu Hurairah berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat berjama'ah lebih utama dibanding shalatnya salah seorang dari kalian dengan sendirian dengan dua puluh lima bagian. Dan Malaikat malam dan Malaikat siang berkumpul pada shalat fajar." Abu Hurairah kemudian berkata, "Jika mau silahkan baca: '(Sesungguhnya shalat fajar disaksikan (oleh para Malaikat) ' (Qs. Al Israa: 78). Syu'aib berkata; telah menceritakan kepadaku Nafi' dari 'Abdullah bin 'Umar ia berkata, "(Shalat berjama'ah) dilebihkan dengan dua puluh tujuh derajat." BUKHARI NO.622


telah menceritakan kepada kami Al A'masy berkata, saya mendengar Salim berkata, "Aku mendengar Ummu Darda' berkata, " Abu Darda' tiba menemuiku dalam keadaan marah. Aku kemudian bertanya kepadanya, 'Apa yang membuatmu marah? ' Maka dia menjawab, "Demi Allah, tidak ada yang saya kenal dari umat Muhammad kecuali bahwa mereka selalu shalat berjama'ah." BUKHARI NO.623

dari Abu Musa berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang paling banyak mendapat pahala dalam shalat yakni mereka yang paling jauh (jarak rumahnya ke masjid), lantaran paling jauh dalam perjalanannya menuju masjid. Dan orang yang menunggu shalat hingga dia melaksanakan shalat bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang melaksanakan shalat kemudian tidur." BUKHARI NO.624

KEUTAMAAN SEGERA MELAKSANAKAN SHALAT ZHUHUR


membuangnya maka Allah menyanjungnya dan mengampuni dosanya." Kemudian dia bersabda: "Orang yangmati syahid itu ada lima; orang yang mati lantaran penyakit kusta, orang yang mati lantaran sakit perut, orang yang mati kerena tenggelam, orang yang mati lantaran tertimpa reruntuhan dan orang yang terbunuh di jalan Allah." Beliau melanjutkan sabdanya: "Seandainya insan mengetahui apa (kebaikan) yang terdapat pada adzan dan shaf awal, kemudian mereka tidak sanggup meraihnya kecuali dengan cara mengundi tentulah mereka akan mengundi. Dan seandainya mereka mengetahui apa yang terdapat pada bersegera menuju shalat, tentulah mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat pada shalat 'Atamah (shalat 'Isya') dan Shubuh, tentulah mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak." BUKHARI NO.625


MENGHARAPKAN PAHALA DARI LANGKAH-LANGKAH KAKI


dari Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Bani Salamah, tidakkah kalian mengharap pahala dari langkah-langkah kalian?" Mujahid ketika menandakan firman Allah: '(Dan Kami menuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan) ' (Qs. Yasin: 12) mengatakan, "Yakni langkah-langkah mereka." Ibnu Abu Maryam berkata; telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ayyub telah menceritakan kepadaku Humaid telah menceritakan kepadaku Anas ia berkata, "Bani Salamah pernah berkeinginan untuk pindah dari kawasan tinggal mereka dan mendekat dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak memperkenankan mereka mengosongkan Madinah dengan bersabda: "Tidakkah kalian mengharap pahala dari langkah-langkah kalian?" Mujahid berkata, "Langkah-langkah mereka yakni bekas-bekas perjalanan mereka di muka bumi ketika berjalan dengan kaki mereka." BUKHARI NO.626


KEUTMAAN SHALAT 'ISYA' BERJAMA'AH

dari Abu Hurairah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang Munafik kecuali shalat shubuh dan 'Isya. Seandainya mereka mengetahui (kebaikan) yang ada pada keduanya tentulah mereka akan mendatanginya walau harus dengan merangkak. Sungguh, saya berkeinginan untuk memerintahkan seorang mu'adzin sehingga shalat ditegakkan dan aki perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang shalat, kemudian saya menyalakan api dan memperabukan (rumah-rumah) orang yang tidak keluar untuk shalat berjama'ah (tanpa alasan yang benar).BUKHARI NO.627

DUA ORANG ATAU LEBIH SUDAH CUKUP UNTUK MENDIRIKAN SHALAT BERJAMA'AH


dari Abu Qilabah dari Malik bin Al Huwairits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Jika telah tiba waktu shalat maka adzan dan iqamatlah, kemudian hendaklah yang mengimami shalat yakni yang paling bau tanah di antara kalian berdua.BUKHARI NO.628

ORANG YANG DUDUK DI DALAM MASJID MENUNGGU PELAKSANAAN SHALAT 

DAN KEUTAMAAN (BERDIAM DI) MASJID

dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Para Malaikat berdo'a untuk salah seorang dari kalian selama dia masih pada posisi shalatnya dan belum berhadats, 'Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia'. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti palaksanaan shalat. Dimana tidak ada yang menghalangi dia untuk kembali kepada keluarganya kecuali shalat itu." BUKHARI NO.629


dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tujuh golongan insan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang cowok yang menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Rabbnya, seorang pria yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang pria yang saling menyayangi lantaran Allah; mereka tidak bertemu kecuali lantaran Allah dan berpisah lantaran Allah, seorang pria yang diajak berbuat maksiat oleh seorang perempuan kaya lagi manis kemudian dia berkata, 'Aku takut kepada Allah', dan seorang yang berinfak dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang pria yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya berair lantaran menangis." BUKHARI NO.630

dari Humaid berkata, " Anas bin Malik ditanya, 'Apakah Rasulullah ada mengenakan cincin? ' Maka dia menjawab, "Ya. Beliau pernah mengakhirkan shalat Isya hingga pertengahan malam, kemudian selesai shalat dia menghadap ke arah kami seraya bersabda: "Manusia sudah selesai shalat dan tidur, sementara kalian akan senantiasa dalam hitungan shalat kalian menunggu pelaksanaannya." Anas bin Malik berkata, "Sungguh dikala itu saya melihat kilau sinar cincin beliau." BUKHARI NO.631

KEUTAMAAN ORANG YANG PERGI KE MASJID BAIK PAGI MAUPUN SORE HARI


dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tiba ke masjid di pagi dan sore hari, maka Allah akan menyediakan baginya kawasan tinggal yang baik di nirwana setiap kali dia berangkat ke masjid di pagi dan sore hari.BUKHARI NO.632

JIKA IQAMAT SUDAH DIKUMANDANGKAN MAKA TIDAK ADA SHALAT MELAINKAN SHALAT FARDLU


dari 'Abdullah bin Malik Ibnu Buhainah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melewati Rasulullah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku 'Abdurrahman -yakni Ibnu Bisyr- berkata, telah menceritakan kepada kami Bahz bin Asad berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepadaku Sa'd bin Ibrahim berkata, saya mendengar Hafsh bin 'Ashim berkata, saya mendengar seorang pria dari Al Azdi yang dikenal dengan Malik Ibnu Buhainah berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat seorang pria shalat dua rakaat padahal iqamah telah dikumandangkan. Setelah selesai shalat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya: "Apakah kau shalat Shubuh empat rakaat? Apakah kau shalat Shubuh empat rakaat?" Hadits ini dikuatkan oleh Ghundar dan Mu'adz dari Syu'bah dalam riwayat Malik. Dan Ibnu Ishaq berkata dari Sa'd dari Hafsh dari 'Abdullah bin Buhainah. Dan Hammad berkata, telah mengabarkan kepada kami Sa'd dari Hafsh dari Malik." BUKHARI NO.633


BATASAN SAKIT UNTUK (TIDAK) MENGHADIRI SHALAT JAMA'AH


dari Al Aswad berkata, "Kami pernah bersama 'Aisyah ketika kami menceritakan wacana kasus menekuni shalat berjama'ah dan mengutamakannya. Maka Aisyah pun berkata, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang sakit yang membawa pada ajalnya, waktu shalat tiba dan dikumandangkanlah adzan. Beliau kemudian bersabda (kepada para isterinya): "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat bersama orang-orang." Lalu dikatakan kepada beliau, "Sesungguhnya Abu Bakr yakni orang yang lemah dan gampang menangis (saat membaca Al Qur'an). Dia tidak akan bisa menggantikan posisi Tuan untuk memimpin orang-orang shalat." Beliau kembali mengulangi ucapannya, dan mereka juga memberi jawaban yang sama. Hal itu terus berulang hingga tiga kali, balasannya dia pun bersabda: "Kalian ini menyerupai isteri-isteri Yusuf! Perintahkanlah Abu Bakr supaya memimpin shalat." Maka keluarlah Abu Bakr memimpin shalat jama'ah. Beliau kemudian merasa agak segar badannya, sehingga dia keluar ke masjid dengan diapit oleh dua orang, seolah saya kedua kaki dia menyentuh tanah lantaran sakit. Melihat kehadiran beliau, Abu Bakar berniat untuk mundur namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mencegahnya dengan aba-aba supaya ia tetap pada posisinya. Kemudian dia di dudukkan di sisi Abu Bakar." Dikatakan kepada Al A'masy, "Apakah dia shalat kemudian Abu Bakar shalat mengikuti shalatnya beliau, dan orang-orang shalat dengan mengikuti shalatnya Abu Bakar?" Lalu Al A'masy menjawab 'Ya' dengan anggukkan kepalanya." Abu Daud juga meriwayatkannya dari Syu'bah dari Al A'masy sebagiannya, dan Abu Mu'awiyah menambahkan, "Beliau shalat dengan duduk di sebelah kiri Abu Bakar, sementara Abu Bakr shalat dengan berdiri.BUKHARI NO.634


dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah bin 'Abdullah berkata, 'Aisyah berkata, "Ketika sakit Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semakin parah dan berat, dia minta izin kepada para isterinya untuk dirawat di rumahku. Lalu dia pun diizinkan. Beliau kemudian keluar dengan dipapah oleh dua orang pria sementara keduan kakinya berjalan di tanah. Kedua pria itu yakni 'Abbas dan seorang lagi." 'Ubaidullah berkata, "Apa yang dikisahkan oleh Aisyah itu kemudian saya ceritakan kepada 'Abdullah bin 'Abbas, maka dia pun berkata kepadaku, "Tahukah kamu, siapakah lelaki lain yang tidak disebutkan namanya oleh 'Aisyah itu? ' Aku jawab, "Tidak." Ibnu Abbas berkata, "Dia yakni 'Ali bin Abu Thalib." BUKHARI NO.635

RUKHSHAH (KERINGANAN) UNTUK SHALAT DI KENDARAAN MASING-MASING 

BILA TERJADI HUJAN ATAU SEBAB LAINNYA

dari Nafi', bahwa Ibnu 'Umar pernah mengumandangkan adzan pada suatu hari yang hirau taacuh dan berangin. Kemudian ia berkata, "Shalatlah di kawasan tinggal kalian." Ia melanjutkan perkataannya, "Jika malam sangat hirau taacuh dan hujan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan seorang mu'adzin untuk mengucapkan: "Hendaklah kalian shalat di kawasan tinggal kalian." BUKHARI NO.636


dari Mahmud bin Ar Rabi' Al Anshari bahwa 'Itban bin Malik selalu menjadi imam shalat bagi kaumnya. Dan pada suatu hari dia berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Wahai Rasulullah, sering terjadi malam yang gelap gulita dan jalanan becek sedangkan saya orang yang sudah lemah penglihatan. Untuk itu saya mohon shalatlah Tuan pada suatu kawasan di rumahku yang akan saya jadikan kawasan shalat. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatanginya di rumahnya. Beliau kemudian berkata: "Mana kawasan yang kau sukai untuk saya shalat padanya." Maka dia menunjuk suatu kawasan di rumahnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian shalat pada kawasan tersebut." BUKHARI NO.637

BOLEHKAH IMAM MEMIMPIN SHALAT HANYA DENGAN ORANG YANG SUDAH HADIR DAN APAKAH IMAM MENYAPAIKAN KHUTBAH JUM'AT KETIKA TURUN HUJAN


telah menceritakan kepada kami 'Abdul Hamid sahabatnya Az Zayadi, ia berkata, saya mendengar 'Abdullah bin Al Harits berkata, "Pada suatu hari ketika jalan penuh dengan air dan lumpur akhir hujan, Ibnu 'Abbas memberikan khuthbah kepada kami. Saat mu'adzin mengucapkan 'Hayya 'Alashshalaah' (Marilah mendirikan shalat) ia perintahkan kepadanya untuk mengucapkan: 'Shalatlah di kawasan tinggal masing-masing'. Maka orang-orang pun saling memandang satu sama lain seakan mereka mengingkarinya. Maka Ibnu 'Abbas berkata, "Seakan kalian mengingkari kasus ini. Sesungguhnya hal yang demikian ini pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku, yakni Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan sesungguhnya itu merupakan kewajiban ('azimah) dan saya enggan untuk mengungkapkannya kepada kalian." Dan dari Hammad dari 'Ashim dari 'Abdullah bin Al Harits dari Ibnu 'Abbas menyerupai itu. Hanya saja ia menambahkan bahwa Ibnu Abbas berkata, "Aku tidak mau untuk membuat kalian berdosa, kalian mendatangi shalat sementara lutut kaki kalian penuh dengan lumpur." BUKHARI NO.638


Yahya dari Abu Salamah berkata, "Aku bertanya kepada Abu Sa'id Al Khudri (tentang Lailatul Qadar)." Ia kemudian menjawab, "Pada suatu hari ada banyak awan (mendung) kemudian turun hujan lebat hingga atap Masjid menjadi bocor oleh air hujan. Waktu itu atap masih terbuat dari daun pohon kurma. Ketika shalat dilaksanakan, saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sujud di atas air dan lumpur hingga tampak sisa tanah becek pada dahi beliau." BUKHARI NO.639


telah menceritakan kepada kami Anas bin Sirin berkata, saya mendengar Anas bin Malik berkata, "Seorang pria Anshar berkata, "Aku tidak sanggup shalat bersama Tuan." Lelaki tersebut seorang yang besar badannya. Dia menyiapkan makanan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia mengundang dia tiba ke rumahnya, kemudian dia menghamparkan tikar dan memercikinya dengan air untuk dia gunakan shalat. Setelah itu dia shalat dua rakaat di atas tikar tersebut." Seorang lelaki dari keluarga Al Jarud berkata kepada Anas bin Malik, "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tadi melaksanakan shalat Dluha?" Anas bin Malik menjawab, "Aku belum pernah melihat dia mengerjakannya kecuali pada hari itu." BUKHARI NO.640


JIKA MAKANAN DIHIDANGKAN SEMENTARA SHALAT SUDAH DIKUMANDANGKAN IQAMATNYA


dari Hisyam berkata, telah menceritakan bapakku kepadaku, katanya: "Aku mendengar 'Aisyah radliallahu 'anhu berkata,, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila makan malam sudah dihidangkan sedangkan shalat jama'ah sudah dibacakan iqamatnya, maka dahulukanlah makan". BUKHARI NO.641


dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Apabila makan malam sudah dihidangkan, maka makanlah terlebih dahulu sebelum kalian melaksankan shalat Maghrib. Dan janganlah kalian tergesa-gesa dalam merampungkan makan kalian"BUKHARI NO.642


dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhu berkata,; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Apabila makan malam seseorang dari kalian sudah dihidangkan sedangkan shalat sudah didirikan, maka dahulukanlah makan malam dan janganlah tergesa-gesa hingga dia menuntaskannya". Ibnu 'Umar juga pernah dihidangkan padanya suatu makanan sedangkan shalat sedang dilaksanakan, namun dia tidak mengikuti shalat tersebut hingga selesai, padahal dikala itu dia juga mendengar bacaan imam. Berkata Zuhair dan Wahab bin 'Utsman dari Musa bin 'Uqbah dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhu berkata,; Telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Apabila seseorang dari kalian sedang makan janganlah dia tergesa-gesa hingga dia merampungkan kebutuhan (makan) nya sekalipun shalat jama'ah sedang dilaksanakan". Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Al Mundzir dari Wahab bin 'Utsman, dan Wahab yakni penduduk MadinahBUKHARI NO.643


JIKA IMAM DIPANGGIL UNTUK MEMIMPIN SHALAT SEMENTARA DI TANGANNYA MASIH ADA MAKANAN


dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Ja'far bin 'Amru bin Umayyah bahwanya bapaknya telah berkata; "Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memakan daging paha kemudian memotongnya. Kemudian dia diserukan untuk shalat. Maka Beliau berdiri kemudian meletakkan pisau kemudian shalat tanpa berwudlu' lagi"BUKHARI NO.644

ORANG YANG SEDANG ADA PEKERJAAN PADA KELUARGANYA LALU SHALAT DIDIRIKAN MAKA DIA KELUAR UNTUK SHALAT


dari Al Aswad berkata, "Aku pernah bertanya kepada 'Aisyah wacana apa yang dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika berada di rumah. Maka 'Aisyah pun menjawab, "Beliau selalu membantu keluarganya, jikalau tiba waktu shalat maka dia keluar untuk melaksanakannya." BUKHARI NO.645

ORANG YANG MENGIMAMI SHALAT BERJAMA'AH, SEMENTARA DIA TIDAK INGIN KECUALI HANYA UNTUK MENGAJARKAN TATA CARA SHALAT NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALAM


dari Abu Qilabah berkata, " Malik bin Al Huwairits tiba menemui kami di Masjid kami ini, ia kemudian berkata, "Aku akan melaksanakan shalat dengan kalian. Dan saya tidak ingin mengerjakan suatu shalat selain cara shalat yang pernah saya lihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakannya." Aku pun bertanya kepada kepada Abu Qilabah, "Bagaimanakah cara shalat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?" Ia menjawab, "Seperti guru kita ini. Setelah mengangkat kepalanya dari sujud, ia duduk sebentar sebelum berdiri di rakaat pertama." BUKHARI NO.646

