Hadits Pilihan Terjemahan Kitab Ilmu | Shahih Bukhari

SIAPA YANG BERTANYA TENTANG ILMU SEDANG IA TERUS MEMPERTANYAKANNYA.


dari Abu Hurairah berkata: Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui kemudian bertanya: "Kapan datangnya hari kiamat?" Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata; "beliau mendengar perkataannya akan tetapi dia tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, " dan ada pula sebagian yang mengatakan; "bahwa dia tidak mendengar perkataannya." Hingga kesudahannya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menuntaskan pembicaraannya, seraya berkata: "Mana orang yang bertanya perihal hari final zaman tadi?" Orang itu berkata: "saya wahai Rasulullah!". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya: "Bagaimana hilangnya amanat itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat". BUKHARI NO. 57


SIAPA YANG MENGERASKAN SUARANYA DALAM MENYAMPAIKAN ILMU.

dari Abdullah bin 'Amru berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan hingga Beliau mendapatkan kami sementara waktu shalat sudah hampir habis, kami berwudlu' dengan hanya mengusap kaki kami. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berseru dengan bunyi yang keras: "celakalah bagi tumit-tumit yang tidak berair akan masuk neraka." Beliau serukan hingga dua atau tiga kali.  BUKHARI NO. 58


UCAPAN AHLI HADITS, TELAH MENYAMPAIKAN KEPADA KAMI, TELAH MENGABARKAN KEPADA KAMI.

dari Ibnu Umar berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya diantara pohon ada suatu pohon yang tidak jatuh daunnya. Dan itu ialah perumpamaan bagi seorang muslim". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Katakanlah kepadaku, pohon apakah itu?" Maka para sahabat beranggapan bahwa yang dimaksud ialah pohon yang berada di lembah. Abdullah berkata: "Aku berpikir dalam hati pohon itu ialah pohon kurma, tapi saya malu mengungkapkannya. Kemudian para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, pohon apakah itu?" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Pohon kurma".  BUKHARI NO. 59


PEMIMPIN MENYAMPAIKAN PERTANYAAN KEPADA PARA SAHABATNYA UNTUK MENGETAHUI KADAR ILMU MEREKA

dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Sesungguhnya diantara pohon ada satu pohon yang tidak jatuh daunnya. Dan itu ialah perumpamaan bagi seorang muslim". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Katakanlah padaku, pohon apakah itu?" Maka para sahabat beranggapan bahwa yang dimaksud ialah pohon yang berada di lembah. Abdullah berkata: Aku berpikir dalam hati pohon itu ialah pohon kurma, tapi saya malu mengungkapkannya. Kemudian orang-orang berkata: "Wahai Rasulullah, pohon apakah itu?" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Pohon kurma".  BUKHARI NO. 60


KETERANGAN TENTANG ILMU, DIANTARANYA  FIRMAN ALLAH TA'ALA " DAN KATAKANLAH YA RABB, TAMBAHKANLAH KAMI ILMU.."

dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir bahwa dia mendengar Anas bin Malik berkata: Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam didalam Masjid, ada seorang yang menunggang unta tiba kemudian menambatkannya di erat Masjid kemudian berkata kepada mereka (para sahabat): "Siapa diantara kalian yang berjulukan Muhammad?" Pada ketika itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersandaran di tengah para sahabat, kemudian kami menjawab: "orang Ini, yang berkulit putih yang sedang bersandar". Orang itu berkata kepada Beliau; "Wahai putra Abdul Muththalib" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ya, saya sudah menjawabmu". Maka orang itu berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Aku bertanya kepadamu problem yang mungkin berat buatmu namun janganlah kau mencicipi sesuatu terhadapku." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tanyalah apa yang menjadi persoalanmu". Orang itu berkata: "Aku bertanya kepadamu demi Rabbmu dan Rabb orang-orang sebelummu. Apakah Allah yang mengutusmu kepada insan seluruhnya?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Demi Allah, ya benar!" Kata orang itu: "Aku bersumpah kepadamu atas nama Allah, apakah Allah yang memerintahkanmu supaya kami shalat lima (waktu) dalam sehari semalam?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Demi Allah, ya benar!" Kata orang itu: "Aku bersumpah kepadamu atas nama Allah, apakah Allah yang memerintahkanmu supaya kami puasa di bulan ini dalam satu tahun?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Demi Allah, ya benar!" Kata orang itu: "Aku bersumpah kepadamu atas nama Allah, apakah Allah yang memerintahkanmu supaya mengambil sedekah dari orang-orang kaya di antara kami kemudian membagikannya kepada orang-orang fakir diantara kami?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Demi Allah, ya benar!" Kata orang itu: "Aku beriman dengan apa yang engkau bawa dan saya ialah utusan kaumku, saya Dlamam bin Tsa'labah saudara dari Bani Sa'd bin Bakr." Begitulah (kisah tadi) sebagaimana yang diriwayatkan oleh Musa bin Isma'il dan Ali bin Abdul Hamid dari Sulaiman bin Al Mughirah dari Tsabit dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. BUKHARI NO. 61


METODE MUTAWALAH DAN SURAT- SURAT PARA AHLI ILMU KE BERBAGAI NEGERI .

dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud bahwa Abdullah bin 'Abbas telah mengabarkannya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengutus seseorang dengan membawa surat dan memerintahkan kepadanya untuk memperlihatkan surat tersebut kepada Pemimpin Bahrain. Lalu Pemimpin Bahrain itu memberikannya kepada Kisra. Tatkala dibaca, surat itu dirobeknya. Aku mengira kemudian Ibnu Musayyab berkata; kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa biar mereka (kekuasaannya) dirobek-robek sehancur-hancurnya. BUKHARI NO. 62

dari Anas bin Malik berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menulis surat atau bermaksud menulis surat, kemudian dikatakan kepada Beliau, bahwa mereka tidak akan membaca goresan pena kecuali tertera stempel. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menciptakan stempel yang terbuat dari perak yang bertanda; Muhammad Rasulullah. Seakan-akan saya melihat warna putih pada tangan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam". Lalu saya bertanya kepada Qotadah: "Siapa yang menciptakan tanda Muhammad Rasulullah?" Jawabnya: "Anas". BUKHARI NO. 63


SIAPA YANG DATANG DALAM SUATU MAJELIS

dari Abu Waqid Al Laitsi, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang duduk bermajelis di Masjid bersama para sahabat datanglah tiga orang. Yang dua orang menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan yang seorang lagi pergi. Yang dua orang berdiri sejenak di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian satu diantaranya melihat daerah kosong dalam majelis maka ia duduk di daerah itu, sedang yang kedua duduk di belakang majelis, sedang yang ketiga berbalik pergi. Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai bermajelis, Beliau bersabda: "Maukah kalian saya beritahu perihal ketiga orang tadi? Adapun seorang diantara mereka, dia mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah mendekatkan ia kepada-Nya. Yang kedua, dia malu (tidak mengisi daerah yang kosong), maka Allah pun malu kepadanya. Sedangkan yang ketiga berpaling dari Allah maka Allah pun berpaling darinya." BUKHARI NO. 64


