Hadits Pilihan Terjemahan Kitab Keyakinan | Shahih Bukhari

ISLAM DIBANGUN DI ATAS LIMA (LANDASAN), DAN ISLAM ADALAH PERKATAAN DAN PERBUATAN SERTA BERTAMBAH DAN BERKURANG



dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Islam dibangun diatas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadlan". BUKHARI NO.7


TENTANG PERKARA- PERKARA IMAN


dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Iman mempunyai lebih dari enam puluh cabang, dan malu ialah potongan dari iman". BUKHARI NO.8


 SEORANG MUSLIM ADALAH ORANG YANG KAUM MUSLIM SELAMAT DARI LISAN DAN TANGANNYA


dari Abdullah bin 'Amru dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Seorang muslim ialah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir ialah orang yang meninggalkan apa yang dihentikan oleh Allah " Abu Abdullah berkata; dan Abu Mu'awiyyah berkata; Telah menceritakan kepada kami Daud, dia ialah anak Ibnu Hind, dari 'Amir berkata; saya mendengar Abdullah, maksudnya ibnu 'Amru, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Dan berkata Abdul A'laa dari Daud dari 'Amir dari Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. BUKHARI NO. 9


AMALAN ISLAM APAKAH YANG UTAMA


dari Abu Musa berkata: 'Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Siapa yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya".  BUKHARI NO. 10


MEMBERI MAKAN BAGIAN DARI ISLAM


dari Abdullah bin 'Amru; Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Islam manakah yang paling baik?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan yang tidak kau kenal". BUKHARI NO. 11


BAGIAN DARI IMAN HENDAKNYA MENCINTAI UNTUK SAUDARANYA SEBAGAIMANA DIA MENCINTAI DIRINYA SENDIRI


dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia menyayangi untuk saudaranya sebagaimana dia menyayangi untuk dirinya sendiri".  BUKHARI NO. 12


MENCINTAI RASULULLAH BAGIAN DARI IMAN


dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maka demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang dari kalian hingga saya lebih dicintainya daripada orang tuanya dan anaknya". BUKHARI NO. 13



dari Anas berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga saya lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan dari insan seluruhnya". BUKHARI NO. 14


MANISNYA IMAN


dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Tiga kasus yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapat manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia menyayangi seseorang, dia tidak mencintainya kecuali lantaran Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran menyerupai dia benci bila dilempar ke neraka" BUKHARI NO. 15


TANDA- TANDA KEIMANAN IALAH MENCINTAI SAHABAT ANSHAR


Abdullah bin Abdullah bin Jabar, berkata; saya mendengar Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Tanda iktikad ialah menyayangi (kaum) Anshar dan tanda nifaq ialah membenci (kaum) Anshar". BUKHARI NO. 16



dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Idris 'Aidzullah bin Abdullah, bahwa 'Ubadah bin Ash Shamit ialah sahabat yang ikut perang Badar dan juga salah seorang yang ikut bersumpah pada malam Aqobah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika berada ditengah-tengah sebagian sahabat: "Berbai'atlah kalian kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh bawah umur kalian, tidak menciptakan kebohongan yang kalian ada-adakan antara tangan dan kaki kalian, tidak bermaksiat dalam kasus yang ma'ruf. Barangsiapa diantara kalian yang memenuhinya maka pahalanya ada pada Allah dan barangsiapa yang melanggar dari hal tersebut kemudian Allah menghukumnya di dunia maka itu ialah kafarat baginya, dan barangsiapa yang melanggar dari hal-hal tersebut kemudian Allah menutupinya (tidak menghukumnya di dunia) maka urusannya kembali kepada Allah, bila Dia mau, dimaafkannya atau disiksanya". Maka kami membai'at Beliau untuk perkara-perkara tersebut.  BUKHARI NO. 17


BAGIAN DARI DIEN ADALAH MENGHINDAR DARI FITNAH


dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hampir saja terjadi (suatu zaman) harta seorang muslim yang paling baik ialah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnah". BUKHARI NO. 18