ORANG YANG BERILMU DAN MEMILIKI KEUTAMAAN LEBIH BERHAK MENJADI IMAM SHALAT


dari 'Abdul Malik bin 'Umair berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Burdah dari Abu Musa ia berkata, "Ketika sakit Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semakin parah, dia berkata, "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang." 'Aisyah berkata, "Sesungguhnya Abu Bakar yakni seorang pria yang lemah (hatinya; gampang menangis) jikalau harus menggantikan posisi Tuan, dia tidak akan bisa untuk memimpin shalat bersama orang-orang." Beliau berkata lagi: "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang." 'Aisyah kembali mengulangi jawabannya. Maka dia pun bersabda: "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang. Kalian ini menyerupai isteri-isteri Yusuf!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mendatangi Abu Bakar dan shalat bersama insan di selesai masa hidupnya." BUKHARI NO.647


dari 'Aisyah Ummul Mikminin, gotong royong ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata dikala sakit menjelang kewafatannya: "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang." 'Aisyah berkata, "Aku kemudian berkata, "Jika Abu Bakar menggantikan posisi Tuan, maka suaranya tidak akan bisa didengar oleh orang-orang lantaran tangisnya. Sebaiknya suruhah Umar untuk memimpin shalat orang-orang." 'Aisyah berkata, "Aku kemudian sampaikan kepada Hafshah, "Katakanlah kepada Beliau, 'Jika Abu Bakar menggantikan posisi Tuan, maka suaranya tidak akan sanggup didengar oleh orang-orang lantaran tanagisannya, maka perintahlah Umar untuk memimpin shalat orang-orang'. Maka Hafshah pun melaksanakannya. Kemudian bersabdalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Celakalah kalian!. Sungguh kalian ini menyerupai isteri-isterinya Yusuf. Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang." Hafshah kemudian berkata kepada 'Aisyah, "Sungguh saya tidak mendapat kebaikan darimu." BUKHARI NO.648


dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik Al Anshari salah seorang dari sahabat yang pernah mengikuti, melayani dan mendampingi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Bahwa Abu Bakar pernah mengimami mereka shalat di dikala sakitnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang membawanya pada kewafatannya. Hingga pada suatu hari, pada hari Senin, dikala orang-orang sudah berada pada barisan (shaf) shalat, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyingkap tabir kamar dan memandang ke arah kami sambil berdiri, sementara wajah dia pucat menyerupai kertas. Beliau tersenyum dan tertawa. Hampir saja kami terkena fitnah (keluar dari barisan) lantaran sangat gembiranya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Bakar kemudian berkeinginan untuk berbalik masuk ke dalam barisan shaf lantaran menduga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam akan keluar untuk shalat. Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi aba-aba kepada kami agar: "Teruskanlah shalat kalian." Setelah itu dia menutup tabir dan wafat pada hari itu juga." BUKHARI NO.649


dari Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah tiga hari tidak keluar rumah untuk shalat. Dan selama itu shalat dilaksanakan dengan Abu Bakar maju sebagai imam memimpin shalat. Suatu hari Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam menyingkap tabir kamar dan mengangkatnya. Tatkala tampak wajah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sungguh belum pernah kami memandang wajah dia yang lebih menakjubkan kami, selain wajahnya dikala waktu itu menampakkan kepada kami. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi aba-aba dengan tangannya kepada Abu Bakar kemudian kembali menutup tabirnya dan masuk. Dan semenjak dikala itu kami tidak lagi melihat dia hingga wafat." BUKHARI NO.650


dari Ibnu Syihab dari Hamzah bin 'Abdullah ia mengabarkan kepadanya dari Bapaknya ia berkata, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam semakin parah sakitnya, dan disampaikan kepadanya wacana shalat berjama'ah. Maka dia berkata, "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang." 'Aisyah berkata, "Abu Bakar itu hatinya sangat lembut, jikalau membaca Al Qur'an maka ia akan menangis." Beliau berkata lagi: "Suruhlah dia untuk memimpin shalat." Lalu 'Aisyah kembali mengulanggi jawabannya. Maka dia pun bersabda: "Suruhlah dia untuk memimpin shalat. Kalian ini menyerupai isteri-isteri Yusuf!" Hadits ini dikuatkan oleh Az Zubaidi, Ibnu Akhi Az Zuhri dan Ishaq bin Yahya Al Kalbi dari Az Zuhri. 'Uqail dan Ma'mar menyebutkan dari Az Zuhri dari Hamzah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO.651


ORANG YANG BERDIRI SHALAT DI SAMPING IMAM KARENA SUATU ALASAN


dari 'Aisyah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan Abu Bakar unruk memimpin shalat jama'ah bersama orang-orang dikala dia sakit. Maka Abu Bakar pun memimpin shalat mereka." 'Urwah berkata, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mencicipi ringan pada tubuhnya, dia pun keluar sementara Abu Bakar sedang mengimami orang-orang shalat. Ketika Abu Bakar melihat dia datang, dia pun berkeinginan untuk mundur. Tetapi dia memberi aba-aba kepadanya (dengan katanya): "Tetaplah kau pada posisimu." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk di samping Abu Bakar, sehingga dia shalat mengikuti shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan orang-orang mengikuti shalatnya Abu Bakar." BUKHARI NO.652


SIAPA YANG DATANG MENGIMAMI SHALAT LALU IMAM RAWATIB DATANG MAKA IMAM RAWATIB MENGIKUTI SHALAT TERSEBUT


dari Sahal bin Sa'd As Sa'idi, bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pergi menemui Bani 'Amru bin 'Auf untuk merampungkan kasus di antara mereka. Kemudian tiba waktu shalat, kemudian ada seorang mu'adzin menemui Abu Bakar seraya berkata, "Apakah engkau mau memimpin shalat berjama'ah sehingga saya bacakan iqamatnya?" Abu Bakar menjawab, "Ya." Maka Abu Bakar memimpin shalat. Tak usang kemudian tiba Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedangkan orang-orang sedang melaksanakan shalat. Lalu dia bergabung dan masuk ke dalam shaf. Orang-orang kemudian memberi aba-aba dengan bertepuk tangan namun Abu Bakar tidak bereaksi dan tetap meneruskan shalatnya. Ketika bunyi tepukan semakin banyak, Abu Bakar berbalik dan ternyata dia melihat ada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi aba-aba yang maksudnya: 'Tetaplah kau pada posisimu'. Abu Bakar mengangkat kedua tangannya kemudian memuji Allah atas perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersebut. Kemudian Abu Bakar mundur dan masuk dalam barisan shaf kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maju dan melanjutkan shalat. Setelah shalat selesai, dia bersabda: "Wahai Abu Bakar, apa yang menghalangimu ketika saya perintahkan supaya kau tetap pada posisimu?" Abu Bakar menjawab, "Tidaklah patut bagi anak Abu Qahafah untuk memimpin shalat di depan Rasulullah". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mengapa kalian tadi banyak bertepuk tangan?. Barangsiapa menjadi makmum kemudian merasa ada kekeliruan dalam shalat, hendaklah dia membaca tasbih. Karena jikalau dibacakan tasbih, dia (imam) akan memperhatikannya. Sedangkan tepukan untuk wanita." BUKHARI NO.653


APABILA KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR'AN SAMA, MAKA YANG BERHAK MENJADI IMAM ADALAH YANG LEBIH TUA DIANTARA MEREKA

dari Abu Qilabah dari Malik bin Al Huwairits berkata, "Kami pernah mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dikala itu kami yakni para cowok dan kami tinggal bersama dia selama dua puluh malam. Kami dapati Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yakni orang yang sangat penyayang. Beliau bersabda kepada kami: "Jika kalian kembali kepada ke negeri kalian, maka jarilah mereka, dan perintahkanlah mereka shalat ini pada waktu begini, shalat ini pada waktu begini. Dan apabila telah tiba waktu shalat, maka hendaklah seseorang dari kalian adzan dan hendaklah yang mengimami shalat yakni yang paling bau tanah di antara kalian." BUKHARI NO.654


JIKA SEORANG IMAM MENGUNJUNGI SUATU KAUM LALU DIA MENGIMAMI SHALAT MEREKA

dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku Mahmud bin Ar Rabi' berkata, "Aku mendengar 'Itban bin Malik Al Anshari berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminta izin masuk ke rumahku, kemudian saya izinkan. Beliau kemudian bersabda: "Mana kawasan yang kau sukai dari rumahmu hingga saya bisa shalat di sana?" Maka saya memberi aba-aba kepada satu kawasan yang saya sukai. Beliau kemudian berdiri shalat dan kami berbaris mengikuti di belakang beliau, setelah salam dia kamipun memberi salam." BUKHARI NO.655


"SESUNGGUN IMAM DIADAKAN UNTUK DIIKUTI"


dari 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah berkata, "Aku masuk menemui 'Aisyah saya kemudian berkata kepadanya, "Maukah engkau menceritakan kepadaku wacana kejadian yang pernah terjadi ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang sakit?" 'Aisyah menjawab, "Ya. Pernah suatu hari ketika sakit Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semakin berat, dia bertanya: "Apakah orang-orang sudah shalat?" Kami menjawab, "Belum, mereka masih menunggu tuan." Beliau pun bersabda: "Kalau begitu, bawakan saya air dalam bejana." Maka kamipun melaksanakan apa yang diminta beliau. Beliau kemudian mandi, kemudian berusaha berdiri dan berangkat, namun dia jatuh pingsan. Ketika sudah sadarkan diri, dia kembali bertanya: "Apakah orang-orang sudah shalat?" Kami menjawab, "Belum wahai Rasulullah, mereka masih menunggu tuan." Kemudian dia berkata lagi: "Bawakan saya air dalam bejana." Beliau kemudian duduk dan mandi. Kemudian dia berusaha untuk berdiri dan berangkat, namun dia jatuh pingsan lagi. Ketika sudah sadarkan diri kembali, dia berkata: "Apakah orang-orang sudah shalat?" Kami menjawab lagi, "Belum wahai Rasulullah, mereka masih menunggu tuan." Kemudian dia berkata lagi: "Bawakan saya air dalam bejana." Beliau kemudian duduk dan mandi. Kemudian dia berusaha untuk berdiri dan berangkat, namun dia jatuh dan pingsan lagi. Ketika sudah sadarkan diri, dia pun bersabda: "Apakah orang-orang sudah shalat?" Saat itu orang-orang sudah menunggu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di masjid untuk shalat 'Isya di waktu yang akhir. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang untuk menemui Abu Bakar dan memintanya untuk mengimami shalat. Maka utusan tersebut menemui Abu Bakar dan berkata, kepadanya, "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memerintahkan anda untuk mengimami shalat jama'ah!" Lalu Abu Bakar -orang yang hatinya lembut- berkata, "Wahai 'Umar, pimpinlah orang-orang melaksanakan shalat." Umar menjawab, "Anda lebih berhak dalam kasus ini." Maka Abu Bakar memimpin shalat pada hari-hari sakitnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tersebut. kemduian ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendapati tubuhnya lebih segar, dia pun keluar rumah sambil berjalan dipapah oleh dua orang laki-laki, satu diantaranya yakni 'Abbas untuk melaksanakan shalat Zhuhur. Ketika itu Abu Bakar sedang mengimami shalat, ketika ia melihat dia datang, Abu Bakar berkehendak untuk mundur dari posisinya namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi aba-aba supaya dia tidak mundur. Kemudian dia bersabda: "Dudukkanlah saya disampingnya." Maka kami mendudukkan dia di samping Abu Bakar." Perawi berkata, "Maka jadilah Abu Bakar shalat dengan mengikuti shalatnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sementara orang-orang mengikuti shalatnya Abu Bakar, dan dikala itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat sambil duduk". 'Ubaidullah berkata, "Aku menemui ' Abdullah bin 'Abbas dan berkata kepadanya, "Maukan anda saya ceritakan sebuah hadits wacana sakitnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyerupai yang disampaikan 'Aisyah?" Dia menjawab, "Sampaikanlah!" Maka saya ceritakan hadits yang disampaikan 'Aisyah. 'Abdullah bin 'Abbas tidak mengingkari sedikitpun apa yang saya ceritakan selain dia bertanya kepadaku, "Apakah 'Aisyah menyebutkan nama pria yang bersama 'Abbas? Aku menjawab, "Tidak." Ia pun berkata, "Dia yakni 'Ali bin Abu Thalib.BUKHARI NO.656


dari 'Aisyah Ummul Mukminin, bahwa ia berkata, "Saat sakit Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat di rumahnya sambil duduk. Dan segolongan kaum shalat di belakang dia dengan berdiri. Maka dia memberi aba-aba kepada mereka supaya duduk. Ketika shalat sudah selesai dia bersabda: "Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti, apabila dia rukuk maka rukuklah kalian, bila dia mengangkat kepalanya maka angkatlah kepala kalian. Dan bila dia shalat dengan duduk, maka shalatlah kalian dengan duduk.BUKHARI NO.657


dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari mengendarai kudanya kemudian terjatuh dan terhempas pada penggalan lambungnya yang kanan. Karena lantaran itu dia pernah melaksanakan shalat sambil duduk di antara shalat-shalatnya. Maka kamipun shalat di belakang Beliau dengan duduk. Ketika selesai Beliau bersabda: "Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti, jikalau ia shalat dengan berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri. Jika ia rukuk maka rukuklah kalian, jikalau ia mengangkat kepalanya maka angkatlah kepala kalian. Dan jikalau ia mengucapkan SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah merndengar orang yang memuji-Nya) ', maka ucapkanlah; RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian) '. Dan jikalau ia shalat dengan berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri, dan jikalau ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian semuanya dengan duduk." Abu 'Abdullah berkata, Al Humaidi ketika menandakan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam 'Dan bila dia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian dengan duduk' dia berkata, "Kejadian ini yakni dikala sakitnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di waktu yang lampau. Kemudian setelah itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat dengan duduk sedangkan orang-orang shalat di belakangnya dengan berdiri, dan dia tidak memerintahkan mereka supaya duduk. Dan sesungguhnya yang dijadikan ketentuan yakni berdasarkan apa yang paling selesai dan terakhir dari perbuatan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.BUKHARI NO.658

KAPAN SEBAIKNYA SUJUD BILA SHALAT DI BELAKANG IMAM


dari Sufyan berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Ishaq berkata, telah menceritakan kepadaku 'Abdullah bin Yazid berkata, telah menceritakan kapadaku Al Bara' -dan ia bukanlah pendusta- ia berkata, "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH', tidak ada seorangpun dari kami yang membungkukkan punggungnya sebelum Nabi shallallahu 'alaihi wasallam benar-benar (meletakkan kepalanya) bersimpuh dalam sujud, barulah setelah itu kami bersujud." Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim dari Sufyan dari Abu Ishaq dengan hadits yang menyerupai ini.BUKHARI NO.659


DOSA ORANG YANG MENGANGKAT KEPALANYA DARI SUJUD SEBELUM IMAM


dari Muhammad bin Ziyad, "Aku mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidakkah salah seornag dari kalian takut, atau apakah salah seorang dari kalian tidak takut, jikalau ia mengangkat kepalanya sebelum Imam, Allah akan menjadikan kepalanya menyerupai kepala keledai, atau Allah akan menjadikan rupanya menyerupai bentuk keledai?" BUKHARI NO.660


KEIMAMAN SEORANG BUDAK ATAU MAULA (BEKAS BUDAK)

dari 'Abdullah bin 'Umar berkata, "Ketika robongan Muhajirin yang pertama hingga di 'Ushbah, suatu kawasan di Quba', sebelum kedatangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yang mengimami shalat mereka yakni Salim mantan budak Abu Hudzaifah. Dia yakni seorang sahabat yang paling banyak bacaan (hafalan) Al Qur'annya di antara mereka." BUKHARI NO.661


dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Dengar dan taatlah kalian, sekalipun yang memimpin kalian yakni seorang budak Habasyi yang berambut keriting menyerupai buah kismis." BUKHARI NO.662


JIKA SEORANG IMAM SHALATNYA TIDAK SEMPURNA (SALAH) SEDANGKAN PARA MA'MUM SHALAT DENGAN SEMPURNA


dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Para imam shalat memimpin kalian. Maka jikalau dia benar, mereka mendapat pahala dan kalian juga mendapat penggalan pahalanya. Namun bila dia salah kalian tetap mendapat pahala dan mereka mendapat dosa.BUKHARI NO.663


KEIMAMAN SEORANG YANG TERFITNAH (DITUDUH FASIK) ATAU SEORANG AHLI BID'AH


dari 'Ubaidullah bin 'Adi bin Khiyar, bahwa dia masuk menemui 'Utsman bin 'Affan dikala ia terkepung seraya berkata, "Engkau yakni pemimpin Kaum Muslimin namun tuan tengah mengalami kejadian menyerupai yang kita saksikan. Sedangkan shalat akan dipimpin oleh imam yang terkena fitnah dan kami jadi khawatir terkena dosa." Maka 'Utsman bin 'Affan pun berkata, "Shalat yakni amal terbaik yang dilakukan manusia. Oleh lantaran itu apabila orang-orang melaksanakan kebaikan (dengan mendirikan shalat), maka berbuat oke (shalat) bersama mereka. Dan jikalau mereka berbuat keburukan (kesalahan), maka jauhilah keburukan mereka." Az Zubaidi berkata, Az Zuhri berkata, "Kami tidak membenarkan shalat bermakmum di belakang seorang bencong kecuali dalam keadaan sangat terpaksa.BUKHARI NO.664


dari Abu At Tayyah bahwa dia mendengar Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berkata kepada Abu Dzar: "Dengar dan taatlah sekalipun terhadap seorang budak Habasyi yang berambut keriting menyerupai buah anggur kering." BUKHARI NO.665


BERDIRI SEJAJAR DI SEBELAH IMAM JIKA SHALAT BERDUAAN


dari Al Hakam berkata, "Aku mendengar Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas berkata, "Aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pergi shalat 'Isya kemudian kembali ke rumah dan shalat sunnat empat rakaat, kemudian dia tidur. Saat tengah malam dia bangun dan shalat malam, saya kemudian tiba untuk ikut shalat bersama dia dan berdiri di samping kiri beliau. Kemudian dia menggeserku ke sebelah kanannya, kemudian dia shalat lima rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian tidur hingga saya mendengar bunyi dengkur Beliau. Setelahitu dia Kemudian Beliau keluar untuk shalat (shubuh)." BUKHARI NO.666


JIKA SESEORANG SHALAT BERDIRI DI SEBELAH KIRI IMAM, LALU IMAM MENGGESERNYA KE SEBELAH KANAN MAKA SHALATNYA TIDAK RUSAK


dari Ibnu 'Abbas ia berkata, "Suatu malam saya pernah tidur di sisi Maimunah, sementara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidur di sebelahnya pada malam itu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berwudlu kemudian berdiri menunaikan shalat. Maka saya tiba dan berdiri shalat di samping kiri beliau. Namun dia memegangku dan menggeserku ke sebelah kanannya. Setelah itu dia shalat tiga belas rakaat, kemudian tidur hingga terdengar nafasnya. Dan memang dia apabila tidur (terdengar suara) nafas beliau. Kemudian seorang mu'adzin tiba kepada beliau, maka dia pun keluar untuk menunaikan shalat (Shubuh) tanpa berwudlu lagi." 'Amru berkata, "Aku ceritakan riwayat ini kepada Bukair, kemudian ia berkata, "Kuraib juga telah menceritakan kepadaku menyerupai itu.BUKHARI NO.667

