SHALAT TIDAK DITERIMA TANPA BERSUCI
dari Hammam bin Munabbih bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadats hingga dia berwudlu." Seorang pria dari Hadlramaut berkata, "Apa yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab, "Kentut baik dengan bunyi atau tidak." BUKHARI NO. 132
KEUTAMAAN WUDLU, WAJAH, TANGAAN DAN KAKI BERCAHAYA KARENA WUDLU
dari Nu'aim bin Al Mujmir berkata, "Aku mendaki masjid bersama Abu Hurairah, kemudian dia berwudlu' dan berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari simpulan zaman dengan wajah berseri-seri lantaran sisa air wudlu, maka barangsiapa diantara kalian yang bisa memanjangkan cahaya wajahnya maka lakukanlah." BUKHARI NO. 133
KERAGUAN APAKAH MASIH KEADAAN WUDLU
dari Sa'id bin Al Musayyab. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami 'Abbad bin Tamim dari Pamannya, bahwa ada seseorang yang mengadukan keraguannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa seolah-olah ia mendapat sesuatu dalam shalatnya. Beliau kemudian bersabda: "Janganlah kau pindah atau pergi hingga kau mendengar bunyi atau mencium baunya." BUKHARI NO. 134
RINGAN (HEMAT) DALAM BERWUDLU
dari Ibnu 'Abbas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidur hingga mendengkur kemudian bangkit dan mengerjakan shalat. Atau ia mengatakan, "Nabi berbaring hingga mendengkur, kemudian dia berdiri shalat. Kemudian Sufyan secara berturut-turut meriwayatkan hadits tersebut kepada kami, dari 'Amru dari Kuraib dari Ibnu 'Abbas ia berkata, "Pada suatu malam saya pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian melaksanakan shalat malam. Hingga pada suatu malam, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bangkit dan berwudlu dari baskom kecil dengan wudlu yang ringan, sesudah itu berdiri dan shalat. Aku kemudian ikut berwudlu' dari baskom yang dia gunakan untuk wudlu', kemudian saya menghampiri dia dan ikut shalat di sisi kirinya -Sufyan juga menyebutkan sebelah kiri-, dia kemudian menggeser saya ke sisi kanannya. Setelah itu dia shalat sesuai yang dikehendakinya, kemudian dia berbaring dan tidur hingga mendengkur. Kemudian seorang tukang adzan tiba memberitahukan dia bahwa waktu shalat telah tiba, dia kemudian pergi bersamanya dan shalat tanpa berwudlu lagi." Kami kemudian katakan kepada Amru, "Orang-orang menyampaikan bahwa mata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidur, namun tidak dengan hatinya." Amru kemudian berkata, "Aku pernah mendengar Ubaid bin Umair berkata, "Mimpinya para Nabi ialah wahyu." Kemudian ia membaca: '(Sesungguhnya saya bermimpi bahwa saya akan menyembelihmu..) ' (Qs. Ash Shaaffat: 102). BUKHARI NO. 135
MENYEMPURNAKAN WUDLU'
dari Usamah bin Zaid bahwa ia mendengarnya berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertolak meninggalkan 'Arafah hingga sesudah hingga di lembah (jalan di sisi gunung) dia turun buang air kecil, kemudian dia berwudlu namun dengan wudlu' yang ringan. Aku kemudian bertanya, "Apakah akan shalat wahai Rasulullah? ' dia menjawab: "Shalat masih ada di depanmu." Beliau kemudian mengendarai tunggangannya hingga hingga di Muzdalifaah dia turun dan wudlu' secara sempurna, kemudian iqamah dikumandangkan, dan dia pun melaksanakan shalat Maghrib. Kemudian orang-orang menambatkan unta-unta mereka pada tempatnya, kemudian iqamat isya` dikumandangkan, dia kemudian mengerjakan shalat isya` tanpa mengerjakan shalat yang lain di antara keduanya." BUKHARI NO. 136
MEMBASUH MUKA DENGAN KEDUA BELAH TANGAN DALAM SATU KALI CIDUKAN
dari Ibnu 'Abbas, bahwa dia berwudlu', ia mencuci wajahnya, kemudian mengambil air satu cidukan tangan dan menggunakannya untuk berkumur dan istintsaq, kemudian ia kembali mengambil satu cidukan tangannya dan menjadikannya begini -menuangkan pada tangannya yang lain-, kemudian dengan kedua tangannya ia membasuh wajahnya, kemudian mengambil air satu cidukan dan membasuh tangan kanannya, kemudian kembali mengambil air satu cidukan dan membasuh tangannya yang sebelah kiri. Kemudian mengusap kepala, kemudian mengambil air satu cidukan dan menyela-nyela kaki kanannya hingga membasuhnya, kemudian mengambil air satu cidukan lagi dan membasuh kaki kirinya. Setelah itu ia berkata, "Seperti inilah saya lihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu." BUKHARI NO. 137
MEMBACA BASMALAH DALAM KEGIATAN APAPUN TERMASUK BERHUNGUNGAN DENGAN ISTRI
dari Ibnu 'Abbas dan hingga kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ingin mendatangi isterinya (untuk bersetubuh), maka hendaklah ia membaca; 'BISMILLAH, ALLAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAANA WA JANNIBISY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA (Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rizkikan (anak) kepada kami) '. Jika dikaruniai anak dari relasi keduanya maka setan tidak akan sanggup mencelakakan anak itu." BUKHARI NO. 138
BACAAN DOA KETIKA MEMASUKI KAMAR KECIL (WC)
dari Abdul 'Aziz bin Shuhaib berkata, saya mendengar Anas berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam WC, maka dia berdo'a: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHBA`ITS (Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari setan pria dan setan perempuan) '. Dan hadits ini dikuatkan oleh Ibnu 'Ar'arah dari Syu'bah, dan Ghundar berkata dari Syu'bah ia berkata, "Jika mendatangi WC." Dan Musa dari Hammad, "Jika masuk." Dan Sa'id bin Zaid berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz, "Jika mau masuk." BUKHARI NO. 139
MENYIAPKAN AIR DI TEMPAT PEMBUANGAN HAJAT
Ibnu 'Abbas, bahwa pernah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk kedalam WC, kemudian saya letakkan baskom berisi air. Beliau lantas bertanya: "Siapa yang meletakkan ini?" Aku kemudian memberitahukannya, maka dia pun bersabda: "Ya Allah pandaikanlah dia dalam agama." BUKHARI NO. 140
TIDAK MENGHADAP KIBLAT KETIKA BUANG AIR BESAR ATAU KECIL KECUALI DIDALAM BANGUNAN ATAU DIBALIK DINDING
dari Abu Ayyub Al Anshari berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam WC untuk buang hajat, maka janganlah menghadap ke arah kiblat dan janganlah membelakanginya. Hendaklah ia menghadap ke arah timurnya atau baratnya." BUKHARI NO. 141
ORANG YANG BUANG HAJAT DIATAS DUA BATU BESAR
dari 'Abdullah bin 'Umar bahwa ia berkata, "Orang-orang berkata, "Jika kau menunaikan hajatmu maka janganlah menghadap kiblat atau menghadap ke arah Baitul Maqdis." 'Abdullah bin 'Umar kemudian berkata, "Pada suatu hari saya pernah naik atap rumah milik kami, kemudian saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam buang hajat menghadap Baitul Maqdis di antara dua dinding. Lalu Abdullah bin Umar bertanya, "Barangkali kau termasuk dari orang-orang yang shalat dengan mendekatkan paha (ke tanah)?" Maka saya jawab, "Demi Allah, saya tidak tahu." Malik berkata, "Yaitu orang yang shalat namun tidak mengangkat (paha) dari tanah ketika sujud, yakni melekat tanah."BUKHARI NO. 142
KELUARNYA WANITA DARI TEMPAT BUANG HAJAT
dari 'Aisyah, bahwa kalau isteri-isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ingin buang hajat, mereka keluar pada waktu malam menuju daerah buang hajat yang berupa tanah lapang dan terbuka. Umar pernah berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Hijabilah isteri-isteri Tuan." Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak melakukannya. Lalu pada suatu malam waktu Isya` Saudah binti Zam'ah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, keluar (untuk buang hajat). Dan Saudah ialah seorang perempuan yang berpostur tinggi. 'Umar kemudian berseru kepadanya, "Sungguh kami telah mengenalmu wahai Saudah! ' Umar ucapkan demikian lantaran sangat antusias semoga ayat hijab diturunkan. Maka Allah kemudian menurunkan ayat hijab." Telah menceritakan kepada kami Zakaria berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Allah telah mengizinkan kalian (isteri-isteri Nabi) keluar untuk menunaikan hajat kalian." Hisyam berkata, "Yakni buang air besar." BUKHARI NO. 143
