Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Mahdiy bin Maymun telah menceritakan kepada kami Washil Al Ahdab dari Al Ma'rur bin Suaid dari Abu Dzar radliallahu 'anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Baru saja tiba kepadaku utusan dari Rabbku kemudian mengabarkan kepadaku" atau Beliau bersabda: "Telah tiba mengabarkan kepadaku bahwa barangsiapa yang mati dari ummatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun maka dia niscaya masuk surga". Aku tanyakan: "Sekalipun dia berzina atau mencuri?" Beliau menjawab: "Ya, sekalipun dia berzina atau mencuri". BUKHARI NO.1161
Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada kami Syaqiq dari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa yang mati dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia niscaya masuk neraka". Dan saya ('Abdullah) berkata, dariku sendiri: "Dan barangsiapa yang mati tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun maka dia niscaya masuk surga". BUKHARI NO.1162
PERINTAH MENGANTAR JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al Asy'ats berkata, saya mendengar Mu'awiyyah bin Suwaid bin Muqarrin dari Al Bara' bin 'Azib radliallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami perihal tujuh masalah dan melarang kami dari tujuh masalah pula. Beliau memerintahkan kami untuk; mengiringi jenazah, menjenguk orang yang sakit, memenuhi undangan, menolong orang yang dizhalimi, berbuat adil dalam pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin. Dan Beliau melarang kami dari menggunakan ember terbuat dari perak, menggunakan cincin emas, menggunakan kain sutera kasar, sutera halus, baju berbordir sutera dan sutera tebal". BUKHARI NO.1163
Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Abu Salamah dari Al Awza'iy berkata, telah mengabarkan kepada saya Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Sa'id bin Al Musayyab bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin". Hadits ini diriwayatkan pula oleh 'Abdur Razaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dan meriwayatkan kepadanya Salamah bin Rauh dari 'Uqail. BUKHARI NO.1164
MASUK MELIHAT MAYAT SETELAH DIKAFANI
Telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Muhammad telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada saya Ma'mar dan Yunus dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepada saya Abu Salamah bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan kepadanya, katanya; Abu Bakar radliallahu 'anhu menunggang kudanya dari suatu kawasan berjulukan Sunih hingga hingga dan masuk ke dalam masjid dan dia tidak berbicara dengan orang-orang, kemudian dia menemui 'Aisyah radliallahu 'anha dan eksklusif mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang sudah ditutupi (jasadnya) dengan kain terbuat dari katun. Kemudian dia membuka tutup wajah Beliau kemudian Abu Bakar bersimpuh didepan jasad Nabi, kemudian menutupnya kembali. Kemudian Abu Bakar menangis dan berkata: "Demi bapak dan ibuku, wahai Nabi Allah, Allah tidak akan menimbulkan kematian dua kali kepadamu. Adapun kematian pertama yang telah ditetapkan buatmu itu sudah terjadi". Berkata, Abu Salamah; telah mengabarkan kepada saya Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa; Kemudian Abu Bakar radliallahu 'anhu keluar bertepatan 'Umar radliallahu 'anhu sedang berbicara dengan orang banyak. Maka (Abu Bakar radliallahu 'anhu) berkata, kepada ("Umar radliallahu 'anhu): "Duduklah!". Namun 'Umar tidak mempedulikannya. Lalu Abu Bakar berkata, lagi: "Duduklah!". Namun 'Umar tetap tidak mempedulikannya. Akhirnya Abu Bakar bersaksi (tentang kewafatan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) sehingga orang-orang berkumpul kepadanya dan meninggalkan 'Umar, kemudian Abu Bakar berkata: "Kemudian, barangsiapa dari kalian yang menyembah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sungguh Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kini sudah wafat dan barangsiapa dari kalian yang menyembah Allah, sungguh Allah Maha Hidup yang tidak akan pernah mati. Allah Ta'ala telah berfirman: (yang artinya): "Dan Muhammad itu tidak lain kecuali hanyalah seorang rasul sebagaimana telah berlalu (mati) rasul-rasul sebelum dia"..seterusnya hingga simpulan ayat … Allah akan memberi jawaban pahala bagi orang-orang yang bersyukur" (QS. Ali'Imran 165). Demi Allah, seolah-olah orang-orang belum pernah mengetahui bahwa Allah sudah menurunkan ayat tersebut hingga Abu Bakar radliallahu 'anhu membacakannya. Akhirnya orang-orang memahaminya dan tidak ada satupun orang yang mendengarnya (wafatnya Nabi) kecuali niscaya membacakannya". BUKHARI NO.1165
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Kharijah bin Zaid bin Tsabit bahwa Ummu Al 'Ala' seorang perempuan Kaum Anshar yang pernah berbai'at kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkannya bahwa; Ketika Beliau sedang mengundi pembagian sahabat Muhajirin (untuk tinggal di rumah-rumah sahabat Anshar sesampainya mereka di Madinah), maka 'Utsman bin Mazh'un mendapat bagiannya untuk tinggal bersama kami. Akhirnya dia kami bawa ke rumah-rumah kami. Namun kemudian dia menderita sakit yang membawa kepada kematianya. Setelah dia wafat, maka dia dimandikan dan dikafani dengan baju yang dikenakannya. Tak lama kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba kemudian saya berkata, kepada Beliau: "Semoga rahmat Allah tercurah atasmu wahai Abu As-Sa'ib ('Utsman bin Mazh'un). Dan persaksianku atasmu bahwa Allah telah memuliakanmu". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Dari mana kau tahu bahwa Allah telah memuliakannya?" Aku jawab: "Demi bapakku, wahai Rasulullah, siapakah seharusnya orang yang dimuliakan Allah itu?" Beliau menjawab: "Adapun dia, telah tiba kepadanya Al Yaqin (kematian) dan saya berharap dia berada diatas kebaikan. Demi Allah meskipun saya ini Rasulullah, saya tidak tahu apa yang akan dilakukan-Nya terhadapku". Dia (Ummu Al 'Ala') berkata: "Demi Allah, tidak seorangpun yang saya anggap suci setelah insiden itu selamanya". Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Uqair telah menceritakan kepada kami Al Laits ibarat ini. Dan berkata, Nafi' bin Yazid dari 'Uqail: "Apa yang akan dilakukan-Nya terhadapnya". Dan dikuatkan oleh Syu'aib dan 'Amru bin Dinar dan Ma'mar. BUKHARI NO.1166
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata; Aku mendengar Muhammad bin Al Munkadir berkata; Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anha berkata: Ketika bapakku meninggal dunia saya menyingkap kain epilog wajahnya, maka saya menangis namun orang-orang melarangku menangis sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak melarangku. Hal ini membuat bibiku Fathimah ikut menangis. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia menangis atau tidak menangis, malaikat senantiaa akan tetap menaunginya hingga kalian mengangkatnya". Hadits ini dperkuat pula oleh Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada saya Muhammad bin Al Munkadir bahwa dia mendengar Jabir radliallahu 'anha. BUKHARI NO.1167
ORANG YANG MEMBERITAHUKAN KEMATIAN SESEORANG KEPADA KELUARGANYA SENDIRI
Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepada saya Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengumumkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya kemudian Beliau keluar menuju kawasan shalat kemudian Beliau membariskan shaf kemudian takbir empat kali. BUKHARI NO.1168
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Humaid bin Hilal dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata: Telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Bendera perang dipegang oleh Zaid kemudian dia terbunuh kemudian dipegang oleh Ja'far kemudian dia terbunuh kemudian dipegang oleh 'Abdullah bin Rawahah namun diapun terbunuh, Dan nampak kedua mata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berlinang. Akhirnya bendera dipegang oleh Khalid bin Al Walid tanpa menunggu perintah, namun hasilnya kemenangan diraihnya".BUKHARI NO.1169
MEMINTA IDZIN UNTUK MENGURUS JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Abu Ishaq Asy-Syaibaniy dari Asy-Sya'biy dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Bila ada orang yang meninggal dunia biasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melayatnya. Suatu hari ada seorang yang meninggal dunia di malam hari kemudian dikuburkan malam itu juga. Keesokan paginya orang-orang memberitahu Beliau. Maka Beliau bersabda: "Mengapa kalian tidak memberi tahu aku?" Mereka menjawab: "Kejadiannya malam hari, kami khawatir memberatkan anda". Maka kemudian Beliau mendatangi kuburan orang itu kemudian mengerjakan shalat untuknya".BUKHARI NO.1170
KEUTAMAAN SHABAR ATAS KEMATIAN ANAK
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz dari Anas radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Tidak seorang muslim pun yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya yang belum baligh kecuali akan Allah masukkan dia ke dalam nirwana lantaran limpahan rahmatNya kepada mereka".BUKHARI NO. 1171
Telah menceritakan kepada kami Muslim telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman bin Al Ashbahaaniy dari Dzakwan dari Abu Sa'id radliallahu 'anhu bahwa para perempuan pernah berkata, kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Sediakanlah satu hari untuk kami!". Maka kemudian Beliau memberikan pelajaran untuk mereka dan diantaranya bersabda: "Siapa saja dari perempuan yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya melainkan mereka akan menjadi hijab (pembatas) dari api neraka". Seorang perempuan berkata: "Bagaimana kalau ditinggal mati oleh dua orang anak? Beliau menjawab: "Dan juga oleh dua orang". Dan berkata, Syarik dari Al Ashbahaaniy telah menceritakan kepada saya Abu Shalih dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Berkata, Abu Hurairah radliallahu 'anhu: "Bila mereka belum baligh."BUKHARI NO.1172
Telah menceritakan kepada kami 'Ali telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata; saya mendengar Az Zuhriy dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya, tidak bakalan masuki neraka selain sebatas melaksanakan sumpah Allah". Berkata, Abu 'Abdullah: Maksudnya melaksanakan sumpah Allah yang tersebut dalam Firman-Nya yang artinya; "Tidaklah dari kalian melainkan niscaya akan melewatinya (neraka) (QS. Maryam 71) ".BUKHARI NO.1173
UCAPAN SESEORANG KEPADA WANITA YANG BERADA DI QUBUR; "BERSHABARLAH"
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Tsabit dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan melewati seorang perempuan yang sedang berada di kuburan dalam keadaan menangis. Maka Beliau berkata;: "Bertakwalah kau kepada Allah dan bersabarlah".BUKHARI NO.1174
MAMANDIKAN MAYAT DAN MEWUDLUKANNYA DENGAN AIR YANG DICAMPUR DENGAN DAUN BIDARA
Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada saya Malik dari Ayyub As-Sakhtiyaniy dari Muhammad bin Sirin dari Ummu 'Athiyyah seorang perempuan Anshar radliallahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui kami dikala kematian puteri kami, kemudian bersabda: "Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu kalau kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian) atau yang sejenis. Dan bila kalian telah selesai beritahu aku". Ketika kami telah selesai kami memberi tahu Beliau. Maka kemudian Beliau memberikan kain Beliau kepada kami seraya berkata: "Pakaikanlah ini kepadanya". Maksudnya pakaian Beliau".BUKHARI NO.1175
DISUNNAHKAN KETIKA MEMANDIKAN MAYAT MENGUYURNYA DENGAN BILANGAN GANJIL
Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepada saya 'Abdul Wahhab Ats-Tsaqafiy dari Ayyub dari Muhammad dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui kami ketika kami akan memandikan puteri. Beliau kemudian bersabda: "Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu kalau kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian). Dan bila kalian telah selesai beritahu aku". Ketika kami telah selesai kami memberi tahu Beliau. Maka kemudian Beliau memberikan kain Beliau kepada kami seraya berkata: "Pakaikanlah ini kepadanya". Berkata, Ayyub telah menceritakan kepada saya Hafshah ibarat hadits Muhammad ini dimana pada hadits Hadshah berbunyi: "Mandikanlah dengan siraman air berjumlah ganjil". Pada hadits itu juga ada disebutkan: "Tiga, lima atau tujuh kali siraman". Dan juga didalamnya ada berbunyi: "Mulailah dengan anggota tubuh yang kanan dan tubuh anggota wudhu'". Pada hadits itu juga ada disebutkan bahwa Ummu 'Athiyyah berkata: "Kami menyisir rambut puteri Beliau dengan tiga kepang".BUKHARI NO.1176
DALAM MEMANDIKAN MAYAT, HENDAKNYA MEMULAINYA DARI ANGGOTA BADAN YANG KANAN
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Khalid dari Hafshah binti Sirin dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika pemandian puteri Beliau yang meninggal dunia: "Mulailah dengan anggota tubuh yang kanan dan anggota wudhu' dari badan".BUKHARI NO.1177
MENDAHULUKAN ANNGOTA BADAN WUDLU'
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Musa telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Khalid Al Hadza`i dari Hafshah binti Sirin dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkenaan pemandian puteri Beliau yang meninggal dunia: "Mulailah dengan anggota tubuh yang kanan dan anggota wudhu' dari badan".BUKHARI NO.1178
BOLEHKAN MAYAT WANITA DIKAFANI DENGAN KAIN SARUNG LAKI-LAKI
Telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman bin Hammad telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Aun dari Muhammad dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anhu berkata: Ketika puteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wafat Beliau berkata, kepada kami: "Mandikanlah ia (dengan mengguyurkan air) tiga kali, lima kali atau lebih dari itu kalau kalian anggap perlu dan bila kalian telah selesai beritahu aku". Ketika kami telah selesai kami memberi tahu Beliau. Maka kemudian Beliau memberikan kain Beliau kepada kami seraya berkata: "Pakaikanlah ini kepadanya".BUKHARI NO.1179
MENJADIKAN AIR YANG DICAMPUR KAPUR BARUS SEBAGAI AIR GUYURAN TERAKHIR
Telah menceritakan kepada kami Hamid bin 'Umar telah menceritakan kepada saya Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha berkata: Ketika salah satu puteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wafat, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar seraya berkata: "Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu kalau kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian) atau yang sejenis dari kapur barus (kamper). Dan bila kalian telah selesai beritahu aku". Berkata, Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha: "Ketika kami telah selesai, kami memberi tahu Beliau, kemudian Beliau memberikan kain, Beliau kepada kami seraya berkata: "Pakaikanlah ini kepadanya". Dan dari Ayyub dari Hafshah dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha dan dia berkata, bahwa Beliau bersabda: "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali, tujuh kali atau lebih dari itu kalau kalian anggap perlu ". Berkata, Hafshah telah berkata, Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha: "Kami kepang rambut kepala puteri Beliau dengan tiga kepang".BUKHARI NO.1180
MENYISIR RAMBUT MAYAT WANITA
Telah menceritakan kepada kami Ahmad telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata, Ayyub; Aku mendengar Hafshah binti Sirin berkata, telah menceritakan kepada kami Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha; Bahwa mereka menimbulkan (rambut) puteri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiga ikatan kemudian mereka melepaskannya kemudian saya membasuhnya kemudian mereka jadikan kembali menjadi tiga ikatan (kepang) ".BUKHARI NO.1181
BAGAIMANA CARA MEMBUNGKUS (MENGKAFANI) MAYAT
Telah menceritakan kepada kami Ahmad telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij bahwa Ayyub yang mengabarkan kepadanya berkata; Aku mendengar Ibnu Sirin berkata: Telah tiba Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha seorang diantara perempuan Anshar yang pernah berbai'at kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sekembalinya dari Bashrah untuk menemui anaknya disana, namun dia tidak menemukannya kemudian dia menceritakan kepada kami, katanya: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menemui kami dikala kami sedang memandikan putri Beliau yang wafat kemudian berkata: "Mandikanlah ia dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu kalau kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus dan bila kalian telah selesai beritahu aku". Berkata, Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha: "Ketika kami telah selesai, Beliau kemudian memberikan kain Beliau kepada kami seraya berkata: "Pakaikanlah ini kepadanya". Dan Beliau tidak memerintahkan lebih dari itu dan saya sendiri sudah tidak ingat puteri Beliau mana yang meninggal dikala itu". Ayyub beropini memakaikan kain maksudnya yaitu menutupi seluruh tubuh mayat perempuan. Dan begitu juga bahwa Ibnu Sirin memerintahkan supaya untuk mayat perempuan ditutupi selluruh belahan badannya bukan hanya belahan bawahnya.BUKHARI NO.1182
APAKAH RAMBUT MAYAT WANITA HARUS DIKEPANG TIGA?