JIKA SESEORANG SHALAT TIDAK BERNIAT SEBAGAI IMAM LALU DATANG ORANG DI BELAKANG MENGIKUTI SHALATNYA HINGGA DIA MENGIMAMINYA


dari Ibnu 'Abbas ia berkata, "Aku pernah menginap di rumah bibiku. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat malam. Maka saya tiba untuk ikut shalat bersama beliau, saya berdiri di samping kirinya, kemudian dia memegang kepalaku dan menggeserku ke sebelah kanannya." BUKHARI NO.668


JIKA SEORANG IMAM MEMANJANGKAN SHALAT LALU ADA ORANG YANG ADA KEPERLUAN MAKA DIA BOLEH KELUAR LALU SHALAT SENDIRIAN


dari Jabir bin 'Abdullah, bahwa Mu'adz bin Jabal pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia kembali pulang dan mengimami shalat kaumnya." BUKHARI NO.669


dari 'Amru berkata, Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata, "Mu'adz bin Jabal pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia kemudian kembali pulang dan mengimami kaumnya shalat 'Isya dengan membaca surah Al Baqarah. Kemudian ada seorang pria keluar dan pergi, Mu'adz seakan menyebut orang tersebut dengan keburukan. Kejadian ini kemudian hingga kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka dia pun bersabda: "Apa engkau akan membuat fitnah? Apa engkau akan membuat fitnah? Apa engkau akan membuat membuat fitnah?" Beliau ucapkanhingga tiga kali. Atau kata beliau: "Apakah kau menjadi pembuat fitnah? Apakah kau menjadi pembuat fitnah? Apakah kau menjadi pembuat fitnah?" Lalu dia memerintahkannya (Mu'adz) untuk membaca dua surah saja dari pertengahan Al Mufashshal." Amru berkata, 'Namun saya tidak hafal kedua surat tersebut." BUKHARI NO.670


IMAM HENDAKLAH MERINGANKAN BACAAN KETIKA BERDIRI NAMUN TETAP MENYEMPURNAKAN RUKU' DAN SUJUDNYA

telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, "Aku mendengar Qais berkata, telah mengabarkan kepada ku Abu Mas'ud bahwa ada seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah! Aku mengakhirkan shalat shubuh berjama'ah lantaran fulan yang memanjangkan bacaan dalam shalat bersama kami." Maka saya belum pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam murka dalam memberi pelajaran melebihi marahnya pada hari itu. Beliau kemudian bersabda: "Sungguh di antara kalian ada orang yang sanggup mengakibatkan orang lain berlari memisahkan diri. Maka bila seseorang dari kalian memimpin shalat bersama orang banyak hendaklah dia melaksanakannya dengan ringan. Karena di antara mereka ada orang yang lemah, lanjut usia dan orang yang punya keperluan." BUKHARI NO.671


JIKA SHALAT SENDIRIAN, SILAHKAN SESEORANG MEMANJANGKAN SHALATNYA SESUKANYA

dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika seseorang dari kalian memimpin shalat orang banyak, hendaklah dia meringankannya. Karena di antara mereka ada orang yang lemah, orang yang sakit dan orang berusia lanjut. Namun bila dia shalat sendiri silahkan dia panjangkan sesukanya." BUKHARI NO.672


ORANG YANG MENGADUKAN IMAMNYA KARENA SUKA MEMANJANGKAN SHALAT


dari Abu Mas'ud berkata, "Seorang pria berkata, "Wahai Rasulullah, sungguh saya tidak ikut shalat shubuh berjama'ah disebabkan fulan yang memanjangkan bacaan saar shalat bersama kami." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam marah, dan saya belum pernah melihat dia murka sebelumnya melebihi marahnya pada hari itu. Kemudian Beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia, sungguh di antara kalian ada orang yang sanggup mengakibatkan orang lain berlari memisahkan diri. Maka barangsiapa memimpin shalat bersama orang banyak hendaklah dia melaksanakannya dengan ringan. Karena di belakang dia ada orang yang lemah, orang bau tanah yang lanjut usia dan orang yang punya keperluan." BUKHARI NO.673


telah menceritakan kepada kami Muharib bin Ditsar berkata, Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah Al Anshari berkata, "Seoranglaki-laki tiba dengan membawa dua unta yang gres saja diberinya minum dikala malam sudah gelap gulita. Laki-laki itu kemudian tinggalkan untanya dan ikut shalat bersama Mu'adz. Dalam shalatnya Mu'adz membaca surah Al Baqarah atau surah An Nisaa' sehingga pria tersebut meninggalkan Mu'adz. Maka sampailah kepadanya isu bahwa Mu'adz mengecam tindakannya. Akhirnya pria tersebut mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengadukan persoalannya kepada beliau. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Wahai Mu'adz, apakah kau membuat fitnah?" Atau kata Beliau: "Apakah kau menjadi pembuat fitnah? -Beliau ulangi perkataannya tersebut hingga tiga kali- "Mengapa kau tidak membaca saja surat 'Sabbihisma rabbika', atau dengan 'Wasysyamsi wa dluhaahaa' atau 'Wallaili idzaa yaghsyaa'? Karena yang ikut shalat di belakangmu mungkin ada orang yang lanjut usia, orang yang lemah atau orang yang punya keperluan." Perawi berkata, "Menurutku hingga inilah kalimat hadits ini." Abu 'Abdullah berkata; hadits ini dikuatkan oleh Sa'id bin Masruq dan Mis'ar dan Asy Syaibani. Amru dan Ubaidullah bin Miqsam dan Abu Az Zubair dari Jabir bahwa dalam shalat Isya Mu'adz membaca surat Al Baqarah. Dan hadits ini dikuatkan oleh Al A'masy dari Muharib." BUKHARI NO.674

MEMENDEKKAN SHALAT DAN MENYEMPURNAKANNYA


dari Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat dengan pendek dan sempurna." BUKHARI NO.675


ORANG YANG MEMPERCEPAT SHALATNYA KARENA MENDENGAR TANGISAN BAYI


dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari bapaknya Abu Qatadah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Aku pernah ingin memanjangkan shalat, namun saya mendengar tangisan bayi. Maka saya pendekkan shalatku lantaran khawatir akan memberatkan ibunya." Hadits ini dikuatkan oleh Bisyr bin Bakar dan Ibnu Al Mubarak dan Baqiyyah dari Al Auza'i. BUKHARI NO.676

telah menceritakan kepada kami Syarik bin 'Abdullah berkata, "Aku mendengar Anas bin Malik berkata, "Belum pernah saya shalat di belakang seorang Imam pun yang lebih ringan dan lebih tepat shalatnya daripada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Jika mendengar tangisan bayi, maka dia ringankan shalatnya lantaran khawatir ibunya akan terkena fitnah." BUKHARI NO.677


telah menceritakan kepada kami Qatadah bahwa Anas bin Malik menceritakan kepadanya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saat saya shalat dan ingin memanjangkan bacaanku, tiba-tiba saya mendengar tangian bayi sehingga saya pun memendekkan shalatku, lantaran saya tahu ibunya akan susah dengan adanya tangisan tersebut." BUKHARI NO.678


dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Saat saya shalat dan ingin memanjangkan bacaanku, tiba-tiba saya mendengar tangian bayi sehingga saya pun memendekkan shalatku, lantaran saya tahu ibunya akan susah dengan adanya tangisan tersebut." Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Aban telah menceritakan kepada kami Qatadah telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyerupai ini juga." BUKHARI NO.679


JIKA SESEORANG SUDAH SHALAT KEMUDIAN SHALAT LAGI SEBAGAI IMAM BERSAMA ORANG LAIN


dari Jabir bin 'Abdullah berkata, "Mu'adz bin Jabal pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia pulang menemui kaumnya dan shalat mengimami mereka." BUKHARI NO.680

MENYAMBUNG (MEMPERDENGARKAN) SUARA TAKBIR IMAM

dari 'Aisyah berkata, "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam kondisi sakit yang membawa kepada kematiannya, Bilal tiba menemui dia mengabarkan bahwa waktu shalat telah datang. Beliau kemudian berkata: "Kalian suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat." Aku berkata, "Sesungguhnya Abu Bakar orang yang lemah lembut, jikalau ia menggantikan posisi tuan, maka dia akan menangis dan tidak akan bisa membaca Al Qur'an." Beliau berkata lagi: "Kalian suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat." Aku kemudian memberikan jawaban yang sama. Maka pada ketiga atau keempat kalinya dia bersabda: "Sungguh kalian ini menyerupai isteri-isterinya Yusuf. Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat." Akhirnya Abu Bakar pun shalat (sebagai Imam). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar dengan diapit oleh dua orang pria dan seolah saya melihat dia berjalan dengan menyeret kakinya di atas tanah. Ketika Abu Bakar melihat kedatangan beliau, dia pun berniat mundur. Tetapi dia memberi aba-aba kepadanya seolah berkata: "Tetaplah shalat." Abu Bakar kemudian bergeser dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam duduk disampingnya, kemudian Abu Bakar memperdengarkan bunyi takbir kepada jama'ah." Hadits ini juga diperkuat oleh Muhadlir dari Al A'masy. BUKHARI NO.681


SESEORANG YANG MENGIKUTI SHALAT IMAM LALU ORANG-ORANG DI BELAKANG MENGIKUTI SHALATNYA


dari 'Aisyah, "Ketika sakit Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam semakin parah, Bilal tiba menemui dia mengabarkan bahwa waktu shalat telah tiba. Beliau kemudian berkata: "Kalian suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat jama'ah bersama orang banyak." Aku kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Bakar seorang pria yang lemah lembut, jikalau ia menggantikan tuan, maka suaranya tidak akan bisa didengar oleh orang-orang. Alangkah lebih baik bila tuan menyuruh 'Umar." Maka dia pun bersabda: "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat bersama orang-orang." Kemudian saya sampaikan kepada Hafshah, "Katakanlah kepada dia 'Abu Bakar yakni seorang pria yang lemah lembut, jikalau ia menggantikan posisi tuan, maka ia tidak akan sanggup memperdengarkan bunyi bacaannya kepada orang-orang. Alangkah lebih baik bila tuan menyuruh 'Umar', lantaran Abu Bakar gampang menangis (dalam shalat). Untuk itu, sebaiknya suruhlah 'Umar untuk memimpin shalat orang-orang." Maka bersabdalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Sungguh kalian ini menyerupai isteri-isterinya Yusuf. Suruhlah Abu Bakar shalat bersama orang-orang." Kemudian ketika Abu Bakar sudah memulai shalat, tubuh dia telah nampak enak, dia pun keluar rumah dengan diapit oleh dua orang laki-laki. Dan seolah saya melihat dia berjalan dengan menyeret kakinya di atas tanah, hingga masuk ke dalam masjid. Tatkala Abu Bakar mendengar kedatangan dia maka ia pun berkeinginan untuk mundur. Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi aba-aba kepadanya. Lalu tibalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hingga dia duduk di samping kiri Abu Bakar. Abu Bakar shalat dengan bediri sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dengan duduk, Abu Bakar shalat mengikuti shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan orang-orang mengikuti shalatnya Abu Bakar." BUKHARI NO.682


APAKAH SEORANG IMAM HARUS MENGIKUTI KOREKSI MAKMUM BILA DIA RAGU?


dari Abu Hurairah berkata, "Ketika Rasulullah telah selesai dari shalat dua rakaat, Dzul Yadain berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, shalatnya sengaja diqashar atau tuan yang lupa?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berkata: "Apakah benar yang dikatakan Dzul Yadain?" Orang-orang menjawab: "Benar." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bediri dan mengerjakan shalat dua rakaat yang kurang kemudian salam. Kemudian dia takbir kemudian sujud menyerupai sujudnya (yang biasa) atau lebih usang lagi." BUKHARI NO.683


dari Abu Hurairah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat Zhuhur dua rakaat. Lalu dikatakan kepada beliau, "Tuan shalat hanya dua rakaat!" Maka dia mengerjakan shalat dua rakaat yang kurang kemudian salam, setelah itu dia sujud dua kali." BUKHARI NO.684

JIKA SEORANG IMAM MENGANGIS DALAM SHALATNYA


dari 'Aisyah Ummul Mukminin, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata dikala dalam kondisi sakitnya: "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang." 'Aisyah berkata, "Aku kemudian berkata, "Jika Abu Bakar menggantikan posisi tuan, tidak akan bisa memperdengarkan bunyi bacaannya kepada orang banyak lantaran dia gampang menangis (dalam shalat). Sebaiknya suruhlah 'Umar untuk memimpin orang-orang shalat berjama'ah." Beliau bersabda: "Suruhlah Abu Bakar memimpin shalat." 'Aisyah kemudian berkata kepada Hafshah, "Katakanlah kepada Beliau, 'Jika Abu Bakar menggantikan posisi tuan, maka dia tidak akan bisa memperdengarkan bunyi bacaannya kepada orang banyak lantaran dia sering menangis (dalam shalat). Untuk itu, suruhlah 'Umar untuk memimpin orang-orang shalat berjama'ah." Maka Hafshah melaksanakannya. Kemudian bersabdalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Celakalah kalian! Sungguh kalian ini menyerupai isteri-isteri Yusuf. Suruhlah Abu Bakar memimpin orang-orang shalat." Hafshah lantas kepada 'Aisyah, "Sungguh saya tidak mendapat kebaikan darimu." BUKHARI NO.685


MELURUSKAN BARISAN SHAF KETIKA DIKUMANDANGKAN IQAMAH ATAU SESUDAHNYA


telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Amru bin Murrah berkata, Aku mendengar Salim bin Abu Al Ja'd berkata, Aku mendengar An Nu'man bin Basyir berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Luruskanlah shaf kalian, atau Allah akan memalingkan wajah-wajah kalian." BUKHARI NO.686

dari Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Luruskanlah shaf, sesungguhnya saya sanggup melihat kalian dari balik punggungku." BUKHARI NO.687


IMAM MENGHADAP KE ARAH MAKMUM KETIKA MELURUSKAN SHAF

telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik ia berkata, "Ketika iqamah shalat telah dikumandangkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbalik menghadapkan mukanya kepada kami seraya bersabda: "Luruskanlah shaf dan rapatkanlah, sesungguhnya saya sanggup melihat kalian dari balik punggungku." BUKHARI NO.688


KEUTAMAAN SHAF TERDEPAN


dari Abu Hurairah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang yang mati syahid itu adalah; orang yang mati kerena tenggelam, lantaran penyakit kusta, lantaran sakit perut, dan orang yang mati lantaran tertimpa reruntuhan." Beliau juga bersabda: "Seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat dalam bersegera menuju shalat, tentulah mereka akan berlomba-limba. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat pada waktu 'atamah (shalat 'Isya) dan shubuh, tentulah mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak, dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang ada pada shaf pertama tentulah mereka akan berlomba meraihnya." BUKHARI NO.689


MELURUSKAN SHAF MERUPAKAN KESEMPURNAAN SHALAT


dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Luruskanlah shaf kalian, lantaran lurusnya shaf yakni penggalan dari ditegakkannya shalat.BUKHARI NO.690

DOSA ORANG YANG TIDAK MENYEMPURNAKAN (MELURUSKAN DAN MERAPATKAN) SHAF.


Anas bin Malik, bahwa dia tiba ke Madinah, kemudian dikatakan kepadanya, "Apakah ada sesuatu yang kau ingkari dari perbuatan kami semenjak kau hidup bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Anas bin Malik menjawab, "Tidak ada sesuatu yang saya ingkari dari kalian kecuali kalian tidak meluruskan shaf dalam shalat." 'Uqbah bin 'Ubaid berkata dari Busyair bin Yasar bahwa Anas bin Malik mendatangi kami di Madinah menyerupai keterangan riwayat ini." BUKHARI NO.691


MERAPATKAN BAHU DAN KAKI DALAM BARISAN SHALAT


dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Luruskanlah shaf-shaf kalian, sesungguhnya saya sanggup melihat kalian dari balik punggungku." Dan setiap orang dari kami merapatkan bahunya kepada pundak temannya, dan kakinya pada kaki temannya." BUKHARI NO.692


JIKA SESEORANG SHALAT BERDIRI DI SEBELAH KIRI IMAM, LALU IMAM MENGGESERNYA KE SEBELAH KANAN MAKA SHALATNYA TETAP SAH


dari Ibnu 'Abbas berkata, "Pada suatu malam saya pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan saya berdiri di samping kirinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian memegang kepalaku dari arah belakangku, kemudian menempatkan saya di sebelah kanannya. Beliau kemudian shalat dan tidur setelahnya. Setelah itu tiba mu'adzin kepada beliau, maka dia pun berangkat shalat dengan tidak berwudlu lagi." BUKHARI NO.693


SEORANG WANITA SHALAT SENDIRIAN DIANGGAP SEBAGAI SHAF

dari Anas bin Malik ia berkata, "Aku dan seorang anak yatim yang tinggal di rumah kami, pernah ikut shalat di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Sementara ibuku, Ummu Sulaim, shalat di belakang kami." BUKHARI NO.694


BAGIAN KANAN MASJID DAN IMAM


dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata, "Pada suatu malam saya pernah shalat di samping kanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia kemudian memegang tanganku atau bahuku kemudian memindahkan saya ke sebelah kirinya." Ibnu 'Abbas berkata, "Beliau memegangku dengan memakai tangannya dari arah belakangku." BUKHARI NO.695

 JIKA ANTARA IMAM DAN MA'MUM ADA DINDING ATAU PEMBATAS

dari 'Aisyah berkata, "Pada suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat di kamarnya, dikala itu dinding kamar dia tidak terlalu tinggi (pendek) hingga orang-orang pun melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri shalat sendirian. Orang-orang itu pun berdiri dan shalat di belakang beliau, hingga pada pagi harinya orang-orang saling memperbincangkan kejadian tersebut. Kemudian pada malam keduanya dia kembali shalat, dan orang-orangpun mengikuti shalat dia kembali. Mereka melaksanakan ini selama dua atau tiga malam hingga setelah malam itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk di rumahnya dan tidak keluar melaksanakan shalat menyerupai malam sebelumnya. Pada pagi harinya orang-orang mempertanyakannya, kemudian dia bersabda: "Aku khawatir bila shalat malam itu ditetapkan sebagai kewajiban atas kalian." BUKHARI NO.696