SABDA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM: "BERAPA BANYAK ORANG YANG HANYA MENDAPATKAN PENYAMPAIAN LEBIH PAHAM DIBANDINGKAN DENGAN YANG MENDENGARKAN LANGSUNG

dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya, dia menuturkan, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam duduk diatas untanya sementara orang-orang memegangi tali kekang unta tersebut. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Hari apakah ini? '. Kami semua melamun dan menyangka bahwa Beliau akan menamakan nama lain selain nama hari yang sudah dikenal. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Bukankah hari ini hari Nahar?" Kami menjawab: "Benar". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali bertanya: "Bulan apakah ini? '. Kami semua melamun dan menyangka bahwa Beliau akan menamakan nama lain selain nama bulan yang sudah dikenal. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Bukankah ini bulan Dzul Hijjah?" Kami menjawab: "Benar". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian sesama kalian haram (suci) sebagaimana sucinya hari kalian ini, bulan kalian ini dan tanah kalian ini. (Maka) hendaklah yang hadir memberikan kepada yang tidak hadir, alasannya orang yang hadir semoga sanggup memberikan kepada orang yang lebih paham darinya".  BUKHARI NO. 65


NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASSALAM SELALU MEMBERI NASEHAT DI WAKTU YANG TEPAT

dari Ibnu Mas'ud berkata; bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam selalu memilah-milah hari yang sempurna bagi kami untuk memperlihatkan nasehat, alasannya khawatir rasa bosan akan menghinggapi kami. BUKHARI NO. 66

dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "permudahlah dan jangan persulit, berilah kabar bangga dan jangan menciptakan orang lari." BUKHARI NO. 67


ORANG YANG MENYEDIAKAN HARI- HARI KHUSUS UNTUK BERMULAZAMAH DENGAN PARA ULAMA

dari Abu Wa'il berkata; bahwa Abdullah memberi pelajaran kepada orang-orang setiap hari Kamis, kemudian seseorang berkata: "Wahai Abu Abdurrahman, sungguh saya ingin kalau anda memberi pelajaran kepada kami setiap hari" dia berkata: "Sungguh saya enggan melakukannya, alasannya saya takut menciptakan kalian bosan, dan saya ingin memberi pelajaran kepada kalian sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi pelajaran kepada kami alasannya khawatir kebosanan akan menimpa kami".  BUKHARI NO. 68


SIAPA YANG DI KEHENDAKI BAIK OLEH ALLAH, MAKA ALLAH  PAHAMKAN DIA TENTANG AGAMA.

dari Ibnu Syihab berkata, Humaid bin Abdurrahman berkata; saya mendengar Mu'awiyyah memberi khutbah untuk kami, dia berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan dia terhadap agama. Aku hanyalah yang membagi-bagikan sedang Allah yang memberi. Dan senantiasa ummat ini akan tegak diatas perintah Allah, mereka tidak akan celaka alasannya adanya orang-orang yang menyelisihi mereka hingga tiba keputusan Allah". BUKHARI NO. 69


MEMAHAMI ILMU

dari Mujahid berkata; saya pernah menemani Ibnu Umar pergi ke Madinah, namun saya tidak mendengar dia membicarakan perihal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kecuali satu bencana dimana dia berkata: Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian Beliau dipertemukan dengan penggalan dalam pucuk pohon kurma. Kemudian Beliau bersabda: "Sesungguhnya diantara pohon ada suatu pohon yang merupakan perumpamaan bagi seorang muslim". Aku ingin menyampaikan bahwa itu ialah pohon kurma namun alasannya saya yang termuda maka saya diam. Maka kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itu ialah pohon kurma". BUKHARI NO. 70


TEKUN DALAM MENCARI ILMU DAN HIKMAH

dari Az Zuhri- berkata; saya mendengar Qais bin Abu Hazim berkata; saya mendengar Abdullah bin Mas'ud berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh mendengki kecuali terhadap dua hal; (terhadap) seorang yang Allah berikan harta kemudian dia pergunakan harta tersebut di jalan kebenaran dan seseorang yang Allah berikan nasihat kemudian dia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain". BUKHARI 71


PERGINYA NABI MUSA ALIHI SALAM KELAUT UNTUK MENEMUI KHIDIR.

dari Ibnu 'Abbas, sesungguhnya dia dan Al Hurru bin Qais bin Hishin Al Fazari berdebat perihal sahabat Musa 'Alaihis salam, Ibnu 'Abbas berkata; dia ialah Khidlir 'Alaihis salam. Tiba-tiba lewat Ubay bin Ka'b di depan keduanya, maka Ibnu 'Abbas memanggilnya dan berkata: "Aku dan temanku ini berdebat perihal sahabat Musa 'Alaihis salam, yang ditanya perihal jalan yang kesudahannya mempertemukannya, apakah kau pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kasus ini?" Ubay bin Ka'ab menjawab: Ya, benar, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika Musa di tengah pembesar Bani Israil, tiba seseorang yang bertanya: apakah kau mengetahui ada orang yang lebih berakal darimu?" Berkata Musa 'Alaihis salam: "Tidak". Maka Allah Ta'ala mewahyukan kepada Musa 'Alaihis salam: "Ada, yaitu hamba Kami berjulukan Hidlir." Maka Musa 'Alaihis Salam meminta jalan untuk bertemu dengannya. Allah menimbulkan ikan bagi Musa sebagai tanda dan dikatakan kepadanya; "jika kau kehilangan ikan tersebut kembalilah, nanti kau akan berjumpa dengannya". Maka Musa 'Alaihis Salam mengikuti jejak ikan di lautan. Berkatalah murid Musa 'Alaihis salam: "Tahukah kau tatkala kita mencari daerah berlindung di watu tadi? Sesungguhnya saya lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidaklah yang melupakan saya untuk menceritakannya kecuali setan". Maka Musa 'Alaihis Salam berkata:."Itulah (tempat) yang kita cari". Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Maka kesudahannya keduanya bertemu dengan Hidlir 'Alaihis salam." Begitulah kisah keduanya sebagaimana Allah ceritakan dalam Kitab-Nya.  BUKHARI NO. 72


SABDA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASSALAM:' YA ALLAH AJARKANLAH DIA AL- KITAB

dari Ibnu 'Abbas berkata: Pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendekapku kemudian bersabda: "Ya Allah, ajarkanlah dia Kitab".  BUKHARI NO. 73


KAPAN DI BOLEH MENDENGAR PENDAPAT ANAK KECIL

 dari Abdullah bin 'Abbas berkata; saya tiba dengan menunggang keledai betina, yang ketika itu saya hampir menginjak masa baligh, dan Rasulullah sedang shalat di Mina dengan tidak menghadap dinding. Maka saya lewat di depan sebagian shaf kemudian saya melepas keledai betina itu supaya mencari makan sesukanya. Lalu saya masuk dalam shaf (ikut shalat berjama’ah) dan tidak ada orang yang menyalahkanku". BUKHARI NO. 74

dari Mahmud bin Ar Rabbi' berkata: "Aku mengingat dari Nabi, ketika Beliau melumuri air ludah Beliau di wajahku, ketika itu saya gres berumur lima tahun dari sebuah timba sumur". BUKHARI NO. 75


