Hadits Pilihan Terjemahan Kitab Tabiat | Shahih Bukhari

DAN KAMI WASIATKAN MANUSIA UNTUK BERBUAT BAIK KEPADA ORANGTUA Hadits Pilihan TERJEMAHAN KITAB ADAB | SHAHIH BUKHARI

FIRMAN ALLAH "DAN KAMI WASIATKAN MANUSIA UNTUK BERBUAT BAIK KEPADA ORANGTUA"

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata; Al Walid bin 'Aizar telah mengabarkan kepadaku dia berkata; saya mendengar Abu 'Amru Asy Syaibani berkata; telah mengabarkan kepada kami pemilik rumah ini, sambil menunjuk kerumah Abdullah dia berkata; saya bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Amalan apakah yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda: "Shalat sempurna pada waktunya." Dia bertanya lagi; "Kemudian apa?" dia menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua." Dia bertanya; "Kemudian apa lagi?" dia menjawab: "Berjuang di jalan Allah." Abu 'Amru berkata; "Dia (Abdullah) telah menceritakan kepadaku semuanya, sekiranya saya menambahkan pasti dia pun akan menambahkan (amalan) tersebut kepadaku."BUKHARI NO.5513

SIAPA YANG PALING BERHAK DIGAULI DENGAN BAIK

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Jarir dari 'Umarah bin Al Qa'qa' bin Syubrumah dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang pria tiba kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak saya berbakti kepadanya?" dia menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" dia menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "kemudian siapa lagi?" dia menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" dia menjawab: "Kemudian ayahmu." Ibnu Syubrumah dan Yahya bin Ayyub berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Zur'ah hadits mirip di atas."BUKHARI NO.5514

TIDAK BERJIHAD KECUALI SEIJIN KEDUA ORANG TUA

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan dan Syu'bah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Habib dia berkata. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Habib dari Abu Al 'Abbas dari Abdullah bin 'Amru dia berkata; seorang pria berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Saya hendak ikut berjihad." Beliau kemudian bersabda: "Apakah kau masih mempunyai kedua orang tua?" dia menjawab; "Ya, masih." Beliau bersabda: "Kepada keduanya lah kau berjihad."BUKHARI NO.5515

JANGAN SESEORANG MENCELA KEDUA ORANGTUANYA

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Ayahnya dari Humaid bin Abdurrahman dari Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya termasuk dari dosa besar yakni seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri, " dia ditanya; "Kenapa hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?" dia menjawab: "Seseorang mencela (melaknat) ayah orang lain, kemudian orang tersebut membalas mencela ayah dan ibu orang yang pertama."BUKHARI NO.5516

PENGABULAN DOA ORANG YANG BERBUAT BAIK KEPADA ORANGTUA

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim bin 'Uqbah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Nafi' dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Suatu ketika tiga orang pria sedang berjalan, tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke dalam suatu gua yang terdapat di gunung. Tanpa diduga sebelumnya, ada sebongkah kerikil besar jatuh menutup verbal goa dan mengurung mereka di dalamnya. Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada temannya yang lain; 'lngat-ingatlah amal shalih yang pernah kalian lakukan hanya karena mengharap ridla Allah semata. Setelah itu, berdoa dan memohonlah pertolongan kepada Allah dengan perantaraan amal shalih tersebut, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesulitan kalian. Kemudian salah seorang dari mereka berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai dua orang renta yang sudah lanjut usia. Selain itu, saya juga mempunyai seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil. Saya menghidupi mereka dengan menggembalakan ternak. Apabila pulang dari menggembala, saya pun segera memerah susu dan saya dahulukan untuk kedua orang renta saya. Lalu saya berikan air susu tersebut kepada kedua orang renta saya sebelum saya berikan kepada bawah umur saya. Pada suatu ketika, tempat penggembalaan saya jauh, hingga saya gres pulang pada sore hari. Ternyata saya dapati kedua orang renta saya sedang tertidur pulas. Lalu, mirip biasa, saya segera memerah susu. Saya berdiri di akrab keduanya karena tidak mau membangunkan dari tidur mereka. Akan tetapi, saya juga tidak ingin memberikan air susu tersebut kepada bawah umur saya sebelum diminum oleh kedua orang renta saya, meskipun mereka, bawah umur saya, telah berkerumun di telapak kaki saya untuk meminta minum karena rasa lapar yang sangat. Keadaan tersebut saya dan bawah umur saya jalankan dengan sepenuh hati hingga terbit fajar. Ya Allah, bila Engkau tahu bahwa saya melaksanakan perbuatan tersebut hanya untuk mengharap ridla-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami hingga kami sanggup melihat langit! ' Akhirnya Allah membuka celah lubang gua tersebut, hingga mereka sanggup melihat langit. Orang yang kedua dari mereka berdiri sambil berkata; 'Ya Allah, dulu saya mempunyai seorang sepupu perempuan (anak perempuan paman) yang saya cintai sebagaimana cintanya kaum pria yang menggebu-gebu terhadap wanita. Pada suatu ketika saya pernah mengajaknya untuk berbuat mesum, tetapi ia menolak hingga saya sanggup memberinya uang seratus dinar. Setelah bersusah payah mengumpulkan uang seratus dinar, kesannya saya pun bisa memberikan uang tersebut kepadanya. Ketika saya berada diantara kedua pahanya (telah siap untuk menggaulinya), tiba-tiba ia berkata; 'Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah kau membuka cincin (menggauliku) kecuali sesudah menjadi hakmu.' Lalu saya bangun dan meninggalkannya. Ya Allah, sesungguhnya Engkau pun tahu bahwa saya melaksanakan hal itu hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu. Oleh karena itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami! ' Akhirnya Allah membukakan sedikit celah lubang lagi untuk mereka bertiga. Seorang lagi berdiri dan berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya pernah menyuruh seseorang untuk mengerjakan sawah saya dengan cara bagi hasil. Ketika ia telah menuntaskan pekerjaannya, ia pun berkata; 'Berikanlah hak saya kepada saya! ' Namun saya tidak sanggup memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel. Setelah itu, saya pun menanami sawah saya sendiri hingga hasilnya sanggup saya kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji beberapa penggembalanya. Selang berapa usang kemudian, orang yang haknya dahulu tidak saya berikan tiba kepada saya dan berkata; 'Takutlah kau kepada Allah dan janganlah berbuat zhalim terhadap hak orang lain! ' Lalu saya berkata kepada orang tersebut; 'Pergilah ke beberapa ekor sapi beserta para penggembalanya itu dan ambillah semuanya untukmu! ' Orang tersebut menjawab; 'Takutlah kepada Allah dan janganlah kau mengolok-olok saya! ' Kemudian saya katakan lagi kepadanya; 'Sungguh saya tidak bermaksud mengolok-olokmu. Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta para pengggembalanya untukmu! ' Akhirnya orang tersebut memahaminya dan membawa pergi semua sapi itu. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa yang telah saya lakukan dahulu yakni hanya untuk mencari ridla-Mu. Oleh karena itu, bukalah belahan pintu goa yang belum terbuka! ' Akhirnya Allah pun membukakan sisanya untuk mereka."BUKHARI NO.5517

DURHAKA KEPADA ORANGTUA DIANTARA DOSA BESAR

Telah menceritakan kepada kami Sa'd bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Manshur dari Al Musayyib dari Warrad dari Al Mughirah bin Syu'bah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua, tidak suka memberi namun suka meminta-minta dan mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan membenci atas kalian tiga perkara, yaitu; suka desas-desus, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta."BUKHARI NO.5518

Telah menceritakan kepadaku Ishaq telah menceritakan kepada kami Khalid Al Wasithi dari Al Jurairi dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari Ayahnya radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak maukah saya beritahukan kepada kalian sesuatu yang termasuk dari dosa besar? Kami menjawab; "Tentu wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua." -ketika itu dia tengah bersandar, kemudian duduk kemudian melanjutkan sabdanya: "Perkataan dusta dan kesaksian palsu, perkataan dusta dan kesaksian palsu." Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira dia tidak akan berhenti."BUKHARI NO.5519

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata; telah menceritakan kepadaku 'Ubaidullah bin Abu Bakr dia berkata; saya mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan ihwal dosa besar atau dia ditanya ihwal dosa besar, kemudian dia menjawab: "Menyekutukan Allah, membunuh jiwa dan durhaka kepada kedua orang tua." Lalu dia bersabda: "Maukah saya beritahukan kepada kalian yang termasuk dari dosa besar?" dia bersabda: "Perkataan dusta atau dia bersabda: "Kesaksian palsu." Syu'bah mengatakan; "Dan saya menyangka bahwa dia mengatakan; "Kesaksian palsu."BUKHARI NO.5520

TETAP MENJAGA HUBUNGAN DENGAHN ORANGTUA MUSYRIK

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Urwah telah mengabarkan kepadaku Ayahku telah mengabarkan kepadaku Asma` binti Abu Bakr radliallahu 'anhuma dia berkata; "Ibuku tiba pada masa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menemuiku dalam keadaan mengharapkan baktiku, kemudian saya bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Apakah saya boleh berafiliasi dengannya?" dia menjawab: "Ya." Ibnu 'Uyainah kemudian berkata; "Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat Allah tidak melarang kalian dari orang-orang yang tidak memerangi agama kalian (QS Al Mumtahanah; 8)."BUKHARI NO.5521

ISTERI TETAP MENJAGA HUBUNGAN IBUNYA SEKALIPUN TELAH BERSUAMI

Telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin Abdullah bahwa Abdullah bin Abbas telah mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sufyan telah mengabarkan kepadanya bahwa Heraklius pernah mengutusnya kepada Nabi, kemudian dia yaitu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kami di perintahkan (oleh Allah) untuk menegakkan shalat, bersedekah, mema'afkan dan menjaling hubungan persaudaraan."BUKHARI NO.5522

TETAP MENJAGA HUBUNGAN SAUDARA YANG MUSYRIK

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muslim telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Dinar dia berkata; saya mendengar Ibnu Umar radliallahu 'anhuma berkata; "Umar pernah melihat baju sutera yang bercorak dijual, kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah, Alangkah bagusnya seandainya Anda membelinya untuk Anda pakai berkhutbah pada hari jum'at', dan di ketika mendapatkan para utusan." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Yang menggunakan sutera ini hanyalah orang yang tidak mendapat belahan di akhirat. Tidak berapa usang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diberi seseorang beberapa helai pakaian diantaranya kain sutera. Lalu dia kirimkan sehelai kain sutera kepada 'Umar. Maka Umar bertanya; "Ya Rasulullah! Bagaimana anda menyuruhku untuk menggunakan baju sutera ini? Bukankah kemarin Anda telah berkata kepadaku ihwal baju ini?" dia menjawab: 'Aku tidak mengirimkannya kepadamu untuk kau pakai, namun untuk kau jual atau kau pakaikan kepada orang lain' Lalu Umar memberikan kain itu kepada saudaranya yang masih musyrik di kota Makkah."BUKHARI NO.5523

KEUTAMAAN SHILATU RAHIM

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Ibnu Utsman dia berkata; saya mendengar Musa bin Thalhah dari Abu Ayyub dia berkata; dia (Nabi) pernah di tanya; "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang sanggup memasukkanku ke surga." Dan telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Bahz bin Asad telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Ibnu Utsman bin Abdullah bin Mauhab dan ayahnya Utsman bin Abdullah bahwa keduanya mendengar Musa bin Thalhah dari Abu Ayyub Al Anshari radliallahu 'anhu bahwa seorang pria berkata; "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang sanggup memasukkanku ke surga." Orang-orang pun berkata; "Ada apa dengan orang ini, ada apa dengan orang ini." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Biarkanlah urusan orang ini." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melanjutkan sabdanya: "Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya, menegakkan shalat, dan membayar zakat serta menjalin tali silaturrahmi." Abu Ayyub berkata; "Ketika itu dia berada di atas kendaraannya."BUKHARI NO.5524

DOSA MEMUTUS SILATU RAHIM

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab bahwa Muhammad bin Jubair bin Muth'im berkata; bahwa Jubair bin Muth'im telah mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk nirwana orang yang memutus tali silaturrahmi."BUKHARI NO.5525

SIAPA YANG DILUASKAN REJEKINYA, KARENA SILATU RAHIM

Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Al Mundzir telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ma'an dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Sa'id bin Abu Sa'id dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin dibentangkan pintu rizki untuknya dan dipanjangkan ajalnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi."BUKHARI NO.5526

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi."BUKHARI NO.5527

SIAPA MENYAMBUNG SILATU RAHIM, ALLAH MENYAMBUNGNYA

Telah menceritakan kepadaku Bisyr bin Muhammad telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Mu'awiyah bin Abu Muzarrid dia berkata; saya mendengar pamanku Sa'id bin Yasar bercerita dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Setelah Allah membuat semua makhluk, maka rahim pun berkata; 'Inikah tempat bagi yang berlindung dari terputusnya silaturahim (Menyambung silaturahim).' Allah menjawab: 'Benar. Tidakkah kau rela sebenarnya Aku akan menyambung orang yang menyambungmu dan menetapkan yang memutuskanmu? ' Rahim menjawab; 'Tentu, wahai Rabb' Allah berfirman: 'ltulah yang kau miliki.' Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Jika kau mau, maka bacalah ayat berikut ini: Maka apakah kiranya bila kau berkuasa kau akan berbuat kerusakan di muka bumi dan menetapkan hubungan kekeluargaan? QS Muhammad: 22.BUKHARI NO.5528

Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami Sulaiman telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Sesungguhnya penamaan rahim itu diambil dari (nama Allah) Ar Rahman, kemudian Allah berfirman: Barangsiapa menyambungmu maka Akupun menyambungnya dan barangsiapa memutuskanmu maka Akupun akan memutuskannya."BUKHARI NO.5529

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Mu'awiyah bin Abu Muzarrid dari Yazid bin Ruman dari 'Urwah dari Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Ar rahim (silaturahim) yakni syijnah (daun pohon yang rindang) barangsiapa menyambungnya maka saya akan menyambungnya dan barangsiapa memutuskannya maka akupun akan memutuskannya."BUKHARI NO.5530

RAHIM DISAMBUNG ALLAH KARENA USAHA MANUSIA MENYAMBUNGNYA

Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Abbas telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Isma'il bin Abu Khalid dari Qais bin Abu Hazim dari 'Amru bin Al 'Ash dia berkata; saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam secara terperinci dan terang-terangan bersabda: "Sesungguhnya keluarga Abu (fulan) -Amru berkata; di dalam kitab putihnya Muhammad bin Ja'far- bukanlah dari para waliku (penolongku), sesungguhnya waliku yakni Allah dan orang-orang shalih dari kaum Mukminin." 'Anbasah bin Abdul Wahid menambahkan, dari Bayan dari Qais dari 'Amru bin Al 'Ash dia berkata; saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (bersabda): "Akan tetapi mereka (keluarga Abu fulan) masih mempunyai tali silaturrahmi yang saya tetap akan menyambungnya dengan tali silaturrahim itu." Abu Abdullah mengatakan; dan yang tertulis menggunakan redaksi "bibalaha (menyambungnya)." Namun yang shahih dan yang lebih pantas yakni "Bibalaaliha (menyambungnya)." Aku tidak tahu dari segimana kalimat "Bibalaha (menyambungnya) " didapatkan.BUKHARI NO.5531