SHALAT MALAM


dari 'Aisyah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mempunyai tikar yang di waktu siang digelar, sedang pada waktu malam dijadikannya menyerupai dinding yang menutupi Beliau dari orang lain. Saat sedang shalat, orang-orang berkumpul ikut shalat di belakang Beliau." BUKHARI NO.697


dari Zaid bin Tsabit, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membuat satu ruangan." Busr berkata, "Aku menduga Zaid bin Tsabit berkata, 'Membuat tikar pada bulan Ramadan, kemudian dia melaksakan shalat malam di (kamar atau tikar) tersebut dalam beberapa malam. Kemudian para sahabat mengikuti shalat beliau. Ketika mengetahui apa yang mereka lakukan dia pun berdiam di rumah, setelah itu dia keluar seraya berkata kepada mereka: "Sungguh saya telah mengetahui sebagaimana saya lihat apa yang kalian lakukan. Wahai manusia, shalatlah kalian di rumah-rumah kalian, sesungguhnya shalat yang paling utama yakni shalatnya seseorang yang dilakukannya di rumahnya, kecuali shalat fardlu." 'Affan berkata, telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Musa saya mendengar Abu An Nadlr dari Busr dari Zaid dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO.698


WAJIBNYA MEMBACA TAKBIR DAN DO'A PEMBUKA (ISTIFTAH) SHALAT


dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik Al Anshari, bahwa pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengendarai kudanya dan terjatuh terhempas pada lambung kanannya." Anas? radliallahu 'anhu berkata, "Maka pada suatu hari Beliau shalat mengimami kami di antara shalat-shalatnya dengan duduk. Maka kamipun shalat di belakang Beliau dengan duduk. Beliau kemudian bersabda: "Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti. Jika ia shalat dengan berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri, jikalau ia rukuk maka rukuklah kalian, jikalau ia mengangkat kepala maka angkatlah kepala kalian, jikalau ia sujud maka sujudlah kalian, jikalau ia mengucapkan SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya) ', maka ucapkanlah oleh kalian: 'RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian) '." BUKHARI NO.699


dari Anas bin Malik ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jatuh dari kudanya hingga dia pun cedera. Beliau kemudian shalat mengimami kami dengan duduk, dan kami juga shalat dengan duduk. Setelah selesai dia bersabda: "Sesungguhnya imam, atau dijadikannya imam yakni untuk diikuti. Jika ia takbir maka bertakbirlah kalian, jikalau ia rukuk maka rukuklahkalian, jikalau ia mengangkat kepala maka angkatlah kepala kalian, jikalau ia mengucapkan 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya), maka ucapkanlah oleh kalian 'RABBANAA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian), dan jikalau ia sujud maka sujudlah kalian." BUKHARI NO.700


dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dijadikannya Imam itu untuk diikuti, jikalau ia takbir maka bertakbirlah kalian, jikalau ia rukuk maka rukuklah kalian, jikalau ia mengucapkan 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya) ', maka ucapkanlah oleh kalian 'RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian) ', jikalau ia sujud maka suudlah kalian, dan jikalau ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian semua dengan duduk." BUKHARI NO.701

MENGANGKAT KEDUA BELAH TANGAN PADA TAKBIRATUL IHRAM (PERTAMA) BERSAMAAN DENGAN PEMBUKAAN SHALAT


dari Salim bin 'Abdullah dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat tangannya sejajar dengan pundaknya ketika memulai shalat, ketika takbir untuk rukuk dan ketika berdiri dari rukuk dengan mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian) '. Beliau tidak melaksanakan menyerupai itu ketika akan sujud." BUKHARI NO.702

MENGANGKAT KEDUA BELAH TANGAN PADA TAKBIR PERTAMA, HENDAK RUKU' DAN KETIKA BANGKIT DARI RUKU'


dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Salim bin 'Abdullah dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma berkata, "Aku melihat jikalau Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri shalat, dia mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan pundaknya. Beliau melaksanakan menyerupai itu ketika takbir untuk rukuk dan berdiri dari rukuk dengan mengangkat kepalanya sambil mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya) '. Namun dia tidak melaksanakan menyerupai itu ketika akan sujud." BUKHARI NO.703


dari Abu Qilabah bahwa dia melihat Malik Al Huwairits ketika shalat, dia bertakbir dan mengangkat kedua tangannya, apabila hendak rukuk mengangkat tangannya, dan ketika mengangkat kepalanya dari rukuk dia juga mengangkat kedua tangannya. Lalu dia menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuat menyerupai itu." BUKHARI NO.704


BATAS MENGANGKAT KEDUA BELAH TANGAN


dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepada kami Salim bin 'Abdullah bahwa 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma berkata, "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memulai shalat dengan bertakbir. Beliau mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir hingga meletakkan kedua tangannya sejajar dengan pundaknya. Ketika takbir untuk rukuk dia juga melaksanakan menyerupai itu, jikalau mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar siapa yang memuji-Nya) ', dia juga melaksanakan menyerupai itu sambil mengucapkan: 'RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian) '. Namun Beliau tidak melaksanakan menyerupai itu ketika akan sujud dan ketika mengangkat kepalanya dari sujud." BUKHARI NO.705


MENGANGKAT KEDUA BELAH TANGAN KETIKA BANGKIT DARI RAKA'AT KEDUA


dari Nafi' bahwa Ibnu 'Umar ketika memulai shalat, dia bertakbir dengan mengangkat kedua tangannya, dan ketika rukuk mengangkat kedua tangannya, dan ketika mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH mengangkat kedua tangannya, dan ketika berdiri dari dua rakaat mengangkat kedua tangannya. Lalu Ibnu 'Umar menyampaikan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan menyerupai itu." Dan diriwayatkan oleh Hammad bin Salamah dari Ayyub dari Nafi' dari Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Thahman dari Ayyub dan Musa bin 'Uqbah secara ringkas." BUKHARI NO.706


MELETAKKAN TANGAN KANAN DI ATAS TANGAN KIRI KETIKA BERDIRI DALAM SHALAT


dari Sahl bin Sa'd berkata, "Orang-orang diperintahkan supaya meletakkan tangan kanannya di atas lengan kiri dalam shalat." Abu Hazim berkata, "Aku tidak mengetahui dia Sahl kecuali bahwa dia menyandarkan hal tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Isma'il berkata, "Hadits ini dimarfu'kan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bukan menyampaikan dia mengambil dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.BUKHARI NO.707


KHUSYU' DALAM SHALAT


dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kalian melihat arah kiblatku ini? Demi Allah, tidak ada yang tersembunyi bagiku rukuk dan juga khusyu' kalian, lantaran saya sanggup melihat kalian dari belakang punggungku." BUKHARI NO.708


dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Luruskanlah dalam rukuk dan sujud. Demi Allah, saya sanggup melihat kalian dari belakangku." Seakan dia mengatakan: "Aku sanggup melihat kalian dari belakangku ketika kalian rukuk dan sujud." BUKHARI NO.709

BACAAN (DOA) SETELAH TAKBIR PERTAMA


dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar dan 'Umar? radliallahu 'anhuma, mereka memulai shalat dengan membaca: 'ALHAMDU LILLAHI RABBIL 'AALAMIIN.BUKHARI NO.710


telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiam antara takbir dan bacaan Al Qur'an." Abu Zur'ah berkata, Aku mengira Abu Hurairah berkata, 'Berhenti sebentar, kemudian saya berkata, "Wahai Rasulullah, demi bapak dan ibuku! Tuan berdiam antara takbir dan bacaan. Apa yang tuan baca diantaranya?. Beliau bersabda: "Aku membaca; ALLAHUMMA BAA'ID BAINII WA BAINA KHATHAAYAAYA KAMAA BAA'ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAHUMMA NAQQINII MIN KHATHAAYAAYA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADLU MINAD DANAS. ALLAHUMMAGHSILNII MIN KHATHAAYAAYA BILMAA'I WATSTSALJI WAL BARAD (Ya Allah, jauhkanlah antara saya dan kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju dan es yang dingin)." BUKHARI NO.711


dari Asma' binti Abu Bakar Ash Shiddiiq bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengerjakan shalat gerhana, maka Beliau berdiri dan dipanjangkan (lama) berdirinya, kemudian rukuk maka dipanjangkannya rukuk, kemudian berdiri lagi dan dipanjangkan berdirinya, kemudian rukuk maka dipanjangkannya rukuk, kemudian berdiri (dari rukuk), kemudian sujud dan memanjangkan sujudnya, kemudian mengangkat (kepala dari sujud), kemudian sujud dan memanjangkan sujudnya, kemudian berdiri lagi dan memanjangkan berdirinya, kemudian rukuk maka dipanjangkannya rukuk, kemudian berdiri (bangkit dari rukuk) dan dipanjangkan berdirinya, kemudian rukuk maka dipanjangkannya rukuk, kemudian berdiri (dari rukuk), kemudian sujud maka dipanjangkannya sujud, kemudian mengangkat (kepala dari sujud), kemudian sujud dan dipanjangkannya sujud, selesai salam dia bersabda: "Telah didekatkan nirwana kepadaku hingga seandainya saya dibenarkan (berani) untuk mengambilnya tentu saya akan bawakan kepada kalian kurma dari kurma-kurma didalamnya. Dan didekatkan juga neraka kepadaku hingga saya berkata, 'Wahai Rabb, saya bersama mereka. Tiba-tiba saya melihat seorang wanita'. Aku (Nafi') menduga dia mengatakan, "Dicakar-cakar oleh seekor kucing. Aku bertanya, 'Apa yang mengakibatkan demikian? Mereka menjawab, 'Wanita tersebut menahan kucing tersebut hingga mati lantaran kelaparan lantaran dia tidak memberinya makan atau membiarkan kucing tersebut pergi mencari makan.' Nafi' berkata, "Aku menduga dia mengatakan, "Mencari makan dari serangga di permukaan tanah'." BUKHARI NO.712


MENGARAHKAN PANDANGAN KEPADA IMAM KETIKA SHALAT


dari Abu Ma'mar berkata, "Kami bertanya kepada Khabbab, apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca surah dalam shalat Zhuhur dan 'Ashar?" Dia menjawab, "Ya." Kami tanyakan lagi, "Bagaimana kalian bisa mengetahuinya?" Dia menjawab, "Dari gerakan jenggot Beliau." BUKHARI NO.713


Abu Ishaq memberitakan kepada kami bahwa dia berkata, "Aku mendengar 'Abdullah bin Yazid berkhutbah; Al Bara` menceritakan kepada kami -dan ia bukan seorang pendusta-, "Para sahabat jikalau shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, jikalau dia mengangkat kepalanya dari rukuk, para sahabat tetap berdiri hingga mereka melihat dia telah sujud." BUKHARI NO.714

dari 'Abdullah bin 'Abbas berkata, "Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia melaksanakan shalat gerhana. Orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, kami lihat tuan mengambil sesuatu dikala di posisimu, kemudian tuan mundur kembali?" Beliau menjawab: "Aku diperlihatkan surga, kemudian saya diberikan setandan anggur. Jika saya mengambilnya pasti kalian akan memakannya yang akan menimbulkan terabaikannya urusan dunia." BUKHARI NO.715


dari Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah memimpin shalat kami, kemudian Beliau naik ke atas mimbar kemudian memberi aba-aba (menunjuk) dengan tangannya ke arah kiblat masjid seraya bersabda: "Sejak saya memimpin shalat kalian hingga sekarang, saya diperlihatkan nirwana dan neraka secara bersamaan di hadapan dinding ini. Dan saya belum pernah melihat kebaikan dan keburukan menyerupai hari ini." Beliau mengucapkannya tiga kali. BUKHARI NO.716


MENGARAHKAN PANDANGAN KE LANGIT KETIKA SHALAT


berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Arubah berkata, telah menceritakan kepada kami Qatadah bahwa Anas bin Malik ia menceritakan kepada mereka, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kenapa orang-orang mengarahkan pandangan mereka ke langit ketika mereka sedang shalat? Suara dia semakin tinggi hingga dia bersabda: "Hendaklah mereka menghentikannya atau Allah benar-benar akan menyambar penglihatan mereka." BUKHARI NO.717

MENOLEH KETIKA SHALAT


telah menceritakan kepada kami Asy'ats bin Sulaim dari Bapaknya dari Masruq dari 'Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wacana menoleh dalam shalat." Maka Beliau bersabda: "Itu yakni sambaran yang sangat cepat yang dilakukan oleh setan terhadap shalatnya hamba." BUKHARI NO.718


dari 'Aisyah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat dengan mengenakan baju yang ada gambarnya, dia kemudian bersabda: "Gambar-gambar pada pakaian ini menggangguku. Kembalikanlah kepada Abu Jahm, supaya dia mengganti dengan pakaian yang terbuat dari bulu berangasan yang tidak bergambar.BUKHARI NO.719

APAKAH ORANG YANG SEDANG SHALAT BOLEH MENOLEH KARENA ADANYA SESUATU ATAU MELIHAT SESUATU ATAU ADANYA DAHAK DI ARAH QIBLAT?


Nafi' dari Ibnu 'Umar bahwa dia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat ludah di dinding arah kiblat masjid. Saat itu Beliau sedang shalat di hadapan orang banyak, dia kemudian menggosoknya seraya mengatakan: "Sesungguhnya seseorang dari kalian ketika berdiri shalat, dia sedang berhadapan dengan Allah. Maka itu janganlah dia meludah ke arah depannya ketika dia sedang shalat." Hadits ini dikuatkan oleh Musa bin 'Uqbah dan Ibnu Abu Rawwad dari Nafi'BUKHARI NO.720


dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik berkata, "Ketika Kaum Muslimin melaksanakan shalat Fajar tidak ada sesuatu yang mengagetkan mereka kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang tiba-tiba membuka tabir kamar Aisyah sambil memandang ke arah mereka. Saat itu mereka sudah berbaris dalam shaf, dia tersenyum kemudian tertawa. Maka Abu Bakar berniat mundur ke belakang untuk mempersilakan dia masuk dalam shaf, lantaran menduga dia akan keluar. Dan Kaum Muslimin hampir saja terfitnah (berpaling dan memutus) dalam shalat mereka. Namun ternyata Beliau memberi aba-aba kepada mereka: "Teruskanlah shalat kalian." Beliau kemudian menutup tabir, dan setelah itu dia meninggal pada hari itu juga.BUKHARI NO.721


WAJIBNYA MEMBACA (SURAH AL-FATIHAH) BAGI IMAM DAN MA'MUM DALAM SETIAP SHALAT, BAIK KETIKA MUQIM MAUPUN SEDANG BEPERGIAN, BAIK SHALAT JAHRIYAH (SUARA DIKERASKAN) MAUPUN SIRRIYYAH


telah menceritakan kepada kami 'Abdul Malik bin 'Umair dari Jabir bin Samrah berkata, "Penduduk Kufah mengadukan Sa'd (bin Abu Waqash) kepada 'Umar. Maka 'Umar menggantinya dengan 'Ammar. Mereka mengadukan Sa'd lantaran dianggap tidak baik dalam shalatnya. Maka Sa'd dikirim kepada 'Umar dan ditanya, "Wahai Abu Ishaq, penduduk Kufah menganggap kau tidak baik dalam shalat?" Abu Ishaq menjawab, "Demi Allah, saya memimpin shalat mereka sebagaimana shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Tidaklah saya mengurangi sedikitpun dalam melaksanakan shalat 'Isya bersama mereka. Aku memanjangkan bacaan pada dua rakaat pertama dan saya pendekkan pada dua rakaat yang akhir." 'Umar berkata, "wahai Abu Ishaq, kami juga menganggap begitu terhadapmu." Kemudian 'Umar mengutus seorang atau beberapa orang bersama Sa'd ke Kufah. Orang itu kemudian bertanya kepada para penduduk wacana Sa'd, tidak ada satupun masjid yang dikunjungi tanpa menanyakan wacana Sa'd, mereka semua mengagumi Sa'd dan mengenalnya dengan baik. Hingga balasannya hingga ke sebuah masjid milik bani 'Abs, kemudian salah seorang dari mereka yang berjulukan Usamah bin Qatadah dengan nama panggilan Abu Sa'dah berkata, "Jika kalian minta pendapat kami, maka kami katakan bahwa Sa'd yakni seorang yang tidak memudahkan pasukan, bila membagi tidak sama dan tidak adil dalam mengambil keputusan." Maka Sa'd berkata, "Demi Allah, sungguh saya akan berdo'a dengan tiga do'a; Ya Allah jikalau dia, hambamu ini, berdusta, dan menyampaikan ini dengan maksud riya' atau sum'ah, maka panjangkanlah umurnya, panjangkanlah kefakirannya dan campakkanlah dia dengan banyak sekali fitnah." Setelah beberapa masa kemudian, orang tersebut bila ditanya mengapa keadaannya jadi sengsara begitu, maka ia menjawab, "Aku orang bau tanah renta yang terkena fitnah akhir do'anya Sa'd." 'Abdul Malik berkata, "Aku sendiri melihat kedua alisnya telah panjang ke bawah menutupi kedua matanya, dan sungguh dia tersia-siakan dikala berada di jalan-jalan." BUKHARI NO.722


dari 'Ubadah bin Ash Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca Faatihatul Kitab (Al Fatihah)." BUKHARI NO.723


dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke masjid, kemudian ada juga seorang pria masuk Masjid dan eksklusif shalat kemudian memberi salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau menjawab dan berkata kepadanya, "Kembalilah dan ulangi shalatmu lantaran kau belum shalat!" Maka orang itu mengulangi shalatnya menyerupai yang dilakukannya pertama tadi kemudian tiba menghadap kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan memberi salam. Namun Beliau kembali berkata: "Kembalilah dan ulangi shalatmu lantaran kau belum shalat!" Beliau memerintahkan orang ini hingga tiga kali hingga balasannya pria tersebut berkata, "Demi Dzat yang mengutus Tuan dengan hak, saya tidak bisa melaksanakan yang lebih baik dari itu. Maka ajarkkanlah aku!" Beliau lantas berkata: "Jika kau berdiri untuk shalat maka mulailah dengan takbir, kemudian bacalah apa yang gampang buatmu dari Al Qur'an kemudian rukuklah hingga benar-benar rukuk dengan thuma'ninah (tenang), kemudian bangkitlah (dari rukuk) hingga kau berdiri tegak, kemudian sujudlah hingga hingga benar-benar thuma'ninah, kemudian angkat (kepalamu) untuk duduk hingga benar-benar duduk dengan thuma'ninah. Maka lakukanlah dengan cara menyerupai itu dalam seluruh shalat (rakaat) mu." BUKHARI NO.724


dari Jabir bin Samrah berkata, Sa'd berkata, "Aku pernah mengimami mereka di antara dua shalat pada malam hari (Maghrib atau Isya) sebagaimana shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan saya mengurangi sedikitpun. Aku memanjangkan bacaan pada dua rakaat pertama dan saya pendekkan pada dua rakaat yang akhir." 'Umar? radliallahu 'anhu kemudian berkata, "Begitulah anggapan kami terhadapmu." BUKHARI NO.725