BUANG HAJAT BESAR DIRUMAH
dari 'Abdullah bin 'Umar berkata, "Aku pernah naik di rumah Hafshah lantaran suatu urusanku. Maka saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam buang hajat membelakangi kiblat menghadap Syam." BUKHARI NO. 144
dari Muhammad bin Yahya bin Hibban bahwa pamannya Wasi' bin Hibban mengabarkan kepadanya bahwa 'Abdullah bin 'Umar mengabarkan kepadanya, ia berkata, "Pada suatu hari saya pernah berada di atas rumah milik kami, dikala itu saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk (buang hajat) di atas dua kerikil bata menghadap Baitul Maqdis." BUKHARI NO. 145
INTINJA' (CEBOK) DENGAN AIR
dari Abu Mu'adz dan namanya ialah 'Atha bin Abu Maimunah ia berkata, "Aku mendengar Anas bin Malik berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk buang hajat, maka saya dan seorang temanku membawakan baskom berisi air, yakni semoga dia bisa beristinja` dengannya." BUKHARI NO. 146
MEMBAWAKAN AIR UNTUK ORANG YANG BERSUCI
dari Abu Mu'adz -yaitu 'Atha' bin Abu Maimunah- ia berkata, "Aku mendengar Anas berkata, "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk buang hajat, maka saya dan seorang temanku mengikutinya dengan membawa baskom berisi air." BUKHARI NO. 147
MEMBAWAKAN TONGKAT DAN AIR UNTUK BERISTINJA'
dari 'Atha' bin Abu Maimunah ia mendengar Anas bin Malik berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam WC untuk buang hajat, kemudian saya dan seorang temanku membawa baskom berisi air dan sebatang kayu (tongkat) untuk dia gunakan beristinja'. Hadits ini kuatkan oleh An-Nadlr dan Syadzan dari Syu'bah, "Al Anazah ialah tongkat yang ujungnya ada besi." BUKHARI NO. 148
LARANGAN BERISTINJA' MENGGUNAKAN TANGAN KANAN
dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian minum, maka janganlah ia bernafas dalam gelas. Dan kalau masuk ke dalam WC janganlah dia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya dan jangan membersihkan dengan tangan kanannya." BUKHARI NO. 149
TIDAK MEMEGANG KEMALUAN MENGGUNAKAN TANGAN KANAN KETIKA KENCING
dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Jika salah seorang dari kalian kencing maka janganlah ia memegang kemaluannya dengan tangan kanan, jangan beristinja' dengan ajudan dan jangan bernafas dalam gelas dikala minum." BUKHARI NO. 150
BERISTINJA' MENGGUNAKAN BATU
dari Abu Hurairah ia berkata, "Aku mengikuti Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dikala dia keluar untuk buang hajat, dan dia tidak menoleh (ke kanan atau ke kiri) hingga saya pun mendekatinya. Lalu Beliau bersabda: "Carikan untukku kerikil untuk saya gunakan beristinja' dan jangan bawakan tulang atau kotoran hewan." Lalu saya tiba kepada dia dengan membawa kerikil di ujung kainku, kerikil tersebut saya letakkan di sisinya, kemudian saya berpaling darinya. Setelah selesai dia gunakan batu-batu tersebut." BUKHARI NO. 151
LARANGAN BERISTINJA' MENGGUNAKAN KOTORAN BINATANG
dari Abu Ishaq berkata -Abu 'Ubaidah tidak menyebutkannya tetapi- 'Abdurrahman bin Aswad dari Bapaknya bahwa ia mendengar 'Abdullah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pergi ke WC, kemudian dia memerintahkan saya membawakan tiga buah batu. Aku hanya mendapat dua batu, kemudian saya mencari kerikil yang ketiga, namun saya tidak mendapatkannya hingga saya pun mengambil kotoran binatang yang sudah kering. Kemudian semua itu saya bahwa ke hadapan Nabi. Namun dia hanya mengambil dua kerikil dan membuang kotoran binatang yang telah kering tersebut seraya bersabda: "Ini najis." Ibrahim bin Yusuf berkata dari Bapaknya dari Abu Ishaq berkata, telah menceritakan kepadaku 'Abdurrahman." BUKHARI NO. 152
BERWUDLU (MEMBASUH ANGGOTA WUDLU) SATU KALI SATU KALI
dari Ibnu 'Abbas berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu' sekali sekali." BUKHARI NO. 153
BERWUDLU (MEMBASUH ANGGOTA WUDLU) DUA KALI DUA KALI
dari 'Abdullah bin Zaid, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu dua kali dua kali." BUKHARI NO. 154
BERWUDLU (MEMBASUH ANGGOTA WUDLU) TIGA KALI TIGA KALI
dari Syihab bahwa 'Atha' bin Yazid mengabarkan kepadanya bahwa Humran mantan budan 'Utsman mengabarkan kepadanya, bahwa ia telah melihat 'Utsman bin 'Affan minta untuk diambilkan baskom (berisi air). Lalu dia menuangkan pada telapak tangannya tiga kali kemudian membasuh keduanya, kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke dalam baskom kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung, kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangan hingga siku tiga kali, kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kedua kakinya tiga kali hingga kedua mata kaki. Setelah itu ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu ibarat wudluku ini, kemudian dia shalat dua rakaat dan tidak berbicara antara keduanya, maka dosanya yang telah kemudian akan diampuni." Dan dari Ibrahim berkata, Shalih bin Kaisan berkata, Ibnu Syihab berkata. Tetapi 'Urwah menceritakan dari Humran, "Ketika 'Utsman berwudlu, dia berkata, "Maukah saya sampaikan kepada kalian sebuah hadits yang kalau bukan lantaran ada satu ayat tentu saya tidak akan menyampaikannya? Aku pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang pria berwudlu dengan membaguskan wudlunya kemudian mengerjakan shalat, kecuali akan diampuni (dosa) antara wudlunya dan shalatnya itu hingga selesai shalatnya." 'Urwah berkata, "Ayat yang dimaksud adalah: '(Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan…) ' (Qs. Al Baqarah: 159). BUKHARI NO. 155
AL- ISTINTSAR (MENGELUARKAN AIR YANG DIMASUKAN KEDALAM HIDUNG) DALAM BERWUDLu
telah mengabarkan kepadaku Abu Idris bahwa dia mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa dia bersabda: "Barangsiapa berwudlu hendaklah mengeluarkan (air dari hidung), dan barangsiapa beristinja' dengan kerikil hendaklah dengan bilangan ganjil." BUKHARI NO. 156
BERSUCI MENGGUNAKAN BATU DENGAN JUMLAH GANJIL
dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian berwudlu hendaklah dengan memasukkan air ke dalam hidung, barangsiapa beristinja' dengan kerikil hendaklah dengan bilangan ganjil. Dan kalau salah seorang dari kalian bangkit dari tidurnya, hendaklah membasuh kedua telapak tangannya sebelum memasukkannya dalam baskom air wudlunya, lantaran salah seorang dari kalian tidak tahu ke mana tangannya bermalam." BUKHARI NO. 157
MEMBASUH KEDUA KAKI DAN BUKAN MEMBASUH TELAPAK KAKI
dari Abdullah bin 'Amru berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan, dia kemudian sanggup menyusul dikala kami hampir kehabisan waktu shalat 'Ashar sehingga kami berwudlu dengan hanya mengusap kaki kami. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berseru dengan bunyi yang keras: "Tumit-tumit yang tidak terkena air wudlu akan masuk ke dalam neraka." Beliau ucapkan itu hingga tiga kali." BUKHARI NO. 158
AL- MADLMADLAH ( BERKUMUR- KUMUR) DALAM BERWUDLU