Telah menceritakan kepada kami Qabishah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam dari Ummu Al Hudzail dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha berkata: "Kami menjalin (rambut) keala putri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjadi tiga ikatan (kepang) ". Berkata, Waki' berkata, Sufyan: "Diikat kepang dan diketakkan di belakangnya".BUKHARI NO.1183
MELETAKKAN KEPANGAN RAMBUT MAYAT WANITA KE BELAKANG
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada saya Yahya bin Sa'id dari Hisyam bin Hassan berkata, telah menceritakan kepada kami Hafshah dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha berkata: Ketika salah satu puteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wafat, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi kami seraya berkata: "Mandikanlah menggunakan daun bidara dengan ganjil, tiga kali, lima kali atau lebih dari itu kalau kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian) atau yang sejenis dari kapur barus (kamper). Dan bila kalian telah selesai beritahu aku". Ketika kami telah selesai, kami memberi tahu Beliau, kemudian Beliau memberikan kain Beliau kepada kami. Maka kami menyisir (dan menguraikan kemudian mengepangnya) rambut kepalanya menjadi tiga kepang dan kami letakkan di belakangnya".BUKHARI NO.1184
KAIN BERWARNA PUTIH UNTUK KAIN KAFAN
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah bin Al Mubarak telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (ketika wafat) dikafani jasadnya dengan tiga helai kain yang sangat putih terbuat dari katun dari negeri Yaman dan tidak dikenakan padanya baju dan serban (tutup kepala).BUKHARI NO.1185
MENGKAFANI DENGAN DUA POTONG KAIN
Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu'man telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhum berkata; "Ada seorang pria ketika sedang wukuf di 'Arafah terjatuh dari binatang tunggangannya sehingga ia terinjak" atau dia Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Hingga orang itu mati seketika". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepala (serban) lantaran dia nanti akan dibangkitkan pada hari qiyamat dalam keadaan bertalbiyyah".BUKHARI NO.1186
MEMBERI WANGI-WANGIAN PADA MAYAT
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; "Ada seorang pria yang sedang wukuf di 'Arafah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian dia terjatuh dari binatang tunggangannya sehingga ia terinjak" atau dia Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Hingga orang itu mati seketika". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepalanya (serban) lantaran dia nanti akan dibangkitkan pada hari qiyamat dalam keadaan bertalbiyyah".BUKHARI NO.1187
BAGAIMANA CARA MENGKAFANI ORANG YANG MENINGGAL DUNIA DALAM KEADAAN SEDANG IHRAM?
Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu'man telah mengabarkan kepada kami Abu 'Awanah dari Abu Bisyir dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas Ram; Bahwa ada seorang pria yang sedang berihram dijatuhkan oleh untanya yang dikala itu kami sedang bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepala (serban) lantaran dia nanti akan dibangkitkan pada hari qiyamat dalam keadaan bertalbiyyah".BUKHARI NO.1188
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari 'Amru dan Ayyub dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata; "Ada seorang pria ketika sedang wukuf bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di 'Arafah terjatuh dari binatang tunggangannya". Berkata, Ayyub: "Maka hewannya itu mematahkan lehernya". Dan berkata, 'Amru: "Maka hewannya itu menginjaknya". Lalu orang itu meninggal. Sehingga ia terinjak" atau dia Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Hingga orang itu mati seketika". Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepala (serban) lantaran dia nanti akan dibangkitkan pada hari qiyamat…Menurut Ayyub berkata: "sedang membaca talbiyyah". Dan berdasarkan 'Amru: "sebagai orang yang bertalbiyyah".BUKHARI NO.1189
MENGKAFANI DENGAN BAJU GAMIS YANG DIJAHIT ATAU TIDAK
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari 'Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepada saya Nafi' dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma bahwa ketika 'Abdullah bin Ubay wafat, anaknya tiba menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Berikanlah kepadaku baju anda untuk saya gunakan mengafani (ayahku) dan shalatlah untuknya serta mohonkanlah ampunan baginya". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepadanya kemudian berkata: "izinkanlah saya untuk menshalatkannya". Ketika Beliau hendak menshalatkannya tiba-tiba 'Umar bin Al Khaththab radliallahu 'anhu tiba menarik Beliau seraya berkata: "Bukankah Allah telah melarang anda untuk menshalatkan orang munafiq?" Maka Beliau bersabda: "Aku berada pada dua pilihan dari firman Allah Ta'ala (QS. At-Taubah ayat 80, yang artinya): "Kamu mohonkan ampun buat mereka atau kau tidak mohonkan ampun buat mereka (sama saja bagi mereka). Sekalipun kau memohonkan ampun buat mereka sebanyak tujuh puluh kali, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka". Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menshalatkannya. Lalu turunlah ayat: (QS. At-Taubah ayat 84 yang artinya): "Janganlah kau shalatkan seorangpun yang mati dari mereka selamanya dan janganlah kau berdiri di atas kuburannya".BUKHARI NO.1190
Telah menceritakan kepada kami Malik bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Uyainah dari 'Amru bahwa dia mendengar Jabir radliallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi (jenazah) 'Abdullah bin Ubay setelah dimasukkan dalam kubur kemudian Beliau mengeluarkannya, memberkahi dengan ludahnya dan memakaikan dengan baju Beliau kepadanya".BUKHARI NO.1191
KAIN KAFAN TANPA BAJU
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (ketika wafat) dikafani jasadnya dengan tiga helai kain yang sangat putih terbuat dari katun dari dan tidak dikenakan padanya baju dan serban (tutup kepala).BUKHARI NO.1192
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam telah menceritakan kepadaku bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (ketika wafat) dikafani jasadnya dengan tiga helai kain dan tidak dikenakan padanya baju dan serban (tutup kepala).BUKHARI NO.1193
KAIN KAFAN TANPA SORBAN
Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepada saya Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (ketika wafat) dikafani jasadnya dengan tiga helai kain yang sangat putih terbuat dari katun dan tidak dikenakan padanya baju dan serban (tutup kepala).BUKHARI NO.1194
MEMBELI KAIN KAFAN DENGAN HARTA PENINGGALAN MAYAT
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad Al Makkiy telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'ad dari Saad dari bapaknya ia berkata; Pada suatu hari 'Abdurrahman bin 'Auf dihidangkan masakan kepadanya, kemudian ia berkata, Mus'ab bin Umair telah terbunuh. Ia yaitu orang yang lebih baik dariku, namun dikala (hendak dikafani) tidak ada kain kafan yang bisa membungkusnya kecuali hanyalah burdah (kain bergaris). Dan Hamzah terbunuh atau orang lain yang lebih baik dariku kemudian tidak ada kain yang bisa dijadikan kafan untuknya kecuali burdah. Aku khawatir kalau kebaikan-kebakan kita disegerakan didunia ini. Lalu ia mulai menangis.BUKHARI NO.1195
JIKA TIDAK ADA KAIN KAFAN KECUALI SEHELAI KAIN
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Syu'nah dari Sa'ad bin Ibrahim dari bapaknya Ibrahim bahwa; "Pada suatu hari 'Abdurrahman bin 'Auf dihidangkan masakan kepadanya dikala itu ia sedang berpuasa. Lalu ia berkata, Mus'ab bin Umair telah terbunuh. Ia yaitu orang yang lebih baik dariku, namun dikala (hendak dikafani) tidak ada kain kafan yang bisa membungkusnya kecuali hanyalah burdah (kain bergaris) yang apabila kepalanya akan ditutup, kakinya terbuka (karena kain yang pendek) dan bila kakinya yang hendak ditutup kepalanyalah yang terbuka. Dan saya melihat dia berkata, pula; "Hamzah pun atau orang lain yang lebih baik dariku telah terbunuh. Kemudian setelah itu dunia telah dibukakan buat kami atau katanya kami telah diberi kenikmatan dunia dan sungguh kami khawatir bila kebaikan-kebaikan kami disegerakan balasannya buat kami (berupa kenikmatan dunia). Lalu ia pun mulai menangis.BUKHARI NO.1196
JIKA TIDAK ADA KAIN KAFAN KECUALI SEHELAI KAIN YANG HANYA DAPAT MENUTUPI KEPALA ATAU KAKI MAYAT, MAKA YANG DITUTUP ADALAH KEPALANYA
Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh bin Ghiyats telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada kami Syaqiq telah menceritakan kepada kami Khabab radliallahu 'anhu berkata; Kami berhijrah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan hanya mengharapkan ridha Allah dan kami telah mendapat pahala di sisi Allah. Lalu diantara kami ada yang meninggal lebih dahulu sebelum menikmati pahalanya sedikitpun (di dunia ini), diantaranya yaitu Mus'ab bin Umair. Dan diantara kami ada yang buah (perjuangannya) sudah masak kemudian dia memetiknya dengan terbunuh sebagai syahid di medan Perang Uhud namun kami tidak mendapat kain untuk mengafaninya kecuali burdah (kain bergaris) yang kain tersebut bila kami gunakan untuk menutup kepalanya, kakinya terbuka dan bila kakinya yang hendak kami tutup kepalanyalah yang terbuka. Maka kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dengan kain tersebut sedangkan kakinya kami tutup dengan dedaunan".BUKHARI NO.1197
ORANG YANG MEMPERSIAPKAN KAIN UNTUK KAFAN DI ZAMAN NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALAM DAN BELIAU TIDAK MENGINGKARINYA
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Hazim dari bapaknya dari Sahal radliallahu 'anhu bahwa ada seorang perempuan mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa burdah yang pinggirnya berjahit. (Sahal) berkata; "Tahukah kau apa yang dimaksud dengan burdah?" Mereka menjawab: "Bukankah itu kain selimut?" Dia berkata: "Ya benar". Wanita itu berkata: "Aku menjahitnya dengan tanganku sendiri, dan saya tiba untuk memakaikannya kepada anda". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengambilnya lantaran Beliau memerlukannya. Kemudian Beliau menemui kami dengan mengenakan kain tersebut. Diantara kami ada seseorang yang tertarik dengan kain tersebut kemudian berkata: "Alangkah bagusnya kain ini". Orang-orang berkata, kepada orang itu: "Mengapa kau memuji apa yang digunakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian kau memintanya padahal kau tahu bahwa Beliau tidak akan menolak (permintaan orang). Orang itu menjawab: "Demi Allah, sungguh saya tidak memintanya untuk saya pakai. Sesungguhnya saya memintanya untuk saya jadikan sebagai kain kafanku". Sahal berkata: "Akhirnya memang kain itu yang jadi kain kafannya".BUKHARI NO.1198
LARANGAN MENGANTAR JENAZAH BAGI WANITA
Telah menceritakan kepada kami Qabishah bin 'Uqbah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Khalid Al Hadza' dari Ummu AL Hudzail dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha berkata: "Kami tidak boleh mengantar mayat namun Beliau tidak menekankan hal tersebut kepada kami".BUKHARI NO.1199
BERKABUNGNYA WANITA ATAS KEMATIAN SELAIN SUAMINYA
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Al Mufadhdhal telah menceritakan kepada kami Salamah bin 'Alqamah dari Muhammad bin Sirin berkata: Telah wafat anak Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha. Pada hari ketiga (dari kematian anaknya) dia meminta wewangian, kemudian memakainya kemudian berkata: "Kami tidak boleh berkabung melebihi tiga hari kecuali bila ditinggal mati suaminya".BUKHARI NO.1200
Telah menceritakan kepada kami Al Humaidiy telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Ayyub bin Musa berkata, telah mengabarkan kepada saya Humaid bin Nafi' dari Zainab binti Abu Salamah berkata; Ketika kabar kematian Abu Sufyan hingga dari negeri Syam, Ummu Habibah radliallahu 'anha meminta wewangian pada hari ketiga kemudian memakainya untuk belahan sisi badannya dan lengannya dan berkata; Sungguh bagiku ini sudah cukup seandainya saya tidak mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak halal bagi perempuan yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk berkabung melebihi tiga hari kecuali bila ditinggal mati suaminya yang dikala itu dia boleh berkabung hingga empat bulan sepuluh hari".BUKHARI NO.1201
Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada saya Malik dari 'Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin 'Amru bin Hazm dari Humaid bin Nafi' dari Zainab binti Abu Salamah bahwa dia mengabarkannya, katanya; Aku pernah menemui Ummu Habibah radliallahu 'anha, isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Lalu dia berkata; Aku mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak halal bagi perempuan yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk berkabung melebihi tiga hari kecuali bila ditinggal mati suaminya yang dikala itu dia boleh berkabung hingga empat bulan sepuluh hari". Lalu saya menemui Zainab binti Jahsy ketika saudara laki-lakinya meninggal dunia. Saat itu dia meminta minyak wangi kemudian memakainya kemudian berkata, "Aku sebenarnya tidak memerlukan minyak wangi seandainya saya tidak mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda dari atas mimbar: tidak halal bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari simpulan berkabung atas mayit melebihi tiga hari selain lantaran kematian suaminya, boleh hingga empat bulan sepuluh hari.BUKHARI NO.1202
ZIARAH QUBUR
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Tsabit dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata,: Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah berjalan melewati seorang perempuan yang sedang menangis di sisi kubur. Maka Beliau berkata,: "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah". Wanita itu berkata,: "Kamu tidak mengerti keadaan saya, lantaran kau tidak mengalami mushibah ibarat yang saya alami". Wanita itu tidak mengetahui kalau yang menasehati itu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Lalu diberi tahu: "Sesungguhnya orang tadi yaitu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Spontan perempuan tersebut mendatangi rumah Nabi Shallallahu'alaihiwasallam namun dia tidak menemukannya. Setelah bertemu dia berkata; "Maaf, tadi saya tidak mengetahui anda". Maka Beliau bersabda: "Sesungguhnya sabar itu pada kesempatan pertama (saat tiba mushibah) ".BUKHARI NO.1203
SABDA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALAM TENTANG MAYAT AKAN DISIKSA DISEBABKAN TANGISAN KELUARGANYA