BACAAN DALAM SHALAT ZHUHUR


dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada dua rakaat pertama dalam shalat Zhuhur membaca Al Fatihah dan dua surah, dia memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan pada rakaat kedua, dan terkadang dia memperdengarkan bacaannya. Dalam shalat Ashar dia membaca Al Fatihah dan dua surah, dan memanjangkan pada rakaat yang pertama. Demikian pula dalam shalat Shubuh, dia memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dan memendekkakan pada rakaat kedua." BUKHARI NO.726


dari Abu Ma'mar berkata, "Kami bertanya kepada Khabbab, apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca surah dalam shalat Zhuhur dan 'Ashar?" Dia menjawab, "Ya." Kami tanyakan lagi, "Bagaimana kalian bisa mengetahuinya?" Dia menjawab, "Dari gerakan jenggot beliau." BUKHARI NO.727


BACAAN DALAM SHALAT 'ASHAR


dari Abu Ma'mar berkata, "Aku bertanya kepada Khabbab bin Al Arat, 'Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca surah dalam shalat Zhuhur dan 'Ashar? ' Dia menjawab, "Ya." Kami tanyakan lagi, "Bagaimana kalian bisa mengetahui bacaan Beliau?" Dia menjawab, "Dari gerakan jenggot Beliau.BUKHARI NO.728


dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada dua rakaat pertama dalam shalat Zhuhur dan 'Ashar membaca Al Fatihah dan surah masing-masing, dan terkadang Beliau memperdengarkannya kepada kami ayat yang dibacanya." BUKHARI NO.729

BACAAN DALAM SHALAT MAGHRIB


dari Ibnu 'Abbas? radliallahu 'anhu dia menyampaikan bahwa Ummu Al Fadll pernah mendengarnya membaca Wal mursalaati 'urfa. Maka Ummu Al Fadll pun berkata, "Wahai ananda, bacaan surahmu ini telah mengingatkan aku. Sungguh itu yakni surah terakhir yang saya dengar dibaca oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika dia membacanya pada shalat Maghrib." BUKHARI NO.730


dari Marwan bin Al Hakam berkata, " Zaid bin Tsabit berkata kepdaku, "Kenapa kau dalam shalat Maghrib membaca surah-surah yang pendek? Sungguh saya pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca dengan surah-surah yang panjang." BUKHARI NO.731


JAHRIYAH (MENGERASKAN BACAAN) DALAM SHALAT MAGHRIB


dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat Maghrib membaca "Ath-Thur." BUKHARI NO.732


JAHRIYAH (MENGERASKAN BACAAN) DALAM SHALAT 'ISYA'


dari Abu Rafi' berkata, "Aku shalat 'Isya bersama Abu Hurairah, kemudian ia membaca 'IDZAS SAMAA'UNSYAQQAT' kemudian dia sujud, maka hal itu kemudian saya tanyakan kepadanya. Maka dia menjawab, "Aku pernah sujud bersama di belakang Abu Al Qashim (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) dalam ayat tersebut, dan saya akan selalu sujud di dalamnya hingga saya berjumpa dengannya." BUKHARI NO.733


dari 'Adi berkata, "Aku mendengar Al Bara', bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika safar (bepergian) pada shalat 'Isya membaca pada salah satu dari dua rakaatnya dengan 'WAT TIINI WAZ ZAITUUN'." BUKHARI NO.734


MEMBACA SURAH AL-INSYIQAQ (ADA AYAT SUJUD TILAWAH) DALAM SHALAT 'ISYA'


dari Bakar dari Abu Rafi' berkata, "Aku shalat 'Isya bersama Abu Hurairah, kemudian ia membaca 'IDZAS SAMAA'UNSYAQQAT' kemudian ia sujud. Maka saya pun bertanya kepadanya kenapa melaksanakan hal tersebut. Dia lantas menjawab, "Aku pernah sujud di belakang Abu Al Qashim (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) setelah membaca surah tersebut, dan saya akan selalu sujud di dalamnya hingga saya berjumpa dengannya." BUKHARI NO.735


BACAAN DALAM SHALAT 'ISYA'


telah menceritakan kepada kami 'Adi bin Tsabit bahwa dia mendengan Al Bara berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca 'WAT TIINI WAZ ZAITUUN' pada shalat 'Isya. Dan belum pernah saya mendengar seseorang yang suaranya atau bacaan lebih baik dari beliau." BUKHARI NO.736


MEMANJANGKAN BACAAN AL-QUR'AN PADA DUA RAKA'AT PERTAMA DAN MENIADAKANNYA PADA DUA RAKA'AT TERAKHIR

dari Abu 'Aun Muhammad bin Ubaidullah Ats Tsaqafi berkata, Aku mendengar Jabir bin Samrah berkata, "Umar berkata kepada Sa'd, "Orang-orang banyak mengeluhkan tentangmu hingga dalam kasus shalat!" Maka Sa'd menjelaskan, "Dalam shalat saya selalu memanjangkan bacaan pada dua rakaat pertama dan saya pendekkan pada dua rakaat yang akhir. Dan tidak ada yang saya ubah dari apa yang saya sanggup ambil dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." 'Umar berkata, "Kamu benar. Aku juga menganggap kau menyerupai itu." BUKHARI NO.737

BACAAN DALAM SHALAT FAJAR (SHUBUH)

telah menceritakan kepada kami Sayyar bin Salamah berkata, "Aku dan bapakku tiba menemui Abu Barzah Al Aslami, kemudian kami bertanya kepadanya tangtang waktu-waktu shalat." Dia kemudian berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat Zhuhur ketika matahari sudah condong, shalat 'Ashar dikala seseorang kembali ke ujung Kota Madinah sementara matahari masih panas, dan saya lupa apa yang dijelaskannya wacana shalat Maghrib. Dan tidak jarang Beliau mengakhirkan pelaksanaan shalat 'Isya hingga sepertiga malam yang akhir, dia tidak menyukai tidur sebelum shalat Isya dan mengobrol sesudahnya. Dan Beliau melaksanakan shalat Shubuh pada waktu dimana bila sudah selesai, seseorang akan sanggup mengenali siapa yang shalat di sampingnya. Beliau membaca surah dalam shalat Shubuh pada kedua rakaatnya, atau salah satunya kira-kira enam puluh hingga seratus ayat." BUKHARI NO.738


telah mengabarkan kepadaku 'Atha bahwa dia mendengar Abu Hurairah berkata, "Pada setiap rakaat ada bacaannya. Apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam perdengarkan (keraskan) bacaannya kepada kami maka kamipun akan perdengarkan kepada kalian, dan apa yang Beliau sembunyikan (tidak mengeraskan bacaan) kepada kami, maka kamipun tidak mengeraskannya kepada kalian. Jika kalian tidak tambah selain Al Fatihah, maka itu sudah cukup. Namun bila kalian tambah setelahnya itu lebih baik." BUKHARI NO.730


JAHRIYAH (MENGERASKAN BACAAN) DALAM SHALAT FAJAR (SHUBUH)

dari 'Abdullah bin 'Abbas berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersama sekelompok sahabat berangkat menuju pasar 'Ukazh. Saat itu telah ada penghalang antara setan dan berita-berita langit dimana telah dikirim kabut kepada setan sebagai penghalang. Maka setan-setan kembali menemui kaumnya, kemudian kaumnya berkata, "Apa yang terjadi dengan kalian?" Setan-setan tersebut menjawab, "Telah ada penghalang antara kami dan berita-berita langit dengan dikirimnya kabut." Kaumnya berkata, "Tidak ada penghalang antara kalian dan berita-berita langit kecuali telah ada sesuatu yang terjadi. Pergilah kalian ke seluruh penjuru timur bumi dan baratnya, kemudian perhatikanlah apa penghalang yang ada antara kalian dan berita-berita langit!" Maka berangkatlah setan-setan yang ada di Tihamah untuk mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat Beliau yang sedang berada di pasar 'Ukazh. Saat itu dia dan para sahabat sedang melaksanakan shalat fajar. Ketika setan-setan itu mendengar Al Qur'an, mereka menyimaknya dengan baik hingga mereka pun berkata, "Demi Allah, inilah yang menjadi penghalang antara kalian dan berita-berita langit." Dan perkataan ini pula yang disampaikan ketika mereka kembali kepada kaum mereka. Lantas mereka berkata kepada kaumnya, "Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Alquran yang menakjubkan. (Yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, kemudian kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami) ' (Qs. Al Jin: 1-2). Maka kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam: '(Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Qur'an)) ' (Qs. Al Jin: 1). Yakni diwahyukan kepada dia perkataan jin.BUKHARI NO.731


dari Ibnu 'Abbas berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca (dengan bunyi dikeraskan) sesuai apa yang diperintahkan dan juga membisu (tidak mengeraskan) sesuai apa yang diperintahkan '(Dan tidaklah Rabbmu lupa) ' (Qs. Maryam: 64). '(Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu) ' (Qs. Al Ahzab: 21). BUKHARI NO.732

MENGGABUNGKAN BACAAN DUA SURAH DALAM SATU RAKA'AT DAN MEMBACA AYAT-AYAT AKHIR SUATU SURAH ATAU MEMBACA SATU DEMI SATU SURAH


dari 'Amru bin Murrah berkata, saya mendengar Abu Wa'il berkata, "Seorang pria tiba kepada Ibnu Mas'ud kemudian berkata, "Tadi malam saya membaca surat-surat Al Musfashal dalam satu rakaat." Ibnu Mas'ud berkata, "Hah! (cepat sekali kau dalam membaca), ini menyerupai membaca syair! Sungguh saya mengetahui surah-surah sepadan (panjangnya) yang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam gabungkan dikala membaca." Ibnu Mas'ud kemudian menyebutkan dua puluh surah dari Al Mufashshal (yang dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), yakni dua surah untuk setiap rakaat." BUKHARI NO.733


MEMBACA SURAH AL-FATIHAH PADA DUA RAKA'AT TERAKHIR


dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat Zhuhur membaca Al Fathihah dan dua surah pada dua rakaat pertama. Dan pada dua rakaat selesai membaca Al Fatihah, yang terkadang ayat yang dia baca terdengar. Beliau memanjangkannya pada rakaat pertama, dan pada rakaat keduanya tidak sepanjang pada rakaat pertama. Beliau lakukan menyerupai ini juga dalam shalat 'Ashar, begitu pula pada shalat Shubuh." BUKHARI NO.734


ORANG YANG TIDAK MENGERASKAN BACAAN PADA SHALAT ZHUHUR DAN 'ASHAR


dari Abu Ma'mar, saya bertanya kepada Khabbab, "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca surah dalam shalat Zhuhur dan 'Ashar?" Dia menjawab, "Ya." Kami tanyakan lagi, "Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Dia menjawab, "Dari gerakan jenggot Beliau." BUKHARI NO.735


JIKA IMAM MEMPERDENGARKAN BACAAN AYAT (PADA SHALAT SIRIYAH)


telah menceritakan kepada kami Al Auza'i telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir telah menceritakan kepadaku 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca Al Fathihah dan dua surah pada dua rakaat pertama dalam shalat Zhuhur dan 'Ashar. Terkadang dia memperdengarkan (mengeraskan bacaan) ayat yang dibacanya, dan dia biasa memanjangkannya pada rakaat pertama.BUKHARI NO.736


MEMANJANGKAN BACAAN SURAH PADA RAKA'AT PERTAMA


dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat Zhuhur memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dan memendekkannya pada rakaat kedua. Beliau lakukan pula menyerupai itu pada shalat Shubuh." BUKHARI NO.737

IMAM MENGERASKAN BACAAN "AMIN"

dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika Imam membaca 'Amiin', maka bacalah 'Amiin', lantaran barangsiapa bacaan 'Amiin' nya bersamaan dengan bacaan Malaikat, maka dosanya yang telah kemudian akan diampuni." Ibnu Syihab berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga membaca amin.BUKHARI NO.738


KEUTAMAAN MEMBACA "AMIN"


dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian 'Amiin' dan para Malaikat yang ada di langit juga membaca 'Amiin', kemudian bacaan salah satunya bersamaan dengan bacaan yang lain, maka dosanya yang telah kemudian akan diampuni." BUKHARI NO.739


MA'MUM MENGERASKAN BACAAN "AMIN"


dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika Imam membaca GHAIRIL MAGHDLUUBI 'ALAIHIM WALADL DLAALLIIN, maka ucapkanlah 'AMIIN'. Karena siapa yang ucapan 'AMIIN' nya bersamaan dengan 'AMIIN' nya Malaikat, maka dosanya yang telah kemudian akan diampuni." Hadits ini dikuatkan oleh Muhammad bin 'Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan Nu'aim Al Mujmir dari Abu Hurairah." BUKHARI NO.740


JIKA SESEORANG RUKUK DILUAR BARISAN (BELUM SAMPAI DALAM SHAF)


dari Abu Bakrah, bahwa dia pernah mendapati Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang rukuk, maka dia pun ikut rukuk sebelum hingga ke dalam barisan shaf. Kemudian dia menceritakan kejadian tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Semoga Allah menambah semangat kepadamu, namun jangan diulang kembali." BUKHARI NO.741


MENYEMPURNAKAN TAKBIR DALAM RUKUK


dari 'Imran bin Hushain berkata, "Dia shalat bersama 'Ali? radliallahu 'anhu di Bashrah. Lalu ia berkata, "Orang ini mengingatkan kami wacana shalat yang kami lakukan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dia menyebutkan bahwa Beliau bertakbir setiap mengangkat tangan dan setiap menurunkan tangan.BUKHARI NO.742


dari Abu Hurairah, bahwa dia shalat mengimami para sahabat, Abu Hurairah kemudian takbir setiap menurunkan tangan dan setiap mengangkat tangan. Selesai shalat ia berkata, "Sungguh, saya yakni orang yang shalatnya paling menyerupai dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam daripada kalian semua." BUKHARI NO.743

MENYEMPURNAKAN TAKBIR DALAM SUJUD


dari Mutharrif bin 'Abdullah berkata, "Aku dan 'Imran bin Hushain shalat di belakang 'Ali bin Abu Thalib? radliallahu 'anhu. Ali bertakbir ketika sujud, ketika mengangkat kepalanya, dan ketika berdiri dari dua rakaat (menuju rakaat tiga). Selesai 'Imran bin Hushain memegang tanganku seraya berkata, "Sunguh dia telah mengingatkan saya wacana shalatnya Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam." Atau dia berkata, "Sungguh dia telah shalat bersama kami dengan shalatnya Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO.744


dari Abu Bisyr dari 'Ikrimah berkata, "Aku melihat seseorang shalat di erat Maqam (Masjidil Haram), kemudian dia bertakbir pada setiap menurunkan tangan, setiap mengangkat tangan dan ketika berdiri dan turun." Aku kemudian kabarkan hal itu kepada Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu, maka ia berkata, "Bagaimana kau ini, bukankah memang begitu caranya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalatnya!" BUKHARI NO.745


MEMBACA TAKBIR KETIKA BANGKIT DARI SUJUD


dari 'Ikrimah berkata, "Aku shalat di belakang seorang syaikh di Makkah. Orang itu bertakbir sejumlah dua puluh dua kali. Lalu saya katakan kepada Ibnu Abbas, 'Betapa bodohnya orangitu!" Maka Ibnu 'Abbas pun berkata, "Celaka kamu. Sungguh dia telah mempraktekkan sunnah yang dicontohlan oleh Abu Al Qasim shallallahu 'alaihi wasallam." Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Aban telah menceritakan kepada kami Qatadah telah menceritakan kepada kami 'IkrimahBUKHARI NO.746


dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Bakar bin 'Abdurrahman bahwa dia mendengar Abu Hurairah berkata, "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat, dia takbir dikala memulai berdiri (takbiratul Ikram), kemudian ketika akan rukuk sambil membaca: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya) ' ketika mengangkat punggungnya dari rukuk, dalam dikala posisi berdiri baliau membaca: RABBANAA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, milik-Mu lah segala pujian) '." 'Abdullah bin Shalih dari Al Laits menyebutkan, 'WA LAKAL HAMDU', kemudian bertakbir ketika turun (sujud), kemudian bertakbir ketika mengangkat kepala (dari sujud), kemudian bertakbir ketika sujud dan ketika mengangkat kepalanya (dari sujud), kemudian Beliau melaksanakan menyerupai itu dalam shalat seluruhnya hingga selesai. Dan dia juga bertakbir ketika berdiri dari dua rakaat setelah duduk (tasyahud awal)." BUKHARI NO.747


MELETAKKAN KEDUA TELAPAK TANGAN DI ATAS LUTUT KETIKA RUKUK


dari Abu Ya'fur berkata, Aku mendengar Mush'ab bin Sa'd berkata, "Aku shalat di samping ayahku, kemudian saya rapatkan tanganku dan saya letakkan di atas pahaku. Maka ayahku pun melarangnya seraya berkata, "Kami pernah mengerjakan menyerupai itu kemudian kami tidak boleh (oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), dan kami diperintahkan untuk meletakkan tangan kami pada lutut-lutut kami." BUKHARI NO.748


JIKA SESEORANG TIDAK MENYEMPURNAKAN RUKUK


dari Sulaiman berkata, "Aku mendengar Zaid bin Wahb berkata, " Hudzaifah melihat seseorang shalat namun tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Maka dia berkata, "Kamu belum shalat. Seandainya kau meninggal dunia, maka kau mati dalam keadaan di luar fithrah (agama), padahal Allah telah membuat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berada diatasnya." BUKHARI NO.749


UKURAN SEMPURNYA RUKUK, I'TIDAL DAN THUMA'NINAH


dari Al Bara' berkata, "Rukuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sujudnya, (duduk) antara dua sujud, dan ketika mengangkat kepala dari rukuk, tidaklah berbeda antara berdiri (i'tidal) dan duduknya melainkan semuanya sama (dalam thu'maninah)." BUKHARI NO.750