SABDA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM; ' DIANTARA KALIAN AKULAH YANG PALING MENGERTI TENTANG ALLAH'.

dari Aisyah berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bila memerintahkan kepada para sahabat, Beliau memerintahkan untuk melaksanakan amalan yang bisa mereka kerjakan, kemudian para sahabat berkata; "Kami tidaklah menyerupai engkau, ya Rasulullah, lantaran engkau sudah diampuni dosa-dosa yang kemudian dan yang akan datang". Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjadi murka yang sanggup terlihat dari wajahnya, kemudian bersabda: "Sesungguhnya yang paling taqwa dan paling mengerti ihwal Allah diantara kalian ialah aku".  BUKHARI NO. 19

DAN SIAPA YANG BENCI KEMBALI KEKUFURAN SEPERTI DIA BENCI KEMBALI DILEMPARKAN KE NERAKA


dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Tiga (perkara) yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapat manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Dan siapa yang bila menyayangi seseorang, dia tidak menyayangi orang itu kecuali lantaran Allah 'azza wajalla. Dan siapa yang benci kembali kepada kekufuran menyerupai dia benci bila dilempar ke neraka".  BUKHARI NO. 20


BERTINGKAT- TINGKATNYA AHLUL IMAN DALAM AMALAN


dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Ahlu nirwana telah masuk ke nirwana dan Ahlu neraka telah masuk neraka. Lalu Allah Ta'ala berfirman: "Keluarkan dari neraka siapa yang didalam hatinya ada iktikad sebesar biji sawi". Maka mereka keluar dari neraka dalam kondisi yang telah menghitam gosong kemudian dimasukkan kedalam sungai hidup atau kehidupan. -Malik ragu. - Lalu mereka tumbuh bersemi menyerupai tumbuhnya benih di tepi aliran sungai. Tidakkah kau perhatikan bagaimana dia keluar dengan warna kekuningan."Berkata Wuhaib Telah menceritakan kepada kami 'Amru: "Kehidupan". Dan berkata: "Sedikit dari kebaikan".  BUKHARI NO. 21



dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif bergotong-royong dia mendengar Abu Said Al Khudri berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika saya tidur, saya bermimpi melihat orang-orang dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang hingga kepada buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan pula kepadaku Umar bin Al Khaththab dan dia mengenakan baju dan menyeretnya. Para sahabat bertanya: "Apa maksudnya hal demikian berdasarkan engkau, ya Rasulullah?" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ad-Din (agama) ".  BUKHARI NO. 22


MALU BAGIAN DARI IMAN


dari Salim bin Abdullah dari bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan melewati seorang sahabat Anshar yang ketika itu sedang memberi pengarahan saudaranya ihwal malu. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tinggalkanlah dia, lantaran sesungguhnya malu ialah potongan dari iman".  BUKHARI NO. 23




15. "MAKA JIKA MEREKA BERTOBAT, MENGERJAKAN SHALAT DAN MEMBAYAR ZAKAT, MAKA BERIKANLAH KEBEBASAN MEREKA BERJALAN".



dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi insan hingga mereka bersaksi; tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad ialah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah" BUKHARI NO. 24


ORANG YANG BERPENDAPAT BAHWA IMAN ADALAH PERBUATA


dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya ihwal Islam, manakah yang paling utama? Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya". Lalu ditanya lagi: "Lalu apa?" Beliau menjawab: "Al Jihad fi sabilillah (berperang di jalan Allah). Lalu ditanya lagi: "Kemudian apa lagi?" Jawab Beliau shallallahu 'alaihi wasallam: "haji mabrur". BUKHARI NO. 25


