PENJELASAN TENTANG ISLAM, IMAN DAN IHSAN
Umar bin al-Khaththab berkata, 'Dahulu kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian datanglah seorang pria yang bajunya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan. Tidak seorang pun dari kami mengenalnya, hingga dia mendatangi Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasalam kemudian menyandarkan lututnya pada lutut Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasalam, kemudian ia berkata, 'Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku ihwal Islam? ' Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasalam menjawab: "Kesaksian bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan puasa Ramadlan, serta haji ke Baitullah jikalau kau bisa bepergian kepadanya.' Dia berkata, 'Kamu benar.' Umar berkata, 'Maka kami kaget terhadapnya lantaran dia menanyakannya dan membenarkannya.' Dia bertanya lagi, 'Kabarkanlah kepadaku ihwal dogma itu? ' Beliau menjawab: "Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk." Dia berkata, 'Kamu benar.' Dia bertanya, 'Kabarkanlah kepadaku ihwal ihsan itu? ' Beliau menjawab: "Kamu menyembah Allah seolah-olah kau melihat-Nya, maka jikalau kau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." Dia bertanya lagi, 'Kapankah hari final itu? ' Beliau menjawab: "Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya." Dia bertanya, 'Lalu kabarkanlah kepadaku ihwal tanda-tandanya? ' Beliau menjawab: "Apabila seorang budak melahirkan (anak) tuan-Nya, dan kau melihat orang yang tidak beralas kaki, telanjang, miskin, penggembala kambing, namun bermegah-megahan dalam membangun bangunan." Kemudian dia bertolak pergi. Maka saya tetap saja heran kemudian ia berkata; "Wahai Umar, apakah kau tahu siapa penanya tersebut?" Aku menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Beliau bersabda: "Itulah jibril, dia mendatangi kalian untuk mengajarkan kepada kalian ihwal pengetahuan agama kalian'." Muslim no.9
dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari berada di hadapan manusia, kemudian seorang pria mendatanginya seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah dogma itu? ' Beliau menjawab, 'Kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, beriman kepada insiden pertemuan dengan-Nya, beriman kepada para Rasul-Nya, dan kau beriman kepada hari kebangkitan yang akhir'. Dia bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? ' Beliau menjawab, 'Islam ialah kau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat yang wajib, membayar zakat yang difardlukan, dan berpuasa Ramadlan.' Dia bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ' Beliau menjawab, 'Kamu menyembah Allah seolah-olah kau melihat-Nya, maka jikalau kau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.' Dia bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, kapankah hari final zaman itu? ' Beliau menjawab, 'Tidaklah orang yang ditanya tentangnya lebih mengetahui jawaban-Nya daripada orang yang bertanya, akan tetapi saya akan menceritakan kepadamu ihwal tanda-tandanya; yaitu bila hamba perempuan melahirkan tuan-Nya. Itulah salah satu tanda-tandanya. (Kedua) bila orang yang telanjang tanpa bantalan kaki menjadi pemimpin manusia. Itulah salah satu tanda-tandanya. (Ketiga) apabila penggembala kambing saling berlomba tinggi-tinggian dalam (mendirikan) bangunan. Itulah salah satu tanda-tandanya dalam lima tanda-tanda, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, " kemudian ia shallallahu 'alaihi wasallam membaca: '(Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan ihwal Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.Dan tiada seorangpun yang sanggup mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakan-Nya besok.Dan tiada seorangpun yang sanggup mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal) ' (Qs. Luqman: 34). Kemudian pria tersebut kembali pergi. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Panggil kembali pria tersebut menghadapku'. Maka mereka mulai memanggilnya lagi, namun mereka tidak melihat sesuatu pun. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ini Jibril, dia tiba untuk mengajarkan insan ihwal agama mereka'." Muslim No.10
dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Kalian bertanyalah kepadaku'. Namun mereka takut dan segan untuk bertanya kepada beliau. Maka seorang pria tiba kemudian duduk di hadapan kedua lutut beliau, pria itu bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? ' Beliau menjawab, 'Islam ialah kau tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat, membayar zakat, dan berpuasa Ramadlan.' Dia berkata, 'Kamu benar.' Lalu dia bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, apakah dogma itu? ' Beliau menjawab, 'Kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, beriman kepada insiden pertemuan dengan-Nya, beriman kepada para Rasul-Nya, dan kau beriman kepada hari kebangkitan serta beriman kepada takdir semuanya'. Dia berkata, 'Kamu benar'. Lalu dia bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ' Beliau menjawab, 'Kamu takut (khasyyah) kepada Allah seolah-olah kau melihat-Nya, maka jikalau kau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.' Dia berkata, 'Kamu benar'. Lalu dia bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, kapankah hari final zaman itu? ' Beliau menjawab, 'Tidaklah orang yang ditanya tentangnya lebih mengetahui jawaban-Nya daripada orang yang bertanya, akan tetapi saya akan menceritakan kepadamu ihwal tanda-tandanya; yaitu bila kau melihat hamba perempuan melahirkan tuan-Nya. Itulah salah satu tanda-tandanya. (Kedua) bila kau melihat orang yang tanpa bantalan kaki telanjang, tuli, bisu menjadi pemimpin (manusia) di bumi. Itulah salah satu tanda-tandanya. (Ketiga) apabila kau melihat penggembala kambing saling berlomba tinggi-tinggian dalam (mendirikan) bangunan. Itulah salah satu tanda-tandanya dalam lima gejala dari kegaiban, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, " kemudian ia membaca: '(Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan ihwal Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.Dan tiada seorangpun yang sanggup mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakan-Nya besok. Dan tiada seorangpun yang sanggup mengetahui di bumi mana dia akan mati.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal) " (Qs. Luqman: 34). Kemudian pria tersebut bangun (mengundurkan diri), maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Panggillah dia menghadapku! ' Maka dia dicari, namun mereka tidak mendapatkan-Nya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Laki-laki ini ialah Jibril yang berkeinginan semoga kalian mempelajari (agama) lantaran kalian tidak bertanya'." Muslim no.11
PENJELASAN TENTANG SHALAT- SHALAT YANG IA MERUPAKAN SALAH SATU DARI RUKUN RUKUN ISLAM
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id bin Jamil bin Tharif bin Abdullah ats-Tsaqafi dari Malik bin Anas dalam riwayat yang dibacakan atasnya, dari Abu Suhail dari bapaknya bahwa dia mendengar Thalhah bin Ubaidullah berkata, "Seorang pria dari penduduk Nejd yang rambutnya berdiri tiba kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kami mendengar gumaman suaranya, namun kami tidak sanggup memahami sesuatu yang dia ucapkan hingga dia bersahabat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ternyata dia bertanya ihwal Islam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Islam ialah shalat lima waktu siang dan malam.' Dia bertanya lagi, 'Apakah saya masih mempunyai kewajiban selain-Nya? ' Beliau menjawab: 'Tidak, kecuali kau melaksanakan shalat sunnah dan puasa Ramadlan.' Dia bertanya, 'Apakah saya masih mempunyai kewajiban selain-Nya? ' Beliau menjawab: 'Tidak, kecuali kau melaksanakan puasa sunnah, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan (kewajiban) zakat kepadanya.' Dia bertanya lagi, 'Apakah saya masih mempunyai kewajiban selain-Nya? ' Beliau menjawab: 'Tidak, kecuali kau melaksanakan sedekah sunnah'." Perawi berkata, "Lalu pria tersebut mengundurkan diri pamit sedangkan dia berkata, 'Demi Allah, saya tidak akan menambahkan lebih dari ini dan tidak pula mengurangi darinya'. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia akan senang jikalau benar (melakukan-Nya) '." Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin Sa'id semuanya dari Ismail bin Ja'far dari Abu Suhail dari bapaknya dari Thalhah bin Ubaidullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan hadits ini menyerupai hadits Malik, hanya saja dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia akan bahagia, -demi bapaknya- jikalau dia benar', atau dia akan masuk surga, -demi bapaknya- jikalau dia benar'." Muslim no.12