PERINTAH NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALAM KEPADA SESEORANG YANG TIDAK MENYEMPURNAKAN RUKUKNYA UNTUK MENGULANG KEMBALI SHALATNYA


dari Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam Masjid, kemudian ada seorang pria masuk ke dalam Masjid dan shalat, kemudian orang itu tiba dan memberi salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab salamnya kemudian bersabda: "Kembali dan ulangilah shalatmu, lantaran kau belum shalat!" Orang itu kemudian mengulangi shalat dan kembali tiba menghadap kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sambil memberi salam. Namun dia kembali bersabda: "Kembali dan ulangilah shalatmu lantaran kau belum shalat!" Beliau memerintahkan orang ini hingga tiga kali dan akhirnya, sehingga ia berkata, "Demi Dzat yang mengutus tuan dengan kebenaran, saya tidak bisa melaksanakan yang lebih baik dari itu. Maka ajarilah aku." Beliau pun bersabda: "Jika kau mengerjakan shalat maka bertakbirlah, kemudian bacalah ayat yang gampang dari Al Qur'an. Kemudian rukuklah hingga benar-benar rukuk dengan tenang, kemudian bangkitlah (dari rukuk) hingga kau berdiri tegak, setelah itu sujudlah hingga benar-benar sujud, kemudian angkat (kepalamu) untuk duduk hingga benar-benar duduk, Setelah itu sujudlah hingga benar-benar sujud, Kemudian lakukanlah menyerupai cara tersebut di seluruh shalat (rakaat) mu." BUKHARI NO.751


BACAAN DO'A KETIKA RUKUK


dari 'Aisyah ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca do'a dalam rukuk dan sujudnya dengan bacaan: "SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII (Maha suci Engkau wahai Tuhan kami, segala kebanggaan bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku) '.BUKHARI NO.752


APA YANG DIBACA OLEH IMAM DAN MA'MUM KETIKA MENGANGKAT KEPALA DARI RUKU'

dari Abu Hurairah berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar kebanggaan orang yang memuji-Nya) ', maka dia melanjutkan dengan: 'RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Wahai Rabb kami, bagi-Mu lah segala pujian) '. Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam rukuk dan mengangkat kepalanya (dari sujud), dia bertakbir, dan jikalau berdiri dari dua sujud (dua rakaat), dia mengucapkan 'Allahu Akbar'." BUKHARI NO.753


KEUTAMAAN BACAAN "ALLAHUMMA RABBANAA LAKAL HAMDU"


dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika Imam mengucapkan 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (semoga Allah mendengar kebanggaan orang yang memuji-Nya) ', maka ucapkanlah: 'ALLAHUMMA RABBANAA LAKAL HAMDU (Wahai Rabb kami, bagi-Mu lah segala pujian) '." Karena barangsiapa yang ucapannya bersamaan dengan ucapan Malaikat, maka dosanya yang telah kemudian akan diampuni." BUKHARI NO.754


dari Abu Hurairah berkata, "Aku akan contohkan shalatnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Abu Hurairah? radliallahu 'anhu membaca do'a qunut pada rakaat terakhir dalam shalat Zhuhur, shalat 'Isya dan shalat Shubuh setelah mengucapkan 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (semoga Allah mendengar kebanggaan orang yang memuji-Nya) '." Maka dia mendo'akan Kaum Mu'minin dan melaknat orang-orang kafir." BUKHARI NO.755

dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata, "Doa qunut itu ada dalam shalat Maghrib dan Shubuh." BUKHARI NO. 756

dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata, "Doa qunut itu ada dalam shalat Maghrib dan Shubuh."


dari Rifa'ah bin Rafi' Az Zuraqi berkata, "Pada suatu hari kami shalat di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika mengangkat kepalanya dari rukuk dia mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar punjian orang yang memuji-Nya) '. Kemudian ada seorang pria yang berada di belakang dia membaca; 'RABBANAA WA LAKAL HAMDU HAMDAN KATSIIRAN THAYYIBAN MUBAARAKAN FIIHI (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian, saya memuji-Mu dengan kebanggaan yang banyak, yang baik dan penuh berkah) '." Selesai shalat dia bertanya: "Siapa orang yang membaca kalimat tadi?" Orang itu menjawab, "Saya." Beliau bersabda: "Aku melihat lebih dari tiga puluh Malaikat berebut siapa di antara mereka yang lebih dahulu untuk menuliskan kalimat tersebut." BUKHARI NO.757


THUMA'NINAH KETIKA MENGANGKAT KEPALA DARI RUKUK


dari Tsabit berkata, " Anas pernah menceritakan sifat shalat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepada kami, jikalau dia shalat dan mengangkat kepalanya dari rukuk, maka dia berdiri (lama) hingga kami menyampaikan 'beliau telah lupa'." BUKHARI NO.758


dari Al Bara' berkata, "Rukuknya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sujudnya dan ketika mengangkat kepala dari rukuk, serta duduk antara dua sujud, semuanya hampir sama (lama dan thunam'ninah)." BUKHARI NO.759


dari Abu Qilabah berkata, " Malik bin Al Huwirits pernah memperlihatkan kepada kami tata cara shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ia lakukan itu bukan pas waktu shalat. Dia kemudian berdiri hingga dengan thuma'ninah, kemudian rukuk dengan thuma'ninah, kemudian mengangkat kepalanya dan berdiam diri sejenak, kemudian dia berkata, "Guru (syaikh) kami ini Abu Buraid pernah shalat memimpin kami." Jika Abu Buraid mengangkat kepalanya dari sujud yang akhir, maka dia duduk dengan lurus sejenak kemudian berdiri berdiri.BUKHARI NO.760

TURUN SAMBIL MEMBACA TAKBIR KETIKA HENDAK SUJUD


telah mengabarkan kepadaku Abu Bakar bin 'Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam dan Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah bertakbir dalam setiap shalat yang wajib dan yang lainnya baik pada bulan bulan ampunan maupun di luar Ramadan. Dia bertakbir ketika berdiri dan ketika akan rukuk, kemudian dia mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar kebanggaan orang yang memuji-Nya) ', kemudian sebelum sujud dia membaca: 'RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji) ', kemudian mengucapkan: 'Allahu Akbar' ketika akan turun sujud. Kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya dari sujud, kemudian bertakbir lagi ketika akan sujud, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya dari sujud, dan ketika berdiri berdiri dari duduk setelah dua rakaat (tasyahud awal) ia juga bertakbir kembali. Dan dalam setiap rakaat shalat dia mengerjakan menyerupai itu, kemudian setelah selesai ia berkata, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh saya telah mencontohkan kepada kalian shalat menyerupai shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sungguh inilah cara shalatnya hingga dia meninggalkan dunia ini." BUKHARI NO.761


dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika mengangkat kepalanya dari rukuk sambil mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Semoga Allah mendengar kebanggaan orang yang memuji-Nya. Wahai Rabb kami, dan milik-Mu lah segala pujian) ', kemudian dia berdo'a: "Ya Allah, selamatkanlah Al Walid bin Al Walid, Salamah bin Hisyam, 'Ayyasy bin Abu Rabi'ah orang-orang lemah dari kaum Mukminin. Ya Allah, timpakanlah kerasnya siksa-Mu kepada Mudlar dan jadikanlah siksa-Mu untuk mereka berupa paceklik menyerupai paceklik yang terjadi pada zaman Nabi Yusuf." Pada waktu itu, orang-orang penduduk Masyriq menyelisih atau menentang Mudlar." BUKHARI NO.762


telah menceritakan kepada kami Sufyan tidak hanya sekali dari Az Zuhri berkata, "Aku mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terjatuh dari kudanya, dimungkinkan Sufyan juga menyebutkan, "Beliau jatuh dari kudanya hingga penggalan lambung kananannya terluka. Lalu kami pun menjenguk beliau, tidak usang kemudian masuk waktu shalat, dia kemudian shalat mengimami kami sambil duduk, kemudian kami shalat di belakangnya dengan duduk." Sekali waktu waktu Sufyan menyebutkan, "Kami shalat dengan duduk. Setalah selesai shalat dia bersabda: "Hanyasanya dijadikannya imam yakni supaya diikuti, jikalau dia takbir maka takbirlah, jikalau dia rukuk maka rukuklah, jikalau ia mengangkat kepala maka angkatlah kepala kalian, dan jikalau ia mengucapkan 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar kebanggaan orang yang memuji-Nya) ', maka ucapkanlah oleh kalian 'RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Ya Rabb kami, milik Engkaulah segala pujian) '. Dan jikalau dia sujud maka sujudlah kalian." Sufyan berkata, "Apakah begitu yang dibawa oleh Ma'mar? Aku jawab, "Ya." Lalu Sufyan berkata, "Sungguh dia telah menjaga (memelihara) kasus ini." Az Zuhri berkata, "Segala puji bagi Engkau ya Allah. Sungguh saya masih ingat bahwa dia terhempas pada penggalan kanan lambungnya." Setelah kami berpisah dari Az Zuhri, Ibnu Juraij berkata, "Saat itu saya ada di sisi beliau, kemudian terjatuhlah dia pada lambung penggalan kanannya." BUKHARI NO.763

KEUTAMAAN SUJUD

telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Al Musayyab dan 'Atha' bin Yazid Al Laitsi bahwa Abu Hurairah mengabarkan kepada keduanya, bahwa orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari selesai zaman nanti?" Beliau menjawab: "Apakah kalian sanggup membantah (bahwa kalian sanggup melihat) bulan pada malam purnama, bila tidak ada awan yang menghalanginya?" Mereka menjawab, "Tidak, wahai Rasulullah." Beliau bertanya lagi: "Apakah kalian sanggup membantah (bahwa kalian sanggup melihat) matahari, bila tidak ada awan yang menghalanginya?" Mereka menjawab, "Tidak." Beliau lantas bersabda: "Sungguh kalian akan sanggup melihat-Nya menyerupai itu juga. Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat, kemudian Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman: 'Barangsiapa menyembah seseuatu, maka ia akan ikut dengannya.' Maka di antara mereka ada yang mengikuti matahari, di antara mereka ada yang mengikuti bulan dan di antara mereka ada pula yang mengikuti thaghut-thaghut. Maka tinggallah ummat ini, yang diantaranya ada para munafiknya. Maka Allah mendatangi mereka dan kemudian berfirman: 'Aku yakni Rabb kalian.' Mereka berkata, 'Inilah kawasan kedudukan kami hingga tiba Rabb kami. Apabila Rabb kami telah tiba pasti kami mengenalnya.' Maka Allah mendatangi mereka seraya berfirman: 'Akulah Rabb kalian.' Allah kemudian memanggil mereka, kemudian dibentangkanlah Ash Shirath di atas neraka Jahannam. Dan akulah orang yang pertama berhasil melewatinya di antara para Rasul bersama ummatnya. Pada hari itu tidak ada seorangpun yang sanggup berbicara kecuali para Rasul, dan ucapan para Rasul adalah: 'Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.' Dan di dalam Jahannam ada besi yang ujungnya bengkok menyerupai duri Sa'dan (tumbuhan yang berduri tajam). Pernahkah kalian melihat duri Sa'dan?" Mereka menjawab: "Ya, pernah." Beliau melanjutkan: "Sungguh dia menyerupai duri Sa'dan, hanya saja tidak ada yang mengetahui ukuran besarnya duri tersebut kecuali Allah. Duri tersebut akan menusuk-nusuk insan berdasarkan amal amal mereka. Di antara mereka ada yang dikoyak-koyak hingga binasa disebabkan amalnya, ada pula yang dipotong-potong kemudian selamat melewatinya. Hingga apabila Allah berkehendak memperlihatkan rahmat-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya dari penghuni neraka, maka Allah memerintahkan Malaikat untuk mengeluarkan siapa saja yang pernah menyembah Allah. Maka para Malikat mengeluarkan mereka, yang mereka dikenal berdasarkan tanda bekas-bekas sujud (atsarus sujud). Dan Allah telah mengharamkan kepada neraka untuk memakan (membakar) atsarus sujud, kemudian keluarlah mereka dari neraka. Setiap anak keturunan Adam akan dibakar oleh neraka kecuali mereka yang mempunyai atsarus sujud. Maka mereka keluar dalam keadaan sudah hangus terbakar (gosong), lalu mereka disiram dengan air kehidupan kemudian jadilah mereka tumbuh menyerupai tumbuhnya benih di tepian aliran sungai. Setelah itu selesailah Allah menetapkan kasus di antara hamba-hambaNya. Dan yang tinggal hanyalah seorang yang berada antara nirwana dan neraka, dan dia yakni orang terakhir yang memasuki nirwana di antara penghuni neraka yang berhak memasukinya, dia sedang menghadapkan wajahnya ke neraka seraya berkata, 'Ya Rabb, palingkanlah wajahku dari neraka! Sungguh anginnya neraka telah meracuni saya dan baranya telah memanggang aku.' Lalu Allah berfirman: 'Apakah seandainya kau diberi kesempatan kali yang lain kau tidak akan meminta yang lain lagi? ' Orang itu menjawab: 'Tidak, demi kemuliaan-Mu, ya Allah! ' Maka Allah memperlihatkan kepadanya komitmen dan ikatan perjanjian sesuai apa yang dikehendati orang tersebut. Kemudian Allah memalingkan wajah orang tersebut dari neraka. Maka ketika wajahnya dihadapkan kepada surga, dia meliahat taman-taman dan keindahan nirwana kemudian melongo dengan tertegun sesuai apa yang Allah kehendaki. Kemudian orang itu berkata, 'Ya Rabb, dekatkan saya ke pintu surga! ' Allah Azza Wa Jalla berfirman: 'Bukankah kau telah berjanji dan mengikat perjanjian untuk tidak meminta sesuatu setelah seruan kau sebelumnya?" Orang itu menjawab, 'Ya Rabb, saya tidak mau menjadi ciptaanM-u yang paling celaka.' Allah kembali bertanya: 'Apakah kau bila telah diberikan permintaanmu kini ini, nantinya kau tidak akan meminta yang lain lagi?" Orang itu menjawab, 'Tidak, demi kemuliaan-Mu. Aku tidak akan meminta yang lain setelah ini.' Maka Rabbnya memperlihatkan kepadanya komitmen dan ikatan sesuai apa yang dikehendati orang tersebut. Lalu orang tersebut didekatkan ke pintu surga. Maka manakala orang itu sudah hingga di pintu surga, dia melihat keindahan nirwana dan taman-taman yang hijau serta kegembiraan yang terdapat didalamnya, orang itu melongo dengan tertegun sesuai apa yang Allah kehendaki. Kemudian orang itu berkata, 'Ya Rabb, masukkanlah saya ke surga! ' Allah berfirman: 'Celakalah kau dari perilaku kau yang tidak menepati janji. Bukankah kau telah berjanji dan mengikat perjanjian untuk tidak meminta sesuatu setelah kau diberikan apa yang kau pinta?" Orang itu berkata, 'Ya Rabb, janganlah Engkau menjadikan saya ciptaan-Mu yang paling celaka.' Maka Allah Azza Wa Jalla tertawa mendengarnya. Lalu Allah mengizinkan orang itu memasuki surga. Setelahitu Allah Azza Wa Jalla berfirman: 'Bayangkanlah! ' Lalu orang itu membayangkan hingga setelah selesai apa yang ia bayangkan, Allah berfirman kepadanya: 'Dari sini.' Dan demikianlah Rabbnya mengingatkan orang tersebut hingga manakala orang tersebut selesai membayangkan, Allah berfirman lagi: "Ini semua untuk kau dan yang serupa dengannya." Abu Sa'id Al Khudri berkata kepada Abu Hurairah, "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman: 'Ini semua untukmu dan sepuluh macam yang serupa dengannya.' Abu Hurairah berkata, "Aku tidak mengingat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kecuali sabdanya: "Ini semua untuk kau dan yang serupa dengannya." Abu Sa'id Al Khudri berkata, "Sungguh saya mendengar Beliau menyebutkan: 'Ini semua untukmu dan sepuluh macam yang serupa dengannya'." BUKHARI NO.764


MENAMPAKKAN DAN MERENGGANGKAN KEDUA LENGAN KETIKA SUJUD


dari 'Abdullah bin Malik bin Buhainah, bahwa jikalau Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat, dia membentangkan kedua lengannya hingga tampak putih ketiaknya." Al Laits berkata; Ja'far bin Rabi'ah menceritakan kepadaku seperti itu.BUKHARI NO.765


JIKA TIDAK MENYEMPURNAKAN SUJUD


dari Hudzaifah, bahwa dia melihat seorang pria shalat namun tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Setelah pria tersebut selesai dari shalatnya, Hudzaifah berkata kepadanya, "Kamu belumlah shalat." Abu Wail berkata, "Menurutku ia mengatakan, "Seandainya engkau mati, maka engkau mati bukan di atas sunnah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO.766


SUJUD DENGAN TUJUH TUKANG (ANGGOTA BADAN)


dari Ibnu 'Abbas: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh anggota sujud; muka, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua kaki tidak boleh terhalang oleh rambut atau pakaian." BUKHARI NO.767


dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Kami diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh tulang (anggota sujud), dan tidak boleh menahan rambut atau pakaian (sehingga menghalangi anggota sujud)." BUKHARI NO.768


dari 'Abdullah bin Yazid Al Khaththami telah menceritakan kepada kami Al Bara' bin 'Azib -dan dia bukanlah pendusta- bahwa dia berkata, "Kami pernah shalat di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ketika dia mengucapkan: 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar kebanggaan orang yang memuji-Nya) ', tidak seorang pun dari kami yang membungkukkan punggungnya hingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan keningnya di atas tanah." BUKHARI NO.769


SUJUD DENGAN (MENEMPELKAN) HIDUNG


dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh tulang (anggota sujud); kening -beliau lantas memberi aba-aba dengan tangannya menunjuk hidung- kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari dari kedua kaki dan tidak boleh menahan rambut atau pakaian (sehingga menghalangi anggota sujud)." BUKHARI NO.770