APABILA MASUK ISLAM BUKAN PADA HAKIKATNYA, TETAPI KARENA BERSERAH DIRI DAN TAKUT DARI PEMBUNUHAN


dari Sa'd, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menunjukkan makanan kepada beberapa orang dan ketika itu Sa'd sedang duduk. Tetapi Beliau tidak memberi makanan tersebut kepada seorang laki-laki, padahal orang tersebut yang paling berkesan bagiku diantara mereka yang ada, maka saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulan? Sungguh saya melihat dia sebagai seorang mu'min." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membalas: "atau dia muslim?" Kemudian saya melongo sejenak, dan saya terdorong untuk lebih memastikan apa yang dimaksud Beliau shallallahu 'alaihi wasallam, maka saya ulangi ucapanku: "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulan? Sungguh saya memandangnya sebagai seorang mu'min." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membalas: "atau dia muslim?" Lalu saya terdorong lagi untuk lebih memastikan apa yang dimaksudnya hingga saya ulangi lagi pertanyaanku. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Sa'd, sesungguhnya saya juga akan memberi kepada orang tersebut. Namun saya lebih suka memberi kepada yang lainnya dari pada memberi kepada dia, lantaran saya takut kalau Allah akan mencampakkannya ke neraka". BUKHARI NO. 26




MENYEBARKAN SALAM BAGIAN DARI ISLAM



dari Abdullah bin 'Amru bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Islam manakah yang paling baik?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu memberi makan dan memberi salam kepada orang yang kau kenal dan yang tidak kau kenal". BUKHARI NO. 27


MENGINGKARI PEMBERIAN DAN ISTILAH KEKUFURAN DI BAWAH KEKUFURAN


dari Ibnu 'Abbas berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya ialah wanita. Karena mereka sering mengingkari". Ditanyakan: "Apakah mereka mengingkari Allah?" Beliau bersabda: "Mereka mengingkari dukungan suami, mengingkari kebaikan. Seandainya kau berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, kemudian dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: 'aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu". BUKHARI NO. 28


PERBUATAN MAKSIAT MERUPAKAN KEBIASAAN JAHILIAH, NAMUN  PELAKUNYA TIDAK DI KAFIRKAN KARENA KEMAKSIATANNYA.


dari Al Ma'rur bin Suwaid berkata: Aku bertemu Abu Dzar di Rabdzah yang ketika itu mengenakan pakaian dua lapis, begitu juga anaknya, maka saya tanyakan kepadanya ihwal itu, maka dia menjawab: Aku telah menghina seseorang dengan cara menghina ibunya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menegurku: "Wahai Abu Dzar apakah kau menghina ibunya? Sesungguhnya kau masih mempunyai (sifat) jahiliyyah. Saudara-saudara kalian ialah tanggungan kalian, Allah telah mengakibatkan mereka di bawah tangan kalian. Maka siapa yang saudaranya berada di bawah tangannya (tanggungannya) maka bila dia makan berilah makanan menyerupai yang dia makan, bila dia berpakaian berilah menyerupai yang dia pakai, janganlah kalian membebani mereka sesuatu yang di luar batas kemampuan mereka. Jika kalian membebani mereka, maka bantulah mereka".  BUKHARI NO. 29


BILA DUA KELOMPOK ORANG BERIMAN BERPERANG MAKA DAMAIKANLAH.


dari Al Ahnaf bin Qais berkata; saya tiba untuk menolong seseorang kemudian bertemu Abu Bakrah, maka dia bertanya: "Kamu mau kemana?" Aku jawab: "hendak menolong seseorang" dia berkata: "Kembalilah, lantaran saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika dua orang muslim saling bertemu (untuk berkelahi) dengan menghunus pedang masing-masing, maka yang terbunuh dan membunuh masuk neraka". saya pun bertanya: "Wahai Rasulullah, ini bagi yang membunuh, tapi bagaimana dengan yang terbunuh?" Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Dia juga sebelumnya sangat ingin untuk membunuh temannya".  BUKHARI NO. 30


KEDHALIMAN DI BAWAH KEDHALIMAN


 dari Abdullah berkata: ketika turun ayat: "Orang-orang beriman dan tidak mencampur adukkan iktikad mereka dengan kezhaliman" para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Siapakah diantara kami yang tidak berbuat zhalim? Maka Allah 'azza wajalla menurunkan (firman-Nya): "Sesungguhnya kesyirikan ialah kezhaliman yang besar". (QS. Luqman: 13)  BUKHARI NO. 31