MENYAMBUNG SILATU RAHIM BUKAN MENYEPADANI

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A'masy, Hasan bin 'Amru dan Fithr dari Mujahid dari Abdullah bin 'Amru, Sufyan mengatakan; Namun Al A'masy tidak merafa'kannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan Hasan dan Fithr merafa'kannya (menyambungkannya) kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia bersabda: "Orang yang menyambung silaturrahmi bukanlah orang yang memenuhi (kebutuhan) akan tetapi orang yang menyambung silaturrahmi yakni orang yang menyambungnya kembali ketika tali silaturrahmi itu sempat terputus."BUKHARI NO.5532

SUKA MENYAMBUNG SILATU RAHIM SAAT MASIH SYIRIK, LANTAS MASUK ISLAM

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Urwah bin Zubair bahwa Hakim bin Hizam telah mengabarkan kepadanya bahwa dia berkata; "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda ihwal perkara-perkara kebaikan yang pernah saya lakukan pada masa Jahiliyyah mirip menyambung tali kekerabatan, memerdekakan budak dan sedekah, apakah saya mendapatkan pahala darinya? Hakim berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Setelah kau masuk Islam, kau akan mendapatkan pahala atas kebaikan yang pernah kau lakukan." Dan dikatakan pula dari Abu Al Yaman dengan redaksi "Atahannatsu (telah saya kerjakan), begitu juga Ma'mar, Shalih dan Ibnu Musafir menggunakan redaksi "atahannatsu (telah saya kerjakan)." Ibnu Ishaq mengatakan; "at tahannatsu wat tabarraru (telah saya kerjakan dan berbuat baik)." Hal ini diperkuat juga oleh Hisyam dari Ayahnya."BUKHARI NO.5533

MEMBIARKAN ANAK PEREMPUAN HINGGA BERMAIN, MENCIUM, ATAU MENCANDAI

Telah menceritakan kepada kami Hibban telah mengabarkan kepada kami Abdullah dari Khalid bin Sa'id dari Ayahnya dari Ummu Khalid binti Khalid bin Sa'id dia berkata; saya mengunjungi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama ayahku, sedangkan saya tengah mengenakan baju berwarna kuning, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bagus, bagus." Abdullah mengatakan; "Menurut orang-orang Habsyah sanah artinya yakni hasan (bagus)." Ummu Khalid berkata; "Lalu saya beranjak untuk mempermainkan cincin kenabian beliau, maka ayahku eksklusif menghardikku, namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Biarkanlah ia." Kemudian dia bersabda: "Pakailah (kain tersebut) semoga panjang umur (tidak cepat rusak) dan pakailah semoga panjang umur dan pakailah semoga panjang umur." Abdullah berkata; "Dan pakaian tersebut masih ada bekasnya hingga ia pun menyebutkan dari sisa kain tersebut."BUKHARI NO.5534

SAYANG KEPADA ANAK, MENCIUM DAN MEMELUKNYA

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Mahdi telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Ya'qub dari Ibnu Abu Nu'm dia berkata; saya pernah menyaksikan Ibnu Umar bahwa dia ditanya seorang pria ihwal darah nyamuk, Ibnu Umar bertanya; "Dari manakah kamu?" pria itu menjawab; "Dari negeri Irak." Ibnu Umar berkata; "Lihatlah kepada orang ini, dia bertanya kepadaku ihwal darah nyamuk, sementara mereka (penduduk Irak) telah membunuh cucu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "keduanya (Hasan dan Husain) yakni kebanggaanku di dunia."BUKHARI NO.5535

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abu Bakr bahwa 'Urwah bin Zubair telah mengabarkan kepadanya bahwa Aisyah isteri nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah menceritakan kepadanya, katanya; "Seorang perempuan bersama dua anaknya pernah tiba kepadaku, dia meminta (makanan) kepadaku, namun saya tidak mempunyai sesuatu yang sanggup dimakan melainkan satu buah kurma, kemudian saya memberikan kepadanya dan membagi untuk kedua anaknya, sesudah itu perempuan tersebut berdiri dan beranjak keluar, tiba-tiba Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba dan saya pun memberitahukan insiden yang gres saya alami, dia bersabda: "Barangsiapa yang diuji sesuatu karena bawah umur perempuannya kemudian ia berlaku baik terhadap mereka maka mereka akan melindunginya dari api neraka."BUKHARI NO.5536

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Al Laits telah menceritakan kepada kami Sa'id Al Maqburi telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Sulaim telah menceritakan kepada kami Abu Qatadah dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar menemui kami, sementara Umamah binti Abu Al 'Ash berada dipundak beliau, kemudian dia mengerjakan shalat, apabila hendak ruku' dia meletakkannya dan apabila bangun dari ruku dia pun mengangkatnya kembali."BUKHARI NO.5537

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah menceritakan kepada kami Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mencium Al Hasan bin Ali sedangkan disamping dia ada Al Aqra' bin Habis At Tamimi sedang duduk, kemudian Aqra' berkata; "Sesungguhnya saya mempunyai sepuluh orang anak, namun saya tidak pernah mencium mereka sekali pun, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memandangnya dan bersabda: "Barangsiapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi."BUKHARI NO.5538

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Seorang Arab Badui tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata; "Kalian menciumi bawah umur kalian, padahal kami tidak pernah menciumi bawah umur kami." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah saya mempunyai apa yang telah Allah hilangkan dari hatimu berupa sikap kasih sayang?"BUKHARI NO.5539

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan dia berkata; telah menceritakan kepadaku Zaid bin Aslam dari Ayahnya dari Umar bin Al Khatthab radliallahu 'anhu (katanya); "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Ternyata dari tawanan tersebut ada seorang perempuan yang biasa menyusui anak kecil, apabila dia mendapatkan anak kecil dalam tawanan tersebut, maka ia akan mengambilnya dan menyusuinya, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kami: 'Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api? ' Kami menjawab; 'Sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut.' Lalu dia bersabda: 'Sungguh, kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya.'BUKHARI NO.5540

ALLAH MENCIPTA RAHMAT SERATUS BAGIAN

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi' Al Bahrani telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepada kami Sa'id bin Al Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah mengakibatkan rahmat (kasih sayang) seratus bagian, maka dipeganglah disisi-Nya sembilan puluh sembilan belahan dan diturunkan-Nya satu belahan ke bumi. Dari yang satu belahan inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sehingga seekor kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya."BUKHARI NO.5541

MEMBUNUH ANAK KARENA KHAWATIR MAKAN BERSAMANYA

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Abu Wa`il dari 'Amru bin Syurahbil dari Abdullah dia berkata; saya bertanya; Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar? Beliau menjawab: "Kamu mengakibatkan tandingan bagi Allah, padahal Dia yakni yang menciptakanmu." Kemudian apalagi?" dia bersabda: "Kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu." Dia berkata; "Kemudian apalagi?" dia bersabda: "Kamu mencinahi isteri tetanggamu sendiri." Dan Allah telah menurunkan kebenaran sabda Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam Dan orang-orang yang tidak menyeru Allah dengan tuhan-tuhan yang lain. QS Al Furqan; 68.BUKHARI NO.5542

MELETAKKAN ANAK DI PANGKUAN

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Hisyam dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Ayahku dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah meletakkan seorang bayi di pangkuannya kemudian dia mentahniknya (mengunyahkan buah kurma kemudian memasukkan ke verbal bayi) kemudian bayi itu ngompol, maka dia meminta diambilkan air dan memercikinya."BUKHARI NO.5543

MELETAKKAN ANAK DI PAHA

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami 'Arim telah menceritakan kepada kami Al Mu'tamir bin Sulaiman ia bercerita dari Ayahnya dia berkata; saya mendengar Abu Tamimah bercerita dari Abu Utsman An Nahdi, Abu Utsman bercerita dari Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengambilku dan mendudukkanku di atas pangkuannya serta meletakkan Hasan di pangkuan dia yang satu, kemudian dia mendekap keduanya dan berdo'a: "Ya Allah kasihilah keduanya karena saya mengasihi keduanya." Dan dari Ali dia berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari Abu Utsman, At Taimi berkata; "Lalu saya merasa janggal, kataku; Aku menceritakan ini dan ini namun saya sendiri tidak mendengar dari Abu Utsman, kemudian saya mengeceknya, ternyata saya mendapatinya tertulis di bukuku sebagaimana yang saya dengar."BUKHARI NO.5544

MENEPATI JANJI DIANTARA KEIMANAN

Telah menceritakan kepada kami Ubaid bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam dari Ayahnya dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Aku tidak pernah merasa cemburu kepada siapapun melebihi kecemburuanku kepada Khadijah sungguh dia telah wafat tiga tahun sebelum dia menikahiku. Menurut apa yang saya dengar dia suka menyebut-nyebutnya. Sungguh, Rabbnya telah memerintahkan kepada dia semoga memberi kabar gembira kepadanya dengan istana dari permata di surga. Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyembelih seekor kambing, maka dia suka menghadiahkannya kepada para sahabat-sahabatnya Khadijah dari pada dirinya."BUKHARI NO.5545

KEUTAMAAN MENGASUH ANAK YATIM

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdul Wahab dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abu Hazim dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ayahku dia berkata; saya mendengar Sahl bin Sa'd dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Aku dan orang yang menanggung anak yatim berada di nirwana mirip ini." Beliau mengisyaratkan dengan kedua jarinya yaitu telunjuk dan jari tengah."BUKHARI NO.5546

MENYANTUNI JANDA

Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Abdullah dia berkata; telah menceritakan kepadaku Malik dari Shafwan bin Sulaim yang merafa'kan (menyandarkannya) kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin mirip orang yang berjihad dijalan Allah atau mirip orang yang selalu berpuasa siang harinya dan selalu shalat malam pada malam harinya." Telah menceritakan kepada kami Isma'il dia berkata; telah menceritakan kepadaku Malik dari Tsaur bin Zaid Ad Daili dari Abu Al Ghaits bekas budak Ibnu Muthi' dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mirip hadits di atas.BUKHARI NO.5547

MENYANTUNI ORANG MISKIN

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Malik dari Tsaur bin Zaid dari Abu Al Ghaits dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin mirip orang yang berjihad dijalan Allah -aku mengira dia juga bersabda -(Al Qa'nabi ragu) -: Dan mirip orang yang shalat malam tidak pernah istirahat- dan mirip orang puasa tidak berbuka."BUKHARI NO.5548

MENYYANGI MANUSIA DAN JUGA HEWAN

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Abu Sulaiman Malik bin Al Huwairits dia berkata; "Kami tiba kepada Nabi Shallallahu'alaihi wasallam sedangkan waktu itu kami yakni cowok yang sebaya. Kami tinggal bersama dia selama dua puluh malam. Beliau mengira kalau kami merindukan keluarga kami, maka dia bertanya ihwal keluarga kami yang kami tinggalkan. Kami pun memberitahukannya, dia yakni seorang yang sangat penyayang dan sangat lembut. Beliau bersabda: "Pulanglah ke keluarga kalian. Tinggallah bersama mereka dan ajari mereka serta perintahkan mereka dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat. Jika telah tiba waktu shalat, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan yang paling renta dari kalian hendaknya menjadi imam kalian'."BUKHARI NO.5549

Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepadaku Malik dari Sumayya bekas budak Abu Bakr, dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada suatu ketika ada seorang pria sedang berjalan melalui suatu jalan, kemudian dia merasa sangat kehausan. Kebetulan dia menemukan sebuah sumur, maka dia turun ke sumur itu untuk minum. Setelah keluar dari sumur, dia melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan. Orang itu berkata dalam hatinya; 'Alangkah hausnya anjing itu, mirip yang gres ku alami.' Lalu dia turun kembali ke sumur, kemudian dia menciduk air dengan sepatunya, dibawanya ke atas dan diminumkannya kepada anjing itu. Maka Allah berterima kasih kepada orang itu (diterima-Nya amalnya) dan diampuni-Nya dosanya.' Para sahabat bertanya; 'Ya, Rasulullah! Dapat pahalakah kami bila menyayangi hewan-hewan ini? ' Jawab beliau: 'Ya, setiap menyayangi makhluk hidup yakni berpahala."BUKHARI NO.5550

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah berkata; "Rasulullah Shalallah 'Alaihi Wa Sallam berdiri untuk shalat dan kami ikut berdiri dengannya, di tengah-tengah shalat ada seorang Badui yang berbicara; 'Ya Allah, rahmatilah saya dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun selain kami! ' Setelah salam, Rasulullah Shalallah 'Alaihi Wa Sallam bersabda kepada orang Badui tersebut: 'Engkau telah menyempitkan sesuatu yang luas! ' Maksudnya yakni rahmat Allah."BUKHARI NO.5551

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Zakariya` dari 'Amir dia berkata; saya mendengar An Nu'man bin Basyir berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut mencicipi sakitnya)."BUKHARI NO.5552

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Tidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kemudian flora tersebut dimakan orang lain atau binatang ternak, melainkan baginya yakni sedekah."BUKHARI NO.5553

Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy dia berkata; telah menceritakan kepadaku Zaid bin Wahb dia berkata; saya mendengar Jarir bin Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Barangsiapa tidak mengasihi maka dia tidak akan di kasihi."BUKHARI NO.5554

WASIAT JIBRIL KEPADA TETANGGA

Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Abu Uwais dia berkata; telah menceritakan kepadaku Malik dari Yahya bin Sa'id dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Bakr bin Muhammad dari 'Amrah dari Aisyah radliallahu 'anha dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga saya mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris."BUKHARI NO.5555

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Minhal telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Umar bin Muhammad dari Ayahnya dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga saya mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris."BUKHARI NO.5556

DOSA SESEORANG YANG TETANGGANYA TAK MERASA AMAN DARI GANGGUANNYA

Telah menceritakan kepada kami Ashim bin Ali telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi'ib dari Sa'id dari Abu Syuraih sebenarnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah, tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman." Ditanyakan kepada beliau; "Siapa yang tidak beriman wahai Rasulullah?" dia bersabda: "Yaitu orang yang tetangganya tidak merasa kondusif dengan gangguannya." Riwayat ini dikuatkan pula oleh Syababah dan Asad bin Musa. Dan berkata Humaid bin Al Aswad, Utsman bin Umar, Abu Bakr bin 'Ayyasy dan Syu'aib bin Ishaq dari Ibnu Abu Dzi'b dari Al Maqburi dari Abu Hurairah."BUKHARI NO.5557

JANGAN SESEORANG MENGANGGAP REMEH UNTUK MEMBERI HADIAH TETANGGA

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits telah menceritakan kepada kami Sa'id yaitu Al Maqburi dari Ayahnya dari Abu Hurairah dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai para perempuan muslimah, janganlah antara tetangga yang satu dengan yang lainnya saling meremehkan walaupun hanya dengan memberi kaki kambing."BUKHARI NO.5558

SIAPA YANG BERIMN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR, JANGAN MENGGANGGU TETANGGANYA

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berimana kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia memuliakan tamunya dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berkata baik atau diam."BUKHARI NO.5559

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits dia berkata; telah menceritakan kepadaku Sa'id Al Maqburi dari Abu Syuraih Al 'Adawi dia berkata; "Saya telah mendengar dengan kedua telingaku dan melihat dengan kedua mataku ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan sabdanya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari selesai hendaknya ia memuliakan tetangganya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia memuliakan tamunya, dan menjamunya" dia bertanya; 'Apa yang dimaksud dengan menjamunya wahai Rasulullah?" dia menjawab: "yaitu pada siang dan malam harinya, bertamu itu tiga hari, lebih dari itu yakni sedekah bagi tamu tersebut." Dan dia bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia berkata dengan baik atau diam."BUKHARI NO.5560