SUJUD DENGAN (MENEMPELKAN) HIDUNG DI ATAS TANAH


dari Abu Salamah berkata, Aku pergi menemui Abu Sa'id Al Khudri, kemudian saya bertanya kepadanya, "Maukah anda pergi bersama kami ke bawah pohon kurma kemudian kita berbincang-bincang di sana?" Ia pun pergi dan bercakap-cakap bersama kami. Aku kemudian berkata, "Ceritakanlah kepadaku apa yang pernah anda dengar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wacana Lailatul Qadar." Dia kemudian menjelaskan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan i'tikaf pada sepuluh malam yang awal dari Ramadan, dan kami juga ikut beri'tikaf bersama beliau. Lalu datanglah Malaikat Jibril berkata, "Sesungguhnya apa yang kau cari ada di depan kau (pada malam berikutnya)." Maka Beliau beri'tikaf pada sepuluh malam pertengahannnya dan kami pun ikut beri'tikaf bersama Beliau. Kemudian Malaikat Jibril tiba lagi dan berkata, "Sesungguhnya apa yang kau cari ada di depan kau (pada malam berikutnya)." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri memberi khuthbah kepada kami pada pagi hari di hari ke dua puluh dari bulan Ramadan, sabdanya: "Barangsiapa sudah beri'tikaf bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka pulanglah, lantaran saya diperlihatkan (dalam mimpi) Lailatul Qadar namun saya dilupakan waktunya yang pasti. Namun dia ada pada sepuluh malam-malam selesai dan pada malam yang ganjil. Sungguh saya melihat dalam mimpi, bahwa saya sujud di atas tanah dan air (yang becek)." Pada masa itu atap masjid masih terbuat dari daun dan pelepah pohon kurma, dan kami tidak melihat sesuatu di atas langit hingga kemudian tiba awan dan turunlah air hujan. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat bersama kami hingga saya melihat sisa-sisa tanah dan air pada wajah dan ujung hidung Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai bukti kebenaran mimpi beliau." BUKHARI NO.771


MENGIKAT DAN MENGENCANGKAN PAKAIAN DAN ORANG YANG MEMEGANGI BAJUNYA KARENA KHAWATIR AURATNYA TERSINGKAP


dari Sahal bin Sa'd berkata, "Orang-orang shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan mengikatkan kain mereka di leher-leher lantaran kainnya kecil. Lalu dikatakan kepada Kaum Wanita: "Janganlah kalian mengangkat kepala kalian hingga para pria telah duduk." BUKHARI NO.772


HENDAKNYA TIDAK MENAHAN RAMBUT (SUPAYA TIDAK MENGHALANGI KETIKA SUJUD)


dari Ibnu 'Abbas berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh anggota sujud, tidak boleh mengumpulkan rambutnya atau pakaiannya (sehingga menghalangi anggota sujud).BUKHARI NO.773


HENDAKNYA TIDAK MENAHAN PAKAIAN (SUPAYA TIDAK MENGHALANGI KETIKA SUJUD)


dari Ibnu 'Abbas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Aku diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh anggota sujud, dan tidak boleh mengumpulkan rambut atau pakaian (sehingga menghalangi anggota sujud)." BUKHARI NO.774


BACAAN TASBIH DAN DO'A KETIKA SUJUD


dari Sufyan berkata, telah menceritakan kepadaku Manshur bin Al Mu'tamir dari Muslim -yaitu Ibnu Shubaih Abu Adl Dluha- dari Masruq dari 'Aisyah berkata, "Saat rukuk dan sujud Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak membaca do'a: 'SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII (Maha suci Engkau wahai Tuhan kami, segala puji bangi-Mu, ya Allah ampunilah aku) ', sebagai pengamalan perintah Al Qur'an." BUKHARI NO.775

DIAM DIANTARA DUA SUJUD


dari Malik bin Al Huwairits ia berkata kepada para sahabatnya, "Maukah kalian saya sampaikan cara shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" padahal dikala itu bukan pada waktu shalat. Malik kemudian berdiri kemudian rukuk dan bertakbir, kemudian mengangkat kepalanya kemudian berdiri dan berdiam sejenak. Kemudian dia sujud, kemudian mengangkat kepalanya, kemudian (duduk) sejenak. Dia shalat menyerupai shalatnya 'Amru bin Salamah, guru kita ini." Ayyub berkata, "Dia mengerjakan sesuatu yang tidak pernah saya lihat orang-orang melakukannya, dia duduk pada setiap akan berdiri ke rakaat ketiga dan keempat. Maka kami menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berdiam di sisi beliau. Beliau kemudian bersabda: "Jika kalian kembali kepada keluarga kalian, maka shalatlah dengan cara ini pada waktu begini, dan shalat ini pada waktu begini. Jika telah tiba waktu shalat maka hendaklah seseorang dari kalian adzan, dan hendaklah yang mengimami shalat yakni yang paling bau tanah di antara kalian." BUKHARI NO.776


dari 'Abdurrahman bin Abu Laila dari Al Bara' berkata, "Sujudnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, rukuk, dan duduknya antara dua sujud semuanya hampir sama (panjangnya).BUKHARI NO.777


dari Anas bin Malik berkata, "Aku tidak akan segan-segan untuk mencontohkan kepada kalian cara shalat sebagaimana saya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakanakan shalat bersama kami." Tsabit berkata, "Anas bin Malik mengerjakan sesuatu yang belum pernah saya melihat kalian mengerjakannya. Dia mengangkat kepala dari rukuk kemudian berdiri (lama sekali) hingga ada seseorang berkata, 'Dia lupa', dan jikalau duduk di antara dua sujud dia berdiam usang hingga ada seseorang berkata, 'Dia lupa'." BUKHARI NO.778

TIDAK MENEMPELKAN SIKUT KE TANAH KETIKA SUJUD


dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Seimbanglah kalian salam sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian membentangkan kedua sikunya sebagaimana anjing membentangkan tangannya." BUKHARI NO.779


ORANG YANG DUDUK SEJENAK PADA RAKA'AT GANJIL DALAMSHALATNYA LALU BERDIRI


dari Abu Qilabah berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik bin Al Huwairits AL Laitsi, bahwa dia melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat, jikalau hingga pada rakaat yang ganjil, maka dia tidak berdiri berdiri hingga duduk sejenak.BUKHARI NO.780


BAGAIMANA CARA BERTOPANG DI ATAS TANAH KETIKA BERDIRI DARI RAKA'AT


dari Abu Qilabah berkata, " Malik bin Al Huwairits tiba kepada kami kemudian shalat bersama di masjid milik ini, kemudian berkata, "Aku bukan ingin melaksanakan shalat, tapi saya akan menandakan kepada kalian bagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat." Ayyub berkata, "Lalu saya bertanya kepada Abu Qilabah, "Bagaimana cara shalat dia?" Abu Qilabah menjawab, "Seperti shalatnya guru (syaikh) kita ini, yaitu 'Amru bin Salamah." Ayyub berkata, "Guru kita itu selalu menyempurnakan takbir. Dan jikalau mengangkat kepalanya dari sujud yang kedua dia duduk di atas tanah, kemudian gres berdiri." BUKHARI NO.781

MEMBACA TAKBIR BERSAMAAN KETIKA BANGKIT BERDIRI DARI DUA SUJUD


dari Sa'id bin Al Harits berkata, " Abu Sa'id memimpin kami shalat, dia kemudian mengeraskan bacaan takbirnya ketika mengangkat kepala dari sujud, ketika mau sujud, ketika mengangkat (kepala dari sujud) dan ketika berdiri berdiri dari rakaat kedua, setelah itu ia berkata, "Begitulah saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO.782


dari Mutharrif berkata, "Aku dan 'Imran pernah shalat di belakang 'Ali bin Abu Thalib? radliallahu 'anhu, jikalau sujud ia bertakbir, jikalau rukuk ia bertakbir, jikalau mengangkat (kepala dari sujud) ia bertakbir, jikalau berdiri berdiri dari rakaat ia juga bertabir. Selesai salam, 'Imran memegang tanganku kemudian berkata, "Sungguh dia telah shalat bersama kita dengan tata cara shalatnya Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam." Atau dia berkata, "Sungguh dengan shalatnya ini dia telah mengingatkan saya wacana shalatnya Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO.783


SUNNAHNYA DUDUK KETIKA TASYAHUD


dari 'Abdullah bin 'Abdullah ia mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah melihhat 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma mengerjakan shalat dengan cara bersimpuh dengan kedua kakinya ketika duduk. Maka saya juga melaksanakan hal serupa. Saat itu saya masih berusia muda. Namun 'Abdullah bin 'Umar melarangku berbuat menyerupai itu. Ia mengatakan, "Sesungguhnya yang sesuai sunnah yakni kau menegakkan telapak kakimu yang kanan sedangkan yang kiri kau masukkan dibawahnya (melipat)." Aku pun berkata, "Tapi saya melihat anda melaksanakan hal itu!" Dia menjawab, "Kakiku tidak mampu." BUKHARI NO.784


dari Muhammad bin 'Amru bin 'Atha', gotong royong dia duduk bersama beberapa orang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka bercerita wacana shalatnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka berkatalah Abu Hamid As Sa'idi, "Aku yakni orang yang paling hafal dengan shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, jikalau shalat saya melihat dia takbir dengan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan pundaknya, jikalau rukuk maka dia menempatkan kedua tangannya pada lutut dan meluruskan punggungnya. Jika mengangkat kepalanya, dia berdiri lurus hingga seluruh tulung punggungnya kembali pada tempatnya semula. Dan jikalau sujud maka dia meletakkan tangannya dengan tidak menempelkan lengannya ke tanah atau badannya, dan dalam posisi sujud itu dia menghadapkan jari-jari kakinya ke arah kiblat. Apabila duduk pada rakaat kedua, dia duduk di atas kakinya yang kiri dan menegakkan kakinya yang kanan. Dan jikalau duduk pada rakaat terakhir, maka dia memasukkan kaki kirinya (di bawah kaki kananya) dan menegakkan kaki kanannya dan dia duduk pada kawasan duduknya." Dan Al Laits telah mendengar dari Yazid bin Abu Habib, dan Yazid dari Muhammad bin Halhalah, dan Ibnu Halhalah dari Ibnu 'Atha'. Abu Shalih menyebutkan dari Al Laits, "Seluruh tulung punggung." Ibnu Al Mubarak berkata dari Yahya bin Ayyub ia berkata, telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abu Habib bahwa Muhammad bin 'Amru menceritakan kepadanya, "Seluruh tulung punggung." BUKHARI NO.785


MEREKA YANG MEMANDANG TASYAHUD AWAL BUKAN WAJIB


dari Az Zuhri berkata, telah menceritakan kepadaku 'Abdurrahman bin Hurmuz mantan budak Bani 'Abdul Muthalib -sekali waktu ia menyebutkan- mantan budak Rabi'ah bin Al Harits, bahwa 'Abdullah Ibnu Buhainah dia berasal dari suku Azdi Sya'unah, sekutunya Bani 'Abdu Manaf, dan dia yakni seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat Zhuhur bersama mereka, kemudian dia berdiri pada dua rakaat yang pertama dan tidak duduk (untuk tasyahud), dan orang-orang ikut berdiri. Sehingga ketika shalat akan selesai, dan orang-orang menanti salamnya, dia bertakbir dalam posisi duduk, kemudian sujud dua kali sebelum salam, setelahitu gres dia salam." BUKHARI NO.786


TASYAHUD AWAL


dari Abdullah bin Malik Ibnu Buhainah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat Zhuhur bersama kami, kemudian dia berdiri yang semestinya dia duduk. Kemudian di selesai shalatnya, dia sujud dua kali dalam posisi duduk." BUKHARI NO.787

TASYAHUD AKHIR

dari Syaqiq bin Salamah berkata, berkata, " Abdullah berkata, "Jika kami shalat di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kami membaca: 'ASSALAAMU 'ALAA JIBRIL WA MIKAA'IL. ASSALAAMU 'ALAA FULAN WA FULAN (Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada malaikat Jibril dan Mika'il, dan semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada si anu dan si anu) '. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menoleh ke arah kami seraya bersabda: "Sesungguhnya Allah, Dialah As-Salaam. Maka jikalau seseorang dari kalian shalat, hendaklah ia membaca: 'ATTAHIYYAATU LILLAHI WASHSHALAWAATU WATHTHAYYIBAAT. ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHANNABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA 'IBAADILLAHISH SHAALIHIIN (Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada engkau wahai Nabi dan juga rahmat dan berkah-Nya. Dan juga semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih) '. Sesungguhnya jikalau kalian mengucapkan menyerupai ini, maka kalian telah mengucapkan salam kepada seluruh hamba Allah yang shalih di langit maupun di bumi. (Dan lanjutkanlah dengan bacaan): 'ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASUULUH (Aku bersaksi tidak ada yang kuasa yang berhak disembah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad yakni hamba dan utusan-Nya')." BUKHARI NO.788


DO'A SEBELUM SALAM


dari 'Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di dalam shalat membaca do'a: 'ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI, WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL, WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WA FITNATIL MAMAAT. ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL MA'TSAMI WAL MAGHRAM (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan saya berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masihid Dajjal, dan saya berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang) '. Tiba-tiba ada seseorang berkata kepada beliau, "Kenapa tuan banyak meminta sumbangan dari hutang?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya seseorang apabila berhutang dia akan cenderung berkata dusta dan berjanji kemudian mengingkarinya." Dan dari Az Zuhri ia berkata, 'Urwah bin Az Zubair telah mengabarkan kepadaku, bahwa 'Aisyah? radliallahu 'anha berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalatnya meminta sumbangan dari fitnah Dajjal." BUKHARI NO.789


dari Abu Bakar Ash Shiddiq radliallahu 'anhu, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Ajarkanlah saya suatu do'a yang bisa saya panjatkan dikala shalat!" Maka Beliau pun berkata: "Bacalah 'ALLAHUMMA INNII ZHALAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN 'INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM (Ya Allah, sungguh saya telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang sanggup mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah saya dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) '." BUKHARI NO.790


MEMILIH DOA TERTENTU SETELAH MEMBACA DOA TASYAHUD HUKUMNYA BUKAN WAJIB


dari 'Abdullah berkata, "Jika kami shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kami mengucapkan: "ASSALAAMU 'ALAALLAH MIN 'IBAADIHIS SALAAMU 'ALAA FULAAN WA FULAAN (Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada Allah dari hamba-hamba Nya, dan semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada si anu dan si anu) '. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mengucapkan: 'ASSALAAMU 'ALAALLAH (Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada Allah) ', lantaran sesungguhnya Allah, Dialah As-Salaam. Akan tetapi bacalah: 'ATTAHIYYAATU LILLAHI WASHSHALAAWAATU WATHTHAYYIBAAT ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHANNABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA 'IBAADILLAHISH SHAALIHIIN (Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada engkau wahai Nabi dan juga rahmat dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih). Karena apabila kalian mengucapkan menyerupai ini, maka berarti kalian telah mengucapkan salam kepada seluruh yang ada di langit atau yang berada di antara langit dan bumi." (Dan lanjutkanlah dengan bacaan): 'ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASUULUH (Aku bersaksi tidak ada yang kuasa yang berhak disembah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad yakni hamba dan utusan-Nya) '. Lalu ia menentukan doa yang paling ia sukai kemudian berdoa dengannya." BUKHARI NO.791


ORANG YANG TIDAK MENGUSAP DAHI DAN HIDUNG SETELAH SHALATNYA SELESAI


dari Abu Salamah berkata, "Aku bertanya kepada Abu Sa'id Al Khudri (tentang Lailatul Qadar). Lalu ia menjawab, "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sujud di atas air dan lumpur hingga saya bisa melihat bekas lumpur itu di dahi beliau." BUKHARI NO.792


MENGUCAPKAN SALAM


dari Hind binti Al Harits bahwa Ummu Salamah radliallahu 'anha berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan salam, maka seketika selesainya salam dia itu pula mereka eksklusif bangkit, sementara dia berdiam diri sebentar sebelum berdiri." Ibnu Syihab berkata, "Menurutku -dan hanya Allah yang tahu- dia melaksanakan itu supaya kaum perempuan punya kesempatan untuk pergi sehingga seseorang yang berlalu pulang dari kalangan pria tidak bertemu dengan mereka." BUKHARI NO.793

MENGUCAPKAN SALAM KETIKA IMAM MENGUCAPKANNYA


dari 'Itban bin Malik berkata, "Kami pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka kami salam ketika dia salam." BUKHARI NO.794

ORANG YANG TIDAK BERPENDAPAT PERLUNYA MENJAWAB SALAMNYA IMAM DAN MENCUKUPKANNYA SEBAGAI SALAM PENUTUP SHALAT


dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku Mahmud bin Ar Rabi', dia mengklaim bahwa ia telah membuat perjanjian dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan meminta keberkahan kewat air yang diambil dari sumur yang ada di dalam mereka. Dia berkata, Aku mendengar 'Itban bin Malik Al Anshari kemudian seseorang dari suku Bani Salim berkata, "Aku pernah memimpin shalat kaumku, Bani Salim. Pada kemudian hari saya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian saya berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, saya yakni orang yang sudah lemah penglihatan sedangkan genangan-genangan dari susukan air sering menghalangi antara saya dan masjid kaumku. Seandainya tuan berkenan, bolehlah tuan tiba berkunjung kemudian shalat di rumahku pada suatu kawasan yang akan saya jadikan masjid." Maka Beliau berkata, "Aku akan datang, Insyaallah." Kemudian dia tiba kepadaku bersama Abu Bakar di waktu siang yang terik. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian minta izin masuk dan saya pun mengizinkannya. Sebelum duduk dia eksklusif bersabda: "Mana kawasan yang kau sukai untuk saya shalat padanya di rumahmu ini?" Maka Itban memberi aba-aba kepada Beliau kawasan yang disukainya supaya Beliau shalat di kawasan tersebut. Beliau kemudian berdiri shalat dan kamipun berdiri shalat mengatur shaf di belakangnya. Kemudian Beliau mengakhiri shalat dengan salam, maka kamipun mengucapkan salam setelah Beliau salam." BUKHARI NO.795