dari Humran mantan budak 'Utsman bin 'Affan, bahwa ia melihat 'Utsman bin 'Affan minta untuk diambilkan air wudlu. Ia kemudian menuang baskom itu pada kedua tangannya, kemudian ia cuci kedua tangannya tersebut hingga tiga kali. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudlunya, kemudian berkumur, memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya. Kemudian membasuh mukanya tiga kali, membasuh kedua lengannya hingga siku tiga kali, mengusap kepalanya kemudian membasuh setiap kakinya tiga kali. Setelah itu ia berkata, "Aku telah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu ibarat wudluku ini, dia kemudian bersabda: "Barangsiapa berwudlu ibarat wudluku ini, kemudian dia shalat dua rakaat dan tidak berbicara antara keduanya, maka Allah mengampuni dosanya yang telah lalu." BUKHARI NO. 159
MEMBASUH TUMIT
telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata, "Aku mendengar Abu Hurairah berkata dikala dia lewat di hadapan kami, sementara dikala itu orang-orang sedang berwudhu dengan bejana, "Sempurnakanlah wudlu kalian! Sesungguhnya Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Celakalah tumit-tumit (yang tidak terkena air wudhu) dari api neraka." BUKHARI NO. 160
MEMBASUH KAKI YANG MENGGUNAKAN SANDAL BUKAN MENGUSAP ( SANDAL) NYA
dari 'Ubaid bin Juraij bahwa dia berkata kepada 'Abdullah bin 'Umar, "Wahai Abu 'Abdurrahman, saya melihat anda mengerjakan empat hal yang tidak saya lihat seorangpun dari sahabatmu melakukannya!" 'Abdullah bin 'Umar berkata, "Apa sajakah itu wahai Ibnu Juraij?" Ibnu Juraij berkata, "Aku melihat anda tidak menyentuh rukun-rukun (Ka'bah) kecuali rukun Yamani, saya melihat anda mengenakan sandal terbuat dari kulit, saya melihat anda mengecat (rambut) dengan berwarna kuning, dan dikala insan di Makkah melaksanakan talbiyah sesudah melihat hilal saya melihat anda tidak melakukannya kecuali pada hari tarwiyah?" 'Abdullah bin 'Umar pun berkata, "Adapun perihal rukun Ka'bah, sungguh saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengusapnya kecuali rukun Yamani. Sedangkan mengenai sandal dari kulit, sungguh saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga mengenakan sandal kulit yang tidak berbulu, dan berwudlu dengan tetap mengenakannya, dan saya suka bila tetap mengenakannya. Adapun perihal warna kuning, sungguh saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mencelup dengan warna tersebut dan saya juga suka melakukannya. Dan perihal talbiyah, sungguh belum pernah saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertalbiyah kecuali sesudah kendaraannya melaju (menuju Mina)." BUKHARI NO. 161
MENDAHULUKAN YANG KANAN DALAM BERWUDLU DAN MANDI
dari Ummu 'Athiyah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada mereka dikala memandikan puterinya: "Hendaklah kalian mulai dari yang sebelah kanan dan anggota wudlunya." BUKHARI NO. 162
dari 'Aisyah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan dikala mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam segala aktifitasnya." BUKHARI NO. 163
BERWUDLU KETIKA DATANG WAKTU SHALAT
dari Anas bin Malik berkata, "Ketika waktu shalat Ashar tiba, orang-orang mencari air wudlu namun tidak mendapatkannya. Lalu saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diberi air wudlu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian meletakkan tangannya di atas baskom tersebut seraya memerintahkan orang-orang untuk berwudlu darinya." Anas berkata, "Aku melihat air keluar dari jari-jari dia hingga semua orang hingga yang terakhir sanggup berwudlu." BUKHARI NO. 164
BERWUDLU DENGAN AIR YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBASUH RAMBUT
dari Ibnu Sirin berkata, "Aku berkata kepada Abidah, "Kami mempunyai rambut Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang kami sanggup dari Anas, atau keluarga Anas.' Ia kemudian berkata, "Sekiranya saya mempunyai satu helai rambut Rasulullah, maka itu lebih saya sukai daripada dunia dan seisinya." BUKHARI NO. 165
dari Ibnu Sirin dari Anas, bahwa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mencukur rambutnya, maka Abu Thalhah ialah orang yang pertama mengambil rambut beliau." BUKHARI NO. 166
dari Abu Hurairah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika anjing menjilat baskom seorang dari kalian, maka hendaklah ia cuci hingga tujuh kali." BUKHARI NO. 167
dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa ada seorang pria melihat seekor anjing menjilat-jilat tanah lantaran kehausan, kemudian orang itu mengambil sepatunya dan mengisinya air untuk kemudian diminumkan kepada anjing tersebut hingga kenyang. Allah kemudian berterima kasih kepadanya dan memasukkannya ke dalam surga." Ahmad bin Syabib berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku dari Yunus dari Ibnu Syihab berkata, telah menceritakan kepadaku Hamzah bin 'Abdullah dari Bapaknya, bahwa pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada anjing kencing dan keluar masuk masjid, namun para sahabat tidak menyiramnya dengan sesuatu." BUKHARI NO. 168
dari 'Adi bin Hatim berkata, "Aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia kemudian menjawab: "Jika kau melepas anjing buruanmu yang telah terlatih kemudian ia mendapat hasil buruan, maka makanlah hasil buruannya. Jika anjing itu memakannya maka kau jangan memakannya, lantaran ia menangkap untuk dirinya sendiri." Aku kemudian bertanya lagi, "Aku melepas anjing buruanku, kemudian saya mendapati anjinglain bersama dengan anjingku?" Beliau menjawab: "Jangan kau makan, lantaran kau membaca basmalah untuk anjingmu dan tidak untuk anjing yang lain." BUKHARI NO. 169
MEREKA YANG BERPENDAPAT BAHWA WUDLU TIDAK BATAL SELAIN APA YANG KELUAR DALI DUA JALAN, MELALUI QUBUL ( KEMALUAN) ATAU DUBUR
dari Abu Hurairah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang hamba akan selalu dihitung shalat selama ia di masjid menunggu shalat dan tidak berhadats." Lalu ada seorang pria non-Arab berkata, "Apa yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab, "Suara." Yaitu kentut. BUKHARI NO. 170
dari 'Abbad bin Tamim dari Pamannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Janganlah kau pergi hingga engkau mendengar bunyi atau mencium bau." BUKHARI NO. 171
dari Muhammad bin Al Hanafiyah ia berkata, Ali berkata, "Aku ialah seorang pria yang gampang mengeluarkan madzi, lantaran malu untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka saya suruh Miqdad bin Al Aswad untuk bertanya. Lalu ia pun bertanya, dia kemudian menjawab: "Cukup baginya berwudlu." Syu'bah juga meriwayatkan dari Al A'masy." BUKHARI NO. 172
dari Abu Salamah bahwa 'Atha bin Yasar mengabarkan kepadanya, bahwa Zaid bin Khalid mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah bertanya 'Utsman bin 'Affan radliallahu 'anhu, Aku bertanya, "Apa pendapatmu kalau seorang pria berafiliasi tubuh dengan isterinya namun tidak keluar air mani?" 'Utsman menjawab, "Hendaknya ia berwudlu ibarat wudlunya untuk shalat, kemudian membasuh kemaluannya." Utsman melanjutkan, "Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, saya menanyakan hal itu kepada 'Ali, Zubair, Thalhah, dan Ubay bin Ka'b? radliallahu 'anhum. Mereka semua menyuruh untuk melakukannya." BUKHARI NO. 173
dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengirim seorang utusan kepada seorang pria Anshar. Maka pria Anshar itu pun tiba sementara kepalanya basah. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Sepertinya kami telah menciptakan kau tergesa-gesa?" Laki-laki Anshar itu menjawab, "Benar." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Jika kau dibentuk tergesa-gesa atau tertahan (tidak mengeluarkan mani), maka cukup bagimu berwudlu." BUKHARI NO. 174
SESEORANG MEWUDLUKAN TEMANNYA.