PERGI MENUNTUN ILMU

dari Ibnu 'Abbas sesungguhnya dia dan Al Hurru bin Qais bin Hishin Al Fazari berdebat perihal sahabat Musa 'Alaihis salam, Ibnu 'Abbas berkata; dia ialah Khidlir 'Alaihis salam. Tiba-tiba lewat Ubay bin Ka'b di depan keduanya, maka Ibnu 'Abbas memanggilnya dan berkata: "Aku dan temanku ini berdebat perihal sahabat Musa 'Alaihis salam, yang ditanya perihal jalan yang kesudahannya mempertemukannya, apakah kau pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kasus ini?" Ubay bin Ka'ab menjawab: Ya, benar, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika Musa di tengah pembesar Bani Israil, tiba seseorang yang bertanya: apakah kau mengetahui ada orang yang lebih berakal darimu?" Berkata Musa 'Alaihis salam: "Tidak". Maka Allah Ta'ala mewahyukan kepada Musa 'Alaihis salam: "Ada, yaitu hamba Kami berjulukan Hidlir." Maka Musa 'Alaihis Salam meminta jalan untuk bertemu dengannya. Allah menimbulkan ikan bagi Musa sebagai tanda dan dikatakan kepadanya; "jika kau kehilangan ikan tersebut kembalilah, nanti kau akan berjumpa dengannya". Maka Musa 'Alaihis Salam mengikuti jejak ikan di lautan. Berkatalah murid Musa 'Alaihis salam: "Tahukah kau tatkala kita mencari daerah berlindung di watu tadi? Sesungguhnya saya lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidaklah yang melupakan saya untuk menceritakannya kecuali setan". Maka Musa 'Alaihis Salam berkata:."Itulah (tempat) yang kita cari". Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Maka kesudahannya keduanya bertemu dengan Hidlir 'Alaihis salam." Begitulah kisah keduanya sebagaimana Allah ceritakan dalam Kitab-Nya. BUKHARI NO. 76 


 KEUTAMAAN ORANG BERILMU DAN MENGAJARKANYA.

dari Abu Musa dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengan membawanya ialah mirip hujan yang lebat yang turun mengenai tanah. Diantara tanah itu ada jenis yang sanggup menyerap air sehingga sanggup menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Dan di antaranya ada tanah yang keras kemudian menahan air (tergenang) sehingga sanggup diminum oleh manusia, memberi minum binatang ternak dan untuk menyiram tanaman. Dan yang lain ada permukaan tanah yang berbentuk lembah yang tidak sanggup menahan air dan juga tidak sanggup menumbuhkan tanaman. perumpamaan itu ialah mirip orang yang faham agama Allah dan sanggup memanfa'atkan apa yang saya diutus dengannya, dia mempelajarinya dan mengajarkannya, dan juga perumpamaan orang yang tidak sanggup mengangkat derajat dan tidak mendapatkan hidayah Allah dengan apa yang saya diutus dengannya". Berkata Abu Abdullah; Ishaq berkata: "Dan diantara jenis tanah itu ada yang berbentuk lembah yang sanggup menampung air hingga penuh dan diantaranya ada padang sahara yang datar". BUKHARI NO. 77


DIANGKATNYA ILMU DAN KEBODOHOHAN MUNCUL

dari Anas bin Malik berkata, telah bersabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya diantara gejala final zaman ialah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan dan diminumnya khamer serta praktek perzinahan secara terang-terangan". BUKHARI NO. 78

Anas bin Malik berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya diantara gejala final zaman ialah sedikitnya ilmu dan merebaknya kebodohan, perzinahan secara terang-terangan, jumlah perempuan yang lebih banyak dan sedikitnya laki-laki, sampai-sampai (perbandingannya) lima puluh perempuan sama dengan hanya satu orang laki-laki. BUKHARI NO. 79


KEUTAMAAN ILMU

dari Hamzah bin Abdullah bin Umar bahwa Ibnu Umar berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika saya tidur, saya bermimpi diberi segelas susu kemudian saya meminumnya hingga saya melihat susu yang diminum tersebut keluar dari kuku-kukuku, kemudian saya berikan sisanya kepada sahabat muliaku Umar bin Al Khaththab". Orang-orang bertanya: "Apa ta'wilnya wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Ilmu".  BUKHARI NO. 80


 MEMBERIKAN FATWA KETIKA MENUNGGANG KENDARAAN

dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash; bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di Mina pada haji wada' memberi kesempatan kepada insan untuk bertanya kepada beliau. Lalu datanglah seseorang dan berkata: "Aku tidak menyadari, ternyata ketika saya mencukur rambut saya belum menyembelih." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sembelihlah, tidak apa-apa" Kemudian tiba orang lain dan berkata: "Aku tidak menyadari, ternyata ketika berkurban saya belum melempar (jumrah) ". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "lemparlah dan tidak apa-apa". Dan tidaklah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya perihal sesuatu kasus sebelum dan sesudahnya kecuali dia menjawab: "Lakukanlah dan tidak apa-apa".  BUKHARI NO. 81


 MENJAWAB FATWA DENGAN ISYARAT TANGAN DAN ANGGUKAN KEPALA.

dari Ibnu 'Abbas; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya seseorang perihal haji yang dilakukannya, orang itu bertanya: "Aku menyembelih binatang sebelum saya melempar jumrah". Beliau memberi arahan dengan tangannya, yang maksudnya "tidak apa-apa"."Dan saya mencukur sebelum menyembelih". Beliau memberi arahan dengan tangannya yang maksudnya "tidak apa-apa".  BUKHARI NO. 82 

dari Salim berkata; saya mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Ilmu akan diangkat dan akan tersebar kebodohan dan fitnah merajalela serta banyak timbul kekacauan". Ditanyakan kepada Beliau shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kekacauan?" Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Begini". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi arahan dengan tangannya kemudian memiringkannya. Seakan yang dimaksudnya ialah pembunuhan.  BUKHARI NO. 83

dari Asma' berkata: Aku menemui Aisyah ketika dia sedang shalat. Setelah itu saya tanyakan kepadanya: "Apa yang sedang dilakukan orang-orang?" Aisyah memberi arahan ke langit. Ternyata orang-orang sedang melaksanakan shalat (gerhana matahari). Maka Aisyah berkata: "Maha suci Allah". Aku tanyakan lagi: "Satu tanda saja?" Lalu dia memberi arahan dengan kepalanya, maksudnya mengangguk tanda mengiyakan. Maka akupun ikut shalat namun timbul perasaan yang membingungkanku, hingga saya siram kepalaku dengan air. Dalam khutbahnya, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memuji Allah dan mensucikan-Nya, kemudian bersabda: "Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali saya sudah melihatnya dari tempatku ini hingga nirwana dan neraka, kemudian diwahyukan kepadaku: bahwa kalian akan terkena fitnah dalam kubur kalian mirip -atau hampir berupa- fitnah -yang saya sendiri tidak tahu apa yang diucapkan Asma' diantaranya ialah fitnah Al Masihud dajjal-; "akan ditanyakan kepada seseorang (didalam kuburnya); "Apa yang kau ketahui perihal pria ini?" Adapun orang beriman atau orang yang yakin, -Asma' kurang pasti mana yang dimaksud diantara keduanya- akan menjawab: 'Dia ialah Muhammad Rasulullah telah tiba kepada kami membawa klarifikasi dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia ialah Muhammad, ' diucapkannya tiga kali. Maka kepada orang itu dikatakan: 'Tidurlah dengan tenang, sungguh kami telah mengetahui bahwa kau ialah orang yang yakin'. Adapun orang Munafiq atau orang yang ragu, -Asma' kurang pasti mana yang dimaksud diantara keduanya-, akan menjawab; "aku tidak tahu siapa dia, saya mendengar insan membicarakan sesuatu maka akupun mengatakannya".  BUKHARI 84


ANJURAN RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASSALAM KEPADA UTUSAN ABDUL QOIS UNTUK MENJAGA IMAN.