HAK BERTETANGGA KARENA KEDEKATAN PINTU

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu 'Imran dia berkata; saya mendengar Thalhah dari Aisyah dia berkata; saya bertanya; "Wahai Rasulullah, saya mempunyai dua tetangga, kemudian manakah yang lebih saya beri hadiah terlebih dahulu?" dia menjawab: "Yang lebih akrab dengan pintu rumahmu."BUKHARI NO.5561

SETIAP KEBAIKAN ADALAH SEDEKAH

Telah menceritakan kepada kami Ali bin 'Ayasy telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan dia berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Setiap perbuatan baik yakni sedekah."BUKHARI NO.5562

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Burdah bin Abu Musa Al Asy'ari dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wajib bagi setiap muslim untuk bersedekah." Para sahabat bertanya; "Bagaimana bila ia tidak mendapatkannya? ' Beliau bersabda:: 'Berusaha dengan tangannya, sehingga ia bisa memberi manfaat untuk dirinya dan bersedekah.' Mereka bertanya; 'Bagaimana bila ia tidak bisa melakukannya? ' Beliau bersabda: 'Menolong orang yang sangat memerlukan bantuan.' Mereka bertanya; 'Bagaimana bila ia tidak bisa melakukannya? ' Beliau bersabda: 'Menyuruh untuk melaksanakan kebaikan atau bersabda; menyuruh melaksanakan yang ma'ruf' dia berkata; 'Bagaimana bila ia tidak sanggup melakukannya? ' Beliau bersabda: 'Menahan diri dari kejahatan, karena itu yakni sedekah baginya.'BUKHARI NO.5563

UCAPAN YANG BAIK

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Amru dari Khaitsamah dari 'Adi bin Hatim dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan ihwal neraka, kemudian dia meminta berlindungan darinya sambil mengusap wajahnya, kemudian dia menyebutkan ihwal neraka lagi kemudian meminta berlindungan darinya sambil mengusap wajahnya." -Syu'bah berkata; saya tidak ragu dia melakukannya hingga dua kali- kemudian dia bersabda: "Takutlah kalian kepada neraka walau dengan secuil kurma, bila tidak mendapatkan, hendaknya dengan perkataan yang baik."BUKHARI NO.5564

BERSIKAP SANTUN DALAM SEMUA MASALAH

Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Shalih dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair bahwa Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Sekelompok orang Yahudi tiba menemui Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam, mereka kemudian berkata; "Assaamu 'alaikum (semoga kecelakaan atasmu). Aisyah berkata; "Saya memahaminya maka saya menjawab; 'wa'alaikum as saam wal la'nat (semoga kecelakaan dan laknat tertimpa atas kalian)." Aisyah berkata; "Lalu Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tenanglah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah menyayangi sikap lemah lembut pada setiap perkara." Saya berkata; "Wahai Rasulullah! Apakah engkau tidak mendengar apa yang telah mereka katakan?" Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Saya telah menjawab, 'WA 'ALAIKUM (dan semoga atas kalian juga)."BUKHARI NO.5565

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dia berkata; telah menceritakan kepada kami Tsabit dari Anas bin Malik bahwa seorang Arab Badui kencing di masjid, kemudian orang-orang mendatanginya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Biarkanlah." Kemudian dia meminta diambilkan air kemudian dia menyiramnya."BUKHARI NO.5566

MEMBANTU SESAMA MUKMIN

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Burdah Buraidah bin Abu Burdah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku kakekku Abu Burdah dari ayahnya Abu Musa dari nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Seorang mukmin dengan mukmin yang lain menyerupai bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lain." Kemudian dia menganyam jari-jemarinya, sesudah itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam duduk, bila ada seorang pria memerlukan atau meminta suatu kebutuhan tiba kepada beliau, maka dia akan menghadapkan wajahnya kepada kami, kemudian dia bersabda: 'Berikanlah pertolongan semoga kalian saling memperoleh pahala dan semoga Allah melaksanakan apa yang disenangi-Nya melalui ucapan nabi-Nya.'"BUKHARI NO.5567

FIRMAN ALLAH "SIAPA YANG MEMBERI PERTOLONGAN, IA DAPATKAN BAGIANNYA"

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al 'Ala` telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam "ApabiIa ada seseorang meminta atau memerlukan suatu kebutuhan tiba kepada beliau, maka dia bersabda: 'Berikanlah pertolongan semoga kalian saling memperoleh pahala dan semoga Allah melaksanakan apa yang disenangi-Nya melalui ucapan Rasul-Nya.'BUKHARI NO.5568

NABI SHOLLALLAHU 'ALAIHI WA SALAM TIDAK SUKA BERBUAT BURUK, DAN PERBUATAN YANG MNCERMINKAN KEBURUKAN"

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sulaiman saya mendengar Abu Wa`il saya mendengar Masruq dia berkata; Abdullah bin 'Amru berkata. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Syaqiq bin Salamah dari Masruq dia berkata; "Kami pernah menemui Abdullah bin 'Amru ketika kami tiba di Kufah bersama Mu'awiyah, kemudian dia ingat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Beliau tidak pernah berbuat kejelekan dan tidak menyuruh untuk berbuat kejelekan." Lalu (Abdullah bin Amru) berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian ialah yang paling cantik akhlaknya."BUKHARI NO.5569

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam telah mengabarkan kepada kami Abdul Wahhab dari Ayyub dari Abdullah bin Abu Mulaikah dari Aisyah radliallahu 'anha bahwa sekelompok orang Yahudi tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Kebinasaan atasmu." Maka Aisyah berkata; "Semoga atas kalian juga, dan semoga laknat dan murka Allah juga menimpa kalian." Beliau bersabda: "Tenanglah wahai Aisyah, berlemah lembutlah dan janganlah kau bersikeras dan janganlah kau berkata keji." Aisyah berkata; "Apakah anda tidak mendengar apa yang mereka katakan?" dia bersabda: "Tidakkah kau mendengar apa yang saya ucapkan, saya telah membalasnya, adapun jawabanku akan dikabulkan sementara do'a mereka tidak akan diijabahi."BUKHARI NO.5570

Telah menceritakan kepada kami Asbagh dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Ibnu Wahb telah mengabarkan kepada kami Abu Yahya yaitu Fulaih bin Sulaiman dari Hilal bin Usamah dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yakni sosok yang tidak pernah mencela, berkata keji dan melaknat, apabila dia mencela salah satu dari kami, maka dia akan berkata: "Mengapa dahinya berdebu (dengan sindiran)."BUKHARI NO.5571

Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Isa telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sawa` telah menceritakan kepada kami Rauh bin Al Qasim dari Muhammad bin Al Munkadir dari 'Urwah dari Aisyah Bahwa seorang pria meminta izin kepada nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam, ketika dia melihat orang tersebut, dia bersabda: "Amat buruklah saudara Kabilah ini atau seburuk-buruk saudara Kabilah ini." Saat orang itu duduk, dia menampakkan wajahnya yang berseri-seri, sesudah orang itu keluar 'A`isyah berkata; "Wahai Rasulullah, ketika anda melihat (kedatangan) orang tersebut, anda berkata mirip ini dan ini, namun sesudah itu wajah anda nampak berseri-seri, Maka Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai 'A`isyah, kapankah kau melihatku menyampaikan perkataan keji? Sesungguhnya seburuk-buruk kedudukan insan di sisi Allah pada hari selesai zaman yakni orang yang ditinggalkan oleh insan karena takut akan kekejiannya."BUKHARI NO.5572

BERBUAT BAIK, DERMAWAN, DAN DIBENCINYA KEBAKHILAN

Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin 'Aun telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Zaid dari Tsabit dari Anas dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yakni sosok yang paling baik (perawakannya), orang yang paling gemar memberi dan pemberani, Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suatu suara, kemudian orang-orang keluar ke arah datangnya bunyi itu. Di tengah jalan mereka bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang hendak pulang. Rupanya dia telah mendahului mereka ke tempat datangnya bunyi itu. Beliau mengendarai kuda yang dipinjamnya dari Abu Thalhah, dia tidak membawa lampu sambil menyandang pedang dia bersabda: "Jangan takut! Jangan takut!" kata Anas; "Kami dapati dia tengah menunggang kuda yang berjalan cepat atau sesungguhnya kudanya berlari kencang."BUKHARI NO.5573

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Ibnu Al Munkadir dia berkata; saya mendengar Jabir radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah dimintai sesuatu kemudian dia berkata; "Tidak."BUKHARI NO.5574

Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy dia berkata; telah menceritakan kepadaku Syaqiq dari Masruq dia berkata; "Kami pernah duduk-duduk sambil berbincang-bincang bersama Abdullah bin 'Amru, tiba-tiba dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah berbuat keji dan tidak pula menyuruh berbuat keji, bahwa dia bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik kalian yakni yang paling mulia akhlaknya."BUKHARI NO.5575

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Hazim dari Sahl bin Sa'd dia berkata; "Seorang perempuan tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa selimut bersulam. Sahal bertanya: Apa kalian tahu selimut apakah itu? Mereka menjawab; "Ya, ia yakni mantel." Sahal berkata; Ia yakni mantel bersulam yang ada rendanya. Lalu perempuan itu berkata; "Wahai Rasulullah! saya membawanya untuk mengenakannya pada anda." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengambilnya karena dia sangat memerlukannya. Kemudian dia mengenakan mantel tersebut ternyata salah seorang dari sahabat melihat dia mengenakan mantel itu kemudian berkata; "Alangkah bagusnya selimut ini, kenakanlah untukku wahai Rasulullah!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya." Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beranjak pergi, orang-orang pun mencela sahabat tersebut sambil berkata; "Demi Allah, kau berlaku kurang ajar. Kamu tahu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diberi selimut itu ketika dia memerlukannya, malahan kau memintanya, padahal kau tahu dia tidak pernah menolak seorang peminta pun." Sahabat itu berkata; "Aku hanya mengharap keberkahannya ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenakannya semoga kain itu menjadi kafanku pada ketika saya meninggal."BUKHARI NO.5576

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Humaid bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Zaman semakin dekat, amalan kian berkurang, kekikiran semakin banyak dan al Harj semakin merajalela." Mereka bertanya; "Apakah al Harj itu? Beliau menjawab: "Pembunuhan, pembunuhan."BUKHARI NO.5577

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il dia mendengar Sallam bin Miskin dia berkata; saya mendengar Tsabit berkata; telah menceritakan kepada kami Anas radliallahu 'anhu dia berkata; "Aku menjadi pelayan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selama sepuluh tahun, dan dia sama sekali tidak pernah menyampaikan "ah", apa yang kau perbuat? Dan kenapa kau tidak melakukannya? (maksudnya menghardik)."BUKHARI NO.5578

BAGAIMANA SESEORANG DITENGAH-TENGAH KELUARGANYA

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al Hakam dari Ibrahim dari Al Aswad dia berkata; saya bertanya kepada Aisyah "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah ikut membantu pekerjaan rumah isterinya?" Aisyah menjawab; "Beliau suka membantu pekerjaan rumah isterinya, apabila tiba waktu shalat, maka dia beranjak untuk melaksanakan shalat."BUKHARI NO.5579

KECINTAAN DARI ALLAH TA'ALA

Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Ali telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari Ibnu Juraij dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Musa bin 'Uqbah dari Nafi' dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Apabila Allah menyayangi seorang hamba, maka Dia akan menyeru Jibril; "Sesunggunya Allah menyayangi fulan, maka cintailah ia." Maka Jibril pun menyayangi orang tersebut, kemudian Jibril menyeru kepada penghuni langit; "Sesungguhnya Allah menyayangi fulan, maka cintailah fulan" maka penduduk langit pun menyayangi orang tersebut, hingga kesannya ditetapkan bagi fulan untuk diterima di bumi."BUKHARI NO.5580

CINTA KARENA ALLAH

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan mendapatkan manisnya iman sehingga ia menyayangi seseorang dan ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan sehingga ia lebih suka dimasukkan ke dalam api dari pada kembali kepada kekufuran sesudah Allah menyelamatkannya, dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada yang lain."BUKHARI NO.5581

FIRMAN ALLAH"WAHAI ORANG YANG BERIMAN, JANGAN SUATU KAUM MEMPEROLOK-OLOK KAUM LAIN"

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam dari ayahnya dari Abdullah bin Zam'ah dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang seseorang menertawakan sesuatu yang keluar dari orang lain (maknanya mengejek orang lain)." Beliau juga bersabda: "Kenapa salah seorang dari kalian memukul isterinya sebagaimana memukul kudanya atau budaknya, semoga saja ia sanggup memeluk isterinya." Ats Tsauri, Wuhaib dan Abu Mu'awiyah menyampaikan dari Hisyam yaitu; "Sebagaimana mencambuk budak."BUKHARI NO.5582

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami 'Ashim bin Muhammad bin Zaid dari Ayahnya dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika di Mina: "Apakah kalian tahu hari apakah ini?" orang-orang menjawab; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau bersabda: "Sesungguhnya hari ini yakni hari haram (yang dimuliakan), apakah kalian tahu negeri apakah ini?" orang-orang menjawab; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau menjawab: "Ini yakni negeri haram, apakah kalian tahu bulan apakah sekarang?"orang-orang menjawab; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau bersabda: "Ini yakni bulan haram." Beliau melanjutkan: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian darah kalian, harta benda kalian dan kehormatan kalian sebagaimana kehormatan pada hari kalian ini, bulan ini dan di negeri kalian ini."BUKHARI NO.5583

LARANGAN MENCELA DAN MELAKNAT

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Manshur dia berkata; saya mendengar Abu Wa`il bercerita dari Abdullah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mencela orang muslim yakni kefasikan dan membunuhnya yakni kekufuran." Hal ini diperkuat juga oleh riwayat Ghundar dari Syu'bah."5584

Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Al Husain dari Abdullah bin Buraidah telah menceritakan kepadaku Yahya bin Ya'mar bahwa Abu Aswad Ad Diili menceritakan kepadanya dari Abu Dzar radliallahu 'anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang melempar tuduhan kepada orang lain dengan kefasikan, dan tidak pula menuduh dengan kekufuran melainkan (tuduhan itu) akan kembali kepadanya, bila saudaranya tidak mirip itu."BUKHARI NO.5585

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinan telah menceritakan kepada kami Fulaih bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Hilal bin Ali dari Anas dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah berkata keji, melaknat dan mencela, apabila dia hendak mencela, maka dia akan berkata: "Mengapa dahinya berdebu (dengan bahasa sindiran)."BUKHARI NO.5586

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Utsman bin Umar telah menceritakan kepada kami Ali bin Mubarrak dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Qilabah bahwa Tsabit bin Adl Dlahak -dan dia termasuk dari Ashabus Syajarah (ikut serta dalam baiatur ridlwan) - dia menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan agama selain Islam, maka dia bagaikan apa yang dia katakan, anak Adam dihentikan bernadzar dengan sesuatu yang tidak dia miliki, barangsiapa bunuh diri dengan sesuatu di dunia, maka dia akan disiksa di darul abadi dengan sesuatu yang dipakai untuk bunuh diri, barangsiapa melaknat orang mukmin maka ia mirip membunuhnya, barangsiapa menuduh seorang muslim dengan kekafiran maka ia mirip membunuhnya."BUKHARI NO.5587

Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy dia berkata; telah menceritakan kepadaku 'Adi bin Tsabit dia berkata; saya mendengar Sulaiman bin Shurd -seorang dari sahabat nabi shallallahu 'alaihi wasallam- dia berkata; "Dua orang pria saling mencaci maki di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ternyata salah seorang di antara keduanya sangat murka hingga mukanya bermetamorfosis merah. Lalu Rasulullah bersabda: 'Sungguh saya mengetahui satu kalimat yang seandainya diucapkan, maka marahnya akan hilang." Lalu orang yang mendengar ucapan dia beranjak pergi dan mengabarkan kepadanya sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, katanya; "Berlindunglah kepada Allah dari Syetan." pria yang murka tersebut berkata; 'Apakah kau menganggap saya ada masalah, sudah gilakah saya, pergilah?"BUKHARI NO.5588

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadlal dari Humaid dia berkata; Anas berkata; telah menceritakan kepadaku 'Ubadah bin Ash Shamit dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk mengabarkan lailatul qadar kepada orang-orang, kemudian terdapat dua orang dari kalangan muslimin yang saling berselisih. Lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya saya keluar hendak mengabarkan lailatul qadar kepada kalian, namun saya mendapati perselisihan antara Fulan dan Fulan sehingga laitatul qadar diangkat kembali, bisa jadi hal itu yakni lebih baik buat kalian, maka carilah lailatul qadar pada hari kesembilan, ketujuh, dan kelima (sebelum Akhir)."BUKHARI NO.5589

Telah menceritakan kepadaku 'Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Ma'rur yaitu Ibnu Suwaid dari Abu Dzar, (Ma'rur) berkata; "Saya pernah melihat Abu Dzar menggunakan pakaian serupa dengan sahayanya. Maka saya berkata kepadanya; "Sekiranya kau mengambil kain tersebut untuk kau kenakan kemudian kau memberi kain lagi untuk sahayamu (itu akan lebih baik), Lalu Abu Dzar berkata; "Bahwa dahulu saya dengan seorang pria terjadi percekcokan, sementara ibu pria itu yakni orang 'ajm (non Arab) kemudian saya pun menghinakannya. Kemudian pria itu mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka dia bersabda kepadaku: "Apakah kau habis menjelekkan fulan?" jawabku; "Benar." Beliau bertanya lagi; "Apakah kau juga menghinakan ibunya?" jawabku; "Benar." Beliau bersabda: "Sungguh dalam dirimu masih terdapat sifat jahiliyah, " saya pun berkata; "Apakah saya masih mempunyai sifat jahiliyahan padahal saya sudah tua?" dia menjawab: "Ya, benar, mereka yakni saudaramu dan paman-pamanmu yang dititipkan Allah dibawah pengurusanmu, barangsiapa mempunyai saudara yang masih dalam pengurusanya, hendaklah dia diberi makan sebagaimana yang dia makan, diberi pakaian sebagaimana ia mengenakan pakaian. Dan janganlah kau bebaninya diluar batas kemampuannya, dan bila kau membebaninya, maka bantulah dia dalam menuntaskan tugasnya."BUKHARI NO.5590

UCAPAN YANG DIBOLEHKAN TENTANG 'DIA PENDEK, DIA JANGKUNG"

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Yazid bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Muhammad dari Abu Hurairah "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengimami kami pada waktu shalat zhuhur hanya dua raka'at kemudian salam, kemudian dia mendekat ke sebatang kayu yang tersandar di masjid sambil meletakkan tangan dia di atas batang kayu tersebut. Pada waktu itu di antara mereka terdapat Abu Bakar dan Umar, keduanya merasa segan untuk menegur Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan orang-orang segera keluar masjid sambil berkata; "Apakah shalat di Qashar (ringkas)?" Di antara mereka juga terdapat seorang pria yang biasa dipanggil oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan sebutan Dzul yadain, ia berkata; "Wahai Nabiyullah, apakah engkau telah lupa atau memang shalatnya diqashar (diringkas)?" Beliau menjawab: "Aku tidak lupa dan shalatnya tidak pula diringkas." Para sahabat berkata; 'Bahkan anda telah lupa wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "kalau begitu benar apa kata Dzulyadain." Lalu dia mengerjakan shalat dua raka'at kemudian salam, kemudian dia bertakbir dan sujud sebagaimana sujudnya (waktu shalat), atau bahkan lebih usang lagi, kemudian mengangkat kepalanya dan bertakbir, kemudian dia meletakkan (kepalanya) sebagaimana dia sujud bahkan lebih usang lagi kemudian dia mengangkat kepalanya dan bertakbir."BUKHARI NO.5591

GHIBAH

Telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Waki' dari Al A'masy dia berkata; saya mendengar Mujahid bercerita dari Thawus dari Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melewati dua kuburan kemudian dia bersabda: "Kedua penghuni kubur ini tengah disiksa dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu ini, tidak bersuci dari kencingnya, sedangkan yang ini disiksa karena selalu mengadu domba." Kemudian dia meminta sepotong pelepah kurma yang masih basah. Beliau membelahnya menjadi dua dan menancapkannya pada dua kuburan tersebut. Beliau kemudian bersabda: 'Semoga ini bisa meringankan keduanya selagi belum kering.'BUKHARI NO.5592

SABDA NABI "SEBAIK-BAIK RUMAH, ADALAH RUMAH ANSHAR"

Telah menceritakan kepada kami Qabishah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinnad dari Abu Salamah dari Abu Usaid As Sa'idi dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik pemukiman orang Anshar yakni pemukiman Bani Najjar."BUKHARI NO.5593

MEMBICARAKAN ORANG YANG SUKA BEBRUAT RUSAK DAN ONAR YANG DIBOLEHKAN

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al Fadl telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Uyainah saya mendengar Ibnu Al Munkadir dia mendengar 'Urwah bin Az Zubair bahwa Aisyah radliallahu 'anha pernah mengabarkan kepadanya, katanya: "Seorang pria meminta izin kepada nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam, dia kemudian bersabda: "Izinkanlah dia masuk, amat buruklah saudara 'Asyirah (maksudnya kabilah) ini atau amat buruklah Ibnul Asyirah (maksudnya kabilah) ini." Ketika orang itu duduk, dia berbicara kepadanya dengan bunyi yang lembut, kemudian saya bertanya; "Wahai Rasulullah, anda berkata mirip ini dan ini, namun sesudah itu anda berbicara dengannya dengan bunyi yang lembut, Maka dia bersabda: "Wahai 'A`isyah, sesungguhnya seburuk-buruk kedudukan insan di sisi Allah pada hari selesai zaman yakni orang yang ditinggalkan oleh insan karena takut akan kekejiannya."BUKHARI NO.5594

MENGADU DOMBA DIANTARA DOSA BESAR

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Salam telah mengabarkan kepada kami 'Abidah bin Humaid Abu Abdurrahman dari Manshur dari Mujahid dari Ibnu Abbas dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar dari salah satu kebun yang ada di Madinah, kemudian dia mendengar bunyi dua orang yang sedang di siksa di kuburnya, sesudah itu dia bersabda: "Tidaklah keduanya di siksa karena dosa besar namun hal itu yakni kasus yang besar, salah satu darinya yakni tidak bersuci dari kencingnya sedangkan yang lain selalu mengadu domba." Kemudian dia meminta sepotong pelepah kurma yang masih basah. Beliau membelahnya menjadi dua, sepotong dia tancapkan di kuburan yang satu dan sepotong di kuburan yang lain. Beliau kemudian bersabda: 'Semoga ini bisa meringankan siksa keduanya selagi belum kering.'BUKHARI NO.5595

DIMAKRUHKAN MENGADU DOMBA

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari Hammam dia berkata; "Kami pernah bersama Hudzaifah, kemudian di beritahukan kepadanya bahwa ada seseorang yang merafa'kan (menyandarkan) hadits kepada Utsman, lantas Hudzaifah berkata kepada orang tersebut; "Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk nirwana orang yang suka mengadu domba."BUKHARI NO.5596

FIRMAN ALLAH "JAUHILAH UCAPAN DUSTA"

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Al Maqburi dari Ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan kotor, melaksanakan hal itu dan masa bodoh, maka Allah tidak butuh (amalannya) meskipun dia meninggalkan masakan dan minumannya (puasa)." Ahmad berkata; Seorang pria memahamkanku ihwal isnad hadits ini.BUKHARI NO.5597

OPORTUNIS (BERMUKA DUA)

Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kamu akan mendapati orang yang paling buruk di sisi Allah pada hari Kiamat kelak yakni orang yang bermuka dua, yang tiba dengan satu muka dan tiba kepada orang lain dengan muka yang lain."BUKHARI NO.5598

MENGABARI KAWAN TENTANG HAL-HAL YANG MENGENAI DIRINYA

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Abu Wa`il dari Ibnu Mas'ud radliallahu 'anhu dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah membagikan suatu bagian, lantas seorang pria dari Anshar berkata; "Demi Allah, dalam hal ini Muhammad tidak mengharapkan wajah Allah." Lalu saya eksklusif mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mengabarkan kepada beliau, tiba-tiba wajah dia bermetamorfosis merah dan bersabda: "Semoga Allah merahmati Musa, sungguh dia lebih banyak disakiti daripada ini kemudian dia bersabar."BUKHARI NO.5599

PUJIAN YANG DIMAKRUHKAN

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Shabbah telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Zakariya' telah menceritakan kepada kami Buraid bin Abdullah bin Abu Burdah dari Abu Burdah bin Abu Musa dari Abu Musa dia berkata; "Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam pernah mendengar seseorang memuji orang lain secara berlebihan, kemudian dia bersabda: "Kalian telah binasa-atau: Kalian telah menetapkan punggung seseorang."BUKHARI NO.5600

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Khalid dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari Ayahnya bahwa seorang pria disebut-sebut disamping Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian pria lain memuji kebaikan pria tersebut, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Celaka kamu, kau telah memenggal leher saudaramu." -Beliau mengatakannya hingga berkali-kali- bila salah seorang dari kalian memuji temannya -tidak mustahil- hendaklah mengucapkan: 'Aku kira fulan mirip ini dan ini, walaupun bila diperlihatkan ia memang mirip itu, dan Allah lah yang akan menilainya, supaya ia tidak menyucikan seorang pun atas Allah." Wuhaib menyampaikan dari Khalid; "Wailaka (celaka kamu)."BUKHARI NO.5601

MEMUJI SAUDARANYA ATAS SUATU YANG TELAH DIKETAHUI

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Musa bin 'Uqbah dari Salim dari Ayahnya bahwa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan ihwal kain sarung sebagaimana yang dia sebutkan, Abu Bakr berkata; "Wahai Rasulullah, salah satu dari kain sarungku yang sebelah selalu terjatuh, " dia bersabda: "Sesungguhnya kau tidak termasuk dari mereka (yang menjulurkan kain sarung hingga di bawah mata kaki)."BUKHARI NO.5602

FIRMAN ALLAH "IA MENYURUH BEBUAT ADIL DAN KEBAIKAN"

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Urwah dari Ayahnya dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tetap termenung mirip ini dan ini, sehingga dia dibentuk seolah-olah telah melaksanakan sesuatu terhadap isterinya padahal dia tidak melakukannya." Aisyah melanjutkan; "Sampai di suatu hari dia bersabda: "Wahai Aisyah, apakah kau telah mencicipi bahwa Allah telah memberikan fatwa (menghukumi) dengan apa yang telah saya fatwakan (hukumi)? Dua orang pria telah tiba kepadaku, kemudian salah seorang dari keduanya duduk di kakiku dan satunya lagi di atas kepalaku. Kemudian orang yang berada di kakiku berkata kepada orang yang berada di atas kepalaku; "Kenapakah pria ini?" temannya menjawab; "Dia terkena sihir.' Salah seorang darinya bertanya; "Siapakah yang menyihirnya?" temannya menjawab; "Labid bin Al A'sham." Salah satunya bertanya; "Dengan benda apakah dia menyihir?" temannya menjawab; "Dengan seladang mayang kurma dan rambut yang terjatuh ketika disisir yang diletakkan di bawah kerikil dalam sumur Dzarwan." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatanginya, kemudian bersabda: "Inilah sumur yang diperlihatkan kepadaku, seolah-olah pohon kurmanya bagaikan kepala syetan dan seolah-olah airnya berubah bagaikan rendaman pohon inai." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk mengeluarkannya, kemudian barang tersebut pun dikeluarkan. Aisyah berkata; "aku bertanya; "Wahai Rasulullah, tidakkah anda menjampinya (meruqyahnya)?" maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak, sesungguhnya Allah telah menyembuhkanku dan saya hanya tidak suka memberikan kesan buruk kepada orang lain dari insiden itu." Aisyah berkata; "Labid bin A'sham yakni seorang pria dari Bani Zuraiq yang mempunyai hubungan dengan orang-orang Yahudi."BUKHARI NO.5603

LARANGAN SALING MENDENGKI DAN MENJAUHI

Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Muhammad telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk yakni ucapan yang paling dusta, janganlah kalian saling mendiamkan, janganlah suka mencari-cari isu, saling mendengki, saling membelakangi, serta saling membenci, tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."BUKHARI NO.5604

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah menceritakan kepadaku Anas bin Malik radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari."BUKHARI NO.5605

FIRMAN ALLAH "WAHAI ORANG BERIMAN, JAUHILAH PRASANGKA"

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zinnad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk ucapan yang paling dusta, dan janganlah kalian saling mendiamkan, saling mencari kejelekan, saling menipu dalam jual beli, saling mendengki, saling memusuhi dan janganlah saling membelakangi, dan jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang bersaudara."BUKHARI NO.5606

DIANTARA PRASANGKA

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Ufair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari 'Urwah dari Aisyah dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saya tidak mengira seandainya fulan dan fulan mengetahui agama kita sedikitpun." Al Laits mengatakan; "Dua orang itu yakni dari orang-orang Munafik." Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dengan (sanad) ini, Aisyah mengatakan; "Pada suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk menemuiku, kemudian dia bersabda: "Wahai Aisyah, saya menyangka ternyata fulan dan fulan tidak mengetahui kasus agama yang kita berada di atasnya."BUKHARI NO.5607

SEORANG MUKMIN MENUTUPI KEBURUKAN DIRINYA

Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Ibnu Akhi Ibnu Syihab dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dia berkata; saya mendengar Abu Hurairah berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap umatku dimaafkan (dosanya) kecuali orang-orang menampak-nampakkannya dan sesungguhnya diantara menampak-nampakkan (dosa) yakni seorang hamba yang melaksanakan amalan di waktu malam sementara Allah telah menutupinya kemudian di waktu pagi dia berkata: 'Wahai fulan semalam saya telah melaksanakan ini dan itu, ' padahal pada malam harinya (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya. Ia pun bermalam dalam keadaan (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya dan di pagi harinya ia menyingkap apa yang telah ditutupi oleh Allah'."BUKHARI NO.5608