dari Usamah bin Zaid, bahwa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertolak meninggalkan 'Arafah dia menuju bukit dan menunaikan hajatnya." Usamah bin Zaid berkata, "Aku kemudian menuangkan air untuknya hingga dia pun berwudlu. saya kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, apakah kita akan shalat di sini?" Beliau menjawab: "Tempat shalat ada di depanmu." BUKHARI NO. 175
dari Al Mughirah bin Syu'bah, bahwa dia pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan. Beliau kemudian pergi untuk buang hajat, sementara Al Mughirah menuangkan air untuk dia hingga dia pun berwudlu, membasuh muka, mengusap kepala dan sepasang sepatunya." BUKHARI NO. 176
MEMBACA AL-QURAN SETELAH BERHADATS
dari Kuraib mantan budak Ibnu 'Abbas, bahwa 'Abdullah bin 'Abbas mengabarkan kepadanya, bahwa ia pada suatu malam pernah bermalam di rumah Maimunah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan bibinya dari pihak ibu. Katanya, "Aku berbaring di sisi bantal sementara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan isterinya berbaring pada cuilan panjang (tengahnya). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian tidur hingga pada tengah malam, atau kurang sedikit, atau lewat sedikit, dia bangkit dan duduk sambil mengusap sisa-sisa kantuk yang ada di wajahnya dengan tangan. Beliau kemudian membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah Ali 'Imran. Kemudian berdiri menuju daerah wudlu, dia kemudian berwudlu dengan memperbagus wudlunya, kemudian shalat." Ibnu 'Abbas berkata, "Maka akupun ikut dan melaksanakan sebagaimana yang dia lakukan, saya kemudian berdiri di sampingnya. Beliau kemudian meletakkan tangan kanannya di kepalaku seraya memegang telingaku hingga menggeserku ke sebelah kanannya. Kemudian dia shalat dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian witir. Setelah itu dia tidur berbaring hingga tukang adzan mendatanginya, dia kemudian berdiri dan shalat dua rakaat ringan, kemudian keluar untuk menunaikan shalat Subuh." BUKHARI NO. 177
ORANG YANG TIDUR TIDAK PERLU WUDLU LAGI KECUALI TIDUR (BERAT) LAMA
dari Hisyam bin 'Urwah dari isterinya Fatimah dari neneknya Asma` binti Abu Bakar bahwa ia berkata, "Aku pernah menemui 'Aisyah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu orang-orang sedang melaksanakan shalat dan dikala itu iapun berdiri shalat. Setelah itu saya katakan kepadanya, "Apa yang dilakukan orang-orang?" Aisyah kemudian memberi aba-aba dengan tangannya ke arah langit seraya berkata, "Maha suci Allah." Aku kemudian berkata, "Satu tanda kekuasaan Allah." Lalu dia mengiyakan dengan memberi isyarat. Maka akupun ikut shalat sementara timbul perkara yang membingungkanku, hingga saya siram kepalaku dengan air. Selesai shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan puja dan puji kepada Allah, kemudian dia bersabda: "Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali saya sudah melihatnya dari tempatku ini hingga nirwana dan neraka. Dan telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan terkena fitnah dalam qubur kalian seperti, atau hampir serupa dengan fitnah Dajjal yang saya sendiri tidak tahu fitnah apakah itu." Asma` berkata, "Setiap salah seorang dari kalian akan didatangkan (dalam sidang), kemudian dikatakan kepadanya, 'Apa yang kau ketahui perihal pria ini (Rasulullah)? ' Adapun orang beriman atau orang yang yakin -aku tidak tahu mana yang Asma' ucapkan-, kemudian orang tersebut akan menjawab, 'Dia ialah Muhammad utusan Allah. Ia tiba kepada kami membawa klarifikasi dan petunjuk. Kami kemudian menyambutnya, beriman dan mengikuti seruannya.' Maka kepada orang itu dikatakan, 'Tidurlah kau dengan baik, sungguh kami telah mengetahui bahwa kau ialah orang beriman.' Adapun Munafik atau pelaku dosa besar -Aku tidak tahu mana yang diucapkan Asma'- akan menjawab, 'Aku tidak tahu siapa dia, saya mendengar orang-orang menyampaikan sesuatu maka saya pun mengikuti ucapan tersebut'." BUKHARI NO. 178
MENGUSAP SELURUH KEPALA
dari 'Amru bin Yahya Al Mazini dari Bapaknya bahwa ada seorang pria berkata kepada 'Abdullah bin Zaid -dia ialah kakek 'Amru bin Yahya-, "Bisakah engkau perlihatkan kepadaku bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu?" 'Abdullah bin Zaid kemudian menjawab, "Tentu." Abdullah kemudian minta diambilkan air wudlu, kemudian ia menuangkan air pada kedua tangannya dan membasuhnya dua kali, kemudian berkumur dan mengeluarkan air dari dalam hidung sebanyak tiga kali, kemudian membasuh mukanya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangan dua kali dua kali hingga ke siku, kemudian mengusap kepalanya dengan tangan, dimulai dari cuilan depan dan menariknya hingga hingga pada cuilan tengkuk, kemudian menariknya kembali ke daerah semula. Setelah itu membasuh kedua kakinya." BUKHARI NO. 179
MENGUSAP KEDUA KAKI HINGGA KEDUA MATA KAKI
dari 'Amru dari Bapaknya berkata, "Aku pernah menyaksikan 'Amru bin Abu Hasan bertanya kepada 'Abdullah bin Zaid perihal wudlunya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu ia minta diambilkan satu gayung air, kemudian ia memberikan kepada mereka cara wudlu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ia menuangkan air dari gayung ke telapak tangannya kemudian mencucinya tiga kali, kemudian memasukkan tangannya ke dalam gayung, kemudian berkumur-kumur, kemudian memasukkan air ke hidung kemudian mengeluarkannya kembali dengan tiga kali cidukan, kemudian memasukkan tangannya ke dalam gayung, kemudian membasuh mukanya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangannya dua kali hingga ke siku. Kemudian memasukkan tangannya ke dalam gayung, kemudian mengusap kepalanya dengan tangan; mulai dari cuilan depan ke belakang dan menariknya kembali sebanyak satu kali, kemudian membasuh kedua kakinya hingga mata kaki." BUKHARI NO. 180
MENGGUNAKAN SISA AIR WUDLU ORANG LAIN
Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah menceritakan kepada kami Al Hakam berkata, saya pernah mendengar Abu Juhaifah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar mendatangi kami di waktu tengah hari yang panas. Beliau kemudian diberi air wudlu hingga dia pun berwudlu, orang-orang kemudian mengambil sisa air wudlu dia seraya mengusap-ngusapkannya. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat zhuhur dua rakaat dan 'ashar dua rakaat sedang di depannya diletakkan tombak kecil." Abu Musa berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminta baskom berisi air, dia kemudian membasuh kedua tangan dan mukanya di dalamnya, kemudian dia memasukkan air ke mulutnya kemudian membuangnya ke baskom seraya berkata kepada keduanya (Abu Musa dan Bilal): "Minumlah darinya dan usapkanlah pada wajah dan leher kalian berdua." BUKHARI NO. 181
dari Ibnu Syihab berkata, Mahmud bin Ar Rabi' mengabarkan kepadaku, ia berkata, "Dialah orang yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyemburkan air dari ekspresi dia ke wajahnya dikala dia masih kecil dari sumur mereka." Dan 'Urwah menyebutkan dari Al Miswar, dan Selainnya -setiap dari keduanya saling membenarkan satu sama lain-, bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu, hampir saja mereka berkelahi memperebutkan baskom bekas wudlu beliau." BUKHARI NO. 182
dari Al Ja'd berkata, saya mendengar As Sa'ib bin Yazid berkata, "Bibiku pergi bersamaku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian ia berkata, "Wahai Rasulullah, bekerjsama putra saudara perempuanku ini sedang sakit." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengusap kepalaku dan memohonkan keberkahan untukku. Kemudian dia berwudlu, maka saya pun minum dari sisa air wudlunya, kemudian saya berdiri di belakangnya hingga saya melihat ada tanda kenabian sebesar telur burung di pundaknya." BUKHARI NO. 183
BERKUMUR DAN MEMASUKAN AIR KEHIDUNG DENGAN SEKALI CIDUKAN
dari 'Abdullah bin Zaid, bahwa ia menuangkan air dari gayung ke telapak tangannya kemudian mencucinya, Kemudian ia mencuci atau berkumur-kumur, kemudian memasukkan air ke hidung dari satu cedukan telapak tangannya. Dia lakukan ini tiga kali. Kemudian membasuh kedua tangannya hingga ke siku dua kali dua kali. Kemudian mengusap kepalanya dengan tangan dan menariknya (ke belakang kepala) kemudian mengembalikannya sekali, kemudian membasuh kedua kakinya hingga ke mata kaki. Setelah itu ia berkata, "Begitulah wudlunya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO. 184
MENGUSAP KEPALA SEKALI SAJA
dari 'Amru bin Yahya dari Bapaknya berkata; Aku pernah menyaksikan 'Amru bin Abu Hasan bertanya kepada 'Abdullah bin Zaid perihal wudlunya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abdullah kemudian minta diambilkan baskom berisi air, kemudian ia memberikan kepada mereka cara wudlu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu ia memulai dengan menuangkan air dari baskom ke telapak tangannya kemudian mencucinya tiga kali. Kemudian memasukkan tangannya ke dalam bejana, kemudian berkumur-kumur, kemudian memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya kembali dengan tiga kali cidukan. Kemudian memasukkan tangannya ke dalam baskom dan membasuh mukanya tiga kali, kemudian memasukkan tangannya ke dalam baskom dan membasuh kedua tangannya hingga ke siku dua kali dua kali. Kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam baskom dan mengusap kepalanya dengan tangan, ia mulai dari cuilan depan ke belakang kemudian mengembalikannya lagi (ke arah depan), kemudian memasukkan tangannya ke dalam baskom dan membasuh kedua kakinya." Dan telah menceritakan kepada kami Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Wuhaib berkata, "Ia mengusap kepalanya satu kali." BUKHARI NO. 185
SEORANG YANG BERWUDLU DENGAN ISTRINYA DAN SISA AIR WUDLU WANITA
dari 'Abdullah bin 'Umar, bahwa ia berkata, "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, pria dan perempuan berwudhu secara bersamaan." BUKHARI NO. 186
NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASSALAM MENUANGKAN AIR WUDLUNYA KEPADA ORANG PINSAN
dari Muhammad bin Al Munkadir berkata, "Aku mendengar Jabir berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba menjenguk dikala saya sedang sakit yang mengakibatkan saya tidak sadar. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berwudlu dan menyiramkan sisa air wudlunya hingga saya pun sadar. Aku kemudian bertanya, 'Wahai Rasulullah, untuk siapakah warisan itu? Aku hanya diwarisi oleh kalaalah (bukan orang renta dan bukan anak) ' maka turunlah ayat perihal waris." BUKHARI NO. 187
MANDI DAN WUDLU MNGGUNAKAN AIR DALAM BEJANA YANG TERBUAT DARI GELAS, BATU ATAU BATU
dari Anas berkata, "Waktu shalat telah masuk, bagi orang-orang yang rumahnya bersahabat mereka pulang untuk wudlu, sementara yang lain masih di dalam masjid. Lalu diberikan sebuah baskom kecil yang terbuat dari kerikil berisi air kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Namun baskom itu tidak cukup untuk dimasuki oleh telapak tangan beliau, hingga orang-orang pun berwudlu (dari jari tangan beliau) semua." Kami kemudian bertanya, "Berapa jumlah kalian dikala itu?" Anas menjawab, "Lebih dari delapan puluh orang." BUKHARI NO. 188
dari Abu Musa, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam minta diambilkan baskom berisi air, dia kemudian mencuci kedua tangan dan wajahnya dalam baskom tersebut dan mendoakan keberkahan." BUKHARI NO. 189
telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Yahya dari Bapaknya dari 'Abdullah bin Zaid berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang, kemudian kami menyiapkan air dalam sebuah baskom yang terbuat dari tembaga. Beliau kemudian berwudlu; membasuh muka tiga kali, kemudian membasuh tangan dua kali dua kali, kemudian mengusap kepalanya dimulai dari depan ke belakang dan menariknya kembali ke depan. Kemudian membasuh kedua kakinya." BUKHARI NO. 190
dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah bahwa 'Aisyah berkata, "Tatkala sakit Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semakin berat, dia minta izin kepada isteri-isterinya semoga dia dirawat di rumahku, kemudian mereka pun mengizinkannya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian keluar berjalan dengan dipapah oleh dua orang; 'Abbas dan seorang lagi." 'Ubaidullah berkata, "Aku kemudian kabarkan hal itu kepada 'Abdullah bin 'Abbas, kemudian dia berkata, "Tahukah kamu, siapakah lelaki yang lain itu?" Aku jawab, "Tidak". Dia lantas berkata, "Orang itu ialah 'Ali bin Abu Thalib? radliallahu 'anhu." 'Aisyah menceritakan bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sudah berada di rumahnya dan sakitnya makin berat, dia mengatakan: "Siramkan air kepadaku dari tujuh geriba yang belun dilepas ikatannya, sehingga saya sanggup memberi pesan kepada orang-orang." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam didudukkan untuk mandi dengan ember milik Hafshah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka kami segera menyiram dia hingga dia memberi aba-aba sudah cukup. Setelah itu dia keluar menemui orang-orang." BUKHARI NO. 191
WUDLU DENGAN AIR BEJANA KECIL
telah menceritakan kepadaku 'Amru bin Yahya dari Bapaknya berkata, " Pamanku berlebihan dalam berwudlu, kemudian ia berkata kepada 'Abdullah bin Zaid, "Beritahu kami berdua bagaimana kau melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wudlu. 'Abdullah bin Zaid minta baskom berisi air, kemudian ia menuangkan ke telapak tangannya dan mencucinya tiga kali. Kemudian memasukkan tangannya ke dalam baskom tersebut, kemudian berkumur dan mengeluarkan air dari dalam hidung sebanyak tiga kali dari satu cidukan tangan. Kemudian memasukkan tangannya ke dalam baskom menciduk air dan membasuh mukanya tiga kali. Kemudian membasuh tangannya hingga siku dua kali-dua kali. Kemudian mengambil air dengan tangannya dan mengusap kepalanya, ia tarik tangannya ke belakang kepala kemudian dikembalikan ke depan. Kemudian membasuh kakinya. Setelah itu berkata, "Begitulah saya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu'." BUKHARI NO. 192
dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam minta untuk diambilkan baskom berisi air kepada orang-orang, maka diberikanlah satu baskom besar dan dia meletakkan tangannya ke dalam baskom tersebut." Anas berkata, 'Aku sengaja memperhatikan air yang keluar dari selah-selah jari beliau." Anas melanjutkan, "Aku menduga bahwa orang-orang yang berwudlu dikala itu berjumlah antara tujuh puluh hingga delapan puluh orang." BUKHARI NO. 193
WUDLU DENGAN SEBANYAKK AIR SATU MUD
telah menceritakan kepadaku Ibnu Jabar berkata, "Aku mendengar Anas berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membasuh, atau mandi dengan satu sha' hingga lima mud, dan berwudlu dengan satu mud." BUKHARI NO. 194
MENGUSAP KHUFF ( SEPATU YANG MENUTUPI MATA KAKI
dari Sa'd bin Abu Waqash dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa dia mengusap sepasang sepatunya." 'Abdullah bin 'Umar menanyakan hal ini kepada 'Umar ia kemudian menjawab, "Ya. Jika Sa'd menceritakan kepadamu sebuah hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka janganlah kau bertanya kepada selainnya." Musa bin 'Uqbah berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu An Nadlr bahwa Abu Salamah menceritakan kepadanya, bahwa Sa'd menceritakan kepadanya, dan 'Umar menyebutkan kepada 'Abdullah ibarat itu." BUKHARI NO. 195
dari 'Urwah bin Al Mughirah bin Syu'bah dari bapaknya, Al Mughirah bin Syu'bah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa dia keluar untuk buang hajat, kemudian Al Mughirah mengikutinya dengan membawa baskom berisi air. Selesai buang hajat, Al Mughirah menuangkan air kepada dia hingga dia pun berwudlu dan mengusap sepasang sepatunya." BUKHARI NO. 196
dari Ja'far bin 'Amru bin Umayyah Al Dlamri, bahwa Bapaknya mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengusap sepasang sepatunya." Hadits ini diperkuat oleh Harb bin Syaddad dan Aban dari Yahya. BUKHARI NO. 197
dari Ja'far bin 'Amru bin Umayyah dari Bapaknya ia berkata, "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengusap sorban dan sepasang sepatunya." Hadits ini diperkuat oleh Ma'mar dari Yahya dari Abu Salamah dari 'Amru berkata, "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO. 198
SEORANG YANG MEMASUKAN KAKINYA KEDALAM KHUFF DALAM KEADAAN SUCI
dari 'Urwah bin Al Mughirah bin Syu'bah dari Bapaknya ia berkata, "Aku pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, saya kemudian merunduk untuk melepas kedua sepatunya, namun dia bersabda: "Biarkan saja, lantaran saya mengenakannya dalam keadaan suci." Dan dia hanya mengusap sepatunya. BUKHARI NO. 199
TIDAK PERLU BERWUDLU LAGI ORANG YANG MEMAKAN DAGING DOMBA DAN TEPUNG SAWIQ
dari 'Abdullah bin 'Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam makan paha kambing kemudian shalat dan tidak berwudlu lagi." BUKHARI NO. 200
dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepadaku Ja'far bin 'Amru bin Umayyah bahwa Bapaknya mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memotong daging paha kambing, dikala panggilan shalat tiba dia pribadi meletakkan pisaunya dan shalat tanpa berwudlu lagi." BUKHARI NO. 201
ORANG YANG CUKUP BERKUMUR SETELAH MAKAN TEPUNG SAWIQ DAN TIDAK PERLU BERWUDLU LAGI
dari Busyair bin Yasar mantan budak Bani Haritsah, bahwa Suwaid bin An Nu'man mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada tahun pendudukan Khaibar, hingga ketika mereka hingga di Shahba', suatu wilayah di pinggiran Khaibar, dia mengerjakan shalat Ashar. Lalu dia minta diambilkan masakan dari perbekalan yang mereka bawa, namun tidak didapatkan kecuali sawiiq - masakan khas Arab yang terbuat dari tepung (biasanya gandum). Beliau kemudian memerintahkan untuk menghidangkannya, maka dicampurlah masakan tersebut dengan air hingga menjadi adonan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam makan dan kami pun ikut makan. Setelah itu dia berdiri untuk shalat Maghrib, dia kemudian berkumur-kumur dan kami juga ikut berkumur-kumur, kemudian dia shalat tanpa berwudlu lagi." BUKHARI NO. 202
dari Maimunah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah makan daging pundak cuilan depan (kambing) di sisinya kemudian shalat tanpa berwudlu lagi." BUKHARI NO. 203
APAKAH PERLU BERKUMUR- KUMUR SETELAH MINUM SUSU?