dari Abu Jamrah berkata saya pernah menjadi penerjemah antara Ibnu 'Abbas dan orang-orang, katanya; sesungguhnya telah tiba rombongan utusan Abdul Qais menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Utusan siapakah ini atau kaum manakah ini?" Utusan itu menjawab: "Rabi'ah". Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Selamat tiba kaum atau para utusan dengan sukarela dan tanpa menyesal". Para utusan berkata: "Wahai Rasulullah kami tiba dari perjalanan yang jauh sementara diantara kampung kami dan engkau ada kampung kaum kafir (suku) Mudlor, dan kami tidak sanggup untuk mendatangi engkau kecuali di bulan suci. Ajarkanlah kami dengan satu perintah yang jelas, yang sanggup kami amalkan dan kami ajarkan kepada orang-orang di kampung kami dan dengan begitu kami sanggup masuk surga." Lalu mereka bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam perihal minuman. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan mereka dengan empat hal dan melarang dari empat hal, memerintahkan mereka untuk beriman kepada Allah satu-satunya, dia berkata: "Tahukah kalian apa arti beriman kepada Allah satu-satunya?" Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: "Persaksian tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad ialah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan dan kalian mengeluarkan seperlima dari harta rampasan perang". Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang mereka dari empat perkara, yaitu dari meminum dari al hantam, ad Dubbaa` dan al Muzaffaat. Syu'bah menerangkan; terkadang dia menyebutkan an naqir dan terkadang muqoyyir (bukan naqir). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "jagalah semuanya dan beritahukanlah kepada orang-orang di kampung kalian".  BUKHARI NO. 85


BEPERGIAN UNTUK MENCARI JAWABAN ATAS PERMASALAHAN YANG TERJADI

dari 'Uqbah bin Al Harits; sesungguhnya dia menikahi seorang perempuan putri Ibnu Ihab bin 'Aziz. Lalu datanglah seorang perempuan dan berkata: "Aku pernah menyusui 'Uqbah dan perempuan yang dinikahinya itu". Maka 'Uqbah berkata kepada perempuan itu: "Aku tidak tahu kalau kau pernah menyusuiku dan kau tidak memberitahu aku." Maka 'Uqbah mengendarai kendaraannya menemui Rasul shallallahu 'alaihi wasallam di Madinah dan memberikan masalahnya. Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "harus bagaimana lagi, sedangkan dia sudah mengatakannya". Maka 'Uqbah menceraikannya dan menikah dengan perempuan yang lain. BUKHARI NO. 86


BERGANTIAN MENCARI ILMU

dari Az Zuhri. Menurut jalur yang lainnya; Abu Abdullah berkata; dan berkata Ibnu Wahb; telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin Abdullah bin Abu Tsaur dari Abdullah bin 'Abbas dari Umar berkata: Aku dan tetatidaku dari Anshar berada di desa Banu Umayyah bin Zaid dia termasuk orang kepercayaan di Madinah, kami saling bergantian menimba ilmu dari Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, sehari saya yang menemui Beliau shallallahu 'alaihi wasallam dan hari lain dia yang menemui Beliau shallallahu 'alaihi wasallam, Jika giliranku tiba, saya menanyakan seputar wahyu yang turun hari itu dan kasus lainnya. Dan bila giliran tetatidaku tiba, ia pun melaksanakan hal yang sama. Ketika hari giliran tetatidaku tiba, dia tiba kepadaku dengan mengetuk pintuku dengan sangat keras, seraya berkata: "Apakah dia ada disana?" Maka saya kaget dan keluar menemuinya. Dia berkata: "Telah terjadi problem yang gawat!". Umar berkata: "Aku pergi menemui Hafshah, dan ternyata dia sedang menangis, saya bertanya kepadanya: "Apakah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menceraikanmu?" Hafshah menjawab: "Aku tidak tahu". Maka saya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sambil berdiri saya tanyakan: "Apakah engkau menceraikan istri-istri engkau?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak". Maka saya ucapkan: "Allah Maha Besar". BUKHARI 87


MARAH KETIKA MEMBERI NASEHAT DAN MENGAJAR JIKA MELIHAT SESUATU YANG DI BENCI 

dari Abu Al Mas'ud Al Anshari berkata, seorang sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, saya hampir tidak sanggup shalat yang dipimpin seseorang dengan bacaannya yang panjang." Maka saya belum pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi peringatan dengan lebih murka dari yang disampaikannya hari itu seraya bersabda: "Wahai manusia, kalian menciptakan orang lari menjauh. Maka barangsiapa shalat mengimami orang-orang ringankanlah. Karena diantara mereka ada orang sakit, orang lemah dan orang yang punya keperluan". BUKHARI NO. 88

dari Zaid bin Khalid Al Juhani bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya oleh seseorang perihal barang temuan, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kenalilah tali pengikatnya, atau Beliau berkata; kantong dan tutupnya, kemudian umumkan selama satu tahun, setelah itu pergunakanlah. Jika tiba pemiliknya maka berikanlah kepadanya". Orang itu bertanya: "Bagaimana dengan orang yang menemukan unta?" Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam murka hingga nampak merah mukanya, kemudian berkata: "apa urusanmu dengan unta itu, sedang dia selalu membawa air di perutnya, bersepatu sehingga sanggup hilir pulang kampung mencari minum dan makan rerumputan, maka biarkanlah dia hingga pemiliknya tiba mengambilnya". Orang itu bertanya lagi perihal menemukan kambing, maka Beliau menjawab: "Itu untuk kau atau saudaramu atau serigala". BUKHARI NO. 89

dari Abu Musa berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya perihal sesuatu yang Beliau tidak suka, ketika terus ditanya, Beliau murka kemudian berkata kepada orang-orang: "Bertanyalah kepadaku sesuka kalian". Maka seseorang bertanya: "Siapakah bapakku?" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Bapakmu ialah Hudzafah". Yang lain bertanya: "Siapakah bapakku wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?: "Bapakmu Salim, sahaya Syaibah" Ketika Umar melihat apa yang ada pada wajah Beliau, dia berkata: "Wahai Rasulullah, kami bertaubat kepada Allah 'azza wajalla". BUKHARI NO. 90


ORANG YANG BERSIMPUH/ BERLUTUT KEPADA IMAM ATAU AHLI HADITS

dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar, kemudian Abdullah bin Hudzafah menghadap kepadanya dan berkata: "Siapakah bapakku?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Bapakmu Hudzaafah". Ketika semakin banyak pertanyaan, Nabi bersabda: "Bertanyalah kalian kepadaku?" Maka Umar turun berlutut seraya berkata: "Kami ridla Allah sebagai Rabb kami, Islam sebagai agama kami dan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sebagai Nabi Kami." Maka Abdullah bin Hudzafah terdiam. BUKHARI NO. 91


 MENGULANG HADITS HINGGA TIGA KALI AGAR DAPAT DI PAHAMI

dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila memberi salam, diucapkannya tiga kali dan bila berbicara dengan satu kalimat diulangnya tiga kali. BUKHARI NO. 92

dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila berbicara diulangnya tiga kali hingga sanggup dipahami dan bila mendatangi kaum, Beliau memberi salam tiga kali. BUKHARI NO. 93

dari Abdullah bin 'Amru berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan, hingga Beliau mendapatkan kami sementara waktu shalat sudah hampir habis, yaitu shalat Ashar, maka kami berwudlu' dengan hanya mengusap kaki kami. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berseru dengan bunyi yang keras: "celakalah bagi tumit-tumit yang tidak berair akan masuk neraka." Diserukannya hingga dua atau tiga kali. BUKHARI NO. 94