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan dan Muhammad keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami 'Ashim bin Sulaiman dari Abu 'Utsman berkata, telah menceritakan kepada saya Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma berkata; Putri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam tiba untuk menemui Beliau dan mengabarkan bahwa; "Anakku telah meninggal, maka datanglah kepada kami". Maka Nabi Shallallahu'alaihiwasallam memerintahkannya untuk memberikan salam kemudian bersabda: "Sesungguhnya milik Allah apa yang diambilNya dan apa yang diberiNya. Dan segala sesuatu disisiNya sehabis ditentukan ajalnya, maka bersabarlah engkau karenanya dan mohonkanlah pahala darinya." Kemudian dia tiba lagi kepada Beliau dan meminta dengan sangat supaya Beliau bisa datang. Maka Beliau berangkat, bersamanya ada Sa'ad bin 'Ubadah, Mu'adz bin Jabal, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit dan beberapa orang lain. Kemudian bayi tersebut diserahkan kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan hati Beliau nampak berguncang (karena bersedih). Aku menduga dia berkata,: Seakan dia ibarat geriba yang kosong. Maka mengalirlah air mata Beliau. Sa'ad berkata,: "Wahai Rasulullah, mengapakah engkau menangis? Beliau berkata,: "Inilah rahmat yang Allah berikan kepada hati hamba-hambaNya dan sesungguhnya Allah akan merahmati diantara hamba-hambaNya mereka yang saling berkasih sayang".BUKHARI NO.1204
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir telah menceritakan kepada kami Fulaih bin Sulaiman dari Hilal bin 'Ali dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata,: "Kami menyaksikan pemakaman puteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam." Dia (Anas bin Malik radliallahu 'anhu) berkata,: "Dan dikala itu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam duduk disisi liang lahad. Dia (Anas bin Malik radliallahu 'anhu) berkata,: Lalu saya melihat kedua mata Beliau mengucurkan air mata". Dia (Anas bin Malik radliallahu 'anhu) berkata,: Maka Beliau bertanya: "Siapakah diantara kalian yang malam tadi tidak bekerjasama (dengan isterinya)?". Berkata Abu Tholhah: "Aku". Beliau berkata,: "Turunlah engkau ke lahad!". Dia (Anas bin Malik radliallahu 'anhu) berkata,: "Maka Beliaupun ikut turun kedalam kuburnya".BUKHARI NO.1205
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah menceritakan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Abdullah bin 'ubaidullah bin Abu Mulaikah berkata; "Telah wafat isteri 'Utsman radliallahu 'anha di Makkah kemudian kami tiba menyaksikan (pemakamannya). Hadir pula Ibnu 'Umar dan Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhum dan dikala itu saya duduk diantara keduanya". Atau katanya: "Aku duduk erat salah satu dari keduanya". Kemudian tiba orang lain kemudian duduk di sampingku. Berkata, Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma kepada 'Amru bin 'Utsman: "Bukankan tidak boleh menangis dan sungguh Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Sesungguhnya mayat niscaya akan disiksa disebabkan tangisan keluarganya kepadanya?". Maka Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata,: "Sungguh 'Umar radliallahu 'anhu pernah menyampaikan sebagiannya dari hal tadi". Kemudian dia menceritakan, katanya: "Aku pernah bersama 'Umar radliallahu 'anhu dari kota Makkah hingga kami hingga di Al Baida, di kawasan itu dia melihat ada orang yang menunggang binatang tunggangannya di bawah pohon. Lalu dia berkata,: "Pergi dan lihatlah siapa mereka yang menunggang binatang tunggangannya itu!". Maka saya tiba melihatnya yang ternyata dia yaitu Shuhaib. Lalu saya kabarkan kepadanya. Dia ("Umar) berkata,: "Panggillah dia kemari!". Aku kembali menemui Shuhaib kemudian saya berkata: "Pergi dan temuilah Amirul Mu'minin". Kemudian hari 'Umar mendapat petaka dibunuh orang, Shuhaib mendatanginya sambil menangis sambil terisak berkata,: Wahai saudaraku, wahai sahabat". Maka 'Umar berkata,: "Wahai Shuhaib, mengapa kau menangis untukku padahal Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Sesungguhnya mayat niscaya akan disiksa disebabkan sebagian tangisan keluarganya ". Berkata, Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma: "Ketika 'Umar sudah wafat saya tanyakan kasus ini kepada 'Aisyah radliallahu 'anha, maka dia berkata,: "Semoga Allah merahmati 'Umar. Demi Allah, tidaklah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah berkata ibarat itu, bahwa Allah niscaya akan menyiksa orang beriman disebabkan tangisan keluarganya kepadanya, akan tetapi yang benar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah niscaya akan menambah siksaan buat orang kafir disebabkan tangisan keluarganya kepadanya". Dan cukuplah buat kalian firman Allah) dalam AL Qur'an (QS. An-Najm: 38) yang artinya: "Dan tidaklah seseorang memikul dosa orang lain". Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata seketika itu pula: Dan Allahlah yang menimbulkan seseorang tertawa dan menangis" (QS. Annajm 43). Berkata Ibnu Abu Mulaikah: "Demi Allah, setelah itu Ibnu 'Umar radliallahu 'anhu tidak mengucapkan sepatah kata pun".BUKHARI NO.1206
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari 'Abdullah bin Abu Bakar dari bapaknya dari 'Amrah binti 'Abdurrahman ia mengabarkannya sebenarnya ia mendengar 'Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah melewati (kubur) seorang perempuan yahudi yang suaminya menangisinya, kemudian Beliau bersabda: "Mereka sungguh menangisinya padahal ia sedang diadzab dikuburnya".BUKHARI NO.1207
Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Khalil telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Mushir telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dia yaitu dari suku Asy-Syaibaniy dari Abu Burdah dari bapaknya berkata; Ketika 'Umar radliallahu 'anhu terbunuh Shuhaib berkata, sambil menangis: "Wahai saudaraku". Maka 'Umar radliallahu 'anhu berkata,: Bukankah kau mengetahui bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda "Sesungguhnya mayat niscaya akan disiksa disebabkan tangisan orang yang masih hidup".BUKHARI NO.1208
LARANGAN MERATAPI MAYAT
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Ubaid dari 'Ali bin Rabi'ah dari Al Mughirah radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sesungguhnya berdusta kepadaku tidak sama dengan orang yang berdusta kepada orang lain. Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia berkemas-kemas (mendapat) kawasan duduknya di neraka. Aku juga mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang menyesali mayat maka mayat itu akan disiksa disebabkan ratapan kepadanya".BUKHARI NO.1209
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan berkata, telah mengabarkan bapakku kepadaku dari Syu'bah dari Qatadah dari Sa'id AL Musayyab dari Ibnu 'Umar dari bapaknya radliallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Mayat akan disiksa didalam kuburnya disebabkan ratapan kepadanya". Hadits ini dikuatkan oleh 'Abdu Al A'laa telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Sa'id telah menceritakan kepada kami Qatadah dan berkata, Adam dari Syu'bah: "Sesungguhnya mayat niscaya akan disiksa disebabkan tangisan orang yang masih hidup kepadanya".BUKHARI NO.1210
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Munkadir berkata; Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata,: "Pada hari Perang Uhud, bapakku didatangkan dalam kondisi sudah terbunuh dengan belahan anggota badannya ada yang terpotong hingga diletakkan di hadapan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, sedangkan jasadnya sudah ditutup dengan kain. Maka saya menghampiri untuk membukanya namun kaumku mencegahku. Aku coba sekali lagi untuk membukanya namun kaumku tetap mencegahku hingga hasilnya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memerintahkan untuk diangkat (dibawa). Saat itu Beliau mendengar ada bunyi teriakan. Maka Beliau bertanya: "(Suara) siapakah itu?". Orang-orang menjawab: "Putri dari 'Amru" atau "saudara perempuan 'Amru. Kemudian Beliau berkata,: "Mengapa kau menangis?" atau "Janganlah kau menangis, lantaran malaikat senantiasa akan menaunginya dengan sayap-sayapnya hingga (jenazah) ini diangkat".BUKHARI NO.1211
BUKAN DARI GOLONGAN KAMI SIAPA YANG MEROBEK-ROBEK BAJU KARENA MARATAPI MUSIBAH KAMATIAN
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Zubaid Al Yamiy dari Ibrahim dari Masruq dari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Bukan dari golongan kami siapa yang menampar-nampar pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap) ".BUKHARI NO.1212
KESEDIHAN NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALAM KETIKA SA'AD BIN KHAULAH MENINGGAL DUNIA
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari 'Amir bin Sa'ad bin Abu Waqash dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah mengunjungiku pada hari Haji Wada' (perpisahan) dikala sakitku sudah sangat parah, kemudian saya berkata: " Sakitku sudah sangat parah (menjelang kematianku) dan saya banyak mempunyai harta sedangkan tidak ada yang akan mewarisinya kecuali anak perempuanku. Bolehkah saya menyedekahkan sepertiga dari hartaku ini?. Beliau menjawab: "Tidak boleh". Aku katakan lagi: "Bagaimana kalau setengahnya?". Beliau menjawab: "Tidak boleh". Kemudian Beliau melanjutkan: "Sepertiga dan sepertiga itu sudah besar atau banyak. Sesungguhnya kau bila meninggalkan andal warismu dalam keadaan berkecukupan (kaya) itu lebih baik dari pada kau meninggalkan mereka serba kekurangan sehingga nantinya mereka meminta-minta kepada manusia. Dan kau tidaklah menginfaqkan suatu nafaqah yang hanya kau hanya niatkan mencari ridha Allah kecuali kau niscaya diberi jawaban pahala atasnya bahkan sekalipun nafkah yang kau berikan untuk lisan isterimu". Lalu saya bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah saya diberi umur panjang setelah sahabat-sahabatku?. Beliau berkata,: "Tidaklah sekali-kali engkau diberi umur panjang kemudian kau berzakat shalih melainkan akan bertambah derajat dan kemuliaanmu. Dan semoga kau diberi umur panjang sehingga orang-orang sanggup mengambil manfaat dari dirimu dan juga mungkin sanggup mendatangkan madharat bagi kaum yang lain. Ya Allah sempurnakanlah pahala hijrah sahabat-sahabatku dan janganlah Engkau kembalikan mereka ke belakang". Namun Sa'ad bin Khaulah membuat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersedih lantaran dia hasilnya meningal dunia di Makkah.BUKHARI NO.1213
BUKAN DARI GOLONGAN KAMI SIAPA YANG MANAMPAR-NAMPAR PIPI KARENA MARATAPI MUSIBAH KAMATIAN
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari 'Abdullah bin Murrah dari Masruq dari 'Abdullah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bukan dari golongan kami siapa yang memukul-mukul pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap) ".BUKHARI NO.1214
LARANGAN MENGUCAPKAN KATA "CELAKA" ATAU SERUAN-SERUAN JAHILIYAH LAINNYA KETIKA DITIMPA MUSIBAH
Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari 'Abdullah bin Murrah dari Masruq dari 'Abdullah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bukan dari golongan kami siapa yang memukul-mukul pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap) ".BUKHARI NO.1215
ORANG YANG DUDUK TERMENUNG KETIKA DITIMPA MUSIBAH HINGGA TAMPAK KESEDIHANNYA
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahhab berkata, saya mendengar Yahya berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Amrah berkata; Aku mendengar 'Aisyah radliallahu 'anha berkata,: "Ketika telah tiba di hadapan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mayat Ibnu Haritsah, Ja'far dan Ibnu Rawahah, Beliau duduk dengan nampak kesedihannya sedangkan saya melihat dari lobang pintu. Lalu tiba seorang pria seraya berkata,: "Sesungguhnya isteri-isterinya Ja'far", kemudian orang itu menceritakan perihal tangisan mereka. Maka Beliau memerintahkan pria itu supaya melarang mereka. Orang itu pergi namun kemudian tiba untuk kedua kalinya dan belum berhasil melaksanakan perintah Beliau. Lalu Beliau berkata,: "Laranglah mereka?". Orang itu tiba untuk ketiga kalinya seraya berkata,: "Demi Allah, mereka mengalahkan kami wahai Rasulullah!". 'Aisyah radliallahu 'anha menduga Beliau kemudian berkata,: "Sumpallah mulut-mulut nereka dengan tanah". Aku berkata kepada pria itu: "Semoga Allah menyumpal hidungmu lantaran belum melaksanakan apa yang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam perintahkan, serta kau (membiarkan) tidak meninggalkan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dari kondisinya yang lelah dan kesusahan".BUKHARI NO.1216
Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin "Ali telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail telah menceritakan kepada kami 'Ashim Al Ahwal dari Anas radliallahu 'anhu berkata,: "Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan do'a qunut selama sebulan pada waktu terbunuhnya para Qurra' (penghafal AL Qur'an). Dan belum pernah saya melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sedemikian sedih yang melebihi kesedihannya pada waktu itu".BUKHARI NO.1217
ORANGYANG TIDAK MENAMPAKKAN KESEDIHANHYA KETIKA DITIMPA MUSIBAH
Telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Al Hakam telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin 'Abdullah bin Abu Tholhah sebenarnya dia mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; Anak dari Abu Tholhah dalam kondisi sakit yang parah. Katanya: "Dan hasilnya dia meninggal dunia". Saat itu Abu Tholhah sedang bepergian. Ketika isterinya melihat bahwa dia (anaknya) sudah meninggal, maka dia mengerjakan sesuatu dan meletakkannya di samping rumah. Ketika Abu Tholhah sudah datang, dia bertanya: "Bagaimana keadaan anak (kita)?. Isterinya menjawab: "Dia sudah damai dan saya berharap dia sudah beristirahat".. Abu Tholhah menganggap bahwa isterinya berkata, benar adanya. Anas bin Malik radliallahu 'anhu; Maka dia tidur pada malam itu. Pada keesokan harinya, dia mandi. Ketika dia hendak pergi keluar, isterinya memberitahu bahwa anaknya sudah meninggal dunia. Kemudian dia shalat bersama Nabi Shallallahu'alaihiwasallam kemudian dia menceritakan apa yang sudah terjadi antara dia berdua (dengan isterinya). Maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata,: "Semoga Allah memberkahi kalian berdua pada malam kalian itu". Sufyan berkata; Ada seorang dari kalangan Anshar berkata,: "Kemudian setelah itu saya melihat keduanya mempunyai sembilan anak yang semuanya telah hafal Al Qur'an".BUKHARI NO.1218
KESABARAN TERLETAK PADA KESEMPATAN AWAL DALAM MENGHADAPI MUSIBAH
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Tsabit berkata; Aku mendengar Anas radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sesungguhnya shabar itu pada kesempatan pertama (saat tiba mushibah) ".BUKHARI NO.1219
SABDA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALAM: "SESUNGGUHNYA KAMI BERSEDIH KARENA BERPISAH DENGANMU"
Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin 'Abdul 'Aziz telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hassan telah menceritakan kepada kami Quraisy dia yaitu Ibnu Hayyan dari Tsabit dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; Kami bersama Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mendatangi Abu Saif Al Qaiyn yang (isterinya) telah mengasuh dan menyusui Ibrahim 'alaihissalam (putra Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengambil Ibrahim dan menciumnya. Kemudian setelah itu pada kesempatan yang lain kami mengunjunginya sedangkan Ibrahim telah meninggal. Hal ini mengakibatkan kedua mata Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berlinang air mata. Lalu berkatalah 'Abdurrahman bin 'Auf radliallahu 'anhu kepada Beliau: "Mengapa anda menangis, wahai Rasulullah?". Beliau menjawab: "Wahai Ibnu 'Auf, sesungguhnya ini yaitu rahmat (tangisan kasih sayang) ". Beliau kemudian melanjutkan dengan kalimat yang lain dan bersabda: "Kedua mata boleh mencucurkan air mata, hati boleh bersedih, hanya kita tidaklah menyampaikan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kita. Dan kami dengan perpisahan ini wahai Ibrahim pastilah bersedih". Dan diriwayatkan oleh Musa dari Sulaiman bin Al Mughirah dari Tsabit dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam.BUKHARI NO.1220