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Qatadah dari Shafwan bin Muhriz bahwa seorang pria pernah bertanya kepada Ibnu Umar; "Bagaimana anda mendengar sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ihwal An Najwa (bisikan di hari kiamat)?" Ibnu Umar menjawab; "Yaitu salah seorang dari kalian akan mendekat kepada Rabb-nya. Kemudian Dia meletakkan naungan-Nya di atasnya, (Maksudnya menutupi kesalahannya) kemudian Dia berfirman, "Apakah kau telah berbuat ini dan ini?" hamba itu menjawab, "Ya, benar." Dia berfirman lagi "Apakah kau telah melaksanakan ini dan ini?". Hamba itu menjawab; "Ya, benar." Dia pun mengulang-ulang pertanyannya, kemudian berfirman: "Sesungguhnya Aku telah menutupinya (merahasiakannya) di dunia dan pada hari ini saya telah mengampuninya bagimu."BUKHARI NO.5609

SOMBONG

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Ma'bad bin Khalid Al Qaisi dari Haritsah bin Wahb Al Khuza'i dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Maukah kalian saya beritahu penduduk surga? Yaitu setiap orang yang lemah dan diperlemah. Sekiranya ia bersumpah atas nama Allah pasti Allah akan mengabulkannya, Maukah kalian saya beritahu penghuni neraka? Yaitu Setiap orang yang keras (hati), congkak dan sombong." Muhammad bin Isa berkata; telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Humaid At Thawil telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik dia berkata; "Sekiranya ada seorang budak dari budak penduduk Madinah menggandeng tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sungguh dia akan beranjak bersamanya kemana budak itu pergi."BUKHARI NO.5610

MENJAUHI SESEORANG

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah menceritakan kepadaku 'Auf bin Malik bin Ath Thufail -yaitu Ibnu Al Harits ia yakni anak saudara seibu Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam- mendapatkan kabar bahwa Abdullah bin Zubair berkata ihwal penjualan (rumah) atau pemberian yang di berikan Aisyah kepadanya, Kata Abdullah; "Demi Allah, Aisyah segera membatalkan penjualan (rumah) atau saya akan menjauhi dirinya." Aisyah berkata; "Apakah dia (Ibnu Zubair) menyampaikan mirip itu?" mereka berkata; "Ya." Aisyah berkata; "Demi Allah, saya bernadzar untuk tidak berbicara kepada Ibnu Zubair selamanya." Maka Ibnu Zubair pun meminta ma'af kepada Aisyah ketika Aisyah usang mendiamkannya. Namun Aisyah tetap berkata; "Tidak, demi Allah, saya tidak akan mema'afkannya dan tidak pula menghentikan nadzarku." Katika hal itu dirasakan Ibnu Zubair cukup lama, maka Ibnu Zubair berkata kepada Miswar bin Makhramah dan Abdurrahman bin Al Aswad bin Abd Yaghuts keduanya dari Kabilah Zuhrah; "Aku bersumpah atas nama Allah, ketika kalian berdua memasukkanku ke rumah Aisyah, sesungguhnya tidak halal baginya bernadzar untuk menetapkan tali silaturrahmi." Lantas Al Miswar dan Abdurrahman pergi menemui Aisyah dengan mengenakan mantelnya, kemudian keduanya meminta izin kepada Aisyah, katanya; "Assalamu 'alaiki warahmatullahi wabarakutuh, apakah saya boleh masuk?" Aisyah menjawab; "Masuklah kalian." Mereka berkata; "Kami semua." Aisyah menjawab; "Ya, kalian semua." Aisyah tidak tahu kalau Ibnu Zubair juga ada bersama mereka berdua, ketika mereka masuk rumah, Ibnu Zubair pun masuk ke dalam ruangan Aisyah, dan eksklusif memeluknya. Setelah itu Ibnu Zubair pun menasihati Aisyah sambil menangis, kemudian Al Miswar dan Abdurrahman juga ikut menasihatinya. Keduanya berkata, "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang untuk mendiamkan orang lain sebagaimana yang telah engkau ketahui, sesungguhnya tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari." Ketika nasehat itu mengalir terus kepada Aisyah, Aisyah segera ingat mengenai nadzarnya dan menangis, katanya; "Sesungguhnya saya telah bernadzar, dan nadzar tersebut sangatlah berat, dan keduanya masih saja mirip itu hingga Aisyah berkata kepada Ibnu Zubair. Setelah itu Aisyah membebaskan empat puluh budak karena nadzarnya, dan sesudah Aisyah ingat nadzarnya, iapun menangis sehingga air matanya membasahi jilbabnya."BUKHARI NO.5611

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian saling membenci, janganlah saling mendengki dan janganlah kalian saling membelakangi dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam."BUKHARI NO.5612

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari 'Atha` bin Yazid Al Laitsi dari Abu Ayyub Al Anshari bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam, (jika bertemu) yang ini berpaling dan yang ini juga berpaling, dan sebaik-baik dari keduanya yakni yang memulai mengucapkan salam."BUKHARI NO.5613

BOLEH MENJAUHI SESEORANG YANG SUKA MEMBANGKANG

Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Abdah dari Hisyam bin 'Urwah dari ayahnya dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya saya mengetahui bila kau ridla dan ketika kau sedang marah." Aisyah berkata; "Bagaimana Anda bisa mengetahui hal itu wahai Rasulullah?" dia bersabda: "Sesungguhnya bila kau sedang ridla maka kau akan mengatakan; "Tentu, demi Rabb Muhammad, " sementara bila kau sedang marah, maka kau akan mengatakan; "Tidak, demi Rabb Ibrahim." Aisyah berkata; kemudian kataku; "Benar, saya tidak merasa jengkel kecuali dengan namamu."BUKHARI NO.5614

MENGUNJUNGI KAWAN, SETIAP HARI, PAGI-PETANG?

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Ma'mar. Al Laits mengatakan; telah menceritakan kepadaku 'Uqail, Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Urwah bin Zubair bahwa Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Saya tidak menyadari bahwa kedua orang tuaku telah memeluk suatu agama, tidak ada hari yang kami lalui kecuali Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam pasti berkunjung ke rumah kami pada pagi maupun sore hari. Dan ketika kami tengah duduk-duduk di rumah Abu Bakr pada siang hari, tiba-tiba ada seseorang berkata; "Ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba di waktu yang belum pernah tiba kepada kami pada ketika mirip ini." Abu Bakr berkata; "Tidaklah dia tiba pada ketika mirip ini kecuali ada kasus (yang sangat penting), dia kemudian bersabda: "Sesungguhnya saya telah di izinkan untuk keluar (berhijrah)."BUKHARI NO.5615

MENZIARAHI KAUM DAN MAKAN PADA MEREKA

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam telah mengabarkan kepada kami Abdul Wahhab dari Khalid Al Khaddza` dari Anas bin Sirin dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengunjungi rumah milik orang Anshar, kemudian dia makan bersama mereka, ketika dia hendak keluar, dia diminta supaya tetap tinggal di rumah tersebut, kemudian dia memercikkan air di atas tikar sesudah itu dia shalat dan mengajak mereka shalat (berjama'ah)."BUKHARI NO.5616

BERDANDAN KARENA MENJADI UTUSAN

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ayahku dia berkata; telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Ishaq dia berkata; Salim bin Abdullah berkata kepadaku; "Apakah istabraq itu?" saya menjawab; "yaitu kain sutera yang agak tebal dan kasar." Salim berkata; saya mendengar Abdullah berkata; "Umar pernah melihat seorang pria mengenakan baju sutera dari istabraq (sutera tebal), kemudian dia tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata; "Wahai Rasulullah, Alangkah bagusnya bila Anda membelinya untuk Anda pakai ketika mendapatkan para utusan yang tiba kepada Anda." Maka dia menjawab: 'Yang menggunakan sutera ini hanyalah orang yang tidak mendapat belahan di akhirat. Tidak berapa usang dari insiden itu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang untuk memberi kain sutera tersebut kepada Umar, kemudian Umar mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa kain tersebut sambil berkata; ""Ya Rasulullah! Bagaimana anda mengutus seseorang untuk memberiku kain sutera ini, padahal Anda telah berkata kepadaku ihwal baju ini?" dia menjawab: 'Aku tidak mengirimkannya kepadamu kecuali supaya kau mendapatkan hasil (menjualnya)." Sedangkan Ibnu Umar sangat membenci corak yang terdapat dalam baju karena hadits ini."BUKHARI NO.5617

PERSAHABATAN DAN SUMPAH

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Humaid dari Anas dia berkata; Abdurrahman tiba kepada kami, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mempersaudarakan antara dia dengan Sa'd bin Ar Rabi'. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Adakanlah walimah walau dengan seekor domba."BUKHARI NO.5618

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Shabbah telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Zakariya` telah menceritakan kepada kami 'Ashim dia berkata; saya bertanya kepada Anas bin Malik; "Apakah telah hingga kepadamu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada perjanjian menjalin persahabatan dalam Islam?" Anas menjawab; "Sungguh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menjalin persahabatan antara orang Quraisy dan orang-orang Anshar di rumahku."BUKHARI NO.5619

SENYUM DAN TERTAWA

Telah menceritakan kepada kami Hibban bin Musa telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari 'Urwah dari Aisyah radliallahu 'anha bahwa Rifa'ah Al Qaradli telah menceraikan isterinya sesudah perceraiannya berlalu, Abdurrahman bin Zubair menikahi isterinya Rifa'ah. Lalu isterinya Rifa'ah tiba kepada Nabi shallaallahu'alaihi wa sallam, Aisyah melanjutkan; "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya perempuan tersebut yakni isterinya Rifa'ah, Rifa'ah menceraikannya hingga jatuh talak tiga. Setelah itu, isterinya Rifa'ah menikah dengan Abdurrahman bin Az Zubair. Dan dia, demi Allah wahai Raulullah, tidaklah bersamanya melainkan mirip ujung kain yang ini." -sambil mengambil ujung jilbabnya- Urwah melanjutkan; "waktu itu Abu Bakar duduk di sisi Nabi shallaallahu 'alaihi wa sallam sementara Khalid bin Sa'id duduk di depan pintu kamar, supaya ia diizinkan masuk, segera ia memanggil Abu Bakar dan berkata; "Wahai Abu Bakar, apakah kau tidak menghardik apa yang telah ia katakan dengan lancang di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Rasulullah shallaallahu'alaihi wa sallam tersenyum seraya bersabda: "Sepertinya engkau hendak kembali kepada Rifa'ah. Tidak, hingga engkau mencicipi madunya Abdurrahman bin Az Zubair dan dia mencicipi madumu."BUKHARI NO.5620

Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada kami Ibrahim dari Shalih bin Kaisan dari Ibnu Syihab dari Abdul Hamid bin Abdurrahman bin Zaid bin Al Khatthab dari Muhammad bin Sa'd dari Ayahnya dia berkata; "Umar bin Khatthab radliallahu 'anhu pernah meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, (saat itu) di akrab dia ada beberapa perempuan Quraisy yang sedang berbicara panjang lebar dan bertanya kepada dia dengan bunyi yang lantang. Ketika Umar meminta izin kepada beliau, mereka segera berhijab (bersembunyi di balik tabir), kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mempersilahkan Umar untuk masuk. Ketika Umar masuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa sehingga Umar berkata; "Demi ayah dan ibuku, apa yang membuat anda tertawa wahai Rasulullah?" Beliau bersabda; "Aku heran dengan mereka yang ada di sisiku, ketika mendengar suaramu mereka segera berhijab." Umar berkata; "Anda yakni orang yang lebih patut untuk disegani wahai Rasulullah!. Kemudian Umar menghadapkan ke arah perempuan tersebut dan berkata; "Wahai para perempuan yang menjadi musuh bagi hawa nafsunya sendiri, apakah kalian segan denganku sementara kalian tidak segan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Kami pun menjawab; "Karena kau yakni orang yang lebih keras dan lebih kaku dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Biarlah wahai Ibnul Khatthab, demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, selamanya syetan tidak akan bertemu denganmu di satu jalan yang kau lewati melainkan syetan akan melewati jalan selain jalanmu."BUKHARI NO.5621

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Amru dari Abu 'Abbas dari Ibnu Umar dia berkata; "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada di Tha`if (mengepung penduduk Tha`if), dia bersabda: "Insya Allah besok kita akan kembali pulang." Para sahabat bertanya; "Kami tidak akan berhenti (mengepung) atau kita akan menaklukkannya?" Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalau begitu, pergilah kalian besok pagi untuk memerangi mereka." Keesokan harinya mereka berangkat dan berperang dengan peperangan yang dahsyat sehingga mereka banyak yang terluka. Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Besok kita akan kembali pulang." Abdullah bin 'Amru berkata; "Merekapun membisu dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa." Al Humaidi berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dengan semua dongeng hadits tersebut."BUKHARI NO.5622

Telah menceritakan kepada kami Musa telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang pria tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Celaka aku, saya telah menyetubuhi isteriku di (siang) bulan Ramadhan." Beliau kemudian bersabda: "Merdekakanlah seorang budak." Laki-laki itu berkata; "Aku tidak bisa untuk itu." Beliau bersabda: "Berpuasalah dua bulan berturut-turut." Ia berkata, "Aku tidak sanggup, " dia bersabda: "Berilah makan enam puluh orang miskin." Ia berkata, "Aku tidak mampu, " kemudian dia memberinya keranjang yang berisi kurma." -Ibrahim berkata; Al Araq yakni al Miktal (sebanding antara lima belas hingga dua puluh sha') - Beliau kemudian bersabda: "Dimanakah pria yang bertanya tadi? Pergi dan bersedekahlah dengan ini." Ia menjawab, "Demi Allah, antara dua lembah ini tidak ada keluarga yang lebih membutuhkan ini kecuali kami." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tersenyum hingga kelihatan gigi gerahamnya, dia kemudian bersabda: "Kalau begitu, berilah makan kepada keluargamu."BUKHARI NO.5623

Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah Al Uwaisi telah menceritakan kepada kami Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik dia berkata; "Saya berjalan bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam, ketika itu dia mengenakan kain (selimut) Najran yang tebal ujungnya, kemudian ada seorang Arab badui (dusun) yang menemui beliau. Langsung ditariknya Rasulullah dengan kuat, Anas melanjutkan; "Hingga saya melihat permukaan pundak dia membekas karena ujung selimut jawaban tarikan Arab badui yang kasar. Arab badui tersebut berkata; "Wahai Muhammad berikan kepadaku dari harta yang diberikan Allah padamu", maka dia menoleh kepadanya diiringi senyum serta menyuruh salah seorang sahabat untuk memberikan sesuatu kepadanya."BUKHARI NO.5624

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris dari Isma'il dari Qais dari Jarir dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah menghalangiku sejak saya memeluk Islam dan tidaklah dia melihatku kecuali tersenyum. Aku telah mengadukan kepadanya, bahwa saya tidak kokoh berada di atas kuda, maka dia menepukkan tangannya ke dadaku seraya berdoa: "Ya Allah, kokohkan dia dan jadikanlah dia petunjuk lagi pemberi petunjuk."BUKHARI NO.5625

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Ayahku dari Zainab binti Ummu Salamah dari Ummu Salamah bahwa Ummu Sulaim berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu sedikitpun dari kebenaran, apakah seorang perempuan wajib mandi bila ia ihtilam (mimpi lembap atau bersenggama)?" dia menjawab: "Ya, bila ia melihat cairan (keluar)." Maka Ummu Salamah tersenyum dan berkata; "Apakah perempuan juga ihtilam (mimpi basah)?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Darimanakah seorang anak itu mirip (dengan orang tuanya)?"BUKHARI NO.5626