MEENGAJARKAN ILMU KEPADA HAMBA SAHAYA DAN KELUARGANYA

Abu Burdah dari bapaknya berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Ada tiga orang yang akan menerima pahala dua kali; seseorang dari Ahlul Kitab yang beriman kepada Nabinya dan beriman kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan seorang hamba sahaya yang menunaikan hak Allah dan hak tuannya. Dan seseorang yang mempunyai hamba sahaya perempuan kemudian dia memperlakukannya dengan baik, mendidiknya dengan baik, dan mengajarkan kepadanya dengan sebaik-baik pengajaran, kemudian membebaskannya dan menikahinya, maka baginya dua pahala". Berkata 'Amir: "Aku berikan permasalahan ini kepadamu tanpa imbalan, dan sungguh telah ditempuh untuk memperolehnya dengan menuju Madinah". BUKHARI NO. 95


PEMIMPIN MEMBERIKAN NASEHAT DAN PENGAJARAN KEPADA WANITA.

dari Ayyub berkata; saya mendengar 'Atho' berkata; saya mendengar Ibnu 'Abbas berkata: saya menyaksikan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -sedang berdasarkan 'Atho', dia berkata; saya menyaksikan Ibnu 'Abbas berkata; - bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar bersama Bilal, alasannya dia (Rasulullah) merasa bahwa (khutbahnya) tidak sanggup didengar (oleh kaum perempuan alasannya kejauhan), - maka Nabi memberi pelajaran kepada para perempuan dan memerintahkan untuk bersedekah, maka seorang perempuan memperlihatkan anting dan cincin emasnya, dan Bilal memasukkannya ke ujung pakaiannya. Berkata Abu Abdullah; dan Isma'il berkata; dari Ayyub dari 'Atho', dan dia berkata; dari Ibnu 'Abbas bahwa ia bersaksi terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. BUKHARI NO. 96


 ANTUSIAS UNTUK MENCARI HADITS

dari Abu Hurairah, bahwa dia berkata: ditanyakan (kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa'atmu pada hari kiamat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan kasus ini, alasannya saya lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa'atku pada hari final zaman ialah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan nrimo dari hatinya atau jiwanya". BUKHARI NO. 97


CARA DI CABUTNYA ILMU

dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka insan akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan". Berkata Al Firabri Telah menceritakan kepada kami 'Abbas berkata, Telah menceritakan kepada kami Qutaibah Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Hisyam mirip ini juga. BUKHARI NO. 98


PERLUKAN UNTUK MENENTUKAN HARI TERTENTU UNTUK MENGAJARKAN ILMU KEPADA KAUM WANITA.

dari Abu Sa'id Al Khudri; kaum perempuan berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "kaum lelaki telah mengalahkan kami untuk bertemu dengan engkau, maka berilah kami satu hari untuk bermajelis dengan diri tuan" Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berjanji kepada mereka satu untuk bertemu mereka, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi pelajaran dan memerintahkan kepada mereka, diantara yang disampaikannya adalah: "Tidak seorangpun dari kalian yang didahului oleh tiga orang dari anaknya kecuali akan menjadi tabir bagi dirinya dari neraka". Berkata seseorang: "bagaimana kalau dua orang?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Juga dua". Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, Telah menceritakan kepada kami Ghundar berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abdurrahman Al Ashbahani dari Dzakwan dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan dengan sanad mirip ini dari Abdurrahman Al Ashbahani berkata; saya mendengar Abu Hazm dari Abu Hurairah berkata: "Tiga orang yang belum baligh". BUKHARI NO. 99


SIAPA YANG MENDENGAR SESUATU NAMUN BELUM DIPAHAMINYA HENDAKLAH KEMBALI (MENDENGARKAN) SAMPAI MENGERTI.

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam berkata, telah mengabarkan kepada kami Nafi' bin Umar berkata, telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah bahwa Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah mendengar sesuatu yang tidak dia mengerti kecuali menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga dia mengerti, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Siapa yang dihisab berarti dia disiksa" Aisyah berkata: maka saya bertanya kepada Nabi: "Bukankah Allah Ta'ala berfirman: "Kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan" Aisyah berkata: Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang dimaksud itu ialah pemaparan (amalan). Akan tetapi barangsiapa yang didebat hisabnya pasti celaka". BUKHARI NO. 100


ORANG YANG MENDENGAR HENDAKNYA IA MENYAMPAIKAN ILMU KEPADA YANG TIDAK HADIR.

dari Abu Syuraih bahwa dia berkata kepada 'Amru bin Sa'id ketika dia mengutus rombongan ke Makkah, "Wahai amir, izinkan saya memberikan satu problem yang pernah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sampaikan dalam khutbahnya ketika pembebasan Makkah. Kedua telingaku mendengar, hatiku merasakannya dan kedua mataku melihat, dia memuji Allah dan mensucikan Allah seraya bersabda: 'Sesungguhnya Makkah, Allah telah mensucikannya dan orang-orang (Musyrikin Makkah) tidak mensucikannya. Maka tidak halal bagi setiap orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menumpahkan darah di dalamnya, dan dilarang mencabut pepohonan di dalamnya. Jika seseorang minta dispensasi alasannya peperangan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di dalamnya maka katakanlah 'sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengizinkan Rasul-Nya dan tidak mengizinkan kepada kalian.' Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengizinkanku pada satu ketika pada siang hari kemudian dikembalikan kesuciannya hari ini sebagaimana disucikannya sebelumnya. Maka hendaklah yang hadir memberikan kepada yang tidak hadir." Maka dikatakan kepada Abu Syuraij, "Apa yang dikatakan 'Amru?" Dia berkata, "Aku lebih mengetahui daripadamu wahai Abu Syuraij: "Beliau tidak akan melindungi orang yang bermaksiat, orang yang menumpahkan darah dan orang yang mencuri." BUKHARI NO. 101

 dari Abu Bakrah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan: "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, Muhammad berkata; menurutku dia mengatakan, "dan kehormatan kalian ialah haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di bulan kalian ini. Hendaklah yang hadir memberikan kepada yang tidak hadir." Dan Muhammad berkata, "Benarlah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mirip apa yang disabdakannya, 'Bukankah saya telah menyampaikannya? ' dia ulangi hingga dua kali. BUKHARI NO. 102


 DOSA ORANG YANG BERDUSTA ATAS NAMA RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASSALAM.

Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Al Ja'd berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepadaku Manshur berkata, saya mendengar Rib'i bin Jirasy berkata, saya mendengar 'Ali berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian berdusta terhadapku (atas namaku), alasannya barangsiapa berduasta terhadapku dia akan masuk neraka." BUKHARI NO. 103

dari 'Amir bin 'Abdullah bin Az Zubair dari Bapaknya berkata, "Aku berkata kepada Az Zubair, "Aku belum pernah mendengar kau membicarakan sesuatu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana orang-orang lain membicarakannya?" Az Zubair menjawab, "Aku tidak pernah berpisah dengan beliau, saya mendengar dia mengatakan: "Barangsiapa berdusta terhadapku maka hendaklah ia persiapkan daerah duduknya di neraka." BUKHARI NO. 104

dari 'Abdul 'Aziz berkata, Anas berkata, "Sesungguhnya yang mencegahku untuk memberikan kepada kalian banyak hadits ialah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: "Barangsiapa sengaja berdusta terhadapku (atas namaku), maka hendaklah ia persiapkan daerah duduknya di neraka." BUKHARI NO. 105

dari Salamah berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berkata tentangku yang tidak pernah saya katakan, maka hendaklah ia persiapkan daerah duduknya di neraka." BUKHARI NO. 106

dari Abu Hurairah ia berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berikanlah nama dengan namaku dan jangan dengan julukanku. Karena barangsiapa melihatku dalam mimpinya sungguh dia benar-benar telah melihatku, alasannya setan tidak sanggup mirip bentukku. Dan barangsiapa berdusta terhadapku, maka hendaklah ia persiapkan daerah duduknya dalam neraka." BUKHARI NO. 107