MENANGIS DI SAMPING ORANG YANG SAKIT
Telah menceritakan kepada kami Ashbagh dari Ibnu Wahb berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Amru dari Sa'id bin Al Harits Al Anshariy dari 'Abdullah bin Umar radliallahu 'anhuma berkata; Ketika Saad bin Ubadah sedang sakit, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menjenguknya bersama 'Abdurrahman bin 'Auf, Saad bin Abu Waqqash dan 'Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhum. Ketika Beliau menemuinya, Beliau mendapatinya sedang dikerumuni keluarganya, Beliau bertanya: "Apakah ia sudah meninggal?". Mereka menjawab: "Belum, wahai Rasulullah". Lalu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menangis. Ketika orang-orang melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menangis, mereka pun turut menangis, maka Beliau bersabda: "Tidakkah kalian mendengar bahwa Allah tidak mengadzab dengan tangisan air mata, tidak dengan hati yang bersedih, namun Dia mengadzab dengan ini, " kemudian Beliau menunjuk lidahnya, atau dirahmati (karena lisan itu) dan sesungguhnya mayat itu diadzab disebabkan tangisan keluarganya kepadanya" Sambil 'Umar radliallahu 'anhu memukul tanah dengan tongkat, melempar kerikil dan menumpahkan tanah.BUKHARI NO.1221
LARAGAN MERATAP DAN MENANGIS DAN PERINTAH MENINGGALKANNYA
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdullah bin Hawsyab telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Amrah berkata; Aku mendengar 'Aisyah radliallahu 'anha berkata,: "Ketika tiba di hadapan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mayat Zaid bin Haritsah, Ja'far dan 'Abdullah bin Rawahah, Beliau duduk yang nampak kesedihannya sedangkan saya memandang dari lobang pintu. Lalu tiba seorang pria seraya berkata,: "Sesungguhnya isteri-isterinya Ja'far", kemudian orang itu menceritakan perihal tangisan mereka. Maka Beliau memerintahkan pria itu supaya melarang mereka. Maka orang itu pergi kemudian tiba dan berkata,: "Aku telah melarang mereka". Dan pria itu menyebutkan bahwa mereka tidak menaatinya. Maka Beliau memerintahkan pria itu untuk kedua kalinya supaya melarang mereka. Maka pria itu pun pergi kemudian tiba dan berkata,: "Demi Allah, mereka mengalahkan aku" atau "mereka mengalahkan kami!". Keraguan perkataan ini tiba dari Muhammad bin 'Abdullah bin Hawsyab. 'Aisyah radliallahu 'anha menduga Beliau kemudian berkata,: "Bungkamlah mulut-mulut nereka dengan tanah". Aku berkata kepada pria itu: "Semoga Allah menghinakanmu lantaran kau tidak melaksanakan yang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam perintahkan, serta kau tidak meninggalkan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dari kondisinya yang lelah dan kesedihannya (membiarkan Beliau dalam kesedihan) ".BUKHARI NO.1222
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Muhammad dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha berkata,: "Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengambil sumpah setia dari kami ketika kami berbai'at yaitu kami tidak boleh meratap.BUKHARI NO.1223
BERDIRI UNTUK MENGHORMATI JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Az Zuhriy dari Salim dari bapaknya dari 'Amir bin Rabi'ah dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jika kalian melihat mayat maka berdirilah hingga dia meninggalkan (berlalu dari) kalian. Berkata, Sufyan berkata, Az Zuhriy telah mengabarkan kepada saya Salim dari bapaknya berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Amir bin Rabi'ah dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Al Humaidiy menambahkan: "Hingga meninggalkan kalian atau diletakkan".BUKHARI NO.1224
KAPAN DUDUK SETELAH BERDIRI MENGHORMATI JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Nafi' dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma dari 'Amir bin Rabi'ah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: ""Jika seorang dari kalian melihat mayat dan dia tidak sedang berjalan bersamanya maka hendaklah dia berdiri hingga dia meninggalkan mayat tersebut, atau mayat sudah berlalu atau diletakkan sebelum dibawa pergi".BUKHARI NO.1225
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bi dari Sa'id Al Maqbariy dari bapaknya berkata,: Kami pernah berada erat jenazah, ketika itu Abu Hurairah radliallahu 'anhu memegang tangan Marwan kemudian keduanya duduk sebelum diletakkan. Kemudian tiba Abu Sa'id radliallahu 'anhu kemudian memegang tangan Marwan seraya berkata,: "Berdirilah!. Demi Allah, sungguh kau telah tahu bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melarang kita perihal hal ini". Maka Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,: "Dia benar".BUKHARI NO.1226
ORANG YANG MENGANTAR JENAZAH TIDAK DUDUK HINGGA JENAZAH TERSEBUT DITURUNKAN DARI PUNDAK-PUNDAK ORANG YANG MENGGOTONGNYA. JIKA IA DUDUK, MAKA DIPERINTAHKAN AGAR BERGDIRI.
Telah menceritakan kepada kami Muslim yakni putra Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah dari Abu Sa'id Al Khudriy radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: ""Jika kalian melihat mayat maka berdirilah dan barangsiapa mengiringinya janganlah dia duduk hingga mayat itu diletakkan ".BUKHARI NO.1227
ORANG YANG BERDIRI UNTUK MEGHORMATI JENAZAH ORANG YAHUDI
Telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Fadhalah telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya dari 'Ubaidullah bin Muqsim dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua berkata,: "Suatu hari mayat pernah lewat di hadapan kami maka Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berdiri menghormatinya dan kami pun ikut berdiri. Lalu kami tanyakan: "Wahai Rasulullah, mayat itu yaitu seorang Yahudi". Maka Beliau berkata,: ""Jika kalian melihat mayat maka berdirilah".BUKHARI NO.1228
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Murrah berkata; Aku mendengar 'Abdurrahman bin Abu Laila berkata,: "Suatu hari Sahal bin Hunaif dan Qais bin Sa'ad sedang duduk di Qadisiyah, kemudian lewatlah mayat di hadapan keduanya, maka keduanya berdiri. Kemudian dikatakan kepada keduanya bahwa mayat itu yaitu dari penduduk asli, atau dari Ahlu dzimmah. Maka keduanya berkata,: "Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah mayat lewat di hadapan Beliau kemudian Beliau berdiri. Kemudian dikatakan kepada Beliau bahwa itu yaitu mayat orang Yahudi. Maka Beliau bersabda: "Bukankah ia juga mempunyai nyawa?" Dan berkata Abu Hamzah dari Al A'masy dari 'Amru dari Ibnu Abu Laila berkata,: "Aku pernah bersama Qais dan Sahl Radliallahu 'anhu, kemudian keduanya berkata; Kami pernah bersama Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Dan berkata, Zakariya dari Sya'biy dari Ibnu Abi Laila, dulu Abu Mas'ud dan Qais berdiri untuk jenazah.BUKHARI NO.1229
YANG MENGGOTONG JENAZAH ADALAH LAKI-LAKI. WANITA TIDAK DIPERKENANKAN
Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Sa'id AL Maqbariy dari bapaknya bahwa dia mendengar dari Abu Sa'id AL Khudriy radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jika mayat diletakkan kemudian dibawa oleh para pria di atas bahu mereka, maka kalau mayat tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka dia (jenazah tersebut) berkata; "Bersegeralah kalian (membawa aku). Dan kalau ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata; "Celaka, kemana mereka akan membawanya?. Suara mayat itu akan didengar oleh setiap makhluq kecuali insan dan seandainya insan mendengarnya, tentu dia jatuh pingsan".BUKHARI NO.1230
MEMBAWA JENAZAH DENGAN CEPAT
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, kami menghafalnya dari Az Zuhriy dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Bercepat-cepatlah membawa jenazah, lantaran bila mayat itu dari orang shalih berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya dan kalau tidak, berarti kalian telah menyingkirkan kejelekan dari bahu kalian".BUKHARI NO.1231
UCAPAN MAYIT KETIKA BERADA DI PUNDAK-PUNDAK ORANG YANG MEMBAWANYA; "SEGERALAH KALIAN MEMBAWA AKU.."
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Sa'id dari Bapaknya bahwa dia mendengar dari Abu Sa'id AL Khudriy radliallahu 'anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Jika mayat diletakkan kemudian dibawa oleh para orang-orang di atas bahu mereka, kalau mayat tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka (jenazah tersebut) akan berkata; "Bersegeralah kalian (membawa aku). Dan kalau ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata kepada keluarganya; "Celaka, kemana mereka akan membawanya?. Suara mayat itu akan didengar oleh setiap makhluq kecuali insan dan seandainya ada insan yang mendengarnya tentu dia akan jatuh pingsan".BUKHARI NO.1232
MEMBUAT DUA ATAU TIGA SHAF DI BELAKANG IMAM DALAM SHALAT JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Musaddad dari Abu 'Awanah dari Qatadah dari 'Atha' dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan shalat mayat sedang saya ikut shalat berdiri pada shaf kedua atau ketiga.BUKHARI NO.1233
BARISAN SHAF KETIKA SHALAT JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhriy dari Sa'id dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,: Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengumumkan kematian An-Najasyi, kemudian Beliau maju dan membuat barisan shaf di belakang, Beliau kemudian takbir empat kali.BUKHARI NO.1234
Telah menceritakan kepada kami Muslim telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Asy-Syaibaniy dari Asy-Sya'biy berkata, telah mengabarkan kepada saya seorang yang menyaksikan bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah mendatangi kuburan yang terpisah (dari kuburan lain). Maka Beliau membariskan mereka kemudian bertakbir empat kali. Aku bertanya kepadanya: "Siapakah yang menceritakan ini kepadamu?". Dia menjawab: " Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu".BUKHARI NO.1235
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Yusuf bahwa Ibnu Juraij telah mengabarkan mereka, katanya telah mengabarkan kepada saya 'Atha' bahwa dia mendengar Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anha berkata,: "Hari ini telah wafat seorang pria shalih, untuk itu marilah laksanakan shalat untuknya". Dia (Jabir) berkata,: Maka kami dibariskan kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan shalat dan kami bersama Beliau shalat dalam barisan (shaf-shaf di belakang). Berkata, Abu Az Zubair dari Jabir: "Dan saya berada pada shaf kedua".BUKHARI NO.1236
BARISAN SHAF ANAK-ANAK BERGABUG BERSAMA LAKI-LAKI DEWASA DALAM SHALAT JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Asy-Syaibaniy dari 'Amir dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata,: "Bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melewati kubur yang telah dimakamkan malam hari. Maka Beliau bertanya: "Kapan dimakamkan mayat ini?. Mereka menjawab: "Tadi malam". Beliau bertanya kembali: "Mengapa kalian tidak memberi tahu aku?". Mereka menjawab: "Kami memakamkannya pada malam yang gelap gulita dan kami sungkan untuk membangunkan anda". Maka Beliau berdiri dan membariskan kami di belakang Beliau. Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata,: "Dan saya hadir bersama mereka, maka kemudian Beliau melaksanakan shalat untuknya (jenazah) ".BUKHARI NO.1237
TUNTUNAN SHALAT JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Asy-Syaibaniy dari Asy-Sya'biy berkata, telah mengabarkan kepada saya seorang yang bersama Nabi kalian Shallallahu'alaihiwasallam, ia berjalan melewati kuburan yang terpisah (dari kuburan lain). Lalu Beliau membariskan kami di belakang Beliau. Kami bertanya: "Wahai Abu "Amru, siapakah yang menceritakan ini kepadamu?". Dia menjawab: " Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu ".BUKHARI NO.1238
KEUTAMAAN MENGANTARKAN JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu'man telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim berkata; Aku mendengar Nafi' berkata; disampaikan kepada Ibnu 'Umar bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,: "Barangsiapa yang mengantar mayat baginya pahala satu qirath. Maka dia (Ibnu 'Umar radliallahu 'anhu ma) berkata,: Abu Hurairah berlebihan terhadap kita". Namun kemudian pernyataan Abu Hurairah radliallahu 'anhu dibenarkan, yakni oleh 'Aisyah radliallahu 'anha dan Abu Hurairah berkata; saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengatakannya. Maka Ibnu 'Umar radliallahu 'anhu berkata: "Kami telah banyak meremehkan kasus dan saya telah meremehkan dan melalaikan urusan (agama) Allah"BUKHARI NO.1239
MENUNGGU SAMPAI JENAZAH DIKUBUR
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah berkata, saya membacakan kepada Ibnu Abu Dza'bi dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqbariy dari bapaknya sebenarnya dia pernah bertanya kepada Abu Hurairah radliallahu 'anhu, maka Abu Hurairah radliallahu 'anhu menjawab; Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Dan dalam riwayat lain telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Syabib bin Sa'id berkata, telah menceritakan bapakku kepadaku, telah menceritakan kepada kami Yunus berkata, Ibnu Syihab dan telah menceritakan kepada saya 'Abdurrahman Al A'raj bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam: "Barangsiapa yang menyaksikan mayat hingga ikut menyolatkannya maka baginya pahala satu qirath, dan barangsiapa yang menyaksikan mayat hingga ikut menguburkannya maka baginya pahala dua qirath". Ditanyakan kepada Beliau; "Apa yang dimaksud dengan dua qirath?" Beliau menjawab: "Seperti dua gunung yang besar".BUKHARI NO.1240
KEIKUT SERTAAN ANAK-ANAK BERSAMA ORANG DEWASA DALAM SHALAT JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Bukair telah menceritakan kepada kami Za'idah telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq Asy-Syaibaniy dari 'Amir dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mendatangi kuburan. Mereka berkata; "Ini dikebumikan kemarin". Berkata, Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma: Maka Beliau membariskan kami di belakang Beliau kemudian mengerjakan shalat untuknya".BUKHARI NO.1241
MENSHALATI JENAZAH DI LAPANGAN ATAU DI MASJID
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Al Musayyab dan Abu Salamah bahwa keduanya menceritakan kepadanya dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,: Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengumumkan kepada kami kematian An-Najasyi, Penguasa Negeri Habasyah pada hari kematiannya kemudian berkata,: "Mohonkanlah ampun buat saudara kalian". Dan dari Ibnu Syihab berkata, telah menceritakan kepada saya Sa'id bin Al Musayyab bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,: Bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam membariskan mereka di tanah lapang kemudian Beliau bertakbir empat kali".BUKHARI NO.1242