TANDA- TANDA NIFAQ


dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Tanda-tanda munafiq ada tiga; bila berbicara dusta, bila berjanji mengingkari dan bila diberi amanat dia khianat".  BUKHARI NO. 32



dari Abdullah bin 'Amru bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Empat hal bila ada pada seseorang maka dia ialah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, bila diberi amanat dia khianat, bila berbicara dusta, bila berjanji mengingkari dan bila berseteru curang". Hadits ini diriwayatkan pula oleh Syu'bah dari Al A'masy.  BUKHARI NO. 33


MENGHIDUPKAN MALAM LAILATUL QADAR BAGIAN DARI IMAN


dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menegakkan lailatul qodar lantaran iktikad dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". BUKHARI NO. 34


JIHAD BAGIAN DARI IMAN


telah menceritakan kepada kami Abu Zur'ah bin 'Amru bin Jarir berkata: Aku mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Allah menjamin orang yang keluar (berperang) di jalan-Nya, tidak ada yang mendorongnya keluar kecuali lantaran iktikad kepada-Ku dan membenarkan para rasul-Ku untuk mengembalikannya dengan memperoleh pahala atau ghonimah atau memasukkannya ke surga. Kalau seandainya tidak memberatkan umatku tentu saya tidak akan duduk tinggal membisu di belakang sariyyah (pasukan khusus) dan tentu saya ingin sekali bila saya terbunuh di jalan Allah kemudian saya dihidupkan lagi kemudian terbunuh lagi kemudian saya dihidupkan kembali kemudian terbunuh lagi".  BUKHARI NO. 35


MENGHIDUPKAN IBADAH- IBADAH SUNNAH DI BULAN RAMADHAN BAGIAN DARI SUNNAH


dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menegakkan Ramadlan lantaran iktikad dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".  BUKHARI NO. 36


MELAKSANAKAN SHAUM RAMADHAN KARENA MENGHARAPKAN RIDHA ALLAH BAGIAN DARI IMAN.


dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa lantaran iktikad dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".  BUKHARI NO. 37


AGAMA ITU MUDAH


dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar besar hati dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi) dan ar-ruhah (berangkat sesudah zhuhur) dan sesuatu dari ad-duljah ((berangkat di waktu malam) ".  BUKHARI NO. 38


SHALAT BAGIAN DARI IMAN


dari Al Barro` bin 'Azib bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika pertama kali tiba di Madinah, singgah pada kakek-kakeknya ('Azib) atau paman-pamannya dari Kaum Anshar, dan ketika itu Beliau shallallahu 'alaihi wasallam shalat menghadap Baitul Maqdis selama enam belas bulan atau tujuh belas bulan, dan Beliau sangat bahagia sekali kalau shalat menghadap Baitullah (Ka'bah). Shalat yang dilakukan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pertama kali (menghadap Ka'bah) itu ialah shalat 'ashar dan orang-orang juga ikut shalat bersama Beliau. Pada suatu hari sahabat yang ikut shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pergi melewati orang-orang di Masjid lain ketika mereka sedang ruku', maka dia berkata: "Aku bersaksi kepada Allah bahwa saya ikut shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghadap Makkah, maka orang-orang yang sedang (ruku') tersebut berputar menghadap Baitullah dan orang-orang Yahudi dan Ahlul Kitab menjadi heran, lantaran sebelumnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat menghadap Baitul Maqdis. Ketika melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menghadapkan wajahnya ke Baitullah mereka mengingkari hal ini. Berkata Zuhair Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Al Barro`, dalam haditsnya ini menunjukan ihwal (hukum) seseorang yang meninggal dunia pada ketika arah qiblat belum dialihkan dan juga banyak orang-orang yang terbunuh pada masa itu?, kami tidak tahu apa yang harus kami sikapi ihwal mereka hingga karenanya Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: "Dan Allah tidaklah akan menyia-nyiakan iktikad kalian". (QS. Al Baqoroh: 143)  BUKHARI NO. 39