PENULISAN ILMU

dari Abu Juhaifah berkata, "Aku bertanya kepada 'Ali bin Abu Thalib, "Apakah kalian mempunyai kitab?" ia menjawab, "Tidak, kecuali Kitabullah atau pemahaman yang diberikan kepada seorang Muslim, atau apa yang ada pada lembaran ini." Aku katakan, "Apa yang ada dalam lembaran ini?" Dia menjawab, "Tebusan, membebaskan tawanan, dan jangan hingga seorang Muslim dibunuh demi membela seorang kafir." BUKHARI NO. 108

 dari Abu Hurairah, bahwa suku Khaza'ah telah membunuh seorang pria dari Bani Laits ketika hari pembebasan Makkah, sebagai jawaban terbunuhnya seorang pria dari mereka (suku Laits). Peristiwa itu kemudian disampaikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia kemudian naik kendaraannya dan berkhutbah: "Sesungguhnya Allah telah membebaskan Makkah dari pembunuhan, atau pasukan gajah." Abu Ubaidullah berkata, "Demikian Abu Nu'aim menyebutkannya, mereka ragu antara 'pembunuhan' dan 'gajah'. Sedangkan yang lain berkata, "Gajah. Lalu Allah memenangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan kaum Mukminin atas mereka. Beliau bersabda: "Ketahuilah tanah Makkah tidaklah halal bagi seorangpun baik sebelumku atau sesudahku, ketahuilah bahwa sesungguhnya ia pernah menjadi halal buatku sesaat di suatu hari. Ketahuilah, dan pada ketika ini ia telah menjadi haram; durinya dilarang dipotong, pohonnya dilarang ditebang, barang temuannya dilarang diambil kecuali untuk diumumkan dan dicari pemiliknya. Maka barangsiapa dibunuh, dia akan mendapatkan satu dari dua kebaikan; meminta tebusan atau meminta jawaban dari keluarga korban." Lalu tiba seorang penduduk Yaman dan berkata, "Wahai Rasulullah, tuliskanlah buatku?" dia kemudian bersabda: "Tuliskanlah untuk Abu fulan." Seorang pria Quraisy kemudian berkata, "Kecuali pohon Idzhir wahai Rasulullah, alasannya pohon itu kami gunakan di rumah kami dan di kuburan kami." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kecuali pohon Idzhir, kecuali pohon Idzhir." Lalu dikatakan kepada Abu Abdullah, "Apa yang dituliskan untuknya?" Ia menjawab, "Khutbah tadi." BUKHARI NO. 109

Wahhab bin Munabbih dari saudaranya berkata, saya mendengar Abu Hurairah berkata, "Tidaklah ada seorangpun dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang lebih banyak haditsnya dibandingkan aku, kecuali 'Abdullah bin 'Amru. Sebab ia sanggup menulis sedang saya tidak." Ma'mar juga meriwayatkan dari Hammam dari Abu Hurairah." BUKHARI NO. 110

dari Ibnu 'Abbas berkata, "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertambah parah sakitnya, dia bersabda: "Berikan saya surat biar saya tuliskan sesuatu untuk kalian sehingga kalian tidak akan sesat setelahku." Umar berkata, "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semakin berat sakitnya dan di sisi kami ada Kitabullah, yang cukup buat kami. Kemudian orang-orang berselisih dan timbul bunyi gaduh, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pergilah kalian menjauh dariku, tidak pantas terjadi perdebatan di hadapanku." Maka Ibnu 'Abbas keluar seraya berkata, "Sungguh petaka segala petaka ialah apa yang menghalangi antara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan niat dia menuliskan untuk mereka catatan tersebut, alasannya perselisihan dan perdebatan mereka." BUKHARI NO. 111


MENYAMPAIKAN ILMU DAN PEMBELAJARAN DI MALAM HARI.

dari Ummu Salamah berkata, "Pada suatu malam Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terbangun kemudian bersabda: "Subhaanallah (Maha suci Allah), fitnah apakah yang diturunkan pada malam ini? Dan apa yang dibuka dari dua perbendaharaan (Ramawi dan Parsi)? Bangunlah wahai orang-orang yang ada di balik dinding (kamar-kamar), alasannya betapa banyak orang hidup menikmati nikmat-nikmat dari Allah di dunia ini namun akan telanjang nanti di darul abadi (tidak mendapatkan kebaikan)." BUKHARI NO. 112


MEMBICARAKAN ILMU SEBELUM TIDUR

dari Salim dan Abu Bakar bin Sulaiman bin Abu Hatsmah bahwa 'Abdullah bin 'Umar berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat Isya' bersama kami di final hayatnya. Setelah selesai memberi salam dia berdiri dan bersabda: "Tidakkah kalian perhatikan malam kalian ini?. Sesungguhnya pada setiap penghujung seratus tahun darinya tidak akan tersisa seorangpun dari muka bumi ini." BUKHARI NO. 113


 dari Ibnu 'Abbas berkata, "Aku bermalam di rumah bibiku (Maimunah binti Al Harits), isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan ketika itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersamanya alasannya memang menjadi gilirannya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat isya`, kemudian dia pulang ke rumahnya dan shalat empat rakaat, kemudian tidur dan bangkit lagi untuk shalat." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Si anak kecil sudah tidur (maksudnya Ibnu Abbas) -atau kalimat yang semisal itu-, kemudian dia bangkit shalat. Kemudian saya bangkit dan berdiri si sisi kirinya, dia kemudian menempatkan saya di kanannya. Setelah itu dia shalat lima rakaat, kemudian shalat dua rakaat, kemudian tidur hingga saya mendengar dengkurannya, kemudian dia keluar untuk melaksanakan shalat subuh." BUKHARI NO. 114


MENGHAPAL ILMU

dari Abu Hurairah berkata, "Sesungguhnya orang-orang mengatakan, "Abu Hurairah ialah yang paling banyak (menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam), kalau bukan alasannya dua ayat dalam Kitabullah saya tidak akan menyampaikannya." Lalu dia membaca ayat: '(Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa klarifikasi dan petunjuk) ' ……hingga final ayat.. '(Allah Maha Penyayang) ' (Qs. Al Baqarah: 159-160). Sesungguhnya saudara-saudara kita dari kalangan Muhajirin, mereka disibukkan dengan perdagangan di pasar-pasar, dan saudara-saudara kita dari kalangan Anshar, mereka disibukkan dengan pekerjaan mereka dalam mengurus harta mereka. sementara Abu Hurairah selalu menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan lapar, ia selalu hadir ketika orang-orang tidak sanggup hadir, dan ia sanggup menghafal ketika orang-orang tidak sanggup menghafalnya." BUKHARI NO. 115

dari Abu Hurairah berkata "Aku berkata, "Wahai Rasulullah, saya telah mendengar dari tuan banyak hadits namun saya lupa. Beliau kemudian bersabda: "Hamparkanlah selendangmu." Maka saya menghamparkannya, dia kemudian (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, kemudian bersabda: "Ambillah." Aku pun mengambilnya, maka semenjak itu saya tidak pernah lupa lagi." Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi mirip ini, atau dia berkata, "Menuangkan ke dalam tangannya." BUKHARI NO. 11

dari Abu Hurairah berkata, "Aku menyimpan ilmu (hadits) dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada dua wadah. Yang satu saya sebarkan dan sampaikan, yang satu lagi sekiranya saya sampaikan maka akan terputuslah tenggorakan ini." BUKHARI NO. 117


DIAM UNTUK MENDENGARKAN ULAMA

dari Jarir, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya ketika dia diminta untuk memberi nasihat kepada orang-orang waktu haji wada' "Janganlah kalian kembali menjadi kafir, sehingga kalian saling membunuh satu sama lain." BUKHARI NO. 118


ANJURAN SEORANG ALIM, BILA DITANYA TENTANG SIAPA YANG LEBIH MENGETAHUI, HENDAKLAH MENGEMBALIKAN ILMU KEPADA ALLAH.