PERTANYAAN TENTANG RUKUN- RUKUN ISLAM
Telah menceritakan kepada kami Amru bin Muhammad bin Bukair an-Naqid telah menceritakan kepada kami Hasyim bin al-Qasim Abu an-Nadlr telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin al-Mughirah dari Tsabit dari Anas bin Malik dia berkata, "Kami terhalangi untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ihwal sesuatu, yaitu kekaguman kami terhadap kedatangan seorang pria dari penduduk gurun yang berakal (cerdas), kemudian dia bertanya, sedangkan kami mendengarnya, kemudian seorang pria dari penduduk gurun tiba seraya berkata, 'Wahai Muhammad, utusanmu mendatangi kami, kemudian mengklaim untuk kami bahwa kau mengklaim bahwa Allah mengutusmu.' Rasulullah menjawab: 'Benar'. Dia bertanya, 'Siapakah yang membuat langit? ' Rasulullah menjawab: 'Allah.' Dia bertanya, 'Siapakah yang membuat bumi? ' Rasulullah menjawab: 'Allah.' Dia bertanya, 'Siapakah yang memancangkan gunung-gunung ini dan menimbulkan isinya segala sesuatu yang Dia ciptakan? ' Beliau menjawab: 'Allah.' Dia bertanya, 'Maka demi Dzat yang membuat langit, membuat bumi, dan memancangkan gunung-gunung ini, apakah Allah yang mengutusmu? ' Beliau menjawab: 'Ya.' Dia bertanya, 'Utusanmu mengklaim bahwa kami wajib melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam, (apakah ini benar)? ' Beliau menjawab: 'Benar'. Dia bertanya, 'Demi Dzat yang mengutusmu, apakah Allah menyuruhmu untuk melaksanakan ini? ' Beliau menjawab: 'Ya'. Dia bertanya, 'Utusanmu mengklaim bahwa kitab wajib melaksanakan puasa Ramadlan pada setiap tahun kita, (apakah ini benar)? ' Beliau menjawab: 'Ya'. Dia bertanya, 'Demi Dzat yang mengutusmu, apakah Allah menyuruhmu untuk melaksanakan ini? ' Beliau menjawab: 'Ya'. Dia bertanya, 'Utusanmu mengklaim bahwa kami wajib melaksanakan haji bagi siapa di antara kami yang bisa menempuh jalan-Nya, (apakah ini benar)? ' Beliau menjawab, 'Ya benar'. Kemudian dia berpaling dan berkata, 'Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, saya tidak akan menambah atas kewajiban tersebut dan tidak akan mengurangi darinya'. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika benar (yang dikatakannya), sungguh dia akan masuk surga'." Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Hasyim al-Abdi telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin al-Mughirah dari Tsabit dia berkata, Anas berkata, "Kami terhalangi untuk bertanya ihwal sesuatu dari al-Qur'an kepada Rasulullah." Lalu dia membawakan hadits dengan semisalnya. Muslim no.13
PENJELASAN TENTANG IMAN YANG DENGANNYA BISA MEMASUKAN KEDALAM SURGA, DAN BAHWA ORANG YANG BERPEGANG TEGUH DENGANNYA
telah menceritakan kepadaku Abu Ayyub, bahwa seorang Badui menghalangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedangkan ia dalam suatu perjalanan, kemudian dia mengambil tali kendali untanya atau tali kekangnya, kemudian dia berkata, 'Wahai Rasulullah, atau wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku ihwal sesuatu yang mendekatkanku dari nirwana dan sesuatu yang menjauhkanku dari neraka? ' Perawi berkata, 'Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berhenti kemudian melihat para sahabat-sahabatnya, kemudian bersabda: "Dia telah diberi taufik atau telah diberi hidayah.' Dia bertanya, 'Apa yang kau katakan? ' Perawi berkata, 'Lalu dia mengulanginya'. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kamu menyembah Allah, tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturrahim, kemudian tinggalkanlah unta tersebut'." muslim no.14
dari Abu Ayyub dia berkata, "Seorang pria mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seraya bertanya, 'Tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang mendekatkanku dari nirwana dan menjauhkanku dari neraka? ' Beliau menjawab: 'Kamu menyembah Allah, tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyambung silaturrahim dengan keluarga." Ketika dia pamit maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika dia berpegang teguh pada sesuatu yang diperintahkan kepadanya pasti dia masuk surga'." Dan dalam suatu riwayat Ibnu Abu Syaibah, "Jika dia berpegang teguh dengannya." Muslim no.15
dari Abu Hurairah bahwa seorang Badui mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, 'Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tunjukkanlah kepadaku pada suatu amalan yang mana jikalau saya mengamalkannya pasti saya masuk surga? ' Beliau menjawab: 'Kamu menyembah Allah, tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat yang wajib, menunaikan zakat yang fardlu, dan berpuasa Ramadlan.' Dia berkata, 'Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, saya tidak akan menambah atas ini sedikit pun selamanya dan tidak pula mengurangi darinya.' Ketika dia pamit pergi, maka Rasulullah bersabda: "Barangsiapa ingin melihat seorang pria dari penduduk nirwana maka hendaklah dia melihat kepadanya'." muslim 16
dari Jabir dia berkata, "An-Nu'man bin Qauqal mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya bertanya, 'Wahai Rasulullah, apa pendapatmu apabila saya mengerjakan shalat wajib, mengharamkan sesuatu yang haram dan menghalalkan sesuatu yang halal, apakah saya akan masuk surga? ' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Ya'." Muslim 17
dari Jabir bahwa seorang pria bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Apa pendapatmu bila saya melaksanakan shalat-shalat wajib, berpuasa Ramadlan, menghalalkan sesuatu yang halal, dan mengharamkan sesuatu yang haram, namun saya tidak menambahkan suatu amalan pun atas hal tersebut, apakah saya akan masuk surga?" Rasulullah menjawab: "Ya." Dia berkata, "Demi Allah, saya tidak akan menambahkan atas amalan tersebut sedikit pun." muslim 18
PENJELASAN RUKUN- RUKUN ISLAM DAN TIANG YANG AGUNG
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair al-Hamdani telah menceritakan kepada kami Abu Khalid -yaitu Sulaiman bin Hayyan al-Ahmar- dari Abu Malik al-Asyja'i dari Sa'ad bin Ubaidah dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Islam dibangun di atas lima dasar: Yaitu semoga Allah diesakan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadlan, dan haji." Seorang pria bertanya, 'Apakah haji dan (lalu) puasa Ramadlan'. Beliau menjawab: 'Tidak, puasa Ramadlan dan (lalu) haji.' Demikianlah saya mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Muslim 19
Telah menceritakan kepada kami Sahl bin Utsman al-Askari telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakariya telah menceritakan kepada kami Sa'ad bin Thariq dia berkata, telah menceritakan kepadaku Sa'ad bin Ubaidah as-Sulami dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata: "Islam didirikan di atas lima dasar: Yaitu semoga Allah disembah dan semoga selainnya dikufurkan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji di Baitullah, dan berpuasa Ramadlan." Muslim 20
Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Ashim -yaitu Ibnu Muhammad bin Zaid bin Abdullah bin Umar- dari bapaknya dia berkata; Abdullah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Islam dibangun atas lima dasar: Yaitu persaksian bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) melainkan Allah, bahwa Muhammad ialah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadlan." Muslim 21
Dan telah menceritakan kepadaku Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Hanzhalah dia berkata, "Saya mendengar Ikrimah bin Khalid menceritakan hadits kepada Thawus bahwa seorang pria berkata kepada Abdullah bin Umar, 'Mengapa kau tidak berperang? ' Dia menjawab, 'Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: 'Sesungguhnya Islam didirikan di atas lima dasar: Persaksian bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah selain Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadlan, dan berhaji ke Baitullah'." Muslim 22
PERINTAH UNTUK BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL- NYA
Telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Hisyam telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Abu Jamrah dia berkata, Saya mendengar Ibnu Abbas. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan lafazh ini ialah miliknya, telah mengabarkan kepada kami Abbad bin Abbad dari Abu Jamrah dari Ibnu Abbas dia berkata, "Utusan Abdul Qais menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya desa ini ialah termasuk kabilah Rabi'ah, dan sungguh para kafir Mudlar telah menghalangi antara kami dan kamu, sehingga kita tidak bisa selamat menujumu kecuali pada bulan Haram, maka perintahkanlah kepada kami untuk mengamalkan suatu perintah dan kami akan mendakwahkannya kepada orang-orang yang ada di belakang kami.' Beliau bersabda: "Saya memerintahkan kepada kalian dengan empat masalah dan melarang kalian dari empat perkara: Yaitu dogma kepada Allah, " kemudian ia menafsirkannya untuk mereka seraya bersabda: "Persaksian bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad ialah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mengeluarkan seperlima dari harta rampasan perang. Dan saya melarang kau semoga tidak membuat arak perasan dalam ad-Duba`, al-Hantam, an Naqir dan al-Muqayyar." Khalaf menambahkan dalam riwayatnya, "Persaksian bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah. Dan mengikatkan sekali." Muslim 23
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Muhammad bin al-Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar dan lafazh mereka saling berdekatan, Abu Bakar berkata, telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu'bah sedangkan dua orang lainnya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Jamrah dia berkata, "Aku menjadi penerjemah antara Ibnu Abbas dan orang-orang, kemudian seorang perempuan tiba bertanya ihwal perasan nabidz (semacam arak) yang disimpan dalam ember dari tembikar, maka dia menjawab, 'Sesungguhnya utusan Abd al-Qais mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka Rasulullah bersabda: "Siapakah utusan itu -atau siapakah kaum itu? - mereka menjawab, 'Rabi'ah'. Beliau bersabda: "Selamat tiba kaum itu -atau utusan itu- tanpa perlu sungkan dan menyesal.' Perawi berkata, 'Meraka berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami mendatangimu dari tempat yang jauh. Di antara kita dan Anda ada kaum kafir Mudlar sehingga kita tidak bisa mendatangimu kecuali pada bulan haram, maka perintahkanlah kepada kami suatu masalah pemutus semoga kami beritahukan kepada kaum yang kami pimpin yang dengannya kita bisa masuk surga.' Perawi berkata, 'Maka Rasulullah memerintahkan mereka empat masalah dan melarang mereka empat perkara.' Perawi berkata lagi, 'Rasulullah memerintahkan mereka untuk beriman kepada Allah semata seraya berkata, 'Apakah kalian tahu apa itu dogma kepada Allah? ' Mereka menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Beliau bersabda: "Persaksian bahwa tidak ada dewa selain Allah, dan bahwa Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, membayarkan zakat, berpuasa Ramadlan, dan membayarkan seperlima ghanimah, dan melarang kalian dari ad-Duba`, al-Hantam dan al-Muzaffat." Syu'bah berkata, "boleh jadi ia bersabda 'an-Naqir' dan boleh jadi 'al-Muqayyar', ia bersabda: "Jagalah ia dan kabarkanlah kepada kaummu.' Abu Bakar menyebutkan dalam riwayatnya, 'Orang yang kau pimpin di belakangmu' tanpa menyebutkan 'al-Muqayyar'." Dan telah menceritakan kepadaku Ubaidullah bin Mu'adz telah menceritakan kepada kami bapakku. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali al-Jahdlami dia berkata, telah mengabarkan kepadaku bapakku keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Qurrah bin Khalid dari Abu Jamrah dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan hadits ini semisal dengan hadits Syu'bah, seraya bersabda: "Aku melarang kalian dari sesuatu yang diperas dalam ad-Duba`, an-Naqir, al-Hantam dan al-Muzaffat." Dan Ibnu Mu'adz menambahkan dalam haditsnya dari bapaknya, dia berkata, 'Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada al-Asyyaj Asyajj Abd al-Qais: 'Sesungguhnya dalam dirimu ada dua huruf yang disukai oleh Allah, yaitu sabar dan berhati-hati'." Muslim 24
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Arubah dari Qatadah dia berkata, "Orang yang bertemu utusan dari kalangan Abdul Qais yang menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kepada kami, Sa'id berkata, Qatadah menyebutkan Abu Dlamrah dari Abu Sa'id al-Khudri dalam haditsnya ini, bahwa orang-orang dari kalangan Abdul Qais menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, 'Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami penduduk desa dari kabilah Rabi'ah, dan sungguh para (kafir) Mudlar telah menghalangi antara kami dan kamu, sehingga kita tidak bisa (selamat) menujumu kecuali pada bulan Haram, maka perintahkanlah kepada kami untuk mengamalkan suatu perintah semoga kami sanggup mendakwahkannya kepada orang-orang yang ada di belakang kami sehingga dengannya kami masuk nirwana apabila kami berpegang teguh padanya.' Beliau bersabda: "Saya memerintahkan kepada kalian dengan empat masalah dan melarang kalian dari empat perkara: Yaitu sembahlah Allah, dan janganlah kau mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun, dirikankan shalat, tunaikanlah zakat, berpuasalah Ramadlan, dan berikanlah seperlima dari harga ghanimah, dan saya melarang kalian membuat perasan arak dalam ad-Duba`, al-Hantam, al-Muzaffat dan an-Naqir." Mereka bertanya, 'Wahai Nabi Allah, apa pengetahuanmu ihwal an-Naqir? ' Beliau bersabda: "Batang pohon yang diukir (dilubangi) kemudian kau memasukkan ke dalamnya kurma." Sa'id berkata, "Atau ia bersabda: "dari pohon kurma. Kemudian kau memasukkan air ke dalamnya hingga apabila air didihnya telah tenang, maka kalian meminumnya hingga salah seorang dari kalian -atau salah seorang dari mereka- sungguh akan memukul pamannya dengan pedang', dia berkata, 'Dan pada kaum tersebut terdapat seorang pria yang terkena luka juga.' Dia berkata lagi, 'Aku menyembunyikannya lantaran malu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian saya bertanya, 'Maka pada wadah apa kita boleh minum wahai Rasululah? ' Beliau menjawab, 'Pada wadah kulit (yang sudah disamak) yang sudah ditutup pada mulutnya.' Mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanah kami banyak tikus, sehingga tidak tersisa padanya minuman pada wadah kulit (yang sudah disamak), ' maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dan walaupun dimakan tikus, dan walaupun dimakan tikus, dan walaupun dimakan tikus." Perawi berkata, "Dan Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Asyajj Abdul Qais: 'Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang disukai Allah, yaitu; sabar dan berhati-hati'." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi dari Sa'id dari Qatadah dia berkata, telah menceritakan kepada kami bukan hanya satu perawi bertemu dengan utusan tersebut. Dan Abu Nadlrah menyebutkan dari Abu Sa'id al-Khudri, bahwa utusan Abdul Qais ketika menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan semisal hadits Ibnu Ulayyah, hanya saja di dalamnya disebutkan, "Dan di dalamnya kalian campurkan dengan kurma, atau kurma dan air, " dan dia tidak mengatakan, "Said berkata, 'atau berkata, 'dengan kurma'." Muslim 25