BAIKNYA ISLAM SESEORANG


dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seorang dari kalian memperbaiki keIslamannya maka dari setiap kebaikan akan ditulis baginya sepuluh (kebaikan) yang serupa hingga tujuh ratus tingkatan, dan setiap satu kejelekan yang dikerjakan akan ditulis satu kejelekan saja yang serupa dengannya".  BUKHARI NO. 40


PELAKSANAAN IBADAH YANG PALING ALLAH SUKAI ADALAH YANG KONSISTEN


dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatanginya dan bersamanya ada seorang perempuan lain, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "siapa ini?" Aisyah menjawab: "si fulanah", Lalu diceritakan ihwal shalatnya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "tinggalkanlah apa yang tidak kalian sanggupi, demi Allah, Allah tidak akan bosan hingga kalian sendiri yang menjadi bosan, dan agama yang paling dicintai-Nya ialah apa yang senantiasa dikerjakan secara rutin dan kontinyu". BUKHARI NO. 41




BERTAMBAH DAN BERKURANGNYA IMAN



dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Akan dikeluarkan dari neraka siapa yang menyampaikan tidak ada Ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar jemawut. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang menyampaikan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji gandum. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang menyampaikan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji sawi. Abu Abdullah berkata; Aban berkata; Telah menceritakan kepada kami Qotadah Telah menceritakan kepada kami Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda. Dan kata iktikad di dalam hadits ini diganti dengan kata kebaikan.  BUKHARI NO. 42



dari Umar bin Al Khaththab; Ada seorang pria Yahudi berkata: "Wahai Amirul Mu'minin, ada satu ayat dalam kitab kalian yang kalian baca, seandainya ayat itu diturunkan kepada kami Kaum Yahudi, tentulah kami jadikan (hari diturunkannya ayat itu) sebagai hari raya ('ied). Maka Umar bin Al Khaththab berkata: "Ayat apakah itu?" (Orang Yahudi itu) berkata: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian". (QS. Al Maidah ayat 3). Maka Umar bin Al Khaththab menjawab: "Kami tahu hari tersebut dan dimana daerah diturunkannya ayat tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu pada hari Jum'at ketika Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berada di 'Arafah.  BUKHARI NO. 43


ZAKAT ADALAH BAGIAN DARI IMAN


 Telah menceritakan kepadaku Malik bin Anas dari pamannya - Abu Suhail bin Malik - dari bapaknya, bahwa dia mendengar Thalhah bin 'Ubaidullah berkata: Telah tiba kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seorang dari penduduk Najed dalam keadaan kepalanya penuh abu dengan suaranya yang keras terdengar, namun tidak sanggup dimengerti apa maksud yang diucapkannya, hingga mendekat (kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) kemudian dia bertanya ihwal Islam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Shalat lima kali dalam sehari semalam". Kata orang itu: "apakah ada lagi selainnya buatku". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak ada kecuali yang thathawu' (sunnat) ". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Dan puasa Ramadlan". Orang itu bertanya lagi: "Apakah ada lagi selainnya buatku". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak ada kecuali yang thathawu' (sunnat) ". Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebut: "Zakat": Kata orang itu: "apakah ada lagi selainnya buatku". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak ada kecuali yang thathawu' (sunnat) ". Thalhah bin 'Ubaidullah berkata: Lalu orang itu pergi sambil berkata: "Demi Allah, saya tidak akan menambah atau menguranginya". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia akan beruntung bila jujur menepatinya". BUKHARI NO. 44


MENGIRINGI JENAZAH BAGIAN DAARI IMAN

dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa mengiringi mayat muslim, lantaran iktikad dan mengharapkan jawaban dan dia selalu bersama mayat tersebut hingga dishalatkan dan selesai dari penguburannya, maka dia pulang dengan membawa dua qiroth, setiap qiroth setara dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa menyolatkannya dan pulang sebelum dikuburkan maka dia pulang membawa satu qiroth". Hadits menyerupai ini juga diriwayatkan dari Utsman Al Mu`adzin, dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.  BUKHARI NO. 45