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami 'Amru berkata, telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Jubair berkata, saya berkata kepada Ibnu 'Abbas, "Sesungguhnya Nauf Al Bakali menganggap bahwa Musa bukanlah Musa Bani Isra'il, tapi Musa yang lain." Ibnu Abbas kemudian berkata, "Musuh Allah itu berdusta, sungguh Ubay bin Ka'b telah menceritakan kepada kami dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Musa Nabi Allah berdiri di hadapan Bani Isra'il memperlihatkan khutbah, kemudian dia ditanya: "Siapakah orang yang paling pandai?" Musa menjawab: "Aku." Maka Allah Ta'ala mencelanya alasannya dia tidak diberi pengetahuan perihal itu. Lalu Allah Ta'ala memahyukan kepadanya: "Ada seorang hamba di antara hamba-Ku yang tinggal di pertemuan antara dua lautan lebih berakal darimu." Lalu Musa berkata, "Wahai Rabb, bagaimana saya sanggup bertemu dengannya?" Maka dikatakan padanya: "Bawalah ikan dalam keranjang, bila nanti kau kehilangan ikan itu, maka itulah petunjuknya." Lalu berangkatlah Musa bersama pelayannya yang berjulukan Yusya' bin Nun, dan keduanya membawa ikan dalam keranjang hingga keduanya hingga pada watu besar. Lalu keduanya meletakkan kepalanya di atas watu dan tidur. Kemudian keluarlah ikan itu dari keranjang (lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke bahari itu) ' (Qs. Al Kahfi: 61). Kejadian ini mengherankan Musa dan muridnya, maka keduanya melanjutkan sisa malam dan hari perjalannannya. Hingga pada suatu pagi Musa berkata kepada pelayannya, '(Bawalah kemari masakan kita, sesungguhnya kita telah merasa lelah alasannya perjalanan kita ini) ' (Qs. Al Kahfi: 62). Musa tidak mencicipi kelelahan kecuali setelah hingga pada daerah yang dituju sebagaimana diperintahkan. Maka muridnya berkata kepadanya: '(Tahukah kau ketika kita mencari daerah berlindung di watu tadi? Sesungguhnya saya lupa menceritakan ikan itu. Dan tidaklah yang melupakan saya ini kecuali setan) ' (Qs. Al Kahfi: 63). Musa kemudian berkata: '(Itulah daerah yang kita cari. Lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula) ' (Qs. Al Kahfi: 64). Ketika keduanya hingga di watu tersebut, didapatinya ada seorang pria mengenakan pakaian yang lebar, Musa lantas memberi salam. Khidlir kemudian berkata, "Bagaimana cara salam di tempatmu?" Musa menjawab, "Aku ialah Musa." Khidlir balik bertanya, "Musa Bani Isra'il?" Musa menjawab, "Benar." Musa kemudian berkata: '(Bolehkah saya mengikutimu supaya kau mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?) ' Khidlir menjawab: "Sesungguhnya kau sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama Aku) ' (Qs. Al Kahfi: 66-67). Khidlir melanjutkan ucapannya, "Wahai Musa, saya mempunyai ilmu dari ilmunya Allah yang Dia mangajarkan kepadaku yang kau tidak tahu, dan kau juga punya ilmu yang diajarkan-Nya yang saya juga tidak tahu." Musa berkata: '(Insya Allah kau akan mendapati saya sebagai orang yang sabar, dan saya tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun) ' (Qs. Al Kahfi: 69). Maka keduanya berjalan kaki di tepi pantai sementara keduanya tidak mempunyai perahu, kemudian melintaslah sebuah bahtera kapal. Mereka berbicara biar orang-orang yang ada di bahtera itu mau membawa keduanya. Karena Khidlir telah dikenali maka mereka pun membawa keduanya dengan tanpa bayaran. Kemudian tiba burung kecil hinggap di sisi bahtera mematuk-matuk di air bahari untuk minum dengan satu atau dua kali patukan. Khidlir kemudian berkata, "Wahai Musa, ilmuku dan ilmumu bila dibandingkan dengan ilmu Allah tidaklah seberapa kecuali mirip patukan burung ini di air lautan." Kemudian Khidlir sengaja mengambil papan bahtera kemudian merusaknya. Musa pun berkata, "Mereka telah membawa kita dengan tanpa bayaran, tapi kenapa kau merusaknya untuk menenggelamkan penumpangnya?" Khidlir berkata: '(Bukankah saya telah berkata, "Sesungguhnya kau sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku) ' Musa menjawab: '(Janganlah kau menghukum saya alasannya kelupaanku dan janganlah kau membebani saya dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku) ' (Qs. Al Kahfi: 72-73). Kejadian pertama ini alasannya Musa terlupa. Kemudian keduanya pergi hingga bertemu dengan anak kecil yang sedang bermain dengan dua temannya. Khidlir kemudian memegang kepala anak itu, mengangkat dan membantingnya hingga mati. Maka Musa pun bertanya: '(Mengapa kau membunuh jiwa yang bersih, bukan alasannya dia membunuh orang lain?) ' (Qs. Al Kahfi: 74). Khidlir menjawab: '(Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kau tidak akan sanggup sabar bersamaku?) ' (Qs. Al Kahfi: 75). Ibnu 'Uyainah berkata, "Ini ialah sebuah penegasan. '(Maka keduanya berjalan hingga tatkala keduanya hingga kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka. Kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh. Maka Khidlir menegakkan dinding itu) ' (Qs. Al Kahfi: 77). Rasulullah meneruskan ceritanya: "Khidlir melakukannya dengan tangannya sendiri. Lalu Musa berkata, '(Jikalau kau mau, pasti kau mengambil upah untuk itu. Khidlir menjawab, "Inilah ketika perpisahan antara saya dan kamu) ' (Qs. Al Kahfi: 77-78). Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semoga Allah merahmati Musa. Kita sangat berharap sekiranya Musa sanggup sabar sehingga akan banyak kisah yang sanggup kita dengar perihal keduanya." BUKHARI NO. 119


BERTANYA SAMBIL BERDIRI KEPADA SEORANG ALIM YANG SEDANG DUDUK.

dari Abu Musa berkata, "Seorang pria tiba menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang disebut dengan perang fi sabilillah (di jalan Allah)? Sebab di antara kami ada yang berperang alasannya murka dan ada yang alasannya semangat?" Beliau kemudian mengangkat kepalanya ke arah orang yang bertanya, dan tidaklah dia angkat kepalanya kecuali alasannya orang yang bertanya itu berdiri. Beliau kemudian menjawab: "Barangsiapa berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka dia perperang di jalan Allah 'azza wajalla." BUKHARI NO. 120


BERTANYA DAN MEMBERIKAN FATWA KETIKA MELEMPAR JUMRAH.