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Bakkar al-Bashri telah menceritakan kepada kami Abu Ashim dari Ibnu Juraij. (dalam riwayat lain disebutkan), Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi' dan lafazh tersebut miliknya. Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Qaza'ah bahwa Abu Nadlrah mengabarkannya, dan al-Hasan mengabarkan kepada keduanya, bahwa Abu Sa'id al-Khudri mengabarkan kepadanya, bahwa utusan Abdul Qais ketika mendatangi Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Wahai Nabi Allah, semoga Allah menimbulkan kami sebagai tebusanmu, minuman apa yang baik bagi kami?" Beliau menjawab: "Janganlah kalian minum pada an-Naqir." Mereka bertanya, "Wahai Nabi Allah, semoga Allah menimbulkan kami sebagai tebusanmu, apakah kau tahu apakah an-Naqir itu?" Beliau menjawab: "Ya, batang pohon yang diukir pecahan tengahnya, dan janganlah kau minum dalam ad-Duba` atau dalam al-Hantam, dan hendaklah kalian (minum minuman yang disimpan pada) wadah yang kepalanya ditutup." Muslim 26
SERUAN KEPADA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN SYARIAT ISLAM
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib, dan Ishaq bin Ibrahim semuanya dari Waki', Abu Bakar berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' dari Zakariya bin Ishaq dia berkata, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abdullah bin Shaifi dari Abu Ma'bad dari Ibnu Abbas dari Mu'adz bin Jabal, Abu Bakar berkata, "Barangkali, " Waki' berkata, dari Ibnu Abbas, bahwa Mu'adz berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutusku. Beliau bersabda: "Sesungguhnya kau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka ajaklah mereka kepada persaksian bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah, dan bahwa saya ialah utusan Allah. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu pada setiap siang dan malam. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka sedekah yang diambil dari orang kaya mereka kemudian dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Jika mereka mentaatimu untuk hal tersebut maka kau jauhilah harta mulia mereka. Takutlah kau terhadap doa orang yang terzhalimi, lantaran tidak ada penghalang antara dia dan Allah'." Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Bisyr bin as-Sari telah menceritakan kepada kami Zakariya' bin Ishaq. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami Abu Ashim dari Zakariya' bin Ishaq dari Yahya bin Abdullah bin Shaifi dari Abu Ma'bad dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus Mu'adz ke Yaman, maka ia bersabda: "Sesungguhnya kau akan mendatangi suatu kaum." Sebagaimana hadits Waki'. Muslim 27
Telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Bistham al-Aisyi telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zura'i` telah menceritakan kepada kami Rauh -yaitu Ibnu al-Qasim- dari Ismail bin Umayyah dari Yahya bin Abdullah bin Shaifi dari Abu Ma'bad dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika mengutus Mu'adz ke Yaman, ia bersabda: "Sesungguhnya kau menghadapi suatu kaum Ahli Kitab, maka hendakah pertama kali yang kalian dakwahkan kepada mereka ialah penyembahan kepada Allah azza wa jalla, apabila mereka mengenal Allah, maka beritahukanlah bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu pada siang dan malam mereka, apabila mereka melakukannya maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat atas mereka yang diambil dari orang kaya mereka kemudian dibagikan kepada orang fakir mereka. Jika mereka menaatimu dengan hal tersebut, maka ambillah zakat dari mereka dan takutlah dari harta mulia mereka." Muslim 28
PERINTAH UNTUK MEMERANGI MANUSIA HINGGA MANUSIA MENGUCAPKAN TIDAK ADA TUHAN YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN ALLAH
Dan ia merupakan atsar yang masyhur dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa menceritakan hadits dariku, yang mana riwayat itu diduga ialah kebohongan, maka dia (perawi) ialah salah satu dari para pembohong tersebut." Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' dari Syu'bah dari al Hakam dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Samurah bin Jundab. (dalam riwayat lain disebutkan) dan juga telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' dari Syu'bah dan Sufyan dari Habib dari Maimun bin Abu Syabib dari al-Mughirah bin Syu'bah keduanya berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ihwal hal tersebut." Muslim 29
Dan telah menceritakan kepadaku Abu ath-Thahir dan Harmalah bin Yahya serta Ahmad bin Isa, Ahmad berkata, 'Telah menceritakan kepada kami'. Sedangkan dua orang lainnya berkata, 'Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata, telah menceritakan kepadaku Sa'id bin al-Musayyab bahwa Abu Hurairah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi insan hingga mereka mengucapkan, 'Tidak ada dewa (yang berhak disembah) melainkan Allah', maka barangsiapa yang mengucapkan, 'Tidak ada dewa (yang berhak disembah) melainkan Allah', maka sungguh dia telah menjaga harta dan jiwanya dari (seranganku) kecuali dengan hak Islam, dan hisabnya diserahkan kepada Allah." Muslim 30
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdah adl-Dlabbi telah mengabarkan kepada kami Abdul Aziz -yaitu ad-Darawardi- dari al-Ala'. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Bistham dan lafazh tersebut miliknya, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zura'i telah menceritakan kepada kami Rauh dari al-Ala' bin Abdurrahman bin Ya'qub dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi insan hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) melainkan Allah dan beriman kepadaku serta dengan al-Qur'an yang saya bawa, maka apabila mereka mengucapkan hal tersebut maka sungguh dia telah menjaga harta dan jiwanya dari (seranganku) kecuali disebabkan hak Islam. Dan hisab mereka diserahkan kepada Allah." Muslim 31
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyats dari al-A'masy dari Abu Sufyan dari Jabir dari Abu Shalih dari Abu Hurairah keduanya berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia' sebagaimana hadits Ibnu al-Musayyab dari Abu Hurairah. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki'. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdurrahman -yaitu bin Mahdi- keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu az-Zubair dari Jabir dia berkata, "Rasulullah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi insan hingga mereka mengucapkan, 'Tidak ada dewa (yang berhak disembah) melainkan Allah', maka mereka mengucapkan, 'Tidak ada dewa (yang berhak disembah) melainkan Allah', maka sungguh mereka telah menjaga harta dan jiwanya dari (seranganku) kecuali disebabkan hak Islam. Dan hisab mereka diserahkan kepada Allah. Kemudian ia membaca: '(Sesungguhnya kau (hanyalah) pemberi peringatan. Kamu sekali-kali tidak mempunyai kekuasaan atas mereka) ' (Qs. Al Ghaasyiyah: 21-22). Muslim 32
Telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan al-Misma'i Malik bin Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin ash-Shabbah dari Syu'bah dari Waqid bin Muhammad bin Zaid bin Abdullah bin Umar dari bapaknya dari Abdullah bin Umar ia bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi insan hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) melainkan Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, mereka mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Maka apabila mereka melaksanakan hal tersebut, maka sungguh mereka telah menjaga harta dan jiwanya dari (seranganku), kecuali disebabkan hak Islam. Dan hisab mereka diserahkan kepada Allah." Muslim 33
Dan telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa'id dan Ibnu Abu Umar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Marwan keduanya memaksudkan Marwan al-Fazari, dari Abu Malik dari bapaknya dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan tidak ada dewa (yang berhak disembah) melainkan Allah, dan mengkufuri sesuatu yang disembah selain Allah, maka telah haram harta dan darahnya, dan pahalanya di sisi Allah." Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Khalid al-Ahmar. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah mengabarkan kepadaku tentangnya Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun keduanya dari Abu Malik dari bapaknya bergotong-royong dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang mentauhidkan Allah, " kemudian menyebutkan semisalnya. Muslim 34
DALIL ATAS SAH ISLAMNYA SESEORANG YANG DATANG KEMATIAN KEPADANYA
Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya at-Tujibi telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin Wahb dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Said bin al-Musayyab dari bapaknya dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menziarahi Abu Thalib di saat-saat dirinya tengah menghadapi sakaratul maut. Beliau mendapati Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umaiyyah bin al-Mughirah turut berada di sana. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Paman! Ucaplah Dua Kalimah Syahadat, saya akan menjadi saksi kau di hadapan Allah." Lalu Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah mencelah, 'Wahai Abu Thalib sanggupkah kau meninggalkan agama Abdul Muththalib? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak berputus asa malah tetap mengajarnya mengucap Dua Kalimah Syahadat serta berkali-kali mengulanginya. Sehingga Abu Thalib menjawab sebagai ucapan terakhir kepada mereka, bahwa dia tetap bersama dengan agama Abdul MuThalib, dan enggan mengucapkan Kalimah Syahadat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Demi Allah, saya akan mohonkan ampunan dari Allah untukmu, " sehingga Allah menurunkan ayat: '(Tidak dibenarkan bagi Nabi dan orang-orang yang beriman meminta ampun bagi orang-orang yang syirik sekalipun orang itu kaum kerabat sendiri sehabis kasatmata bagi mereka bahwa orang-orang syirik itu ialah mahir Neraka) ' (Qs. AtTaubah: 113). Lalu Allah menurunkan firman-Nya berkenaan dengan insiden Abu Thalib: '(Sesungguhnya kau wahai Muhammad tidak berkuasa memberi hidayat petunjuk kepada siapa yang kau kasihi supaya dia mendapatkan Islam tetapi Allah jualah yang berkuasa memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Dia jualah yang lebih mengetahui siapakah orang-orang yang (bersedia) untuk menerima petunjuk memeluk Islam) '. (Qs. Al Qashash: 56). Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Abd bin Humaid keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Hasan al-Hulwani dan Abd bin Humaid keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ya'qub -yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa'ad- dia berkata, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih keduanya dari az-Zuhri dengan sanad ini semisalnya. Hanya saja hadits Shalih selesai pada perkataannya, 'lalu Allah menurunkan firman-Nya tentangnya, ' dan dia tidak menyebutkan dua ayat tersebut. Dan dia menyebutkan di dalam haditsnya, 'Dan keduanya kembali mengucapkan perkataan tersebut, ' pada hadits Ma'mar ialah sebagai pengganti kalimat ini. Dan mereka berdua tetap berpedoman padanya." Muslim 35
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abbad dan Ibnu Abu Umar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Marwan dari Yazid -yaitu Ibnu Kaisan- dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada pamannya ketika dia menjelang wafat: 'Katakanlah, 'Tidak ada dewa (yang berhak disembah selian Allah' pasti saya akan bersaksi untukmu dengan kalimat tersebut pada hari kiamat." Namun dia menolaknya, kemudian Allah menurunkan: '(Sesungguhnya kau tidak akan sanggup memberi petunjuk kepada orang yang kau kasihi) ' (Qs. Al Qashash: 56). Muslim 36
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim bin Maimun telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Yazid bin Kaisan dari Abu Hazim al-Asyja'i dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada pamannya ketika dia menjelang wafat: 'Katakanlah, 'Tidak ada dewa (yang berhak disembah selian Allah' pasti saya akan bersaksi untukmu dengan kalimat tersebut pada hari kiamat.' Dia menjawab, 'Kalau seandainya bukan lantaran kaum Quraisy mencelaku dengan perkataan mereka, 'Dia melaksanakan hal tersebut lantaran cemas', pasti saya menyetujui kalimat tersebut dengan matamu.' Lalu Allah menurunkan: '(Sesungguhnya kau tidak akan sanggup memberi petunjuk kepada orang yang kau kasihi akan tetapi saya memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki) ' (Qs. Al Qashash: 56). Muslim 37
DALIL BAHWA BARANGSIAPA MENINGGAL DIATAS TAUHID MAKA AKAN MASUK SURGA
dari Humran dari Utsman dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meningggal sedangkan dia mengetahui bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah, pasti dia masuk surga." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakar al-Muqaddami telah menceritakan kepada kami Bisyr bin al-Mufadldlal telah menceritakan kepada kami Khalid al-Hadzdza' dari al-Walid Abu Bisyr dia berkata, saya mendengar Humran berkata, saya mendengar Utsman berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda sama menyerupai itu." Muslim no.38
dari Abu Hurairah dia berkata, "Kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan". Lalu dia berkata, 'maka bekal kaum tersebut habis.' Selanjutnya dia berkata, "Hingga mereka berkeinginan untuk menyembelih sebagian binatang kendaraan mereka." Perawi berkata, "Maka Umar berkata, 'Wahai Rasulullah, kalau seandainya kau mengumpulkan sebagian dari bekal kaum kemudian kau berdoa kepada Allah atasnya (niscaya itu baik)." Perawi berkata, "Lalu ia melakukannya." Perawi berkata, "Lalu pemilik gandum tiba dengan membawa gandumnya, pemilik kurma tiba dengan membawa kurmanya." Perawi berkata, "Dan Mujahid berkata, 'Dan pemilik biji-bijian dengan biji-bijian mereka." Aku berkata, "Apa yang mereka perbuat dengan biji-bijian tersebut?" dia menjawab, "Mereka mengisap dan meminum air padanya." Dia berkata, "Lalu Rasulullah memanggil mereka hingga mereka sanggup memenuhi wadah perbekalan mereka." Perawi berkata, "Maka Rasulullah berdoa ketika itu: 'Saya bersaksi bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa saya ialah utusan Allah, tidaklah seorang hamba bertemu Allah dengan berpegang teguh padanya tanpa ada keraguan pasti dia masuk surga'." Muslim no.39