KEKHAWATIRAN SEORNG MU'MIN BILA AMALNYA TERHAPUS TANPA SADAR


dari Zubaid berkata: Aku bertanya kepada Abu Wa'il ihwal Murji`ah, maka dia menjawab: Telah menceritakan kepadaku Abdullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "mencerca orang muslim ialah fasiq dan memeranginya ialah kufur".  BUKHARI NO. 46



dari Humaid, Telah menceritakan kepadaku Anas bin Malik berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Ubadah bin Ash Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk menjelaskan ihwal Lailatul Qodar, kemudian ada dua orang muslimin saling berdebat. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku tiba untuk menjelaskan Lailatul Qodar kepada kalian, namun fulan dan fulan saling berdebat sehingga karenanya diangkat (lailatul qodar), dan biar menjadi lebih baik buat kalian, maka itu intailah (lailatul qodar) itu pada hari yang ketujuh, sembilan dan lima ".  BUKHARI NO. 47


PERTANYAAN MALAIKAT JIBRIL KEPADA NABI SHALLALLUALAIHI WASALAM TENTANG IMAN, ISLAM DAN IHSAN DAN PENGETAHUAN AKAN HARI KIAMAT.

dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari muncul kepada para sahabat, kemudian tiba Malaikat Jibril 'Alaihis Salam yang kemudian bertanya: "Apakah iktikad itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Iman ialah kau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kau beriman kepada hari berbangkit". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah Islam itu?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Islam ialah kau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, kau dirikan shalat, kau tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadlan". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah ihsan itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya dan bila kau tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu". (Jibril 'Alaihis salam) berkata lagi: "Kapan terjadinya hari kiamat?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Yang ditanya ihwal itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi saya akan terangkan tanda-tandanya; (yaitu); bila seorang budak telah melahirkan tuannya, bila para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui lamanya kecuali oleh Allah". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca: "Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan ihwal hari kiamat" (QS. Luqman: 34). Setelah itu Jibril 'Alaihis salam pergi, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "hadapkan dia ke sini." Tetapi para sahabat tidak melihat sesuatupun, maka Nabi bersabda; "Dia ialah Malaikat Jibril tiba kepada insan untuk mengajarkan agama mereka." Abu Abdullah berkata: "Semua hal yang diterangkan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam dijadikan sebagai iman.  BUKHARI NO.  48

dari Ubaidillah bin Abdullah bahwa Abdullah bin 'Abbas mengabarkan kepadanya, bahwa dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Sufyan bin Harb bahwa Heraqlius berkata kepadanya: "Aku sudah bertanya kepadamu, apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang? Maka kau bertutur bahwa mereka bertambah, dan memang begitulah iktikad akan terus berkembang hingga sempurna. Dan saya bertanya kepadamu, apakah ada orang yang murtad lantaran dongkol pada agamanya? Kemudian kau bertutur; tidak ada, maka begitu juga iktikad bila sudah tumbuh bersemi dalam hati tidak akan ada yang dongkol kepadanya".  BUKHARI NO. 49.

KEUTAMAAN BAGI ORANG YANG MENJAGA AGAMANYA


dari 'Amir berkata; saya mendengar An Nu'man bin Basyir berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang halal sudah terang dan yang haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada kasus syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang hingga jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, sungguh dia menyerupai seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di pinggir jurang yang dikhawatirkan akan jatuh ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai batasan, dan ketahuilah bahwa batasan larangan Allah di bumi-Nya ialah apa-apa yang diharamkan-Nya. Dan ketahuilah pada setiap badan ada segumpal darah yang apabila baik maka oke badan tersebut dan apabila rusak maka rusaklah badan tersebut. Ketahuilah, ia ialah hati".  BUKHARI NO. 50