dari 'Abdullah bin 'Amru berkata, "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di sisi jumrah sedang ditanya. Seorang pria bertanya, "Wahai Rasulullah, saya menyembelih binatang sebelum saya melempar?" Beliau kemudian bersabda: "Melemparlah sekarang, dan kau tidak dosa." Kemudian tiba orang lain dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya telah mencukur rambut sebelum saya menyembelih?" Beliau menjawab: "Sembelihlah sekarang, tidak kau tidak berdosa." Dan tidaklah dia ditanya perihal sesuatu yang dikerjakan lebih dahulu atau sesuatu yang diakhirkan dalam mengerjakannya kecuali menjawab: "Lakukanlah dan tidak dosa." BUKHARI NO. 121


FIRMAN ALLAH TAALA : ... DAN TIDAKLAH KALIAN DIBERI ILMU KECUALI SEDIKIT.

dari 'Abdullah berkata, "Ketika saya berjalan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di sekitar pinggiran Kota Madinah, ketika itu dia membawa tongkat dari batang pohon kurma. Beliau kemudian melewati sekumpulan orang Yahudi, maka sesama mereka saling berkata, "Tanyakanlah kepadanya perihal ruh!" Sebagian yang lain berkata, "Janganlah kalian bertanya kepadanya khawatir ia akan menjawab dengan suatu yang kalian benci." Lalu sebagian yang lain berkata, "Sungguh, kami benar-benar akan bertanya kepadanya." Maka berdirilah seorang pria dari mereka seraya bertanya, "Wahai Abul Qasim, ruh itu apa?" Beliau diam. Maka saya pun bergumam, "Sesungguhnya dia sedang mendapatkan wahyu." Ketika wahyu selesai turun kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia pun membaca: '(Dan mereka bertanya kepadamu perihal ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Rabbku, dan tidaklah mereka diberi pengetahuan melainkan sedikit) ' (Qs. Al Israa`: 85). Al A'masy berkata, "Seperti inilah dalam qira`ah kami." BUKHARI NO. 122


MENINGGALKAN SEBAGIAN IKHTIAR KARENA KHAWATIR SEBAGAI MANUSIA TIDAK MEMAHAMINYA SEHINGGA MELAKUKAN KESALAHAN YANG LEBIH BESAR. 

dari Al Aswad berkata, Ibnu Az Zubair berkata kepadaku, " 'Aisyah banyak merahasiakan (hadits) kepadamu. Apa yang pernah dibicarakannya kepadamu perihal Ka'bah?" Aku berkata, "Aisyah berkata kepadaku, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadaku: "Wahai 'Aisyah, kalau bukan alasannya kaummu masih erat zaman mereka, Az Zubair menyebutkan, "Dengan kekufuran, maka Ka'bah akan saya rubah, kemudian saya buat dua pintu untuk orang-orang masuk dan satu untuk mereka keluar." Di kemudian hari hal ini dilaksanakan oleh Ibnu Zubair." BUKHARI NO. 123


 MENGKHUSUSKAN SEBAGIAN ILMU KEPADA SEBAGIAN ORANG KARENA KHAWATIR YANG LAINNYA TIDAK MEMAHAMI.

Dan Ali berkata, "Berbicaralah dengan insan sesuai dengan kadar pemahaman mereka, apakah kalian ingin bila Allah dan rasul-Nya didustakan?"

BUKHARI NO. 124

 telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menunggang kendaraan sementara Mu'adz membonceng di belakangnya. Beliau kemudian bersabda: "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, saya penuhi panggilanmu." Beliau memanggil kembali: "Wahai Mu'adz!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, saya penuhi panggilanmu." Hal itu hingga terulang tiga kali, dia lantas bersabda: "Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad ialah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka." Mu'adz kemudian bertanya, "Apakah boleh saya memberitahukan hal itu kepada orang, sehingga mereka bergembira dengannya?" Beliau menjawab: "Nanti mereka jadi malas (untuk beramal)." Mu'adz kemudian memberikan hadits itu ketika dirinya akan meninggal alasannya takut dari dosa." BUKHARI NO. 125

telah menceritakan kepada kami Mu'tamir berkata, saya mendengar Bapakku berkata, saya mendengar Anas bin Malik berkata, "Disebutkan kepadaku bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepada Mu'adz bin Jabal: "Barangsiapa berjumpa Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, maka dia akan masuk surga." Mu'adz bertanya, "Bolehkan bila itu saya sampaikan kepada manusia?" Beliau menjawab: "Jangan, alasannya saya khawatir mereka akan jadi malas (untuk beramal)." BUKHARI NO. 126


MALU DALAM (MENUNTUT) ILMU

dari Ummu Salamah ia berkata, "Ummu Sulaim tiba menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dalam kasus yang hak. Apakah bagi perempuan wajib mandi bila ia bermimpi?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ya, bila dia melihat air." Ummu Salamah kemudian menutupi wajahnya seraya bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah seorang perempuan itu bermimpi?" Beliau menjawab: "Ya. Celaka kamu. (jika tidak) Lantas dari mana datangnya kemiripan seorang anak itu?" BUKHARI NO. 127

dari 'Abdullah bin 'Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di antara pohon-pohon ada satu pohon yang tidak jatuh daunnya, dan itu ialah perumpamaan bagi seorang Muslim. Ceritakan kepadaku pohon apakah itu?" Maka orang-orang menganggapnya sebagai pohon-pohon yang ada di lembah, sedangkan berdasarkan perkiraanku bahwa itu ialah pohon kurma." 'Abdullah berkata, "Tetapi saya malu (untuk mengungkapkannya). Lalu orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukan kami pohon apakah itu?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun menjawab: "Dia ialah pohon kurma." 'Abdullah berkata, "Kemudian saya ceritakan hal itu kepada bapakku, Maka bapakku berkata, "Aku lebih suka bila engkau ungkapkan ketika itu dari pada saya mempunyai begini dan begini." BUKHARI NO. 128


ORANG YANAG MALU BERTAANYA LALU MENYURUH ORANG LAIN BERTANYA

dari 'Ali bin Abu Thalib berkata, "Aku ialah seorang pria yang gampang mengeluarkan madzi, kemudian suruh Miqdad bin Al Aswad untuk menanyakan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu ia pun menanyakannya kepada beliau, dan dia menjawab: "Padanya ada kewajiban wudlu." BUKHARI NO. 129


MENYAMPAIKAN ILMU DAN FATWA DI DALAM MMASJID

telah menceritakan kepada kami Nafi' mantan budak 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab, dari 'Abdullah bin 'Umar, bahwa ada seorang pria tiba berdiri di masjid kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, dari mana Tuan memerintahkan kami untuk bertalbiyah?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian menjawab: "Bagi penduduk Madinah bertalbiyah dari Dzul Hulaifah, penduduk Syam dari Al Juhfah, dan penduduk Najed dari Qarn." Ibnu Umar berkata, "Orang-orang mengklaim bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan menyampaikan bahwa penduduk Yaman bertalbiyah dari Yalamlam." Sementara Ibnu Umar berkata, "Aku tidak yakin bahwa (yang terakhir) ini dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." BUKHARI NO. 130


MENJAWAB MELEBIHI DARI YANG DI TANYAKAN

dari Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa ada seorang pria bertanya, "Apa yang harus dikenakan oleh orang yang melaksanakan ihram?" Beliau menjawab: "Ia dilarang menggunakan baju, Imamah (surban yang dililitkan pada kepala), celana panjang, mantel, atau pakaian yang diberi minyak wangi atau za'faran. Jika dia tidak mendapatkan sandal, maka ia boleh mengenakan sepatu dengan memotongnya hingga di bawah mata kaki." BUKHARI NO. 131
LihatTutupKomentar