DZIKIR SETELAH SHALAT


telah mengabarkan kepadaku 'Amru bahwa Abu Ma'bad mantan budak Ibnu 'Abbas, mengabarkan kepadanya bahwa Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma mengabarkan kepadanya, bahwa mengeraskan bunyi dalam berdzikir setelah orang selesai menunaikah shalat fardlu terjadi di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ibnu 'Abbas mengatakan, "Aku mengetahui bahwa mereka telah selesai dari shalat itu lantaran saya mendengarnya." BUKHARI NO.796


dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata, "Aku mengetahui selesainya shalat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari bunyi takbir." 'Ali berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Amru ia berkata, "Abu Ma'bad yakni salah satu budak Ibnu 'Abbas yang paling jujur." 'Ali berkata, "Nama aslinya yakni Nafidz." BUKHARI NO.797


dari Abu Hurairah berkata, "Pernah tiba para fuqara kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, "Orang-orang kaya, dengan harta benda mereka itu, mereka mendapat kedudukan yang tinggi, juga kenikmatan yang abadi. Karena mereka melaksanakan shalat menyerupai juga kami melaksanakan shalat. Mereka shaum sebagaimana kami juga shaum. Namun mereka mempunyai kelebihan disebabkan harta mereka, sehingga mereka sanggup menunaikan 'ibadah haji dengan harta tersebut, juga sanggup melaksnakan 'umrah bahkan sanggup berjihad dan bersedekah." Maka dia pun bersabda: "Maukah saya sampaikan kepada kalian sesuatu yang apabila kalian ambil (sebagai amal ibadah) kalian akan sanggup melampaui (derajat) orang-orang yang sudah mengalahkan kalian tersebut, dan tidak akan ada yang sanggup mengalahkan kalian dengan amal ini sehingga kalian menjadi yang terbaik di antara kalian dan di tengah-tengah mereka kecuali bila ada orang yang mengerjakan menyerupai yang kalian amalkan ini. Yaitu kalian membaca tasbih (Subhaanallah), membaca tahmid (Alhamdulillah) dan membaca takbir (Allahu Akbar) setiap selesai dari shalat sebanyak tiga puluh tiga kali." Kemudian setelah itu di antara kami terdapat perbedaan pendapat. Di antara kami ada yang berkata, "Kita bertasbih tiga puluh tiga kali, kemudian bertahmid tiga puluh tiga kali, kemudian bertakbir empat puluh tiga kali." Kemudian saya kembali menemui Beliau shallallahu 'alaihi wasallam, dia kemudian bersabda: "Bacalah 'Subhaanallah walhamdulillah wallahu Akbar' hingga dari itu semuanya berjumlah tiga puluh tiga kali." BUKHARI NO.798


dari Warrad penulisnya Al Mughirah bin Syu'bah, berkata, " Al Mughirah bin Syu'bah meminta saya untuk menulis (hadits) buat dikirim kepada Mu'awiyyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a setiap selesai dari shalat fardlu: 'LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR. ALLAHUMMA LAA MAANI'A LIMA A'THAITA WA LAA MU'THIYA LIMA MANA'TA WA LAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tidak ada yang kuasa yang berhak disembah selain Allah, yang Tunggal dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, dan milik-Nya segala pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang sanggup menahan dari apa yang Engkau berikan dan dan tidak ada yang sanggup memberi dari apa yang Engkau tahan. Dan tidak bermanfaat kekayaan orang yang kaya di hadapan-Mu sedikitpun) '." Syu'bah berkata dari 'Abdul Malik bin 'Umair dengan lafadz menyerupai ini. Dan dari Al Hakam dari Al Qasim bin Mukhaimirah dari Warrad dengan menyerupai ini juga. Al Hasan berkata, "Al Jaddu artinyaadalah kekayaan." BUKHARI NO.799


IMAM MENGHADAP MAKMUM SETELAH MEMBERI SALAM


dari Samrah bin Jundub berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari menunaikan shalat, dia menghadapkan wajahnya ke arah kami." BUKHARI NO.800


dari Zaid bin Khalid Al Juhaini gotong royong dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memimpin kami shalat Shubuh di Hudaibiyyah pada suatu malam sehabis turun hujan. Setelah selesai Beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak kemudian bersabda: "Tahukah kalian apa yang sudah difirmankan oleh Rabb kalian?" Orang-orang menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda: '(Allah berfirman): 'Di pagi ini ada hamba-hamba Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Orang yang berkata, 'Hujan turun kepada kita lantaran karunia Allah dan rahmat-Nya', maka dia yakni yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang. Adapun yang berkata, '(Hujan turun disebabkan) bintang ini atau itu', maka dia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang'." BUKHARI NO.801


dari Anas bin Malik berkata, "Pada suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengakhirkan shalat hingga pertengahan malam, kemudian dia keluar menemui kami (untuk melaksanakan shalat). Selesai shalat dia menghadap ke arah kami dan bersabda: "Manusia sudah selesai melaksanakan shalat kemudian mereka tidur. Dan kalian akan tetqap dalan hitungan shalat selama kalian masih menunggu (pelaksanaan) shalat." BUKHARI NO.802


IMAM BERDIAM SEJENAK SETELAH SALAM DI TEMPAT SHALATNYA


dari Ummu Salamah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jikalau selesai salam, dia tetap berdiam di tempatnya sejenak." Ibnu Syihab berkata, "Menurut kami -dan Allah yang lebih tahu, hal itu supaya perempuan yang akan pergi punya kesempatan." Dan Ibnu Abu Maryam berkata; telah mengabarkan kepada kami Nafi' bin Yazid berkata, telah mengabarkan kepadaku Ja'far bin Rabi'ah bahwa Ibnu Syihab menulis surat kepadanya; telah menceritakan kepadaku Hind binti Al Harits Al Firasiyyah dari Ummu Salamah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -dia yakni sobat Ummu Salamah- ia berkata, "Ketika beliu salam, para perempuan bergegas kembali ke rumah-rumah mereka masing-masing sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beranjak pergi." Ibnu Wahab berkata; dari Yunus dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku Hind Al Firasiyyah. Dan 'Utsman bin 'Umar berkata; telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Hind Al Firasiyyah. Dan Az Zubaidi berkata; telah mengabarkan kepadaku Az Zuhri bahwa Hind binti Al Harits Al Firasiyyah mengabarkan kepadanya - dikala itu perempuan ini yakni isteri Ma'bad bin Al Miqdad, sekutunya Bani Zuhrah- Hind sering mengunjungi isteri-isrti Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Syu'aib berkata; dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Hind Al Firasiyyah. Dan Ibnu Abu 'Atiq berkata; dari Az Zuhri dari Hind Al Firasiyyah. Dan Al Laits berkata; telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sa'id ia menceritakan kepadanya dari Ibnu Syihab dari seorang perempuan suku Quraisy, ia menceritakan kepadanya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.BUKHARI NO.803


ORANG YANG SELESAI MEMIMPIN SHALAT JAMA'AH LALU TERINGAT SESUATU KEPERLUAN KEMUDIAN BERJALAN MELANGKAHI PARA MAKMUM


dari 'Uqbah berkata, "Aku pernah shalat 'Ashar di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di kota Madinah. Setelah salam, tiba-tiba dia berdiri dengan tergesa-gesa sambil melangkahi leher-leher orang banyak menuju sebagian kamar isteri-isterinya. Orang-orang pun merasa heran dengan ketergesa-gesaan beliau. Setelah itu dia keluar kembali menemui orang banyak, dan dia lihat orang-orang merasa heran. Maka dia pun bersabda: "Aku teringat dengan sebatang emas yang ada pada kami. Aku khawatir itu sanggup menggangguku, maka saya perintahkan untuk dibagi-bagikan." BUKHARI NO.804


BERPALING DAN BERANJAK DARI SEBELAH KANAN ATAU KIRI


dari Al Aswad berkata, Abdullah berkata, "Janganlah salah seorang dari kalian memberi peluang sedikitpun kepada setan untuk menggangu shalatnya." Dia beropini bahwa tidak boleh seseorang beranjak pergi kecuali dari sebelah kanannya, dan saya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sering beranjak pergi dari sebelah kirinya." BUKHARI NO.805


TENTANG BAWANG PUTIH MENTAH, BAWANG MERAH DAN BAWANG BAKUNG


dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dikala terjadinya perang Khaibar: "Barangsiapa memakan dari pohon ini, yaitu bawang putih, maka jangan sekali-kali dia mendekati masjid kami." BUKHARI NO.806


berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Atha berkata, "Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memakan dari pohon ini, - maksudnya bawang putih-, maka hendaklah dia tidak mendatangi kami di masjid-masjid kami." Aku bertanya, "Apa yang dia maksudkan itu?" Maka Jabir menjawab, "Aku tidak melihat maksud dia yang lain kecuali yang mentah (belum dimasak)." Makhallad bin Yazid menyebutkan dari Ibnu Juraij, "Kecuali yang mentah." BUKHARI NO.807


dari Ibnu Syihab bahwa 'Atha menyakini bahwa Jabir bin 'Abdullah meyakini bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memakan bawang putih atau bawang merah hendaklah dia menjauhi kami." Atau dia mengatakan: "Hendaklah dia menjauhi masjid kami dan hendaklah dia duduk berdiam di rumahnya." Dan gotong royong Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah diberikan periuk yang di dalamnya sayuran menyerupai kol. Kemudian dia mencium arama sesuatu, dia kemudian menanyakannya dan dia pun diberi kabar wacana beau tersebut. Maka dia bersabda: "Sodorkanlah!" yakni kepada para sahabat yang bersamanya. Ketika dia melihat mereka enggan memakannya, dia pun bersabda: "Makanlah! Sesungghuhnya saya berbicara dengan orang yang bukan engkau ajak bicara." Ahmad bin Shalih menyebutkan dari Ibnu Wahab, "Saat perang badar dia diberi..". Ibnu menyebutkan, "Yakni mangkuk berisi sayuran." Namun Al Laits dan Abu Shafwan dari Yunus tidak menyebutkan perihal mangkuk tersebut, dan saya tidak tahu ucapan tadi perkataan Az Zuhri atau memang redaksi hadits begitu." BUKHARI NO.808


dari 'Abdul 'Aziz berkata, "Seorang pria bertanya kepada Anas bin Malik, "Pernyataan apa yang pernah kau dengar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wacana bawang putih?" Anas bin Malik menjawab, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memakan dari pohon ini, maka jangan sekali-kali dia mendekati kami atau shalat bersama kami." BUKHARI NO.809


TENTANG WUDLU'NYA ANAK-ANAK DAN KAPAN MEREKA DIWAJIBKAN MANDI, BERSUCI DAN KEHADIRAN MEREKA PADA SHALAT JAMA'AH DI MASJID


Aku mendengar Asy Sya'bi berkata, "Telah mengabarkan kepadaku orang yang berjalan besama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melewati sebuah kuburan yang terpisah, kemudian Beliau memimpin mereka shalat dan orang-orang membuat shaf kemudian shalat untuk kuburan tersebut." Maka saya tanyakan, "Wahai Abu 'Amru, siapa yang menceritakan kepadamu wacana ini?" Dia menjawab, "Ibnu 'Abbas." BUKHARI NO.810


dari 'Atha' bin Yasar dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Mandi pada hari Jum'at yakni wajib bagi orang yang sudah bermimpi (baligh)." BUKHARI NO.811


dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata, "Suatu malam saya pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah? radliallahu 'anha. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidur dan bangun kembali di sebagian waktu malam, dia berwudlu dari geriba yang sudah yang digantung secara ringan -'Amru teramat mensedikitkan (air yang dipakai) -. Kemudian dia berdiri shalat, saya kemudian bangun; berwudlu sebagaimana dia wudlu. Kemudian saya tiba dan berdiri di sisi kiri beliau, namun dia kemudian menggeser saya ke sebelah kanannya. Beliau kemudian shalat berdasarkan apa yang Allah kehendaki (lamanya), kemudian dia berbaring tertidur hingga mendengkur. Setelah itu datanglah seorang mu'adzin yang memberitahukan bahwa waktu shalat shubuh telah tiba. Beliau kemudian berangkat bersama mu'adzin tersebut untuk menunaikan shalat dengan tidak berwudlu lagi." Kami tanyakan kepada 'Amru: "Orang-orang menyampaikan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (jika tidur), mata dia tidur namun hatinya tidak." Maka 'Amru menjawab, "Aku mendengar 'Ubaid bin 'Umair berkata, "Sesungguhnya mimpinya para Nabi yakni wahyu." Lalu dia membaca firman Allah: '(Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu) ' (Qs. Ash Shaffaat: 102). BUKHARI NO.812


dari Anas bin Malik bahwa neneknya, Mulaikah, mengundang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menghadiri hidangan yang ia masak untuknya. Beliau lantas memakannya kemudian bersabda: "Berdirilah kalian, saya akan pimpin shalat kalian." Maka saya berdiri di tikar milik kami yang sudah hitam lusuh akhir sering digunakan. Tikar itu kemudian saya perciki dengan air, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri diatasnya. Maka saya dan anak yatim yang tinggal bersama kami merapatkan shaf di belakang dia sedangkan nenek kami berdiri di belakang kami. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian shalat memimpim kami sebanyak dua rakaat." BUKHARI NO.813


dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma, bahwa dia berkata, "Pada suatu hari saya tiba sambil menunggang keledai betina dan pada dikala itu usiaku hampir baligh. Saat itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang shalat bersama orang banyak di Mina tanpa ada dinding di hadapannya. Maka saya lewat di depan sebagian shaf. Lalu saya turun dan saya biarkan keledaiku mencari makan, saya lantas masuk ke dalam barisan shaf dan tidak ada seorangpun yang menegurku.BUKHARI NO.814


dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Urwah bin Az Zubair bahwa 'Aisyah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengakhirkan shalat 'Isya' ketika malam sudah larut." 'Ayyasy berkata; telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'la telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anhuma, berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengakhirkan shalat 'Isya' ketika malam sudah larut, hingga balasannya 'Umar berseru kepada Beliau, "Para perempuan dan belum dewasa sudah tidur." Beliau kemudian keluar seraya bersabda: "Tidak ada seorangpun dari penduduk bumi mengerjakan shalat ini selain kalian." Dan pada dikala itu tidak ada satu orangpun yang melaksanakan shalat selain penduduk Madinah." BUKHARI NO.815


Aku mendengar ada seseorang bertanya kepada Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma, "Apakah engkau pernah ikut keluar (shalat) bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Dia menjawab, "Ya. Sekiranya bukan lantaran kedudukanku di sisi Beliau, pasti saya mustahil (bisa) ikut -karena umurnya masih kecil-. Beliau mendatangi kawasan yang agak tinggi erat rumah Katsir bin Ash Shalt kemudian memperlihatkan ceramah, kemudian mendatangi para wanita. Beliau lantas memberi nasihat kepada mereka, mengingatkan dan memerintahkan mereka supaya bersedekah. Maka para perempuan tersebut memperlihatkan apa yang ada pada tangan dan leher mereka (emas perhiasan) kemudian dimasukkan ke dalam kain Bilal, setelah itu dia dan Bilal menuju Ka'bah." BUKHARI NO.816


PERGINYA PARA WANITA KE MASJID PADA MALAM HARI DAN AKHIR MALAM YANG MASIH GELAP


dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengakhirkan shalat 'Isya' ketika malam sudah larut, hingga 'Umar berseru pun kepada beliau, "Para perempuan dan belum dewasa sudah tidur!" Maka keluarlah Rasulullah seraya bersabda: "Tidak ada seorangpun yang menunggu pelaksanaan shalat 'Isya ini dari penduduk bumi selain kalian." Dan pada hari itu tidak ada satu orangpun yang melaksanakan shalat selain penduduk Madinah. Mereka melakanakan shalat 'Isya antara telah berlalunya waktu syafaq hingga sepertiga awal malam." BUKHARI NO.817


dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika isteri-isteri kalian minta izin ke masjid di waktu malam, maka berilah mereka izin." Hadits ini dikuatkan oleh Syu'bah dari Al A'masy dari Mujahid dari Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO.818


dari Az Zuhri berkata, telah menceritakan kepadaku Hind binti Al Harits bahwa Ummu Salamah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan kepadanya, bahwa para perempuan di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jikalau mereka telah selesai dari shalat fardlu, maka mereka segera beranjak pergi. Sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan kaum pria yang shalat bersama dia tetap membisu di kawasan hingga waktu yang Allah kehendaki. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan beranjak pergi maka mereka pun mengikutinya." BUKHARI NO.819


dari Malik. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Yahya bin Sa'id dari 'Amrah binti 'Abdurrahman dari 'Aisyah ia berkata, "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat Shubuh, maka para perempuan yang ikut berjama'ah tiba dengan menutup wajah mereka dengan tanpa diketahui oleh seorangpun lantaran hari masih gelap." BUKHARI NO.820


dari 'Abdullah bin Abu Qatadah Al Anshari dari Bapaknya ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku pernah berdiri melaksanakan shalat dan saya ingin memanjangkannya, namun kemudian saya mendengar tangisan bayi. Maka saya pendekkan shalatku lantaran saya khawatir akan memberatkan ibunya.BUKHARI NO.821


dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata, "Seandainya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengetahui apa yang telah terjadi dengan para perempuan kini ini, pasti dia akan melarang mereka sebagaimana dilarangnya para perempuan bani Isra'il." Yahya berkata, "Aku bertanya 'Amrah, "Apakah mereka dilarang? 'Amrah menjawab, "Ya." BUKHARI NO.822


SHALATNYA KAUM WANITA DI BELAKANG LAKI-LAKI


dari Ummu Salamah radliallahu 'anhu, ia berkata, "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan salam, maka para perempuan eksklusif beranjak pergi ketika dia selesai mengucapkan salamnya. Sementara dia tetap di tempatnya sejenak sebelum beranjak pergi. Menurut kami -dan hadits hanya Allah yang tahu- dia lakukan itu supaya para perempuan bisa segera pergi sebelum diketahui oleh seorangpun dari jama'ah laki-laki.BUKHARI NO.823


dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakan shalat di rumah Ummu Sulaim, maka saya dan anak yatim ikut di belakang dia sedangkan Ummu Sulaim berdiri di belakang kami." BUKHARI NO.824


BUBARNYA KAUM WANITA DENGAN SEGERA SETELAH SELESAI SHALAT SHUBUH DAN SEDIKITNYA WAKTU MEREKA BERDIAM DI MASJID


dari 'Aisyah radliallahu 'anha, gotong royong Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat Shubuh di waktu yang masih gelap, sehingga kaum Mukminah berlalu pergi tidak ada yang sanggup mengenalinya, atau sebagian mereka tidak bisa mengetahui sebagian yang lain." BUKHARI NO.825


MINTA IDZINNYA SEORANG ISTRI KEPADA SUAMINYA BILA HENDAK PERGI SHALAT KE MASJID

Zuhri dari Salim bin 'Abdullah dari Bapaknya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Jika isteri salah seorang dari kalian minta izin (untuk ke Masjid), maka janganlah ia melarangnya." BUKHARI NO.826
LihatTutupKomentar