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaiman dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu Wahb telah mengabarkan kepada kami 'Amru bahwa Abu Nadlr telah menceritakan kepadanya, dari Sulaiman bin Yasar dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga terlihat langit-langit dalam mulutnya, dia hanya biasa tersenyum."BUKHARI NO.5627

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mahbub telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Qatadah dari Anas. Dan di riwayatkan dari jalur lain, Khalifah pernah berkata kepadaku; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Sa'id dari Qatadah dari Anas radliallahu 'anhu bahwa seorang pria tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ketika dia tengah berkhutbah Jum'at di Madinah, pria itu berkata; "Sudah sekian usang hujan tidak turun, maka mintalah hujan kepada Rabbmu!" kemudian Nabi Shallallahu'alaihi wasallam melihat ke langit, dan tidak terlihat banyak awan. Lalu dia beristisqa' (meminta hujan turun), tiba-tiba awan bermunculan dan saling menyatu antara satu dengan yang lain, hingga hujan pun turun dan mengalirlah aliran-aliran air di Madinah. Hal ini berlangsung hingga Jumat berikutnya dan tidak terhenti. Kemudian pria tersebut atau yang lainnya berdiri ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tengah berkhutbah, katanya; "Kami semua telah kebanjiran, maka berdo'alah kepada Rabbmu supaya menahan hujan dari kami". Beliaupun tersenyum kemudian berdo'a: "Ya Allah, turunkanlah (hujan) di sekitar kami dan bukan pada kami". Hingga dua atau tiga kali, maka awan-awan pun bergeser dari Madinah ke arah kanan dan kiri, menghujani di sekitarnya dan tidak turun di Madinah sedikitpun, ternyata Allah hendak menunjukkan karomah kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam dan mengabulkan do'anya."BUKHARI NO.5628

FIRMAN ALLAH "WAHAI ORANG YANG BERIMAN, BERTAKWALAH KEPADA ALLAH"

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abu Wa`il dari Abdullah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya bila seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya bila seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."BUKHARI NO.5629

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Salam telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far dari Abu Suhail Nafi' bin Malik bin Abu 'Amir dari Ayahnya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu; bila berbicara berdusta, bila berjanji mengingkari dan bila dipercaya berkhianat."BUKHARI NO.5630

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Jarir telah menceritakan kepada kami Abu Raja` dari Samurah bin Jundab radliallahu 'anhu dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku tadi malam bermimpi ada dua orang yang membawaku, keduanya berkata; "Dan yang kau lihat seseorang yang dirobek-robek mulutnya yakni seorang pendusta yang selalu berbicara dengan kedustaannya hingga dibawanya hingga ke ufuk (cakrawala) sana, dan ia selalu mirip itu hingga tiba hari Kiamat."BUKHARI NO.5631

PETUNJUK YANG BAIK

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dia berkata; saya berkata kepada Abu Usamah; Apakah Al A'masy pernah menceritakan kepada kalian? Yaitu; saya mendengar Syaqiq dia berkata; saya mendengar Hudzaifah berkata; "Orang yang paling mirip Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari sikap dan sifatnya yakni Ibnu Ummi 'Abd (Ibnu Mas'ud), sejak dia keluar dari rumahnya hingga dia kembali (ke rumahnya) hingga kami tidak mengetahui apa yang diperbuat bersama isterinya."BUKHARI NO.5632

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Muhariq saya mendengar Thariq berkata; Abdullah berkata; "Sesungguhnya sebaik-baik ucapan yakni kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk yakni petunjuk Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam."BUKHARI NO.5633

SABAR TERHADAP GANGGUAN

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Sufyan dia berkata; telah menceritakan kepadaku Al A'masy dari Sa'id bin Jubair dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Abu Musa radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Tidak ada siapa pun atau tidak ada sesuatu pun yang lebih bersabar atas gangguan yang ia dengar melebihi Allah, Sesungguhnya mereka menganggap Dia punya anak namun Dia memaafkan dan memberi mereka rizki."BUKHARI NO.5634

Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy dia berkata; saya mendengar Syaqiq berkata; Abdullah berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah membagikan sesuatu sebagaimana sebagian (mendapatkan) pembagian dari beliau, tiba-tiba seorang pria dari Anshar berkata; "Demi Allah, tampaknya pembagian ini tidak untuk mencari ridla Allah." maka saya pun berkata (dalam hati); "Sungguh saya akan melaporkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian saya mendatangi dia ketika dia berada bersama para sahabatnya, kemudian saya mengatakannya dengan bunyi pelan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun merasa berat hati hingga wajahnya berubah karena marah, hingga saya berharap bila tadi saya tidak jadi memberitahukan kepada beliau, kemudian belaiu bersabda: "Sungguh Musa juga pernah disakiti lebih daripada ini namun dia tetap bersabar."BUKHARI NO.5635

TIDAK MENGHADAPI MANUSIA DENGAN CERCAAN

Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada kami Muslim dari Masruq, Aisyah berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah membuat sesuatu yang diperbolehkan bagi beliau, namun anehnya ada beberapa orang sahabat yang mengingkarinya (tidak mau menerimanya). Ketika isu itu hingga kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Maka dia berkhutbah, sesudah memuji Allah dia bersabda: "Apa alasan mereka itu mengingkari sesuatu yang saya buat, demi Allah, saya yakni insan yang paling mengenal Allah dan paling takut kepada-Nya."BUKHARI NO.5636

Telah menceritakan kepada kami Abdan telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Qatadah saya mendengar Abdullah yaitu Ibnu Abu 'Utbah bekas budak Anas, dari Abu Sa'id Al Khudri dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yakni sosok yang lebih pemalu daripada seorang gadis yang dipingit dalam rumah, apabila dia melihat sesuatu yang tidak disukainya, maka kami akan mengetahui dari raut muka beliau."BUKHARI NO.5637

SIAPA YANG MENGAFIRKAN SAUDARANYA TANPA TAKWIL, IA SEPERTI YANG DIUCAPKANNYA

Telah menceritakan kepada kami Muhammad dan Ahmad bin Sa'id keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami Utsman bin Umar telah mengabarkan kepada kami Ali bin Mubarrak dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seseorang berkata kepada saudaranya; "Wahai kafir" maka bisa jadi akan kembali kepada salah satu dari keduanya." Ikrimah bin 'Ammar berkata; dari Yahya dari Abdullah bin Yazid dia mendengar Abu Salamah mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."BUKHARI NO.5638

Telah menceritakan kepada kami Ismail katanya; telah menceritakan kepadaku Malik dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin Umar radliallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa saja yang berkata kepada saudaranya; "Wahai Kafir" maka bisa jadi akan kembali kepada salah satu dari keduanya."BUKHARI NO.5639

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Tsabit bin Adl Dlahak dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan selain agama Islam secara dusta, maka dia mirip apa yang dia katakan, barangsiapa bunuh diri dengan sesuatu di dunia, maka dia akan disiksa di neraka Jahannam dengan sesuatu yang ia pergunakan untuk bunuh diri, barangsiapa melaknat seorang muslim maka ia mirip membunuhnya dan barangsiapa menuduh seorang muslim dengan kekafiran maka ia mirip membunuhnya."BUKHARI NO.5640

MENGAFIRKAN DENGAN TANPA KLARIFIKASI ATAU JAHIL

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdah telah mengabarkan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Salim telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Dinar telah menceritakan kepada kami Jabir bin Abdullah bahwa Mu'adz bin Jabal radliallahu 'anhu pernah shalat (dibelakang) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia kembali ke kaumnya untuk mengimami shalat bersama mereka dengan membaca surat Al Baqarah, Jabir melanjutkan; "Maka seorang pria pun keluar (dari shaf) kemudian ia shalat dengan shalat yang agak ringan, ternyata hal itu hingga kepada Mu'adz, ia pun berkata; "Sesungguhnya dia yakni seorang munafik." Ketika ucapan Mu'adz hingga ke pria tersebut, pria itu eksklusif mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami yakni kaum yang mempunyai pekerjaan untuk menyiram ladang, sementara semalam Mu'adz shalat mengimami kami dengan membaca surat Al Baqarah, hingga saya keluar dari shaf, kemudian dia mengiraku seorang munafik." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Mu'adz, apakah kau hendak membuat fitnah." -Beliau mengucapkannya hingga tiga kali- bacalah Was syamsi wadluhaaha dan wasabbih bismirabbikal a'la atau yang serupa dengannya."BUKHARI NO.5641

Telah menceritakan kepadaku Ishaq telah mengabarkan kepada kami Abu Al Mughirah telah menceritakan kepada kami Al Auza'i telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dari Humaid dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa salah seorang dari kalian bersumpah, dan dalam sumpahnya berkata demi Lata dan Uzza, hendaknya ia segera mengatakan; "Laa ilaaha illallah (tiada ilah yang berhak di sembah kecuali Allah), dan barangsiapa berkata kepada saudaranya; "kemarilah kita main judi" hendaknya ia segera bersedekah."BUKHARI NO.5642

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Laits dari Nafi' dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma bahwa dia pernah mendapati Umar ketika di atas tunggangannya bersumpah dengan nenek moyangnya, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyeru kepada orang-orang: "Sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan bapak-bapak kalian, barangsiapa bersumpah hendaknya ia bersumpah dengan nama Allah atau kalau tidak, lebih baik ia diam."BUKHARI NO.5643

MARAH DAN KERAS YANG DIBOLEHKAN KARENA PERINTAH ALLAH

Telah menceritakan kepada kami Yasrah bin Shafwan telah menceritakan kepada kami Ibrahim dari Az Zuhri dari Al Qasim dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk menemuiku, sementara di dalam rumah terdapat kain pembatas (satir) yang bergambar, maka rona wajah dia berubah, dia eksklusif mengambil satir tersebut dan memotongnya." Aisyah melanjutkan; "Lalu dia bersabda: "Sesungguhnya orang-orang yang paling keras siksaannya pada hari Kiamat yakni orang yang menggambar gambar mirip ini."BUKHARI NO.5644

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Isma'il bin Abu Khalid telah menceritakan kepada kami Qais bin Abu Hazim dari Abu Mas'ud radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang pria tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Sesungguhnya saya akan mengakhirkan shalat shubuh karena fulan yang memanjangkan (bacaannya)." Abu Mas'ud berkata; "Maka saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat murka dalam memberikan nasihatnya melebihi marahnya dia pada hari itu, Abu Mas'ud melanjutkan; "Lalu dia bersbada: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya di antara kalian ada yang mengakibatkan orang-orang lari (dari keta'atan), barangsiapa di antara kalian shalat dengan orang banyak, hendaklah ia memperingan shalatnya, karena di antara mereka ada orang yang lemah, orang yang sudah lanjut usia dan orang yang mempunyai keperluan."BUKHARI NO.5645

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Juwairiyah dari Nafi' dari Abdullah radliallahu 'anhu dia berkata; "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat, dia melihat ludah di arah Qiblat Masjid, kemudian dia mengeruknya dan menutupinya, kemudian dia bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian sedang shalat, maka sesungguhnya Allah berada di hadapannya, karena itu janganlah ia meludah ke hadapannya ketika mengerjakan shalat."BUKHARI NO.5646

Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far telah mengabarkan kepada kami Rabi'ah bin Abu Abdurrahman dari Yazid bekas budak Al Munba'its, dari Zaid bin Khalid Al Juhani bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ihwal barang temuan, dia menjawab: "Umumkanlah selama setahun, kemudian kenalilah wadah dan talinya, (sementara waktu) kau boleh memanfa'atkannya, apabila pemiliknya datang, maka berikanlah barang tersebut kepadanya." Orang itu bertanya lagi; "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan kambing yang hilang?". Beliau menjawab; "Ambillah, mungkin ia sanggup menjadi milikmu atau milik saudaramu atau bahkan menjadi milik serigala." Dia bertanya lagi; "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan temuan unta?" Zaid bin Khalid berkata; "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam murka hingga wajahnya memerah atau rona wajahnya menjadi merah, kemudian dia bersabda: "Apa urusanmu dengan unta yang hilang?, biarkanlah ia, karena ia telah membawa sepatu dan wadah airnya sendiri hingga bertemu pemiliknya."BUKHARI NO.5647

Dan berkata Al Makki; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa'id. diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa'id dia berkata; telah menceritakan kepadaku Salim bin Abu An Nadlr bekas budak Umar bin 'Ubaidullah, dari Busr bin Sa'id dari Zaid bin Tsabit radliallahu 'anhu dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah membuat ruangan yang dibatasi dengan sehelai kain atau tikar di masjid, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dan melaksanakan shalat. kemudian orang-orang pun ikut melaksanakan shalat bersama beliau. Di malam berikutnya merekapun datang, namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak kunjung keluar, sambil mengeraskan suara, mereka melempar pintu dia dengan kerikil. Tidak usang kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar menemui mereka dalam keadaan murka seraya bersabda: "Masih saja kalian mengerjakannya (dengan berjama'ah), hingga saya mengira shalat tersebut akan diwajibkan atas kalian, hendaknya kalian melaksanakan shalat di rumah kalian, sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang yakni dirumahnya kecuali shalat wajib."BUKHARI NO.5648

MEWASPADAI MARAH

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyib dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah orang yang berpengaruh yakni orang yang pintar bergulat, tapi orang yang berpengaruh yakni orang yang sanggup menahan nafsunya ketika ia marah."BUKHARI NO.5649

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Adi bin Tsabit telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Shurd dia berkata; "Ada dua orang yang saling mencerca di samping Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sementara kami duduk-duduk di samping beliau, salah seorang darinya mencerca temannya sambil marah, hingga wajahnya memerah, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya saya mengetahui suatu kalimat yang apabila ia membacanya, pasti kemarahannya akan hilang, sekiranya ia mengatakan; "A'uudzubillahi minasy syaithaanir rajiim." Lalu orang-orang berkata kepada pria itu; "Apakah kau tidak mendengar apa yang di katakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam? Justru pria itu menimpali; "Sesungguhnya saya tidaklah gila."BUKHARI NO.5650

Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Abu Bakr yaitu Ibnu Ayyasy dari Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa seorang pria berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Berilah saya wasiat?" dia bersabda: "Janganlah kau marah." Laki-laki itu mengulangi kata-katanya, dia tetap bersabda: "Janganlah kau marah."BUKHARI NO.5651

MALU

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Abu As Sawwar Al 'Adawi dia berkata; saya mendengar 'Imran bin Hushain berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sifat malu itu tidak tiba kecuali dengan kebaikan." Maka Busyair bin Ka'b berkata; "Telah tertulis dalam hikmah, sesungguhnya dari sifat malu itu terdapat ketenangan, sesungguhnya dari sifat malu itu terdapat ketentraman." Maka Imran berkata kepadanya; "Aku menceritakan kepadamu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sementara kau menceritakan kepadaku dari catatanmu."BUKHARI NO.5652

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Salamah telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Salim dari Abdullah bin Umar radliallahu 'anhuma; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melewati seorang pria yang tengah mencela saudaranya karena malu, kata pria itu; "Sesungguhnya kau selalu malu hingga hal itu akan membahayakan bagimu." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Biarkanlah ia, karena sesungguhnya sifat malu itu termasuk dari iman."BUKHARI NO.5653