dari Ibnu 'Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam minum susu kemudian berkumur-kumur, dia kemudian bersabda: "Sesungguhnya susu mengandung lemak." Hadits ini dikuatkan oleh Yunus dan Shalih bin Kaisan dari Az Zuhri. BUKHARI NO. 204
BERWUDLU DARI (SETELAH) TIDUR, DAN PENDAPAT YANG TIDAK MEWAJIBKAN WUDHU SETELAH TERKANTUK SETELAH SATU ATAU DUA KALI, ATAU KEPALANYA TERKANTUK
dari 'Aisyah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mengantuk dikala shalat hendaklah ia tidur hingga hilang kantuknya, lantaran bila shalat dalam keadaan mengantuk ia tidak menyadari, mungkin ia bermaksud beristighfar padahal bisa jadi ia mencaci dirinya." BUKHARI NO. 205
dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mengantuk dikala shalat, hendaklah tidur (dahulu) hingga ia mengetahui apa yang ia baca." BUKHARI NO. 206
BERWUDLU BUKAN KARENA BERHADAST
dari Sufyan berkata, telah menceritakan kepadaku 'Amru bin 'Amir berkata, saya mendengar Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu setiap kali akan shalat." Aku bertanya, "Bagaimana cara kalian melaksanakannya?" Anas bin Malik menjawab, "Setiap orang dari kami mencukupkan dengan sekali wudlu' selama tidak berhadats (batal)." BUKHARI NO. 207
telah mengabarkan kepadaku Suwaid bin An Nu'man berkata, "Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada tahun penaklukan Khaibar, hingga ketika kami hingga di suatu daerah berjulukan Shahba', dia mengimami kami shalat Ashar. Selesai shalat dia minta disajikan makanan, namun tidak ada kecuali masakan yang terbuat dari kurma dan gandum, kemudian kami makan dan minum. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beranjak untuk melaksanakan shalat Maghrib, dia berkumur kemudian memimpin kami melaksanakan shalat maghrib tanpa berwudlu lagi." BUKHARI NO. 208
TERMASUK DOSA BESAR BILA KENCING TAPI TIDAK MENJAGA KESUCIAN DARI PERCIKANNYA
dari Ibnu 'Abbas berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewati perkebunan penduduk Madinah atau Makkah, kemudian dia mendengar bunyi dua orang yang sedang di siksa dalam kubur mereka. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun berkata: "Keduanya sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa disebabkan suatu yang besar (menurut anggapan mereka), kemudian dia bersabda: "Padahal itu ialah dosa besar. Yang satu disiksa lantaran tidak bersuci sesudah kencing, sementara yang satunya lagi disiksa lantaran suka mengadu domba." Beliau kemudian minta diambilkan sebatang dahan kurma yang masih basah, dia kemudian membelah menjadi dua bagian, kemudian dia menancapkan setiap cuilan pada dua kuburan tersebut. Maka dia pun ditanya, "Kenapa Tuan melaksanakan ini?" Beliau menjawab: "Mudah-mudahan siksanya diringankan selama dahan itu masih basah." BUKHARI NO. 209
MEMBERSIHKAN KENCING
dari Anas bin Malik berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam buang hajat saya selalu mendatanginya dengan membawa baskom berisi air, sehingga dia bisa bersuci dengannya." BUKHARI NO. 210
dari Ibnu 'Abbas berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lewat di bersahabat dua kuburan, kemudian dia bersabda: "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan lantaran dosa besar. Yang satu disiksa lantaran tidak bersuci sesudah kencing, sementara yang satunya suka mengadu domba." Kemudian dia mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah, dia kemudian membelahnya menjadi dua cuilan kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Para sahabat pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa engkau melaksanakan ini?" dia menjawab: "Semoga siksa keduanya diringankan selama batang pohon ini basah." Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy ia berkata, "Aku mendengar Mujahid menyebutkan ibarat itu, "Tidak bersuci sesudah kencing. BUKHARI NO. 211
NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASSALAM DAN PARA SAHABAT MEMBIARKAN SEORANG BADUY KENCING DALAM MESJID
dari Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang 'Arab badui kencing di dalam masjid, dia kemudian bersabda: "Biarkanlah." Setelah orang itu selesai, dia meminta air dan menyiram bekasnya." BUKHARI NO. 212
MENYIRAMKAN AIR DI(ATAS) SISA AIR KENCING DIDALAM MASJID
telah mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud bahwa Abu Hurairah berkata, "Seorang 'Arab badui berdiri dan kencing di Masjid, kemudian orang-orang ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda kepada mereka: "Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air, atau dengan seember air, bekerjsama kalian diutus untuk memberi akomodasi dan tidak diutus untuk menciptakan kesulitan." BUKHARI NO. 213
dari Yahya bin Sa'id berkata, "Aku mendengar Anas bin Malik berkata, "Seorang 'Arab badui tiba kemudian kencing di sudut Masjid, maka orang-orang pun ingin mengusirnya, tetapi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang mereka. Setelah orang itu selesai dari kencingnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam minta setimba air kemudian menyiram pada bekasnya." BUKHARI NO. 214
KENCING BAYI
dari 'Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, "Pernah seorang bayi dibawa ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian bayi tersebut kencing hingga mengenai pakaiannya. Beliau kemudian minta air dan mengusapinya dengan air tersebut." BUKHARI NO. 215
dari Ummu Qais binti Mihshan, bahwa dia tiba menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa anaknya yang masih kecil dan belum makan makanan. Rasulullah kemudian mendudukkan anak kecil itu dalam pangkuannya sehingga ia kencing dan mengenai pakaian beliau. Beliau kemudian minta diambilkan air kemudian memercikkannya dan tidak mencucinya." BUKHARI NO. 216
KENCING SAMBIL BERDIRI ATAU DUDUK
dari Hudzaifah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi daerah pembuangan sampah suatu kaum, dia kemudian kencing sambil berdiri. Kemudian dia meminta air, maka saya pun tiba dengan membawa air, kemudian dia berwudlu." BUKHARI NO. 217
KENCING DI SAMPING TEMAN ATAU DI BALIK DINDING
dari Hudzaifah berkata, "Aku berjalan-jalan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia kemudian mendatangi daerah pembuangan sampah suatu kaum di balik tembok dan kencing sambil berdiri sebagaimana kalian berdiri. Aku kemudian menjauh dari beliau, namun dia memberi aba-aba kepadaku semoga mendekat, maka saya pun mendekat dan berdiri di belakangnya hingga dia selesai." BUKHARI NO. 218
KENCING DITEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH UMUM
dari Abu Wa'il ia berkata, "Abu Musa Al Asy'ari sangat berlebihan dalam urusan kencing, ia berkata, "Jika Bani Israil kencing kemudian mengenai pakaiannya, maka mereka memotong pakaiannya." Maka Hudzaifah pun berkata, "Aku tidak setuju! Sebab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah kencing sambil berdiri di daerah pembuangan sampah." BUKHARI NO. 219
MENCUCI DARAH
dari Asma' berkata, "Seorang perempuan tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya "Bagaimana pendapat Tuan kalau salah seorang dari kami darah haidnya mengenai pakaiannya. Apa yang harus dilakukannya?" Beliau menjawab: "Membersihkan darah yang menggenai pakaiannya dengan menggosoknya dengan jari, kemudian memercikinya dengan air. Kemudian shalat dengan pakaian tersebut." BUKHARI NO. 220
dari 'Aisyah berkata, "Fatimah binti Abu Hubaiys tiba menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya ialah seorang perempuan yang keluar darah istihadlah (darah penyakit) hingga saya tidak suci. Apakah saya boleh meninggalkan shalat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian menjawab: "Jangan, lantaran itu hanyalah darah dari pembuluh darah (yang terluka) dan bukan darah haid. Jika tiba haidmu maka tinggalkan shalat, dan kalau telah terhenti maka bersihkanlah sisa darahnya kemudian shalat." Hisyam berkata, "Bapakku (Urwah) menyebutkan, "Berwudlulah kau setiap akan shalat hingga waktu itu tiba." BUKHARI NO. 221
MENCUCI AIR MANI DAN MENGERIKNYA DAN MENCUCI SESUATU YANG TERKENA DARI WANITA
dari 'Aisyah ia berkata, "Aku mencuci kain Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sisa dari janabat, kemudian dia keluar untuk shalat, sementara kainnya masih nampak basahnya." BUKHARI NO. 222
telah menceritakan kepada kami 'Amru -yaitu Ibnu Maimun- dari Sulaiman bin Yasar berkata, saya mendengar 'Aisyah berkata. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid berkata, telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Maimun dari Sulaiman bin Yasar berkata, "Aku bertanya kepada 'Aisyah perihal mani yang mengenai pakaian. Ia kemudian menjawab, "Aku pernah mencuci air mani dari pakaian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia kemudian keluar untuk shalat sementara sisa cucian masih nampak pada pakaian beliau." BUKHARI NO. 223