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin AL Mundzir telah menceritakan kepada kami Abu Dhamrah telah menceritakan kepada kami Musa bin 'Uqbah dari Nafi' dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma; Orang-orang Yahudi tiba kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dengan membawa seorang pria dan seorang perempuan yang keduanya berzina. Maka Beliau memerintahkan untuk merajam keduanya di kawasan biasa untuk menyolatkan jenazah, disamping Masjid Nabawi".BUKHARI NO.1243
LARANGAN MENJADIKAN KUBURAN SEBAGAI MASJID
Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Musa dari Syaiban dari Hilal dia yaitu Al Wazzan dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika Beliau sakit yang membawa kepada kematiannya: "Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani disebabkan mereka menimbulkan kuburan para nabi mereka sebagai masjid". 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; "Kalau bukan lantaran sabda Beliau tersebut tentu sudah mereka pindahkan kubur dia (dari dalam rumahnya), namun saya tetap khawatir nantinya akan dijadikan masjid".BUKHARI NO.1244
MENSHALATI JENAZAH WANITA YANG MENINGGAL DUNIA DALAM KEADAAN SEDANG NIFAS
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Husain telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Buraidah dari Samurah bin Jundub radliallahu 'anhu berkata; "Aku pernah di belakang Nabi Shallallahu'alaihiwasallam ikut menshalati mayat perempuan yang meninggal pada masa nifasnya. Beliau berdiri di tengah mayat tersebut".BUKHARI NO.1245
DIMANA SEHARTUSNYA IMAM BERDIRI KETIKA MENSHALATI JENAZAH WANITA ATAU LAKI-LAKI
Telah menceritakan kepada kami 'Imran bin Maisarah telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Husain dari Ibnu Buraidah telah menceritakan kepada kami Samurah bin Jundab radliallahu 'anhu berkata; "Aku pernah di belakang Nabi Shallallahu'alaihiwasallam ikut menshalati mayat perempuan yang meninggal pada masa nifasnya. Beliau berdiri di tengah mayat tersebut".BUKHARI NO.1246
TAKBIR DALAM SHALAT JENAZAH SEBANYAK EMPAT KALI
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengumumkan kematian An-Najasyi, pada hari kematiannya kemudian Beliau keluar bersama mereka menuju tanah lapang kemudian Beliau membariskan mereka dalam shaf kemudian Beliau bertakbir empat kali".BUKHARI NO.1247
Telah menceritakan kepada kami Mihammad bin Sinan telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina' dari Jabir radliallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam shalat untuk An-Najasyi, maka Beliau takbir empat kali. Dan berkata, Yazid bin harun dari Salim; Ashhamah". Dan dikautkan pula oleh 'Abdush Shamad.BUKHARI NO.1248
MEMBACA SURAH AL-FATIHAH DALAM SHALAT JENAZAH
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sa'ad dari Tholhah berkata,: Aku shalat dibelakang Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma. Dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Saad bin Ibrahim dari Tholhah bin 'Abdullah bin 'Auf berkata; Aku shalat dibelakang Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma pada suatu jenazah, kemudian ia membaca surat Al Fatihah, ia berkata, supaya orang-orang tahu bahwa itu merupakan sunah".BUKHARI NO.1249
SHALAT JENAZAH DI ATAS KUBURAN SETELAH JENAZAH DIKUBURKAN
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah menceritakan kepada saya Sulaiman Asy-Syaibaniy berkata; Aku mendengar Asy-Sya'biy berkata, telah mengabarkan kepada saya seorang yang bersama Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah melewati kuburan yang terpisah (dari kuburan lain). Maka Beliau memimpin mereka shalat dan mereka shalat di belakang Beliau. Aku bertanya: "Wahai 'Amru, siapakah yang menceritakan ini kepadamu?". Dia menjawab: " Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu".BUKHARI NO.1250
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Fadhal telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Tsabit dari Abu Rafi' dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu: "Ada seorang pria kulit gelap atau perempuan kulit gelap yang menjadi tukang sapu masjid meninggal dunia yang tidak diketahui Nabi Shallallahu'alaihiwasallam perihal kamatiannya. Suatu hari Beliau diceritakan, maka Beliau berkata,: "Apa yang telah terjadi dengan orang itu?. Mereka menjawab: "Dia telah meninggal, wahai Rasulullah" Lalu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata,: "Kenapa kalian tidak memberitahu aku?. Mereka berkata,: Kejadiannya begini begini, kemudian mereka menjelaskan". Kemudian Beliau berkata,: "Tunjukkan kepadaku kuburannya! '. Maka Beliau Shallallahu'alaihiwasallam mendatangi kuburan orang itu kemudian shalat untuknya.BUKHARI NO.1251
MAYIT DAPAT MENDENGAR SUARA LANGKAH SANDAL (ORANG-ORANG YANG MENGANTARKANNYA)
Telah menceritakan kepada kami 'Ayyasy telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'laa telah menceritakan kepada kami Sa'id berkata; dan telah berkata, kepadaku Khalifah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Sa'id dari Qatadah dari Anas radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jika suatu mayat sudah diletakkan didalam kuburnya dan teman-temannya sudah berpaling dan pergi meninggalkannya, dia mendengar gerak langkah sandal sandal mereka, maka akan tiba kepadanya dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya seraya keduanya berkata, kepadanya: "Apa yang kau komentari perihal pria ini, Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam?". Maka mayat itu menjawab: "Aku bersaksi bahwa dia yaitu hamba Allah dan utusanNya". Maka dikatakan kepadanya: "Lihatlah kawasan dudukmu di neraka yang Allah telah menggantinya dengan kawasan duduk di surga". Nabi Shallallahu'alaihiwasallam selanjutnya berkata,: "Maka dia sanggup melihat keduanya". Adapun (jenazah) orang kafir atau munafiq akan menjawab: "Aku tidak tahu, saya hanya berkata, mengikuti apa yang dikatakan kebanyakan orang". Maka dikatakan kepadanya: "Kamu tidak mengetahuinya dan tidak mengikuti orang yang mengerti". Maka kemudian dia dipukul dengan palu godam besar terbuat dari besi diantara kedua telinganya sehingga mengeluarkan bunyi teriakan yang sanggup didengar oleh yang ada di sekitarnya kecuali oleh dua makhluq (jin dan manusia) ".BUKHARI NO.1252
ORANG YANG MENGINGINKAN DIKUBURKAN DI TANAH SUCI ATAU SEJENISNYA
Telah menceritakan kepada kami Mahmud telah menceritakan kepada kami 'Abdur Razzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,: "Suatu hari malaikat maut diutus kepada Musa 'alaihissalam. Ketika menemuinya, (Nabi Musa 'alaihissalam) memukul matanya. Maka malaikat maut kembali kepada Rabbnya dan berkata,: "Engkau mengutusku kepada hamba yang tidak menginginkan mati". Maka Allah membalikkan matanya kepadanya seraya berfirman: "Kembalilah dan katakan kepadanya supaya dia meletakkan tangannya di atas punggung seekor lembu jantan, yang pengertiannya setiap bulu lembu yang ditutupi oleh tangannya berarti umurnya satu tahun". Nabi Musa 'alaihissalam bertanya: "Wahai Rabb, setelah itu apa?. Allah berfirman:: "Kematian". Maka Nabi Musa 'alaihissalam berkata,: "Sekaranglah waktunya". Kemudian Nabi Musa 'alaihissalam memohon kepada Allah supaya mendekatkannya dengan tanah yang suci (Al Muqaddas) dalam jarak sejauh lemparan batu". Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya saya kesana, niscaya akan saya tunjukkan kepada kalian keberadaan kuburnya yang ada di pinggir jalan dibawah tumpukan pasir merah".BUKHARI NO.1253
MENGUBURKAN MAYAT DI MALAM HARI
Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Asy-Syaibaniy dari Asy-Sya'biy dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah mengerjakan shalat mayat untuk seorang pria yang telah dikebumikan pada malam hari. Beliau mengerjakannya bersama dengan para sahabatnya. Saat itu Beliau bertanya perihal mayat tersebut: "Siapakah orang ini?". Mereka menjawab: "Si anu, yang telah dikebumikan kemarin". Maka mereka menyolatkannya".BUKHARI NO.1254
MENDIRIKAN MASJID DI ATAS KUBURAN
Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah mengabarkan kepada saya Malik dari Hisyam dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anhu berkata; Ketika Nabi Shallallahu'alaihiwasallam sedang berbaring sakit sebagian isteri-isteri Beliau menceritakan perihal suatu gereja yang mereka lihat di negeri Habasyah (Etithapia) yang disebut dengan Mariyah. Sebelumnya Ummu Salamah dan Ummu Habibah radliallahu 'anhuma pernah berhijrah ke negeri Habasyah, sehingga keduanya sanggup menceritakan perihal keindahan gereja tersebut dan adanya gambar (patung-patung) didalamnya. Maka Beliau Shallallahu'alaihiwasallam mengangkat kepalanya kemudian bersabda: "Mereka itulah, yang apabila ada hamba shalih atau pria shalih diantara mereka yang meninggal dunia, mereka bangun masjid di atas kuburannya itu dan mengembangkan patung dari orang yang meninggal itu di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluq disisi Allah ".BUKHARI NO.1255
ORANG YANG MENGUBURKAN DAN MASUK KE LIANG QUBUR JENAZAH WANITA
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinan telah menceritakan kepada kami Fulaih bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Hilal bin 'Ali dari Anas radliallahu 'anhu berkata,: "Kami menyaksikan pemakaman puteri Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan dikala itu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam duduk diatas kuburnya. Lalu saya melihat kedua mata Beliau mengucurkan air mata". Kemudian Beliau bertanya: "Siapakah diantara kalian yang malam tadi tidak bekerjasama (dengan isterinya) ". Berkata, Abu Tholhah: "Aku". Beliau berkata,: "Turunlah ke dalam kuburnya!"."Maka Beliau turun kedalam kuburnya kemudian menguburkannya". Berkata, Ibnu Mubarak berkata, Fulaih: "Aku memahami makna Yuqarif maksudnya yaitu "berbuat dosa". Berkata, Abu 'Abdullah Al Bukhariy perihal Firman Allah Ta'ala 'Liyaqtarifuu (QS Al An'am: 113, maksudnya adalah: supaya mereka mengerjakan (seperti syetan mengerjakannya).BUKHARI NO.1256
MENSHALATI ORANG YANG MATI SYAHID
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits berkata, telah menceritakan kepada saya Ibnu Syihab dari 'Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua berkata,: "Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah menggabungkan dalam satu kubur dua orang pria yang gugur dalam perang Uhud dan dalam satu kain, kemudian bersabda: "Siapakah diantara mereka yang lebih banyak mempunyai hafalan Al Qur'an". Bila Beliau telah diberi tahu kepada salah satu diantara keduanya, maka Beliau mendahulukannya didalam lahad kemudian bersabda: "Aku akan menjadi saksi atas mereka pada hari qiyamat". Maka Beliau memerintahkan supaya menguburkan mereka dengan darah-darah mereka, tidak dimandikan dan juga tidak dishalatkan".BUKHARI NO.1257
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits telah menceritakan kepada saya Yazid bin Abu Habib dari Abu Al Khair dari 'Uqbah bin 'Amir bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pada suatu hari keluar untuk menyolatkan syuhada' perang Uhud sebagaimana shalat untuk mayit. Kemudian Beliau pergi menuju mimbar kemudian bersabda: "Sungguh saya ini yang terdepan dari kalian dan saya menjadi saksi atas kalian. Dan aku, demi Allah, kini sedang melihat telagaku (yang di surga) dan saya telah diberikan kunci-kunci kekayaan bumi atau kunci-kinci bumi (dunia). Demi Allah, sungguh saya tidak khawatir kepada kalian bahwa kalian akan menyekutukan (Allah) kembali sepeninggal aku. Namun yang saya khawatirkan terhadap kalian yaitu kalian akan memperebutkan (kekayaan) duniawi ini".BUKHARI NO.1258
MENGUBURKAN DUA ATAU TIGA JENAZAH DALAM SATU LIANG QUBUR
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Al Laits telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari 'Abdurrahman bin Ka'ab bahwa Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu mengabarkan kepadanya bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah menggabungkan (dalam satu kubur) dua orang pria yang gugur dalam perang Uhud.BUKHARI NO.1259
ORANG YANG BERPENDAPAT TIDAK PERLU MEMANDIKAN JENAZAH ORANG YANG MATI SYAHID
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Laits dari Ibnu Syihab dari 'Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik dari Jabir berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Kuburkanlah mereka bersama dengan darah-darah mereka". Yaitu mereka yang gugur pada perang Uhud: "Dan janganlah mereka dimandikan".BUKHARI NO.1260
JENAZAH YANG LEBIH DAHULU DIMASUKKAN KE DALAM LIANG QUBUR
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Laits bin Sa'ad telah menceritakan kepada saya Ibnu Syihab dari 'Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah menghimpun dua orang pria yang gugur dalam perang Uhud dalam satu kubur dan dalam satu kain, kemudian bersabda: "Siapakah dianrara mereka yang lebih banyak mengambil hafalan Al Qur'an". Bila Beliau telah diberi tahu kepada salah satu diantara keduanya, maka Beliau mendahulukannya didalam lahad kemudian bersabda: "Aku akan menjadi saksi atas mereka". Maka kemudian Beliau memerintahkan supaya menguburkan mereka dengan darah-darah mereka dan tidak dishalatkan dan juga tidak dimandikan".Dan telah mengabarkan kepada kami Ibnu AL Mubarak telah mengabarkan kepada kami Al Awza'iy dari Az Zuhriy dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata perihal mereka yang gugur dalam perang Uhud: "Siapakah dianrara mereka yang lebih banyak mengambil hafalan Al Qur'an". Bila Beliau telah diberi tahu kepada salah satunya, maka Beliau mendahulukannya sebelum temannya yang lain". Berkata, Jabir: "Maka bapakku dan pamanku dikafankan dalam satu kain namirah (selimut bergaris terbuat dari wol). Dan berkata, Sulaiman bin Katsir telah menceritakan kepada saya Az Zuhriy telah menceritakan kepada saya orang yang telah mendengar dari Jabir radliallahu 'anhu.BUKHARI NO.1261
POHON IDZKHIR (POHON YANG MENDATANGKAN BAU HARUM) DAN RERUMPUTAN DIATAS KUBURAN
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdullah bin Hawsyab telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Khalid dari 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Allah telah mengharamkan kota Makkah, maka tidak dihalalkan buat seorangpun sebelum dan sesudahku melaksanakan pelanggaran disana, yang sebelumnya pernah dihalalkan buatku beberapa dikala dalam suatu hari. Di Makkah tidak boleh diambil rumputnya dan tidak boleh ditebang pohonnya dan tidak boleh diburu binatang buruannya dan tidak ditemukan satupun barang temuan kecuali untuk diserahkan kepada juru pengumuman (agar dikembalikan kepada pemiliknya) ". Berkata, (Al 'Abbas radliallahu 'anhu) kecuali pohon idzkhir (pohon yang harum baunya) yang mempunyai kegunaan untuk pengerjaan celup (pewarnaan pakaian) dan kubur-kubur kami. Maka Beliau bersabda: "Ya kecuali pohon idzkhir". Dan berkata, Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "Untuk kubur-kubur mereka dan rumah-rumah mereka". Dan berkata, Aban bin Shalih dari Al Hasan bin Muslim dari Shafiyah binti Syaibah bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda ibarat ini. Dan berkata, Mujahid dari Thawus dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu: "Dan untuk alat berhias mereka (parfum) dan rumah-rumah mereka".BUKHARI NO.1262
BOLEHKAN MENGELUARJKAN MAYAT DARI QUBUR ATAU LIANG LAHAD KARENA SUATU ALASAN?.