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Al Ja'ad telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Bekas budak Anas, Abu Abdullah berkata; namanya yakni Abdullah bin Abu 'Utbah dia berkata; saya mendengar Abu Sa'id berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lebih pemalu daripada seorang gadis pingitan yang dipingit di kamarnya."BUKHARI NO.5654

JIKA KAMU TIDAK MALU, PERBUATLAH SEKEHENDAKMU

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Manshur dari Rib'i bin Hirasy telah menceritakan kepada kami Abu Mas'ud dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang diperoleh insan dari ucapan kenabian yang pertama yakni bila kau tidak mempunyai rasa malu, maka berbuatlah sesukamu."BUKHARI NO.5655

TIDAK MALU DARI KEBENARAN KARENA INGIN MENDALAMI AGAMA

Telah menceritakan kepada kami Isma'il dia berkata; telah menceritakan kepadaku Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari Ayahnya dari Zainab binti Abu Salamah dari Ummu Salamah radliallahu 'anha dia berkata; "Ummu Sulaim tiba kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran, apakah seorang perempuan wajib mandi bila ia ihtilam (mimpi basah)? Beliau bersabda: "Ya, bila ia melihat air."BUKHARI NO.5656

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Muharib bin Ditsar dia berkata; saya mendengar Ibnu Umar berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan seorang muslim bagaikan pohon hijau, daunnya tidak pernah berjatuhan dan berguguran." orang-orang pun menjawab; "Ia yakni pohon ini, ia yakni pohon ini." Dan saya hendak menjawab; "Itu yakni pohon kurma, karena waktu itu saya masih sangat muda, maka akupun malu menjawabnya." Kemudian dia bersabda: "Ia yakni pohon kurma." Dan dari Syu'bah telah menceritakan kepada kami Khubaib bin Abdurrahman dari Hafsh bin 'Ashim dari Ibnu Umar mirip hadits di atas, dia menambahkan; "Lalu saya sampaikan kepada Umar (ayahnya), Umar pun berkata; "Sekiranya kau menyampaikan hal itu, pasti lebih saya sukai dari pada ini dan ini."BUKHARI NO.5657

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Marhum saya mendengar Tsabit bahwa dia mendengar Anas radliallahu 'anhu berkata; "Seorang perempuan tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan dirinya, katanya; "Apakah engkau membutuhkanku?" maka anak perempuan (Anas bin Malik) berkata; "Alangkah sedikit malunya perempuan itu." Anas bin Malik berkata; "Ia lebih baik darimu, dia tawarkan dirinya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."BUKHARI NO.5658

SABDA NABI "PERMUDAHLAH, JANGAN KALIAN PERSULIT"

Telah menceritakan kepadaku Ishaq telah menceritakan kepada kami An Nadlr telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Sa'id bin Abu Burdah dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata; "Ketika dia mengutusnya bersama Mu'adz bin Jabal, dia bersabda kepada keduanya: "Mudahkanlah setiap urusan dan janganlah kau mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan kau membuatnya lari, dan bersatu padulah! Lantas Abu Musa berkata; "Wahai Rasulullah, di tempat kami sering dibentuk minuman dari rendaman madu yang biasa di sebut dengan Al Bit'u dan minuman dari rendaman gandum yang biasa di seut Al Mizru. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Setiap yang memabukkan yakni haram."BUKHARI NO.5659

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu At Tayyah dia berkata; saya mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mudahkanlah setiap urusan dan janganlah kalian mempersulitnya, buatlah mereka damai dan jangan membuat mereka lari."BUKHARI NO.5760

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah radliallahu 'anha bahwa dia berkata; "Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam merasa gundah terhadap dua pilihan melainkan dia akan menentukan kasus yang lebih gampang (ringan) selama hal itu tidak mengandung dosa. Jika kasus itu mengandung dosa, maka dia yakni orang yang paling menjauhkan diri dari padanya. Dan tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam murka terhadap suatu perkara, melainkan bila dia melihat larangan Allah dilanggar, maka dia akan murka karena Allah."BUKHARI NO.5661

Telah menceritakan kepada kami Abu An Nu'man telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Al Azraq bin Qais dia berkata; "Kami pernah berada di tepi sungai di Ahwaz yang airnya sedikit mengering, tiba-tiba Abu Barzah Al Aslami tiba dengan mengendarai kuda, kemudian dia mengerjakan shalat dengan membiarkan kudanya, tiba-tiba kudanya kabur, dia pun membatalkan shalatnya untuk mengejar kudanya yang kabur hingga ia sanggup menangkapnya lagi, kemudian dia kembali untuk mengqadla' shalatnya. Ternyata di antara kami ada seorang pria yang mempunyai pikiran (lain), ia kemudian menghadap dan berkata; "Lihatlah orang renta ini, ia meninggalkan (membatalkan) shalatnya karena seekor kuda." Setelah itu Abu Barzah menemuinya dan berkata; "Tidak ada seorang pun yang sangat mencelaku sejak saya berpisah dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, " katanya selanjutnya; "Sesungguhnya tempat tinggalku sangatlah jauh, sekiranya saya shalat dan membiarkan kudaku, pasti saya pulang ke keluarga hingga larut malam." Dan Al Azraq menyebutkan bahwa dia telah menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ikut berperang bersama beliau."BUKHARI NO.5662

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri, Al Laits berkata; telah menceritakan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bahwa Abu Hurairah telah mengabarkan kepadanya; Seorang Arab badui kencing di Masjid, maka orang-orang pun segera menuju kepadanya dan menghardiknya, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada mereka: "Biarkanlah dia, dan guyurlah air kencingnya dengan seember air, hanyasanya kalian diutus untuk memudahkan bukan untuk mempersulit."BUKHARI NO.5663

MUDAH BERGAUL

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Abu At Tayyah dia berkata; saya mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa bergaul dengan kami, hingga dia bersabda kepada saudaraku yang kecil: "Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan oleh Nughair (nama burung)?"BUKHARI NO.5664

Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Ayahnya dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Aku pernah bermain bersama bawah umur perempuan di akrab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan saya juga mempunyai teman-teman yang biasa bermain denganku, apabila Rasulullah shallaallahu'alaihi wa sallam masuk, mereka bersembunyi dari beliau. Sehingga dia memanggil mereka supaya bermain bersamaku."BUKHARI NO.5665

INTERAKSI SOSIAL DENGAN BAHASA SINDIRAN

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Al Munkadir dia menceritakan dari 'Urwah bin Zubair bahwa Aisyah telah mengabarkan kepadanya, bahwa seorang pria meminta izin kepada Nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam, dia kemudian bersabda: "Izinkanlah dia masuk, amat buruklah Ibnu 'Asyirah (maksudnya kabilah) atau amat buruklah Suadara 'Asyirah (maksudnya kabilah)." Ketika orang itu masuk, dia berbicara kepadanya dengan bunyi yang lembut, kemudian saya bertanya; "Wahai Rasulullah, anda berkata mirip ini dan ini, namun sesudah itu anda berbicara dengannya dengan bunyi yang lembut, Maka dia bersabda: "Wahai 'A`isyah, sesungguhnya seburuk-buruk kedudukan insan di sisi Allah pada hari selesai zaman yakni orang yang ditinggalkan oleh insan karena takut akan kejahatannya."BUKHARI NO.5666

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdul Wahhab telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Ulayyah telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari Abdullah bin Abu Mulaikah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah diberi hadiah beberapa potong baju yang terbuat dari sutera dan berkancing emas kemudian dia membagi-bagikannya kepada para shahabat dan menyisakan satu potong untuk Makhramah. Ketika Makhramah tiba dia bersabda: "Aku telah menyimpannya untukmu." Lalu Ayyub memperagakan bagaimana dia memberikan kain tersebut kepada Makhramah, sedangkan dalam perangainya tersebut ada suatu (pelajaran)." Hadits ini juga di riwayatkan Hammad bin Zaid dari Ayyub. Dan Hatim bin Wardan berkata; telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Ibnu Abu Mulaikah dari Miswar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah di beri aqbiyah (sejenis mantel)..."BUKHARI NO.5667

SEORANG MUKMIN TAK BOLEH MASUK LUBANG DUA KALI

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Az Zuhri dari Ibnu Al Musayyib dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa dia bersabda: "Orang mukmin tidak akan terperosok dua kali pada satu lobang."BUKHARI NO.5668

HAK TAMU

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami Rauh bin 'Ubadah telah menceritakan kepada kami Husain dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abdullah bin 'Amru dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemuiku, kemudian dia bersabda: "Aku memperoleh isu bahwa kau bangun di malam hari dan berpuasa di siang hari, benarkah itu?" Aku menjawab; "Benar." Beliau bersabda: "Jangan kau lakukannya; namun tidur dan bangunlah, berpuasa dan berbukalah. Karena tubuhmu mempunyai hak atas dirimu, kedua matamu mempunyai hak atas dirimu, tamumu mempunyai hak atas dirimu, istrimu mempunyai hak atas dirimu. Sungguh, semoga panjang umur dan cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, dan suatu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, itulah puasa Dahr." Abdullah bin 'Amru berkata; "Aku bersikap keras dan dia pun bersikap keras kepadaku, kemudian kataku; "Sungguh saya masih berpengaruh melaksanakan lebih dari itu?". Beliau bersabda: "Berpuasalah tiga hari setiap Jum'at." Abdullah bin 'Amru berkata; "Aku bersikap keras dan dia pun bersikap keras kepadaku, kemudian kataku; "Sungguh saya masih berpengaruh melaksanakan lebih dari itu?" Beliau bersabda: "Kalau begitu, berpuasalah mirip puasanya Nabiyullah Daud." Aku bertanya; "Bagaimana puasa Nabiyullah Daud?" Beliau bersabda: "Yaitu puasa setengah zaman (sehari puasa sehari berbuka)."BUKHARI NO.5669

MEMULIAKAN TAMU DAN MELAYANI

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Suraih Al Ka'bi bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam, dan bertamu itu tiga hari, lebih dari itu yakni sedekah baginya, dan tidak halal bagi tamu tinggal (berlama-lama) sehingga memberatkannya." Telah menceritakan kepada kami Isma'il dia berkata; telah menceritakan kepadaku Malik mirip hadits di atas, dia menambahkan; "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya berkata baik atau diam."BUKHARI NO.5670

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Ibnu Mahdi telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam."BUKHARI NO.5671

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Abu Al Khair dari 'Uqbah bin 'Amir radliallahu 'anhu bahwa dia berkata; "Kami bertanya; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda mengutus kami, kemudian kami singgah di suatu kaum, namun mereka tidak melayani kami, bagaimana berdasarkan anda?" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kami: "Jika kalian singgah di suatu kaum, kemudian mereka melayani kalian sebagaimana layaknya seorang tamu, maka terimalah layanan mereka. Jika mereka tidak melayani kalian, maka kalian boleh mengambil dari mereka hak tamu yang pantas mereka berikan."BUKHARI NO.5672

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Hisyam telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam."BUKHARI NO.5673

MEMASAK DAN BERUSAHA MEMBUAT JAMUAN

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Aun telah menceritakan kepada kami Abu Al 'Umais dari 'Aun bin Abu Juhaifah dari Ayahnya dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mempersaudarakan antara Salman dengan Abu Darda`, kemudian Salman mengunjungi Abu Darda` dan melihat Ummu Darda' berpenampilan kusam, Salman pun bertanya; "Kenapa denganmu?" Ummu Darda` menjawab; "Sesungguhnya saudaramu yaitu Abu Darda' tidak membutuhkan terhadap dunia sedikitpun, " Ketika Abu Darda` tiba, dia menyebarkan masakan untuk Salman kemudian berkata; "Makanlah karena saya sedang berpuasa." Salman menjawab; "Saya tidak ingin makan hingga kau ikut makan." Akhirnya Abu Darda' pun makan. Ketika tiba waktu malam, Abu Darda' beranjak untuk melaksanakan shalat namun Salman berkata kepadanya; "Tidurlah." Abu Darda` pun tidur, tidak berapa usang kemudian dia beranjak untuk mengerjakan shalat, namun Salman tetap berkata; "Tidurlah." kesannya dia tidur." Ketika di selesai malam, Salman berkata kepadanya; "Sekarang bangunlah, " Abu Juhaifah berkata; "Keduanya pun bangun dan melaksanakan shalat, sesudah itu Salman berkata; "Sesungguhnya Rabbmu mempunyai hak atas dirimu, dan badanmu mempunyai hak atas dirimu, isterimu mempunyai hak atas dirimu, maka berikanlah haknya setiap yang mempunyai hak." Selang beberapa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam datang, kemudian hal itu diberitahukan kepada beliau, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Salman benar." Abu Juhaifah Wahb As Suwa`i biasa di sebut dengan Wahb Al Khair.BUKHARI NO.5674

DIMAKRUHKAN MARAH DAN BERKELUH KETIKA KEDATANGAN TAMU

Telah menceritakan kepada kami Ayyasy bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Abdul A'la telah menceritakan kepada kami Sa'id Al Jurairi dari Abu Utsman dari Abdurrahman bin Abu Bakr radliallahu 'anhuma bahwa Abu Bakar kedatangan tamu beberapa orang, kemudian dia berkata kepada Abdurrahman; "Layani tamu-tamumu dengan baik, karena saya hendak menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, pergilah untuk menjamu mereka sebelum saya kembali." Lantas Abdurrahman beranjak dan menjamu apa yang dia miliki kepada mereka, kemudian dia berkata; "Silahkan makan." Namun mereka berkata; "Kemanakah tuan rumah?" Abdurrahman berkata; "Makanlah." Mereka tetap berkata; "Kami tidak akan menyantap masakan hingga tuan rumah datang." Abdurrahman berkata; "Terimalah jamuan kalian ini, karena bila ia datang, sedangkan kalian belum memakannya, dia akan membuangnya." Namun mereka tetap menolaknya, maka akupun tahu kalau Abu Bakr akan memarahiku, ketika dia datang, saya eksklusif menghidar darinya, Abu Bakr berkata; "Apakah kalian telah memakannya?" maka mereka mengabarinya (bahwa mereka belum menjamahnya), maka Abu Bakr menyeru; "Wahai Abdurrahman?" saya pun terdiam, kemudian dia berkata lagi; "Wahai Abdurrahman?" saya tetap diam, kemudian dia berkata; "Wahai Ghuntsar (sebutan untuk Abdurrahman), saya bersumpah kepadamu, bila kau mendengar suaraku." Ketika saya tiba dan keluar, saya eksklusif berkata; "Tanyalah kepada para tamumu." Mereka pun menjawab; "Dia benar, dia telah menyodorkannya kepada kami." Abu Bakr berkata; "Apakah kalian menungguku?, demi Allah saya tidak akan makan malam ini." Dan yang lain pun menimpali; "Demi Allah, kami tidak akan memakannya hingga kau memakannya lebih dulu." Abu Bakr berkata; "Aku sama sekali tidak pernah melihat keburukan mirip yang terjadi malam ini.' Celakalah kalian kenapa kalian tidak mau mendapatkan hidangan kami? Berikanlah makananmu kepadaku, " kemudian disodorkanlah masakan tersebut kepadanya kemudian dia meletakkan di tangannya dan berkata; "Dengan nama Allah, (sumpah) yang pertama yakni untuk syetan." Lalu Abu Bakr memakannya dan mereka pun ikut makan."BUKHARI NO.5675

UCAPAN TAMU KEPADA KAWAN "SAYA TAK AKAN MAKAN HINGGA ENGKAU MAKAN"