dari Abu Hurairah berkata, "Saat perang Tabuk, pasukan (kaum muslimin) mengalami rasa lapar yang sangat, mereka pun berkata, 'Wahai Rasulullah, sekiranya tuan izinkan kami untuk menyembelih unta kami, sehingga kami bisa memakan dagingnya dan memakai lemaknya sebagai minyak (melapisi kulit, untuk menjaga dari terik panas)? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Lakukanlah.' Abu Hurairah berkata, "Lalu datanglah Umar seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, jikalau itu engkau lakukan, maka punggung unta akan habis (kendaraan)! Tapi sebaiknya, tuan minta sisa kuliner mereka yang masih ada kemudian tuan doakan, semoga Allah memperlihatkan keberkahan padanya.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Baiklah." Kemudian ia minta hamparan (terbuat dari kulit), sehabis menggelarnya, ia meminta sisa-sisa kuliner mereka yang masih tersisa." Abu Hurairah melanjutkan, "Lalu ada seorang pria yang tiba dengan membawa segenggam jagung, ada juga yang tiba dengan membawa segenggam kurma, dan sebagian lain tiba dengan remukan-remukan (makanan, semisal roti), sehingga terkumpullah di atas hamparan kulit tersebut sedikit makanan. Abu Hurairah berkata, "Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendoakan kuliner tersebut dengan keberkahan, sehabis itu ia bersabda: 'Ambil dan isilah tempat kuliner kalian'. Abu Hurairah melanjutkan, "Mereka kemudian memenuhi tempat perbekalan mereka, sehingga tidak seorang tentara pun kecuali tempat kuliner mereka telah penuh terisi." Abu Hurairah melanjutkan, "Mereka kemudian memakannya hingga kenyang, dan kuliner itu pun masih ada tersisa." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Aku bersaksi bahwa tidak ada dewa yang berhak untuk disembah selain Allah dan saya ada utusan Allah, tidaklah seorang hamba berjumpa dengan Allah, ia tidak ragu dengan kalimat tersebut kemudian terhalang untuk masuk surga." Muslim no.40
telah menceritakan kepada kami Ubadah bin ash-Shamit dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa mengucapkan dua Kalimah Syahadat yaitu: tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya, bersaksi bahwa Nabi Isa ialah hamba Allah, anak hamba-Nya dan kalimah Allah (Nabi Isa As) yang Dia letakkan pada Maryam dan ruh dari-Nya, nirwana itu benar adanya dan neraka itu juga benar adanya, di mana Allah akan memasukkan mereka yang dikehendaki ke dalam Surga melalui salah satu dari delapan pintu Surga yang dia kehendaki." Dan telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ibrahim ad-Dauraqi telah menceritakan kepada kami Mubasysyir bin Ismail dari al-Auza'i dari Umair bin Hani' dalam sanad ini dengan semisalnya, hanya saja dia menyebutkan, 'Allah memasukkannya sesuai dengan amalnya' tanpa menyebutkan, 'masuk dari pintu nirwana yang delapan yang dia kehendaki'." Muslim 41
dari Ubadah bin ash-Shamit bahwa dia berkata, "Saat saya mengunjunginya dia dalam keadaan sakit, hingga saya pun menangis. Maka dia berkata, 'Tahan, kenapa kau menangis? Demi Allah, jikalau saya mati syahid, maka saya bersaksi untukmu, dan jikalau saya diberi syafa'at maka saya memperlihatkan syafa'at untukmu, serta jikalau saya mampu, maka saya memperlihatkan manfaat untukmu.' Kemudian dia berkata, 'Demi Allah, tidaklah ada suatu hadits yang saya dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk kalian yang di dalamnya terdapat kebaikan melainkan pasti saya menceritakannya kepada kalian, kecuali satu hadits, dan saya akan menceritakan kepadamu pada hari ini. Dan sungguh saya meresapi hal tersebut pada diriku. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah, dan bahwa Muhammad utusan Allah, pasti Allah mengharamkan neraka atasnya." Muslim 42
dari Mu'adz bin Jabal dia berkata, "Pernah saya dibonceng Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam satu perjalanan, tidak ada pemisah antara saya dan ia kecuali pelana binatang kendaraan. Beliau memanggil: "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Aku terus menyahut, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah." Kami meneruskan lagi perjalanan. Kemudian ia memanggil lagi: "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Aku menyahut, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah." Kami meneruskan lagi perjalanan kemudian ia memanggil lagi: "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Aku menyahut lagi, "Telah kuterima panggilanmu itu wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Tahukah kau Kewajiban insan terhadap Allah?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih mengetahui." Beliau bersabda: "Yaitu menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya." Kami meneruskan lagi perjalanan beberapa waktu ketika kemudian ia memanggil lagi: "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Aku menyahut, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tahukah kau apakah Kewajiban Allah terhadap insan apabila mereka melaksanakan perkara-perkara yang saya nyatakan tadi?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih mengetahui." Akhirnya ia bersabda: "Allah tidak akan menyiksa mereka." Muslim 43
dari Mu'adz bin Jabal dia berkata, "Saya berada di boncengan Rasulullah di atas keledai yang dinamakan Ufair." Beliau kemudian bersabda: "Wahai Mu'adz apakah kau mengetahui apa hak Allah atas hamba dan hak hamba atas Allah.' Mu'adz berkata, 'Aku kemudian menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau bersabda: "Sesungguhnya hak Allah atas hamba ialah kalian menyembah Allah dan tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan hak hamba atas Allah ialah semoga tidak disiksa orang yang tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun.' Mu'adz berkata, 'Saya kemudian berkata, 'Wahai Rasulullah, tidakkah boleh saya memberitakannya kepada manusia? ' Beliau menjawab: 'Jangan kau memberitahukannya kepada mereka sehingga mereka bersandar kepadanya'." Muslim 44 dari Mu'adz bin Jabal dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Mu'adz, apakah kau mengetahui apa hak Allah atas hamba?" Mu'adz menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau bersabda: "Yaitu Allah disembah tanpa dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun." Beliau kemudian bersabda lagi: "Lalu apa hak insan atas Allah jikalau mereka melaksanakan itu?" Mu'adz menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Beliau kemudian bersabda: "Allah tidak akan menyiksanya." Muslim 45
Abu Hurairah dia berkata, "Dalam sebuah peperangan kami pernah duduk-duduk mengitari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan bersama kami ada Abu Bakar dan Umar. Lalu ia beranjak pergi dari sekeliling kami dan terlambat untuk kembali sampai-sampai kami khawatir kalau ia tertangkap oleh musuh atau tertimpa musibah. Kami semua sangat khawatir, dan orang yang paling mengkhawatirkan keadaan ia ialah aku. Maka saya pun berdiri dan keluar untuk mencari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hingga hingga pada sebuah kebun milik kaum anshar dari bani Najjar. Akupun mengitarinya dengan cita-cita akan mendapatkan sebuah pintu masuk, namun saya tidak mendapatkannya. Dan ternyata ada sebuah anutan sungai dari luar kebun yang masuk dari sebuah pojok kebun. Maka akupun berusaha masuk sebagaimana seekor musang berusaha masuk melalui sebuah lobang sempit. Dan saya pun menemukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau berseru: 'Abu Hurairah! ' Akupun menjawab, 'Ya, wahai Rasulullah."Ada apa?", tanya beliau. Aku menjawab, "Begini wahai Rasul, engkau tadi sedang gotong royong dengan kami, kemudian tiba-tiba engkau pergi meninggalkan kami dan lama tidak kembali hingga kami pun sangat khawatir akan keselamatanmu, terutama saya wahai Rasul. Maka akupun berusaha memasuki kebun ini dari sebuah lobang yang sangat sempit sebagaimana seekor musang, dan mereka (para sobat yang lain) ada di belakangku. Sambil berkata ia memperlihatkan kedua sandalnya kepadaku: 'Wahai Abu Hurairah, bawalah kedua sandalku ini, dan siapapun yang kau temui di balik kebun ini ia bersaksi bahwa tidak dewa (yang berhak disembah) selain Allah dan ia menancapkan keyakinan ini dalam hatinya, maka berilah kabar gembira kepadanya dengan surga.' Dan kebetulan orang yang pertama kali bertemu denganku ialah Umar, maka iapun bertanya, 'Ada apa dengan kedua sandal itu wahai Abu Hurairah? ' Aku menjawab, 'Ini ialah kedua sandal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia menyuruhku untuk membawanya dan memberikan kabar gembira nirwana kepada orang yang pertama kali bertemu denganku sedang ia bersaksi bahwa tiada dewa (yang berhak disembah) selain Allah, dan ia menyakininya dengan hatinya.' Maka Umar pun memukulku dengan tangannya sempurna di tengah-tengah dadaku (ulu hati-pent) hingga saya jatuh duduk, kemudian berkata, 'Kembalilah wahai Abu Hurairah! ' Maka akupun kembali menemui Rasulullah dengan wajah menahan tangis, dan ternyata Umar ketika itu juga mengikutiku. Seketika itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: 'Ada apa denganmu wahai Abu Hurairah? ' Aku menjawab, 'Aku telah bertemu dengan Umar, kemudian saya kabarkan kepadanya mengenai apa yang telah engkau perintahkan kepadaku namun tiba-tiba ia memukulku dengan keras sempurna di ulu hatiku hingga saya jatuh lunglai, sehabis itu dia berkata, 'Kembalilah! ' Maka Rasul pun berkata: 'Wahai Umar, kenapa kau berbuat demikian? ' Umar menjawab, 'Wahai Rasulullah, apa benar engkau telah mengutus Abu Hurairah dengan kedua sandalmu itu dan menyuruhnya memberi kabar gembira dengan nirwana bagi orang yang pertama kali ditemuinya sedang ia bersaksi bahwa tiada dewa (yang berhak disembah) selain Allah dengan keyakinan yang mantap dalam hatinya? ' Beliau menjawab: 'Ya, benar.' Umar berkata, 'Sebaiknya engkau tidak berbuat demikian wahai Rasulullah, lantaran sesungguhnya saya sangat khawatir kalau-kalau insan akan bergantung padanya, dan biarkanlah mereka melaksanakan amalan-amalan yang baik.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata (kepada Abu Hurairah-pent): 'Biarkanlah mereka (tidak mengetahui hadits ini) '." Muslim 46
Anas bin Malik bahwa Nabi Allah (dalam satu perjalanan), sedangkan Mu'adz bin Jabal dibonceng di atas kendaraan beliau, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian memanggil: "Wahai Mu'adz!" Mu'adz menyahut, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil lagi: "Wahai Mu'adz!" Aku menyahut lagi, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil: "Wahai Mu'adz!" Aku menyahut lagi, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Barangsiapa yang mengucap dua Kalimah Syahadat yaitu: tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya pasti dia selamat dari api Neraka." Kemudian Mu'adz berkata, "Bolehkah saya memberitahu masalah ini kepada insan semoga mereka sebarkan info gembira ini?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalau (berbuat) begitu, maka mereka akan bersandar dengannya." Lalu Mu'adz membuatkan kabar tersebut menjelang kematiannya khawatir menanggung salah (karena menyembunyikan hadits)." Muslim 47
dari Anas bin Malik dia berkata, telah menceritakan kepada kami Mahmud bin ar-Rabi' dari Itban bin Malik dia berkata, "Saya mendatangi Madinah, maka saya berjumpa Itban. Lalu saya meminta ia meriwayatkan sebuah hadits." Kata dia, 'Mataku ditimpa sejenis penyakit yang mengakibatkan beberapa hal, saya mengirimkan utusan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang menyampaikan bahwa saya amat mengharapkan kedatangan ia semoga mendirikan shalat bersamaku di rumah, sehingga saya menjadikannya sebagai tempat shalat." Itban berkata lagi, 'Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba gotong royong para Sahabat yang berkeinginan datang, dan ia terus masuk ke rumah. Beliau mendirikan shalat, sementara para Sahabat masih saja berbincang sesama mereka di mana Sebagian dari mereka membicarakan ihwal kemunafikan Malik bin Dukhsyum. Para Sahabat berkata, mereka berhadap semoga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendoakan buruk Malik bin Dukhsyum semoga ditimpa kecelakaan. Mereka juga inginkan supaya dia ditimpa malapetaka. Selesai shalat, ia pun bertanya: "Bukankah dia telah mengucap Dua Kalimah Syahadat yaitu: tidak ada dewa (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa saya utusan Allah?" Para Sahabat menjawab, "Dia mengucapnya hanyalah di verbal semata-mata tetapi tidak di hati." Beliau bersabda: "Tidaklah seseorang yang mengucapkan, bahwa tidak ada dewa yang berhak disembah, dan bahwa saya ialah utusan Allah, kemudian masuk neraka, atau merasakannya." Anas berkata, "Hadits ini membuatku kagum. Maka saya berkata untuk anakku, 'Tulislah hadits itu, ' kemudian dia pun menulisnya'." Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Nafi' al-Abdi telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammad telah menceritakan kepada kami Tsabit dari Anas dia berkata, telah menceritakan kepada kami Itban bin Malik bahwa dia buta, maka dia mengirim utusan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, "Silahkan tiba kemari (wahai Rasulullah), sehingga itu bisa menjadi tempat shalat bagiku." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba bersama para sahabatnya, kemudian disebutlah sifat buruk seorang pria dari mereka yang dipanggil Malik bin ad-Dukhsyum…kemudian ia menyebutkan semisal hadits Sulaiman bin al-Mughirah." Muslim 48
DALIL BAHWA BARANGSIAPA RIDHA BAHWA ALLAH SEBAGAI RABB
dari al-Abbas bin Abdul Muththalib bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah mencicipi nikmatnya dogma bagi orang yang ridla dengan Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama serta Muhammad sebagai Rasul." Muslim no.49
PENJELASAN TENTANG JUMLAH CABANG KEIMANAN, YANG PALING UTAMA DAN PALING RENDAH DAN KEUTAMAAN MALU
dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh lebih cabang, dan malu ialah termasuk iman." Muslim no.50
dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama ialah perkataan, LAA ILAAHA ILLALLAHU (Tidak ada dewa yang berhak disembah selain Allah). Dan yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu itu ialah sebagian dari iman." muslim no.51
SIFAT- SIFAT ISLAM
dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi dia berkata, "Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam suatu perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorang pun setelahmu -dan dalam riwayat hadits Abu Usamah- selainmu.' Beliau menjawab: 'Katakanlah, 'aku beriman kepada Allah' kemudian beristiqamahlah. muslim no.55
PENJELASAN TENTANG KEUTAMAAN ISLAM DAN APASAJA PERKARA- PERKARA YANG DIUTAMAKAN
dari Abdullah bin Amru bahwa seorang pria bertanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Islam yang bagaimana yang paling baik?" Beliau menjawab: "Kamu memberi makan, dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan orang yang tidak kau kenal. muslim 56
dari Abu al-Khair bahwa dia mendengar Abdullah bin Amru bin al-Ash keduanya berkata, "Sesungguhnya seorang pria bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Muslim yang bagaimana yang paling baik?" Beliau menjawab: "Yaitu seorang Muslim yang orang lain merasa kondusif dari gangguan lisan dan tangannya." muslim 57
dari Ibnu Juraij bahwa dia mendengar Abu az-Zubair dia berkata, "Saya mendengar Jabir berkata, 'Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim (yang sejati) ialah orang yang mana kaum muslimin lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya." muslim 58
dari Abu Musa dia berkata, saya berkata, "Wahai Rasulullah, siapakah yang paling utama dalam berIslam?" Beliau menjawab: "Orang yang mana kaum muslimin selamat dari cercaan lisannya dan gangguan tangannya. muslim 59
TIGA PERKARA YANG MEMBUAT SESEORANG MERASAKAN MANISNYA ISLAM
dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata, "Tiga masalah jikalau itu ada pada seseorang maka ia akan mencicipi manisnya iman; orang yang mana Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, menyayangi seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali lantaran Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran sehabis Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka." muslim - 60