MENUNAIKAN PEMBAGIAN SEPERLIMA BAGIAN GHANIMAH MERUPAKAN BAGIAN DARI IMAN


dari Abu Jamrah berkata: saya pernah duduk bersama Ibnu 'Abbas ketika dia mempersilahkan saya duduk di permadaninya kemudian berkata: "Tinggallah bersamaku hingga saya memberimu potongan dari hartaku". Maka saya tinggal mendampingi dia selama dua bulan, kemudian berkata: Ketika utusan Abu Qais tiba menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Beliau bertanya kepada mereka: "Kaum manakah ini atau utusan siapakah ini? Mereka menjawab: "Rabi'ah!" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "selamat tiba wahai para utusan dengan sukarela dan tanpa menyesal". para utusan itu berkata: "ya Rasulullah, kami tidak sanggup mendatangimu kecuali di bulan suci, lantaran antara kami dan engkau ada suku Mudlor yang kafir. Oleh lantaran itu ajarkanlah kami dengan satu pelajaran yang terang yang sanggup kami amalkan dan sanggup kami ajarkan kepada orang-orang di kampung kami, yang dengan begitu kami sanggup masuk surga." kemudian mereka bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ihwal minuman, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan mereka dengan empat hal dan melarang dari empat hal, memerintahkan mereka untuk beriman kepada Allah satu-satunya, kemudian bertanya: "Tahukah kalian apa arti beriman kepada Allah satu-satunya?" Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Persaksian tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwa Muhammad ialah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadlan dan mengeluarkan seperlima dari harta rampasan perang". Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang mereka dari empat perkara, yaitu janganlah kalian meminum sesuatu dari al hantam, ad Dubbaa`, an naqir dan al Muzaffaat. Atau Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menyebut muqoyyir (bukan naqir). Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "jagalah semuanya dan beritahukanlah kepada orang-orang di kampung kalian".  BUKHARI NO. 51


SESUNGGUHNYA AMAL ITU TERGANTUNG PADA NIAT DAN PENGHARAPAN,  DAN SETIAP MUKMIN AKAN MENDAPATKAN APA YANG DINIATKAN


 dari Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya lantaran Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya ialah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya lantaran dunia yang ingin digapainya atau lantaran seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya ialah kepada apa dia diniatkan.".  BUKHARI NO. 52


Aku pernah mendengar Abdullah bin Yazid dari Abu Mas'ud dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Apabila seseorang memberi nafkah untuk keluarganya dengan niat mengharap pahala maka baginya Sedekah".  BUKHARI NO. 53

dari Sa'd bin Abu Waqash bergotong-royong dia mengabarkan, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya, tidaklah kau menafkahkan suatu nafkah yang dimaksudkan mengharap wajah Allah kecuali kau akan diberi pahala termasuk sesuatu yang kau suapkan ke verbal istrimu".  BUKHARI NO. 54

AGAMA ADALAH NASEHAT (LOYALITAS) KEPADA ALLAH, RASULNYA DAN PARA PEMIMPIN.

dari Jarir bin Abdullah berkata: "Aku telah membai'at Rasulullah untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menasehati kepada setiap muslim".  BUKHARI NO. 55

dari Ziyad bin 'Alaqah berkata; saya mendengar Jarir bin Abdullah berkata ketika Al Mughirah bin Syu'bah meninggal, sambil berdiri dia memuji Allah dan mensucikan-Nya, berkata: "Wajib atas kalian bertakwa kepada Allah satu-satunya dan tidak menyekutukannya, dan dengan penuh ketundukan dan ketenangan hingga tiba pemimpin pengganti, dan kini tiba penggantinya, " kemudian dia berkata: "Mintakanlah maaf kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala buat pemimpin kalian ini (Al Mughirah), lantaran dia suka memberi maaf." Lalu berkata: "Amma ba'du, sesungguhnya saya mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian saya berkata: "Aku membai'at engkau untuk Islam". Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi syarat dan menasehati kepada setiap muslim, maka saya membai'at Beliau untuk kasus itu, dan demi Pemilik Masjid ini, sungguh saya akan selalu memberi hikmah kepada kalian" Kemudian dia beristighfar kemudian turun dari mimbar.  BUKHARI NO. 56
LihatTutupKomentar