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, 'Amru; Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mendatangi 'Abdullah bin Ubay setelah dimasukkan kedalam kuburnya, kemudian Beliau memerintahkan untuk mengeluarkannya. Maka jenazahnya dikeluarkan dan diletakkan di kedua paha Beliau kemudian Beliau menyempratkan dengan air ludah Beliau dan memakaikan baju qamis (gamis) Beliau. Dan Allah yang lebih mengetahui. Sebelumnya Beliau pernah memakaikan (memberi) baju kepada 'Abbas. Berkata, Sufyan dan berkata, Abu Harun Yahya: "Bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mempunyai dua gamis". Maka putra 'Abdullah bertanya kepada Beliau: "Wahai Rasulullah, pakaikanlah bapakku dengan gamis anda yang telah mengenai kulit anda". Sufyan berkata,: "Mereka memandang Nabi Shallallahu'alaihiwasallam memakaikan baju Beliau kepada 'Abdullah sebagai hadiah yang sama ibarat yang Beliau lakukan (terhadap 'Abbas) ".BUKHARI NO.1263
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah mengabarkan kepada kami Bisyir bin Al Mufadhdhal telah menceritakan kepada kami Husain AL Mu'alim dari 'Atha' dari Jabir radliallahu 'anhu berkata; Ketika terjadi perang Uhud, pada suatu malamnya bapakku memanggilku seraya berkata,: "Tidaklah saya melihat diriku (menduga) melainkan saya akan menjadi orang yang pertama-tama gugur diantara para sahabat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam (dalam peperangan ini) dan saya tidak meninggalkan sesuatu yang berharga bagimu sepeninggalku melainkan diri Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Dan saya mempunyai hutang, maka lunasilah dan berilah nasehat yang baik kepada saudara-saudaramu yang perempuan". Pada pagi harinya kami dapati bapakku yaitu orang yang pertama gugur dan dikuburkan bersama dengan yang lain dalam satu kubur. Setelah itu perasaanku tidak yummy dengan membiarkan dia bersama yang lain, maka kemudian saya keluarkan setelah enam bulan lamanya dari hari pemakamannya dan saya dapati mayat bapakku masih utuh sebagaimana hari dia dikebumikan dan tidak ada yang berubah padanya kecuali sedikit pada ujung bawah telinganya".BUKHARI NO.1264
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Amir dari Syu'bah dari Ibnu Abu Najih dari 'Atha' dari Jabir radliallahu 'anhu berkata; "Seorang pria dikuburkan bersama dengan bapakku namun kemudian perasaanku tidak yummy hingga hasilnya saya keluarkan dan saya kuburkan dalam satu liang kubur kembali".BUKHARI NO.1265
LIANG LAHAD (LOBANG DI SAMPING) DAN SYAQ (LOBANG DI TENGAH) PADA LOBANG KUBURAN
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Al Laits bin Sa'ad berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari 'Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua berkata,: "Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah menggabungkan dalam satu kubur dua orang pria yang gugur dalam perang Uhud dan dalam satu kain, kemudian bersabda: "Siapakah diantara mereka yang lebih banyak mempunyai hafalan Al Qur'an". Bila Beliau telah diberi tahu kepada salah satu diantara keduanya, maka Beliau mendahulukannya didalam lahad kemudian bersabda: "Aku akan menjadi saksi atas mereka pada hari qiyamat". Maka kemudian Beliau memerintahkan supaya menguburkan mereka dengan darah-darah mereka dan tidak pula dimandikan".BUKHARI NO.1266
JIKA ANAK KECIL MASUK ISLAM LALU MATI APAKAH WAJIB DISHALATI?. APAKAH ISLAM WAJIB DIPERKENALKAN KEPADA ANAK KECIL?.
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah dari Yunus dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepada saya Salim bin 'Abdullah bahwa Ibnu'Umar radhiyallahu'anhuma mengabarkannya bahwa 'Umar dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berangkat bersama rambongan untuk mememui Ibnu Shayyad hingga hasilnya mereka mendapatinya sedang bermain bersama bawah umur yang lain di bangunan yang tinggi milik Bani Magholah. Ibnu Shayyad sudah mendekati baligh dan dia tidak menyadari (kedatangan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) hingga hasilnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menepuknya dengan tangan Beliau kemudian berkata kepada Ibnu Shayyad: "Apakah kau bersaksi bahwa saya ini utusan Allah?". Maka Ibnu Shayyad memandang Beliau kemudian berkata: "Aku bersaksi bahwa kau utusan kaum ummiyyin (kaum yang tidak kenal baca tulis) ". Kemudian Ibnu Shayyad berkata, kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Apakah kau juga bersaksi bahwa saya ini utusan Allah?". Maka Beliau menolaknya dan berkata, "Aku beriman kepada Allah dan kepada Rasul-rasulNya". Kemudian Beliau berkata: "Apa yang kau pandang sebagai alasan (sehingga mengaku sebagai Rasul). Berkata, Ibnu Shayyad: "Karena telah tiba kepadaku orang yang jujur dan pendusta". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Urusanmu jadi kacau". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, kepadanya: "Sesungguhnya saya menyembunyikan (sesuatu dalam hatiku) coba kau tebak?". Ibnu Shayyad berkata: "Itu yaitu asap". Beliau berkata: "Hinalah kamu, dan kau tidak bakalan melebihi kemampuanmu sebagai seorang dukun. Lalu 'Umar bin Al Khaththob Radhiyallahu'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, biarkanlah saya memenggal leher orang ini!". Maka Beliau berkata: "Jika dia benar, kau tidak akan berkuasa atasnya dan bila dia benar maka tidak ada kebaikan buatmu dengan membunuhnya". Berkata, Salim; Aku mendengar Ibnu 'Umar Radhiyallahu'anhuma: "Setelah itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan Ubay bin Ka'ab pergi menuju satu pohon kurma kawasan Ibnu Shayyad sebelumnya berada di situ dengan keinginan Beliau sanggup mendengar sesuatu dari Ibnu Shayyad sebelum dia melihat Beliau. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat Ibnu Shayyad sedang tertidur dibalik baju tebalnya dengan mendengkur ringan. Dalam keadaan itu ibu dari Ibnu Shayyad melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang duduk di bawah pohon kurma, maka ibunya berkata, kepada Ibnu Shayyad: "Wahai Shaf, (ini nama dari Ibnu Shayyad), Muhammad shallallahu'alaihi wasallam". Maka Ibnu Shayyad kembali pada keadaannya semula (berbaring). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Seandainya ibunya biarkan, niscaya jelaslah persoalannya (dajjal atau bukan)". Dan Syu'aib berkata; 'menekannya dengan ramramah (suara halus) atau zamzamah. Sedangkan Ishaq Al Kalbi dan 'Uqail berkata; "ramramah". Ma'mar berkata; ramzah.BUKHARI NO.1267
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad dia yaitu Ibnu Zaid dari Tsabit dari Anas radliallahu 'anhu berkata,: "Ada seorang anak kecil Yahudi yang bekerja membantu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menderita sakit. Maka Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menjenguknya dan Beliau duduk di sisi kepalanya kemudian bersabda: "Masuklah Islam". Anak kecil itu memandang kepada bapaknya yang berada di dekatnya, kemudian bapaknya berkata,: "Ta'atilah Abu Al Qasim Shallallahu'alaihiwasallam". Maka anak kecil itu masuk Islam. Kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam keluar sambil bersabda: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak itu dari neraka".BUKHARI NO.1268
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata; 'Ubaidullah bin Abu Yazid berkata; Aku mendengar Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata,: "Aku dan ibuku yaitu termasuk orang-orang lemah, saya dari golongan bawah umur dan ibuku dari golongan wanita".BUKHARI NO.1269
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib berkata, Ibnu Syihab: "Setiap anak yang wafat wajib dishalatkan sekalipun anak hasil zina lantaran dia dilahirkan dalam keadaan fithrah Islam, kalau kedua orangnya mengaku beragama Islam atau hanya bapaknya yang mengaku beragama Islam meskipun ibunya tidak beragama Islam selama anak itu ketika dilahirkan mengeluarkan bunyi (menangis) dan tidak dishalatkan bila ketika dilahirkan anak itu tidak sempat mengeluarkan bunyi (menangis) lantaran dianggap keguguran sebelum sempurna, berdasarkan perkataan Abu Hurairah radliallahu 'anhu yang menceritakan bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menimbulkan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?". Kemudian Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, (mengutip firman Allah QS Ar-Ruum: 30 yang artinya: ('Sebagai fitrah Allah yang telah membuat insan berdasarkan fitrah itu").BUKHARI NO.1270
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhriy telah mengabarkan kepada saya Abu Salamah bin 'Abdurrahman bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam: "Tidak ada seorang anak pun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menimbulkan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya". Kemudian Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, (mengutip firman Allah subhanahu wata'ala QS Ar-Ruum: 30 yang artinya: ('Sebagai fitrah Allah yang telah membuat insan berdasarkan fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus").BUKHARI NO.1271
JIKA SEORANG MUSYRIK MENGUCAPKAN KALIAMT "LAA ILAAHA ILLALLAH" MENJELANG KEMATIANNYA
Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah mengabarkan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim berkata, telah menceritakan apakku kepadaku dari Shalih dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya telah mengabarkan kepada saya Sa'id bin Al Musayyab dari bapaknya sebenarnya dia mengabarkan kepadanya: "Ketika menjelang wafatnya Abu Tholib, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mendatanginya dan ternyata sudah ada Abu Jahal bin Hisyam dan 'Abdullah bin Abu Umayyah bin Al Mughirah. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata, kepada Abu Tholib: "Wahai pamanku katakanlah laa ilaaha illallah, suatu kalimat yang dengannya saya akan menjadi saksi atasmu di sisi Allah". Maka berkata, Abu Jahal dan 'Abdullah bin Abu Umayyah: "Wahai Abu Thalib, apakah kau akan meninggalkan agama 'Abdul Muthalib?". Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam terus memberikan kalimat syahadat kepada Abu Tholib dan bersamaan itu pula kedua orang itu mengulang pertanyaannya yang berujung Abu Tholib pada simpulan ucapannya tetap mengikuti agama 'Abdul Muthalib dan enggan untuk mengucapkan laa ilaaha illallah. Maka berkatalah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam: "Adapun saya akan tetap memintakan ampun buatmu selama saya tidak dilarang". Maka turunlah firman Allah subhanahu wata'ala perihal insiden ini: ("Tidak patut bagi Nabi …") dalam QS AT-Taubah ayat 113).BUKHARI NO.1272
MENANCAPKAN PELEPAH DAUN (KURMA) DI ATAS KUBURAN
Telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Mujahid dari Thawus dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata, dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam sebenarnya Beliau berjalan melewati dua kuburan yang penghuninya sedang disiksa, kemudian Beliau bersabda: "Keduanya sungguh sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa disebabkan lantaran berbuat dosa besar. Yang satu disiksa lantaran tidak bersuci setelah kencing sedang yang satunya lagi lantaran selalu mengadu domba" Kemudian Beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih berair daunnya kemudian membelahnya menjadi dua belahan kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Mereka bertanya: "Kenapa anda melaksanakan ini?". Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menjawab: "Semoga diringankan (siksanya) selama batang pohon ini basah".BUKHARI NO.1273
NASEHAT YANG DISAMPAIKAN SESEORANG DI KUBURAN DAN SEMENTARA TEMAN-TEMANNYA DUDUK DI SEKELILINGNYA
Telah menceritakan kepada kami 'Utsman telah menceritakan kepada saya Jarir dari Manshur dari Sa'ad bin 'Ubaidah dari Abu 'Abdurrahman dari 'Ali radliallahu 'anhu berkata,: Kami pernah berada di erat kuburan Baqi' Al Ghorqad yang kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mendatangi kami, kemudian Beliau duduk maka kami pun ikut duduk erat Beliau. Beliau membawa sebuah tongkat kecil yang dengan tongkat itu Beliau memukul-mukul permukaan tanah dan mengorek-ngoreknya seraya berkata,: "Tidak ada seorangpun dari kalian dan juga tidak satupun jiwa yang bernafas melainkan telah ditentukan tempatnya di nirwana atau di neraka dan melainkan sudah ditentukan jalan sengsaranya atau bahagianya". Kemudian ada seorang yang berkata,: "Wahai Rasulullah, dengan begitu apakah kita tidak pasrah saja menunggu apa yang sudah ditentukan buat kita dan kita tidak perlu beramal?. Karena barangsiapa diantara kita yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka niscaya dia hingga kepada amalan orang yang berbahagia, sebaliknya siapa diantara kita yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara maka niscaya dia akan hingga kepada amalan orang yang sengsara". Maka Beliau bersabda: "(Tidak begitu). Akan tetapi siapa yang telah ditetapkan sebagai orang yang berbahagia, dia akan dimudahkan untuk berzakat amalan orang yang berbahagia dan sebaliknya orang yang telah ditetapkan sebagai orang yang akan sengsara maka dia niscaya akan dimudahkan berzakat amalan orang yang sengsara". Kemudian Beliau membaca firman Allah subhanahu wata'ala QS Al Lail ayat 5 - 6 yang artinya: ("Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga)BUKHARI NO.1274
TENTANG ORANG YANG MATI BUNUH DIRI
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Khalid dari Abu Qalabah dari Tsabit bin Adh-Dhahhak radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah setia dengan agama selain Islam secara dusta dan sengaja, maka dia ibarat apa yang dikatakannya, dan barangsiapa membunuh dirinya sendiri dengan besi, maka dia akan disiksa di dalam nereka Jahanam". Dan berkata, Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim dari Al Hasan telah menceritakan kepada kami Jundab radliallahu 'anhu: "Didalam masjid ini tidak akan kami lupakan dan kami tidak takut bahwa Jundab akan berdusta atas nama Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, dia berkata,: "Pernah ada seorang yang terluka kemudian dia bunuh diri maka Allah Shallallahu'alaihiwasallam berfirman: "HambaKu mendahului saya dalam hal nyawanya sehingga saya haramkan baginya surga".BUKHARI NO.1275