WAJIBNYA MENCINTAI RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASSALAM
dari Anas dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba beriman (dan dalam hadits Abdul warits 'seorang laki-laki) hingga saya lebih dia cintai daripada keluarga dan hartanya serta insan semuanya'." muslim 62
dari Anas bin Malik dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah salah seorang dari kalian beriman hingga saya lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan insan semuanya." muslim 63
DALIL BAHWA TERMASUK DALAM KEIMANAN ADALAH MENCINTAI SAUDARA SESAMA MUSLIM
dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Tidaklah salah seorang dari kalian beriman hingga dia menyayangi untuk saudaranya, atau dia mengatakan, 'untuk tetangganya sebagaimana yang ia cintai untuk dirinya sendiri." muslim 64
dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba beriman hingga dia menyayangi untuk tetangganya, atau ia mengatakan, 'untuk saudaranya sebagaimana yang ia sukai untuk dirinya sendiri." muslim 65
PENJELASAN TENTANG HARAMNYA MENYAKITI TETANGGA
dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk surga, orang yang mana tetangganya tidak kondusif dari bahayanya." muslim 66
dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari final maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final maka hendaklah dia memuliakan tamunya."muslim 67
dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final maka hendaklah dia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam." muslim 68
dari Abu Syuraih al-Khuza'i bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final hendaklah dia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam." muslim 69
ANJURAN UNTUK MEMULIAKANN TETANGGA, TAMU DAN TIDAK BANYAK BICARA KECUALI YANG BAIK
dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari final maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final maka hendaklah dia memuliakan tamunya."muslim 67
dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final maka hendaklah dia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam." muslim 68
dari Abu Syuraih al-Khuza'i bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final hendaklah dia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari final hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam." muslim 69
PENJELASAN BAHWA MENCEGAH KEMUNGKARAN ADALAH BAGIAN DARI IMAN, DAN BAHWA IMAN ITU BERTAMBAH
dari Thariq bin Syihab dan ini ialah hadits Abu Bakar, "Orang pertama yang berkhutbah pada Hari Raya sebelum shalat Hari Raya didirikan ialah Marwan. Lalu seorang lelaki berdiri dan berkata kepadanya, "Shalat Hari Raya hendaklah dilakukan sebelum membaca khutbah." Marwan menjawab, "Sungguh, apa yang ada dalam khutbah sudah banyak ditinggalkan." Kemudian Abu Said berkata, "Sungguh, orang ini telah memutuskan (melakukan) sebagaimana yang pernah saya dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Barangsiapa di antara kau melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jikalau tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jikalau tidak bisa juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman." muslim 70
dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah pada suatu umat sebelumnya melainkan dia mempunyai pembela dan sobat yang memegang teguh sunah-sunnah dan mengikuti perintah-perintahnya, kemudian datanglah sehabis mereka suatu kaum yang menyampaikan sesuatu yang tidak mereka lakukan, dan melaksanakan sesuatu yang tidak diperintahkan. Barangsiapa yang berjihad dengan tangan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan lisan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan hati melawan mereka maka dia seorang mukmin, dan sehabis itu tidak ada keimanan sebiji sawi." Abu Rafi' berkata, "Lalu saya menceritakan kepada Abdullah bin Umar, namun ia mengingkariku. Ketika Ibnu Mas'ud tiba dan singgah pada Qanah, Abdullah bin Umar mengikutiku mengajakku untuk mengikuti Ibnu Mas'ud, maka ketika kami duduk, saya bertanya kepada Ibnu Mas'ud ihwal hadits ini, maka dia menceritakannya hadits tersebut kepadaku sebagaimana saya menceritakannya kepada Ibnu Umar." Shalih berkata, "Sungguh telah diceritakan menyerupai itu dari Abu Rafi'." muslim 71
KEUTAMAAN ORANG- ORANG YANG BERIMAN, DAN KEUTAMAAN ORANG ORANG YAMAN
Qais meriwayatkan dari Abu Mas'ud dia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi aba-aba dengan tangan ke arah Yaman, seraya bersabda: "Ingatlah, sesungguhnya dogma ada di sini (Yaman), sedangkan kekerasan dan kekakuan hati ada pada penggembala yang bersuara keras di bersahabat pangkal ekor unta ketika muncul sepasang tanduk setan pada Bani Rabi'ah dan Bani Mudlar." muslim 72
dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah tiba penduduk Yaman, mereka ialah kaum yang paling lembut hatinya. Iman ada pada orang Yaman. Fiqh juga ada pada orang Yaman. Hikmah juga ada pada orang Yaman." muslim 73
Abu Hurairah berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah tiba penduduk Yaman, mereka ialah kaum yang paling lembut hatinya. Fiqh ada pada orang Yaman. Hikmah juga ada pada orang Yaman." muslim 74
dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Puncak kekafiran berada pada arah timur (daerah kaum majusi), dan pujian dan kesombongan ada pada pemilik kuda dan unta yang menggembala, yaitu kaum Badui, sedangkan ketenangan ada pada penggembala kambing (maksudnya penduduk Yaman)." muslim 75
dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman itu ada pada Yaman, kekufuran itu ada pada arah timur (maksudnya kaum Majusi), ketenangan ada pada penggembala kambing (maksudnya penduduk Yaman), dan kesombongan dan riya' itu ada pada orang-orang yang bersuara keras; pengembala kuda dan unta (orang badui)." muslim 76
telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kebanggaan dan kesombongan ada pada kaum penggembala, yaitu kaum Badui, sedangkan ketenangan ada pada penggembala kambing (maksudnya penduduk Yaman)." Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi telah mengabarkan kepada kami Abu al-Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari az-Zuhri dengan sanad ini semisalnya, dan dia menambahkan, "Iman itu ada pada orang Yaman, dan hikmah pada orang Yaman." muslim 77
dari az-Zuhri telah menceritakan kepada kami Sa'id bin al-Musayyab bahwa Abu Hurairah berkata, "Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah tiba penduduk Yaman, mereka ialah kaum yang paling lembut hatinya, dan paling lemah hatinya. Iman itu ada pada orang Yaman, hikmah pada orang Yaman dan ketenangan ada pada orang Yaman. Sedangkan pujian dan kesombongan ada pada penggembala, kaum Badui, yaitu arah terbitnya matahari." muslim 78
dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah tiba penduduk Yaman kepada kalian, mereka ialah orang yang paling halus hatinya, dan paling lembut hatinya. Iman ada pada orang Yaman dan hikmah ada pada orang Yaman, sementara pokok kekufuran ada pada arah timur (kaum Majusi)." Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Zuhair bin Harb keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir dari al-A'masy dengan sanad ini, dan dia tidak menyebutkan, 'Pokok kekufuran ada pada arah timur.' Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Khalid telah menceritakan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu Ja'far- keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari al-A'masy dengan sanad ini menyerupai hadits Jarir, dan dia menambahkan, 'Kebanggaan dan kesombongan ada pada penggembala unta, sedangkan ketenangan ada pada penggembala kambing'." muslim 79
telah mengabarkan kepada kami Abu az-Zubair bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Keras dan keringnya hati berada pada orang Timur, sedangkan dogma berada pada mahir Hijaz." muslim 80