MANDI JANABAH ATAU APAPUN DAN BEKASNYA TIDAK HILANG
telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Maimun berkata, "Aku bertanya kepada Sulaiman bin Yasar perihal pakaian yang terkena janabat (mani), ia menjawab, " 'Aisyah pernah berkata, "Aku pernah mencuci air mani dari pakaian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia keluar untuk shalat dan sisa cucian masih nampak pada pakaian beliau." BUKHARI NO. 224
dari 'Aisyah, bahwa ia pernah mencuci air mani dari pakaian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian saya masih melihat bekas sisa cucian itu." BUKHARI NO. 225
KENCING UNTA, BINATANG TERNAK DAN KAMBING SERTA KANDANGNYA
dari Anas bin Malik berkata, "Beberapa orang dari 'Ukl atau 'Urainah tiba ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau kemudian memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air seni dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju sangkar unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian gosip itu pun hingga kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelang siang. Maka dia mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan dia tiba dengan membawa mereka. Beliau kemudian memerintahkan semoga mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, kemudian mereka dibuang ke pada pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi." Abu Qilabah mengatakan, "Mereka semua telah mencuri, membunuh, murtad sesudah keimanan dan memerangi Allah dan rasul-Nya." BUKHARI NO. 226
dari Anas berkata, "Sebelum masjid dibangun, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat di sangkar kambing." BUKHARI NO. 227
NAJIS YANG JATUH KEDALAM MINYAK SAMIN ATAU AIR
dari Maimunah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya perihal bangkai tikus yang jatuh ke dalam lemak (minyak samin). Maka Beliau menjawab: "Buanglah bangkai tikus itu ada apa yang ada di sekitarnya, kemudian makanlah lemak kalian." BUKHARI NO. 228
dari Maimunah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya perihal bangkai tikus yang jatuh ke dalam lemak (minyak samin). Beliau kemudian menjawab: "Buanglah bangkai tikus itu dan lemak yang ada di sekitarnya." Ma'n berkata, telah menceritakan kepada kami Malik -apa yang saya tidak bisa menghitungnya- ia berkata dari Ibnu 'Abbas dari Maimunah." BUKHARI NO. 229
dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Setiap luka yang didapatkan seorang Muslim di jalan Allah, maka pada hari simpulan zaman keadaannya ibarat dikala luka tersebut terjadi. Warnanya warna darah dan harumnya sewangi misik." BUKHARI 230
KENCING PADA AIR YANG TERGENANG
telah mengabarkan kepada kami Abu Az Zinad bahwa 'Abdurrahman bin Hurmuz Al A'raj menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kita ialah orang yang tiba terakhir dan akan menjadi yang pertama pada hari kiamat." BUKHARI NO. 231
(Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya dari Abu Hurairah). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian kencing pada air yang tidak mengalir, kemudian mandi darinya." BUKHARI NO. 232
APABILA SESEORANG MELETAKAN KOTORAN DIATAS PUNGGUNG ORANG YANG SEDANG SHALAT MAKA SHALATNYA TIDAK BATAL
dari 'Abdullah berkata, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang sujud, dia mengucapkan. (dalam jalur lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepadaku Ahmad bin 'Utsman berkata, telah menceritakan kepada kami Syuraih bin Maslamah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Yusuf dari Bapaknya dari Abu Ishaq berkata, telah menceritakan kepadaku 'Amru bin Maimun bahwa 'Abdullah bin Mas'ud menceritakan kepadanya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat di bersahabat Ka'bah sementara Abu Jahal dan teman-temannya duduk di bersahabat beliau. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Siapa dari kalian yang sanggup mendatangkan isi perut (jerohan) unta milik bani fulan, kemudian ia letakkan di punggung Muhammad dikala dia sujud? ' Maka berangkatlah orang yang paling celaka dari mereka, ia kemudian tiba kembali dengan membawa kotoran unta tersebut. Orang itu lantas menunggu dan memperhatikan, maka ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sujud kotoran itu ia letakkan di punggung dia di antara kedua pundaknya. Sementara saya hanya bisa melihatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Duh, sekiranya saya bisa mencegah! ' Abdullah bin Mas'ud melanjutkan kisahnya, "Lalu mereka pun tertawa-tawa dan saling menyindir satu sama lain sedang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan sujud, dia tidak mengangkat kepalanya hingga tiba Fatimah. Fatimah kemudian membersihkan kotoran itu dari punggung beliau, sesudah itu gres Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kepalanya seraya berdo'a: "Ya Allah, saya serahkan (urusan) Quraisy kepada-Mu." Sebanyak tiga kali. Maka do'a tersebut menciptakan mereka ketakutan." 'Abdullah bin Mas'ud meneruskan, "Sebab mereka yakin bahwa do'a yang dipanjatkan daerah itu akan diterima. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebut satu persatu nama-nama mereka: "Ya Allah, saya serahkan (urusan) Abu Jahal kepada-Mu, 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Al Walid bin 'Utbah, Umayyah bin Khalaf dan 'Uqbah bin Abu Mu'aith." Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebut yang ke tujuh tapi saya lupa." 'Abdullah bin Mas'ud berkata, "Sungguh saya melihat orang-orang yang disebut Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tersebut, terbantai di pinggiran lembah Badar (dalam perang Badar)." BUKHARI NO. 233
LUDAH, INGUS DAN SEJENISNYA BILA TERKENA PAKAIAN
dari Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meludah di dalam kainnya." Abu 'Abdullah berkata, "Hadits ini disebutkan secara panjang lebar oleh Ibnu Abu Maryam. Ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ayyub telah menceritakan kepadaku Humaid berkata, saya mendengar Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO. 234
LARANGAN BERWUDLU DENGAN AIR PERASAAN ANGGUR ATAU SESUATU YANG DAPAT MEMABUKAN
dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Setiap minuman yang memabukkan ialah haram." BUKHAARI NO. 235
SEORANG WANITA YANG MEMBERSIHKAN DARAH YANG ADA PADA WAJAHNYA
dari Abu Hazm ia mendengar Sahl bin Sa'd As Sa'idi ditanya oleh insan -sedang dikala itu antara saya dan dia tidak ada seorangpun yang lebih mendengar perihal pengobatan luka yang diderita Nabi shallallahu 'alaihi wasallam-, ia menjawab, "Tidak ada seorang sahabat yang masih hidup yang lebih tahu perihal itu daripada aku. Pernah 'Ali tiba membawa perisai berisi air, kemudian Fatimah membersihkan darah yang ada di wajah beliau, kemudian diambilnya tikar kemudian dibakar dan ditempelkan pada lukanya." BUKHARI NO. 236
SIWAK
dari Abu Burdah dari Bapaknya ia berkata, "Aku tiba menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan saya dapati dia sedang menggosok gigi dengan siwak di tangannya. Beliau mengeluarkan suara, "U' U'." sementara kayu siwak berada di mulutnya seolah ingin muntah." BUKHARI NO. 237
dari Hudzaifah berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bangkit di malam hari, dia membersihkan mulutnya dengan siwak." BUKHARI NO. 238
KEUTAMAAN ORAANG YANG TIDUR DALAM KEADAAN WUDLU
dari Al Bara' bin 'Azib berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kau mendatangi daerah tidurmu maka wudlulah ibarat wudlu untuk shalat, kemudian berbaringlah pada sisi kanan badanmu dan ucapkanlah: ALLAHUMMA ASLAMTU WAJHII ILAIKA WA FAWWADLTU AMRII ILAIKA WA ALJA`TU ZHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WA RAHBATAN ILAIKA LAA MALJA`A WA LAA MANJAA ILLAA ILAIKA ALLAHUMMA AAMANTU BIKITAABIKALLADZII ANZALTA WANNABIYYIKALLADZII ARSALTA (Ya Allah, saya pasrahkan wajahku kepada-Mu, saya serahkan urusanku kepada-Mu, saya sandarkan punggungku kepada-Mu dengan perasaan bahagia dan takut kepada-Mu. Tidak ada daerah berlindung dan menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu. Ya Allah, saya beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus) '. Jika kau meninggal pada malammu itu, maka kau dalam keadaan fitrah dan jadikanlah do'a ini sebagai simpulan kalimat yang kau ucapkan." Al Bara' bin 'Azib berkata, "Maka saya ulang-ulang do'a tersebut di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga hingga pada kalimat: ALLAHUMMA AAMANTU BIKITAABIKALLADZII ANZALTA (Ya Allah, saya beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan), saya ucapkan: WA RASUULIKA (dan rasul-Mu), dia bersabda: "Jangan, tetapi WANNABIYYIKALLADZII ARSALTA (dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus)." BUKHARI NO. 239