Telah menceritakan kepada kami Abu AL Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib telah menceritakan kepada kami Abu Az Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Telah bersabda Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "Barangsiapa yang mencekik dirinya (hingga mati) maka dia akan dicekik di neraka dan barangsiapa yang menikam dirinya (hingga mati) maka dia akan di tikam di neraka".BUKHARI NO.1276
LARANGAN MENSHALATI JENAZAH ORANG MUNAFIQ DAN MEMOHONKAN AMPUNAN BAGI KAUM MUSYRIKIN
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada saya Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin 'Abdullah dari Ibnu 'Abbas dari 'Umar bin Al Khaththab radliallahu 'anhu sebenarnya dia berkata,: "Ketika 'Abdullah bin Ubay bin Salul meninggal dunia, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam diminta untuk menyolatkannya. Ketika Beliau sudah berdiri hendak shalat saya hampiri Beliau kemudian saya berkata: "Wahai Rasulullah, apakah anda akan menyolatkan anak Ubay padahal dia suatu hari pernah menyampaikan begini begini, begini dan begini, (aku mengulang-ulang ucapan bin Ubay yang dahulu pernah dilontarkan kepada Nabi) ". Ternyata Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam malah tersenyum seraya berkata,: "Cukupkanlah ucapanmu dariku wahai 'Umar. Ketika saya terus berbicara kepada Beliau, Beliau berkata,: "Sungguh saya diberi pilihan dan saya menentukan seandainya saya mengetahui bila saya menambah lebih dari tujuh puluh kali permohonan ampun baginya dia akan diampuni, niscaya saya akan tambah (permohonan ampun baginya) ". 'Umar berkata,: "Maka kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menyolatkannya hingga selesai, tak lama setelah Beliau terdiam, turunlah firman Allah subhanahu wata'ala QS At-Taubah ayat 84 yang artinya ("Dan janganlah kau menyolatkan siapa yang mati dari mereka selamanya" hingga ayat "mereka mati dalam keadaan fasiq").BUKHARI NO.1277
PUJIAN MANUSIA TERHADAP MAYAT
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Shuhaib berkata; saya mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata,: "Mereka (para sahabat) pernah melewati satu mayat kemudian mereka menyanjungnya dengan kebaikan. Maka Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Pasti baginya". Kemudian mereka melewati mayat yang lain kemudian mereka menyebutnya dengan keburukan, maka Beliaupun bersabda: "Pasti baginya". Maka kemudian 'Umar bin Al Khaththab radliallahu 'anhu bertanya: "Apa yang dimaksud niscaya baginya?". Beliau menjawab: "Jenazah pertama kalian sanjung dengan kebaikan, maka niscaya baginya masuk nirwana sedang mayat kedua kalian menyebutnya dengan keburukan, berarti dia masuk neraka lantaran kalian yaitu saksi-saksi Allah di muka bumi".BUKHARI NO.1278
Telah menceritakan kepada kami 'Affan bin Muslim, dia dijuluki Ash-Shaffar telah menceritakan kepada kami Daud bin Abu Al Furat dari 'Abdullah bin Buraidah dari Abu Al Aswad berkata,: "Aku pernah berkunjung ke kota Madinah dikala sedang berjangkitnya penyakit. Saat saya sedang duduk erat 'Umar bin Al Khaththab radliallahu 'anhu tiba-tiba ada mayat yang lewat di hadapan mereka kemudian mereka menyanjungnya dengan kebaikan. Maka 'Umar radliallahu 'anhu berkata,: "Pasti baginya". Tak lama kemudian lewat mayat yang lain kemudian mayat itu pun disanjung dengan kebaikan. Maka 'Umar radliallahu 'anhu berkata, lagi: "Pasti baginya". Kemudian lewat mayat yang ketiga kemudian mayat itu disebut dengan keburukan, maka 'Umar radliallahu 'anhu pun berkata,: "Pasti baginya". Berkata, Abu Al Aswad; maka saya bertanya: "Apa yang dimaksud niscaya baginya, wahai Amirul mu'minin?". Maka dia berkata,: "Aku mengatakannya ibarat yang dikatakan oleh Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "Bilamana seorang muslim (meninggal dunia) kemudian disaksikan (disanjung) oleh empat orang muslim lainnya dengan kebaikan maka niscaya Allah akan memasukakannya ke dalam surga". Maka kami bertanya kepadanya: "Bagaimana kalau tiga orang muslim?". Dia menjawab; "Juga oleh tiga orang". Kami berkata lagi: "Bagaimana kalau dua orang muslim?". Dia menjawab; "Juga oleh dua orang". Dan kami tidak menanyakannya lagi bagaimana kalau satu orang".BUKHARI NO.1279
TENTANG ADZAB (SIKSA) QUBUR
Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin 'Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Alqamah bin Martsad dari Sa'ad bin 'Ubadah dari Al Bara' bin 'Azib radliallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Apabila (jenazah) seorang muslim sudah didudukkan dalam kuburnya maka dia akan dihadapkan (pertanyaan malaikat), kemudian ia bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Itulah perkataan seorang muslim sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala (QS Ibrahim ayat 27 yang artinya): ("Allah akan meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu"). Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah ibarat riwayat ini kemudian menambahkannya (firman Allah subhanahu wata'ala): ("Allah akan meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman…") ayat ini turun berkenaan dengan kasus siksa kubur".BUKHARI NO.1280
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim telah menceritakan kepadaku bapakku dari Shalih telah menceritakan kepada saya Nafi' bahwa Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma mengabarkannya berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mendatangi para penghuni sumur (kaum musyrikin) yang terbunuh dalam perang Badar kemudian bersabda: "Kalian telah mendapat apa yang dijanjkan Rabb kalian yaitu benar". Lalu Beliau ditanya: "Anda memanggil mereka (yang sudah mati)?". Maka Beliau menjawab: "Tidaklah kalian lebih bisa mendengar daripada mereka, hanya saja mereka tidak sanggup menjawab".BUKHARI NO.1281
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Mereka (kaum musyrikin yang terbunuh dalam perang Badar) telah mengetahui kini bahwa apa yang saya katakan (terbukti) benar dan Allah telah berfirman (QS An-Naml ayat 80 yang artinya): ("Sungguh kau tidak akan sanggup menimbulkan orang yang sudah mati bisa mendengar").BUKHARI NO.1282
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan bapakku kepadaku nd Syu'bah; saya mendengar Al Asy'ats dari Bapaknya dari Masruq dari 'Aisyah radliallahu 'anha (berkata); ada seorang perempuan Yahudi menemuinya kemudian menceritakan perihal siksa kubur kemudian berkata (kepada Aisyah radliallahu 'anha); "Semoga Allah melindungimu dari siksa kubur". Kemudian setelah itu 'Aisyah radliallahu 'anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam perihal siksa kubur, maka Beliau menjawab: "Ya benar, siksa kubur itu ada". Kemudian 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Maka semenjak itu saya tidak melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam setelah melaksanakan shalat kecuali Beliau memohon pertolongan dari siksa kubur". Ghundar menambhakan: "Siksa kubur itu benar adanya".BUKHARI NO.1283
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb berkata, telah menceritakan kepada saya Yunus dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepada saya 'Urwah bin Az Zubair sebenarnya dia mendengar Asma' binti Abu Bakar radliallahu 'anhuma berkata,: "Suatu hari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berdiri memberikan khuthbah kemudian menyebut perihal fitnah kubur yang setiap orang akan diuji karennaya. Ketika Beliau menyebutkan hal tersebut kaum muslimun menjadi gaduh dan berteriak".BUKHARI NO.1284
Telah menceritakan kepada kami 'Ayyasy bion Al Walid telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'laa telah menceritakan kepada kami Sa'id dari Qatadah dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu sebenarnya dia menceritakan kepada mereka bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jika seorang hamba (jenazahnya) sudah diletakkan didalam kuburnya dan teman-temannya sudah berpaling dan pergi meninggalkannya dan dia sanggup mendengar gerak langkah sandal sandal mereka, maka akan tiba kepadanya dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya seraya keduanya berkata, kepadanya: "Apa yang kau ketahui perihal pria ini, Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam?". bila seorang mu'min dia akan menjawab: "Aku bersaksi bahwa dia yaitu hamba Allah dan utusanNya". Maka dikatakan kepadanya: "Lihatlah kawasan dudukmu di neraka yang Allah telah menggantinya dengan kawasan duduk di surga. Maka dia sanggup melihat keduanya".". Qatadah berkata,: "Dan diceritakan kepada kami bahwa dia (hamba mu'min itu) akan dilapangkan dalam kuburnya". Kemudian dia kembali melanjutkan hadits Anas radliallahu 'anhu.: " Dan adapun (jenazah) orang kafir atau munafiq akan dikatakan kepadanya apa yang kau ketahui perihal pria ini?". Maka dia akan menjawab: "Aku tidak tahu, saya hanya berkata, mengikuti apa yang dikatakan kebanyakan orang". Maka dikatakan kepadanya: "Kamu tidak mengetahuinya dan tidak mengikuti orang yang mengerti". Kemudian dia dipukul dengan palu godam besar terbuat dari besi sehingga mengeluarkan bunyi teriakan yang sanggup didengar oleh yang ada di sekitarnya kecuali oleh dua makhluq (jin dan manusia) ".BUKHARI NO.1285
MEMOHON PERLINDUNGAN DARI ADZAB QUBUR
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah menceritakan kepada saya 'Aun bin Abu Juhaifah dari Bapaknya dari Al Bara' bin 'Azib dari Abu Ayyub radliallahu 'anhum berkata,: Suatu hari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam keluar dikala matahri sudah meninggi kemudian Beliau mendengar suara, maka Beliau bersabda: "Orang Yahudi sedang disiksa didalam kuburnya". Dan berkata, An-Nadhar telah mengabarkan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami 'Aun saya mendengar Bapakku, (berkata,) Aku mendengar Al Bara' dari Abu Ayyub radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam.BUKHARI NO.1286
Telah menceritakan kepada kami Mu'allaa telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Musa bin 'Uqbah berkata, telah menceritakan kepada saya dari Khalid bin Sa'id bin Al 'Ash bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam ketika Beliau berlindung dari siksa kubur.BUKHARI NO.1287
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berdo'a: "Allahumma innii 'A'uudzu bika min 'adzaabil qabri wa min 'adzaabin naar wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitmatil masiihid dajjaal" (artinya): ("Ya Allah saya berlindung kepadaMu dari suksa kubur dan dari siksa api neraka dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari fitnah Al Masihid Dajjal").BUKHARI NO.1288
ADZAB QUBUR AKIBAT DOSA GHIBAH (MENGGUNJING AIB ORANG) DAN AIR KENCING
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Mujahid dari Thowus dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa: Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berjalan melewati dua kuburan kemudian Beliau bersabda: "Keduanya sungguh sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa disebabkan lantaran berbuat dosa besar. Kemudian Beliau bersabda: "Demikianlah. Adapun yang satu disiksa lantaran selalu mengadu domba sedang yang satunya lagi tidak bersuci setelah kencing." Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu: "Kemudian Beliau mengambil sebatang dahan kurma kemudian membelahnya menjadi dua belahan kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut seraya berkata,: "Semoga diringankan (siksanya) selama batang pohon ini masih basah".BUKHARI NO.1289
DIPERLIHATKAN KEPADA MAYIT TEMPAT DUDUKNYA KELAK DI SURGA SETIAP PAGI DAN PETANG
Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari Nafi' dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika seorang dari kalian meninggal dunia maka akan ditampakkan kepadanya kawasan duduk (tinggal) nya setiap pagi dan petang hari. Jika dia termasuk penduduk surga, maka akan (melihat kedudukannya) sebagai penduduk nirwana dan kalau dia termasuk penduduk neraka, maka akan (melihat kedudukannya) sebagai penduduk neraka kemudian dikatakan kepadanya inilah kawasan duduk tinggalmu hingga nanti Allah membangkitkanmu pada hari qiyamat".BUKHARI NO.1290
MAYIT BERBICARA TENTANG JENAZAH DIRINYA SENDIRI KETIKA AKAN DIBAWA KE KUBURAN
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Sa'id bin Abu Sa'id dari bapaknya bahwa dia mendengar Abu Sa'id AL Khudriy radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jika mayat diletakkan kemudian dibawa oleh para pemandu di atas bahu mereka, maka kalau mayat tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka dia akan berkata; "Bersegeralah kalian, bersegeralah kalian (membawa aku). Dan kalau ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata; "Celaka, kemana mereka akan membawanya?. Suara mayat itu didengar oleh setiap makhluq kecuali insan dan seandainya ada insan yang mendengarnya tentu dia akan jatuh pingsan".BUKHARI NO.1291
PEMBICARAAN TENTANG KEMATIAN DAN KEBERADAAN MAYIT DARI ANAK-ANAK KAUM MUSLIMIN
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Ulayyah telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Tidak seorang muslimpun yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya yang belum baligh kecuali Allah memasukkannya ke dalam nirwana lantaran limpahan rahmatNya kepada mereka".BUKHARI NO.1292
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Adiy bin Tsabit bahwa dia mendengar Al Bara' radliallahu 'anhu berkata; Ketika Ibrahim (putra Nabi Shallallahu'alaihiwasallam) meninggal dunia, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Baginya akan ada yang menyusuinya di surga".BUKHARI NO.1293
PEMBICARAAN TENTANG KEBERADAAN MAYIT DARI ANAK-ANAK KAUM MUSYRIKIN
Telah menceritakan kepada kami Hibban bin Musa telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Abu Bisyir dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata,: Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam ditanya perihal bawah umur orang musyrikin (yang meninggal dunia), Beliau bersabda: "Allah subhanahu wata'ala ketika membuat mereka, lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan".BUKHARI NO.1294
Telah menceritakan kepada kami Hibban bin Musa telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Abu Bisyir dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata,: Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam ditanya perihal bawah umur orang musyrikin (yang meninggal dunia), Beliau bersabda: "Allah subhanahu wata'ala ketika membuat mereka, lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan".BUKHARI NO.1295
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bi dari Az Zuhriy dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kemudian kedua orang tunyalah yang akan menimbulkan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?"BUKHARI NO.1296
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim telah menceritakan kepada kami Abu Raja' dari Samrah bin Jundab berkata; Sudah menjadi kebiasaan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bila selesai melaksanakan suatu shalat, Beliau menghadapkan wajahnya kepada kami kemudian berkata,: "Siapa diantara kalian yang tadi malam bermimpi". Dia (Samrah bin Jundab) berkata,: "Jika ada seorang yang bermimpi maka orang itu akan menceritakan, dikala itulah Beliau berkata,: "Maa sya-allah" (atas kehendak Allah) ". Pada suatu hari yang lain Beliau bertanya kepada kami: "Apakah ada diantara kalian yang bermimpi?". Kami menjawab: "Tidak ada". Beliau berkata,: "Tetapi saya tadi malam bermimpi yaitu ada dua orang pria yang mendatangiku kemudian keduanya memegang tanganku kemudian membawaku ke negeri yang disucikan (Al Muqaddasah), ternyata disana ada seorang pria yang sedang berdiri dan yang satunya lagi duduk yang di tangannya memegang sebatang besi yang ujungnya bengkok (biasanya untuk menggantung sesuatu). Sebagian dari sahabat kami berkata, dari Musa bahwa: batang besi tersebut dimasukkan ke dalam satu sisi lisan (dari geraham) orang itu hingga menembus tengkuknya. Kemudian dilakukan hal yang sama pada sisi lisan yang satunya lagi, kemudian dilepas dari mulutnya dan dimasukkan kembali dan begitu seterusnya diperlakukan. Aku bertanya: "Apa ini maksudnya?". Kedua orang yang membawaku berkata,: "Berangkatlah". Maka kami berangkat ke kawasan lain dan hingga kepada seorang pria yang sedang berbaring bersandar pada tengkuknya, sedang ada pria lain yang berdiri diatas kepalanya memegang kerikil atau kerikil besar untuk menghancurkan kepalanya. Ketika dipukulkan, kerikil itu menghancurkan kepala orang itu, Maka orang itu menghampirinya untuk mengambilnya dan dia tidak berhenti melaksanakan ini hingga kepala orang itu kembali utuh ibarat semula, kemudian dipukul lagi dengan kerikil hingga hancur. Aku bertanya: "Siapakah orang ini?". Keduanya menjawab: "Berangkatlah". Maka kamipun berangkat hingga hingga pada suatu lubang ibarat dapur api dimana belahan atasnya sempit dan belahan bawahnya lebar dan dibawahnya dinyalakan api yang apabila api itu didekatkan, mereka (penghuninya) akan terangkat dan bila dipadamkan penghuninya akan kembali kepadanya, penghuninya itu terdiri dari pria dan perempuan. Aku bertanya: "Siapakah mereka itu?". Keduanya menjawab: "Berangkatlah". Maka kami pun berangkat hingga hingga di sebuah sungai yang airnya yaitu darah, disana ada seorang pria yang berdiri di tengah-tengah sungai". Berkata, Yazid dan Wahb bin Jarir dari Jarir bin Hazim: 'Dan di tepi sungai ada seorang pria yang memegang batu. Ketika orang yang berada di tengah sungai menghadapnya dan bermaksud hendak keluar dari sungai maka pria yang memegang kerikil melemparnya dengan kerikil kearah mulutnya hingga dia kembali ke tempatnya semula di tengah sungai, dan terjadilah seterusnya begitu, setiap dia hendak keluar dari sungai, akan dilempar dengan kerikil sehingga kembali ke tempatnya semula. Aku bertanya: "Apa maksudnya ini?" Keduanya menjawab: "Berangkatlah". Maka kamipun berangkat hingga hingga ke suatu taman yang hijau, didalamnya penuh dengan pepohonan yang besar-besar sementara dibawahnya ada satu orang bau tanah dan bawah umur dan ada seorang yang berada erat dengan pohon yang memegang api, manakala dia menyalakan api maka kedua orang yang membawaku naik membawaku memanjat pohon kemudian keduanya memasukkan saya ke sebuah rumah (perkampungan) yang belum pernah saya melihat seindah itu sebelumnya dan didalamnya ada para orang laki-laki, orang-orang tua, pemuda, perempuan dan bawah umur kemudian keduanya membawa saya keluar dari situ kemudian membawaku naik lagi ke atas pohon, kemudian memasukkan saya ke dalam suatu rumah yang lebih baik dan lebih indah, didalamnya ada orang-orang bau tanah dan para pemuda. Aku berkata: "Ajaklah saya keliling malam ini dan terangkanlah perihal apa yang saya sudah lihat tadi". Maka keduanya berkata,: "Baiklah. Adapun orang yang kau lihat mulutnya ditusuk dengan besi yaitu orang yang suka berdusta dan bila berkata selalu berbohong, maka dia dibawa hingga hingga ke ufuq kemudian dia diperlakukan ibarat itu hingga hari qiyamat. Adapun orang yang kau lihat kepalanya dipecahkan yaitu seorang yang telah diajarkan Al Qur'an oleh Allah kemudian dia tidur pada suatu malam namun tidak melaksanakan Al Qur'an pada siang harinya, kemudian dia diperlakukan ibarat itu hingga hari qiyamat. Dan orang-orang yang kau lihat berada didalam dapur api mereka yaitu para pezina sedangkan orang yang kau lihat berada di tengah sungai yaitu mereka yang memakan riba' sementara orang bau tanah yang berada dibawah pohon yaitu Nabi Ibrahim 'alaihissalam, sedangkan bawah umur yang ada disekitarnnya yaitu bawah umur kecil manusia. Adapun orang yang menyalakan api yaitu malaikat penunggu neraka sedangkan rumah pertama yang kau masuki yaitu rumah bagi seluruh kaum mu'minin sedangkan rumah yang ini yaitu perkampungan para syuhada' dan saya yaitu Jibril dan ini yaitu Mika'il, maka angkatlah kepalamu. Maka saya mengangkat kepalaku ternyata diatas kepalaku ada sesuatu ibarat awan. Keduanya berkata,: "Itulah tempatmu". Aku berkata: "Biarkanlah saya memasuki rumahku". Keduanya berkata,: " Umurmu masih tersisa dan belum selesai dan seandainya sudah selesai waktunya kau niscaya akan memasuki rumahmu".BUKHARI NO.1297
MENINGGAL DUNIA PADA HARI SENIN
Telah menceritakan kepada kami Mu'alla bin Asad telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Hisyam dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata,: "Aku pernah masuk menemui Abu Bakar radliallahu 'anhu kemudian dia berkata,: "Berapa lembar kain kalian mengafani Nabi Shallallahu'alaihiwasallam?". Dia berkata,: "Dalam tiga lembar kain putih buatan negeri Yaman dan tidak dipakaikan baju dan juga tidak sorban". Kemudian Abu Bakar radliallahu 'anhu berkata kepadanya: "Hari apakah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam wafat?". 'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: Hari Senin". Lalu dia berkata, lagi: "Sekarang ini hari apa?". Dia 'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: "Sekarang hari Senin". Abu Bakar berkata,: "Aku berharap umurku hingga malam ini saja". Lalu dia memandang baju yang dipakainya semenjak dia menderita sakit yang ketika itu bajunya sudah kotor terkena minyak za'faran (kunyit) pada sebagiannya kemudian berkata,: "Cucilah bajuku ini dan tambahkanlah dengan dua baju lain untuk mengafaniku dengannya". Aku berkata: "Baju ini sudah usang". Maka dia menjawab: "Orang yang hidup lebih pantas untuk mengenakan yang gres dari pada orang yang sudah mati. Kain itu hanya untuk mewadahi infeksi mayat". Kemudian dia tidak wafat hingga menjelang malam Selasa (dimana hasilnya wafat) kemudian ia dikuburkan sebelum pagi".BUKHARI NO.1298
KEMATIAN YANG MENDADAK
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata, telah mengabarkan kepada saya Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa ada seorang pria berkata, kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "Ibuku meninggal dunia dengan mendadak, dan saya menduga seandainya dia sempat berbicara dia akan bershadaqah. Apakah dia akan memperoleh pahala kalau saya bershadaqah untuknya (atas namanya)?". Beliau menjawab: "Ya, benar".BUKHARI NO.1299
TENTANG KUBURAN NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALAM, ABU BAKR ASH-SHIDDIQ DAN 'UMAR BIN AL-KHATHTHAB RAA
Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada saya Sulaiman dari Hisyam dan diriwayatkan pula dari jalan lain, telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Harb telah menceritakan kepada kami Abu Marwan Yahya bin Abu Zakariya' dari Hisyam dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata,: Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dalam keadaan sakit dan meminta udzur untuk giliran tinggal dengan isteri-isterinya (Beliau bertanya): "dimana saya hari ini dan dimana kesokannya?", dikala itu rupanya Beliau menginginkan berlama-lama berada dalam giliran 'Aisyah radliallahu 'anha. Saat Beliau giliran di rumahku, Allah mencabut nyawa Beliau yang berada dalam dekapan dadaku dan pangkuanku, kemudian Beliau dikebumikan di rumahku".BUKHARI NO.1300
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Hilal dia yaitu Al Wazzan dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika dia sakit yang setelah itu dia tidak bangun lagi (wafat): "Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani disebabkan mereka menimbulkan quburan para nabi mereka sebagai masjid". 'Aisyah radliallahu 'anha; "Kalau bukan lantaran ada sabda dia tersebut tentu saya pindahkan qubur dia (dari dalam rumahnya), namun saya tetap khawatir nantinya akan dijadikan masjid". Dan dari Hilal berkata; "'Urwah bin Az Zubair pernah memberikan kuniyah (nama panggilan yang dinisbatkan kepada anak) kepadaku namun saya tidak punya anak."BUKHARI NO.1301
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Abu Bakar bin 'Iyyasy dari Sufyan At-Tamar bahwa dia melihat kuburan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam sudah ditinggikan tanahnya sedikit."BUKHARI NO.1302
Telah menceritakan kepada kami Farwah telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Mushir dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya; Ketika tembok runtuh menimpa kuburan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pada masa kekhilafahan Al Walid bin 'Abdul-Malik, orang-orang mulai membangun kembali. Saat itu mereka menemukan sebuah kaki yang terputus, mereka mengira bahwa itu yaitu kaki Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Mereka tidak menemui seseorang yang mengetahui hal itu, hingga hasilnya 'Urwah berkata kepada mereka: "Demi Allah itu bukanlah kaki Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, itu yaitu kaki Umar radliallahu 'anhu.BUKHARI NO.1303
Dan dari Hisyam dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa ia berwasiat kepada 'Abdullah bin Az Zubair radliallahu 'anhuma: "Janganlah kau mengubur saya bersama mereka, namun kuburkanlah saya bersama para isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam di Baqi' supaya saya tidak dikeramatkan seorangpun selama-lamanya".BUKHARI NO.1304
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Jarir bin 'Abdul Hamid telah menceritakan kepada kami Hushain bin 'Abdurrahman dari 'Amru bin Maimun Al Audiy berkata,: "Aku melihat 'Umar bin Al Khaththab radliallahu 'anhu berkata,: "Wahai 'Abdullah bin Umar temuilah Ummul Mu'minin 'Aisyah radliallahu 'anha kemudian sampaikan bahwa 'Umar bin Al Khaththab memberikan salam kepadamu, kemudian mintalah supaya saya dikubur bersama kedua temanku. 'Aisyah berkata; "Aku dulu menginginkan kawasan itu untukku, namun kini saya lebih mengutamakannya daripada diriku. Ketika ia pulang, Umar berkata, kepadanya: "Jawaban apa yang kau bawa?". Ia menjawab; "Engkau telah mendapat izin wahai Amirul Mu'minin, kemudian ia berkata,: "Tidak ada sesuatu yang lebih saya cintai daripada kawasan berbaring itu, dan kalau saya sudah meninggal, bawalah saya kepadanya kemudian sampaikan salam dan katakan bahwa 'Umar bin Al Khaththab telah meminta izin, dan kalau diizinkan maka kuburkanlah saya disana, dan kalau tidak, maka kuburlah saya dipekuburan kaum muslimin. Sebab saya tidak mengetahui seseorang yang lebih berhak pada masalah ini daripada mereka, orang-orang yang ketika dia meninggal maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah meridhai mereka, maka barangsiapa yang menggantikan saya setelahku dialah khalifah, wajib dengar dan taatlah padanya. Lalu ia menyebut nama 'Utsman, 'Ali, Thalhah, Az Zubair, 'Abdur-Rahman bin 'Auf, Saad bin Abi Waqqas. Kemudian seorang perjaka Anshar tiba kepadanya, ia berkata,: "Wahai Amirul Mu'minin, berilah kabar bangga yang diberikan Allah kepadamu lantaran masuk Islam pertama kali ibarat yang telah engkau ketahui, kemudian engkau diangkat menjadi khalifah dan setelah ini semua engkau akan mati syahid?". Da menjawab: "Barangkali cukuplah yang engkau katakan itu wahai anak saudaraku, saya berwasiat kebaikan kepada khalifah setelahku terhadap orang-orang yang pertama-tama berhijrah, supaya ia mengerti hak-hak mereka dan menjaga kehormatan mereka, dan saya berwasiat kebaikan kepadanya terhadap orang-orang Anshar, yang mereka telah menempati Madinah dan beriman kepada Allah Ta'ala, supaya ia terima orang-orang yang baik diantara mereka dan memaafkan orang-orang yang berbuat buruk diantara mereka, dan saya berwasiat kepadanya akan tanggungan Allah dan RasulNya Shallallahu'alaihiwasallam supaya ia menepati perjanjian dengannya, dan ia berperang dibelakangnya, serta tidak membebani mereka dengan apa yang tidak mereka mampu".BUKHARI NO.1305
LARANGAN MENCELA ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al A'masy dari Mujahid dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Janganlah kalian mencela mayat lantaran mereka telah hingga (mendapatkan) apa yang telah mereka kerjakan". Dan diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abdul Quddus dari Al A'masy dan Muhammad bin Anas dari Al A'masy yang dikuatkan oleh 'Ali bin Al Ja'di dari Ibnu'Ar'arah dari Ibnu 'Adiy dari Syu'bah.BUKHARI NO.1306
MENCERITAKAN KEBURUKAN ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA
Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh telah menceritakan bapakku kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada saya 'Amru bin Murrah dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata,: "Abu Lahab, laknat Allah atasnya, kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "Celaka kau sepanjang jari ini". Maka turunlah QS Al Lahab (yang artinya): ("Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa").BUKHARI NO.1307