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Adi dari Sulaiman dari Abu Utsman. Abdurrahman bin Abu Bakr radliallahu 'anhu berkata; "Abu Bakr kedatangan tamu atau kedatangan para tamu, sementara dia bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga larut malam, ketika dia kembali pulang, ibuku berkata kepadanya; "Apa yang menghalangimu tidak menemui tamumu atau para tamumu semalam?" dia berkata; "Apakah kau telah menjamu mereka?" ibuku menjawab; "Aku telah berusaha menjamunya atau menjamu mereka, namun mereka tetap menolaknya atau dia menolaknya." Abu Bakr pun marah, mencela dan mencaci serta bersumpah untuk tidak memberinya makan." Lalu saya pergi dan bersembunyi, dia berkata; "Wahai Ghuntsar!" maka isterinya pun bersumpah untuk tidak memakannya begitu juga dengan tamu atau para tamu yang bersumpah untuk tidak memakannya." Maka Abu Bakr berkata; "Seakan-akan hal ini dari syetan." Abu Bakr pun meminta diambilkan makanan, kemudian dia memakannya dan mereka juga ikut menyantapnya, anehnya tidaklah mereka mengambil sesuap (makanan) melainkan dari bawah masakan tersebut bertambah semakin banyak, maka Abu Bakr berkata; "Wahai saudari Bani Firas, ada apa dengan ini?" isterinya menjawab; "Sungguh menjadi kesegaran pada hatiku, bahwa masakan tersebut kini lebih banyak sebelum kita memakannya." Maka para tamu pun ikut menyantapnya dan sebagiannya di kirimkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan Abdurrahman menyebutkan bahwa dia juga ikut memakannya."BUKHARI NO.5676

MENGHORMATI YANG LEBIH DEWASA "MENDAHULUKAN YANG LEBIH DEWASA UNTUK BICARA"

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Zaid dari Yahya bin Sa'id dari Busyair bin Yasar bekas budak Anshar, dari Rafi' bin Khadij dan Sahal bin Abu Hatsmah bahwa keduanya menceritakan kepadanya bahwa Abdullah bin Sahal dan Muhayishah bin Mas'ud pergi ke Khaibar, kemudian keduanya berpisah di suatu kebun kurma, tiba-tiba Abdullah bin Sahal terbunuh, lantas Abdurrahman bin Sahl Huwayishah dan Muhayishah bin Mas'ud pergi menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk melapor mengenai kasus saudaranya, Abdurrahman angkat bicara padahal dia yakni orang yang paling muda di antara mereka, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang lebih tua, yang lebih tua." Yahya berkata; "Maksudnya hendaknya yang paling renta yang lebih dulu angkat bicara." Lalu mereka melaporkan mengenai kasus saudaranya, lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hendaknya lima puluh orang dari kalian bersumpah atas satu orang dari mereka (Yahudi), maka kalian berhak menuntut darah sahabatmu." Mereka berkata; "Perkara ini sama sekali belum pernah kami alami, bagaimana kami akan bersumpah?" dia bersabda: "Jika demikian, orang-orang Yahudi telah terbebas dari tuduhanmu, dengan lima puluh orang dari mereka yang bersumpah." Mereka berkata; "Wahai Rasulullah, mereka yakni orang-orang kafir." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membayar diyat dari diri dia sendiri kepada mereka." Sahal berkata; "Maka saya dapati seekor unta dari unta-unta tersebut, kemudian saya masukkan ke sangkar unta mereka, tiba-tiba saya di tendang oleh kaki unta itu." Laits berkata; Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Busyair dari Sahal. Yahya berkata; Aku mengira dia berkata bersama dengan Rafi' bin Khadij. Ibnu 'Uyainah berkata; Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Busyair dari Sahal saja.BUKHARI NO.5677

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah telah menceritakan kepadaku Nafi' dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Beritahukanlah kepadaku suatu pohon yang perumpamaannya mirip seorang muslim, berbuah setiap ketika dengan izin pemiliknya dan daunnya pun tidak pernah berguguran." Hatiku menyampaikan bahwa pohon itu yakni pohon kurma, namun saya tidak berani mengatakannya apalagi disana terdapat Abu Bakr dan Umar, ketika keduanya tidak angkat bicara, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pohon itu yakni pohon kurma." Ketika saya keluar bersama ayahku, saya berkata; "Wahai ayahku, tadi dalam hatiku menyampaikan bahwa pohon itu yakni pohon kurma." Ayahku berkata; "Kenapa kau tidak menjawabnya! Sekiranya kau menjawabnya, maka hal itu lebih saya sukai daripada ini dan ini." Abdullah berkata; "Sebenarnya tidak ada yang mencegahku untuk menjawabnya melainkan saya melihatmu dan Abu Bakr tidak juga angkat bicara, maka saya tidak suka (mendahulinya)."BUKHARI NO.5678

SYAIR, BAIT, DAN PANTUN YANG DIBOLEHKAN DAN YANG DIMAKRUHKAN

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Bakr bin Abdurrahman bahwa Marwan bin Hakam telah mengabarkan kepadanya bahwa Abdurrahman bin Al Aswad bin Abdu Yaghuts telah mengabarkan kepadanya, bahwa Ubay bin Ka'b telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya dalam sya'ir itu terkandung hikmah."BUKHARI NO.5679

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al Aswad bin Qais saya mendengar Jundub berkata; "Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berjalan, tiba-tiba dia tersandung kerikil kemudian dia terjatuh hingga menimbulkan jari (kakinya) berdarah, kemudian dia bersabda: "Bukankah engkau hanya sebatang jari yang berdarah? Dan ini terjadi ketika engkau ikut berjihad fi sabilillah."BUKHARI NO.5680

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Ibnu Mahdi telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul Malik telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalimat sya'ir paling benar yang pernah diucapkan oleh seorang penya'ir yakni kalimat Labid: Alaa, kullu syaiin maa khalallaha bathil (Ketahuilah, segala sesuatu selain Allah itu pasti binasa). Dan hampir saja Umayyah bin Abu Shalt masuk Islam."BUKHARI NO.5681

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma'il dari Yazid bin Abu 'Ubaid dari Salamah bin Al Akwa' dia berkata; "Aku pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuju Khaibar, maka kami mengadakan perjalanan di malam hari, seorang anggota pasukan dari suatu Kaum berkata kepada 'Amir bin Al Akwa'; "Tidakkah kau mau memperdengarkan kepada kami sajak-sajakmu? Salamah berkata; 'Amir memang seorang penyair, kemudian dia turun sambil menghalau unta dan berkata; "Ya Allah, kalau bukan karena (Hidayah-Mu) maka tidaklah kami akan mendapat petunjuk, kami tidak akan bersedekah, dan tidak akan mendirikan shalat. Oleh karena itu, ampunilah kami, sebagai tebusan Engkau atas kesalahan kami. Dan teguhkanlah pendirian kami bila bertemu dengan musuh. Tanamkanlah ketenangan di hati kami, apabila di teriaki kami kan datang. Dan dengan teriakan, mereka kan menangis kepada kami." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Siapakah orang yang menghalau unta sambil bersyair itu?" mereka menjawab; "Amir bin Al Akwa'." Beliau bersabda: "Semoga Allah merahmatinya." Lalu seorang anggota pasukan bertanya; "Betulkah begitu ya Rasulullah?, alangkah baiknya sekiranya anda menyuruhnya supaya menghibur kami terus." Salamah berkata; "Kiranya ketika itu kami telah hingga di Khaibar, kemudian kami mengepung penduduknya, sehingga perut kami terasa sangat lapar, kemudian Allah menaklukkan negeri itu atas mereka (kaum Muslimin)." Setelah hari mulai petang di hari penaklukan Khaibar, mereka mulai menyalakan api, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Nyala api apakah itu? Dan untuk apakah mereka menyalakan api?" mereka menjawab; "Untuk memasak daging." Beliau bertanya: "Daging apa?" mereka menjawab; "Daging keledai jinak." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tumpahkanlah dan pecahkanlah." Lantas ada seorang pria berkata; "Wahai Rasulullah, atau tumpahkan kemudian di cuci." Beliau menjawab: "atau mirip itu." Tatkala dua pasukan saling berhadapan, ternyata 'Amir hanya mempunyai pedang pendek. Dengan pedang itu maka ia menikamnya di betis orang Yahudi, tetapi malang baginya, ujung pedang itu terus meluncur hingga berbalik mengenai lutut 'Amir, dan 'Amir pun gugur karenanya." Setelah mereka kembali pulang, Salamah mengatakan; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihatku murung, kemudian dia bersabda kepadaku: "Kenapa denganmu?" Aku menjawab; "Ayah dan ibuku menjadi tebusan anda, orang-orang menganggap pahala 'Amir telah terhapus." Beliau bertanya; "Siapa yang mengatakannya?" jawabku; "Fulan, fulan, fulan dan Usaid bin Hudlair Al Anshari." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dusta orang yang mengatakannya, sesungguhnya dia memperoleh pahala ganda -sambil dia menggabungkan kedua jemarinya- dialah pejuang sesungguhnya, dan sedikit sekali orang Arab yang pergi berperang mirip dia."BUKHARI NO.5682

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menemui sebagian isterinya, sementara Ummu Sulaim bersama mereka, maka dia bersabda: 'Hati-hati wahai Anjasyah, pelan-pelanlah bila mengawal sesuatu yang diibaratkan dengan barang yang gampang pecah (maksudnya para wanita). Abu Qilabah berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbicara dengan kalimat yang seandainya sebagian dari kalian mengucapkannya, pasti kalian akan mempermainkan orang yang mengucapkannya.' (karena jarang yang melakukannya). Yaitu sabda beliau; "Kamu mengawal sesuatu yang diibaratkan dengan barang yang gampang pecah (maksudnya yakni para wanita)."BUKHARI NO.5683

MENCACI ORANG-ORANG MUSYRIK

Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepada kami 'Abdah telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin 'Urwah dari Ayahnya dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Hasan bin Tsabit pernah meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk mengejek kaum Musyrikin (Quraisy), kemudian dia bersabda: "Tapi bagaimana dengan nasab (keturunan) ku?" Hasan berkata; "Aku pasti akan mengeluarkan (menyelamatkan) tuan dari mereka sebagaimana rambut dikeluarkan dari campuran tepung." Dan dari Hisyam bin 'Urwah dari Ayahnya dia berkata; "Aku pernah pergi untuk mencela Hasan di hadapan Aisyah, maka dia berkata; "Jangan kau mencelanya, karena dia pernah menyelamatkan (melindungi) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."BUKHARI NO.5684

Telah menceritakan kepada kami Asbagh dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin Wahb dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab bahwa Al Haitsam bin Abu Sinan telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah mendengar Abu Hurairah dalam kisahnya menyebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: bahwa saudara kalian (maksudnya Ibnu Rawahah) pernah mengucapkan perkataan jelek, bahkan dia mengatakan; "Di antara kita ada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang membaca kitabnya, ketika fajar merekah terang. Beliau menunjukkan petunjuk kepada kita. Yang karenanya hati kita menjadi yakin, sesudah konkret apa yang diucapkannya musti terjadi. Beliau bermalam dengan menjauhkan punggungnya dari tempat tidurnya, ketika tempat tidur terasa berat bagi orang-orang kafir." Hadits ini juga diperkuat 'Uqail dari Az Zuhri, Az Zubuaidi menyampaikan dari Az Zuhri dari Sa'id, dan Al A'raj dari Abu Hurairah."BUKHARI NO.5685

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Isma'il dia berkata; telah menceritakan kepadaku Saudaraku dari Sulaiman dari Muhammad bin Abu 'Atiq dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf bahwa dia mendengar Hasan bin Tsabit Al Anshari meminta persaksian kepada Abu Hurairah, seraya berkata; "Saya bersumpah kepadamu dengan nama Allah wahai Abu Hurairah, pernahkah kau mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Hasan, balaslah (sya'ir orang-orang kafir itu) untuk membela Rasulullah! Ya Allah, dukunglah Hasan dengan ruhul Quds (Jibril)." Abu Hurairah menjawab; "Ya, pernah."BUKHARI NO.5686

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Adi bin Tsabit dari Al Barra` radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Hasan: "Seranglah mereka atau dia bersabda balaslah serangan mereka dan Jibril bersamamu."BUKHARI NO.5687

DIMAKRUHKAN SESEORANG DIDOMINASI SYAIR

Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hanzhalah dari Salim dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Perut salah seorang dari kalian penuh dengan infeksi itu lebih baik daripada penuh dengan bait-bait sya'ir."BUKHARI NO.5688

Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy dia berkata; saya mendengar Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perut seseorang penuh dengan infeksi yang berbau busuk itu lebih daripada penuh dengan bait-bait sya'ir."BUKHARI NO.5689

UCAPAN "TARIBAT YAMIINUKA" DAN 'AQROO"

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari 'Urwah dari Aisyah sesungguhnya Aflah saudara Abu Al Qu'ais pernah meminta izin untuk menemuiku sesudah turun (ayat) hijab, maka saya berkata; "Demi Allah, saya tidak akan mengizinkannya (masuk) sebelum saya meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, karena saudara Abu Al Qu'ais bukanlah orang yang menyusuiku, akan tetapi yang menyusuiku yakni isterinya." Beberapa ketika kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang, kemudian saya berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya pria itu bukanlah orang yang menyusuiku, akan tetapi yang menyusuiku yakni isterinya, dia bersabda: "Izinkanlah ia (masuk) karena dia yakni pamanmu, semoga kau beruntung!."BUKHARI NO.5690

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Al Hakam dari Ibrahim dari Al Aswad dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hendak bepergian, tiba-tiba dia melihat Shafiyyah berdiri di depan pintu tendanya dengan penuh kesedihan karena dirinya sedang haidl. Beliau pun bersabda padanya: "Oo…(dengan bahasa Quraisy), sesungguhnya kau benar-benar menimbulkan kami tertahan." Kemudian dia bersabda: "Apakah kau telah melaksanakan ifadlah di hari Nahr (kurban)? Maksudnya yakni thawaf." Shafiyah menjawab; "Ya." Beliau bersabda: "Kalau begitu, berangkatlah."BUKHARI NO.5691

PENJELASAN "MEREKA BERANGGAPAN"

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abu An Nadlr bekas budak Umar bin 'Ubaidullah, bahwa Abu Murrah bekas budak Ummu Hani` binti Abu Thalib telah mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar Ummu Hani` binti Abu Thalib berkata; "Aku pernah pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada waktu Fathu Makkah, Saya mendapati dia sedang mandi sedangkan Fathimah, anak perempuannya, menutupinya dengan selembar kain. Lalu saya mengucapkan salam kepadanya." Beliau bertanya: "Siapa itu?" saya menjawab; "Saya Ummu Hani` binti Abu Thalib" dia bersabda: "Selamat datang, Ummu Hani`." Seusai mandi, dia berdiri dan shalat delapan rakaat dengan menggunakan sehelai baju. Saat dia selesai, saya menuturkan; "Wahai Rasulullah! saudaraku Ali hendak membunuh seorang pria yang telah saya beri perlindungan, dia yakni fulan bin Hubairah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kami telah memberi proteksi terhadap orang yang telah kau lindungi, wahai Ummu Hani`." Ummu Hani` berkata; "Demikian itu terjadi pada waktu dluha."BUKHARI NO.5692

UCAPAN SESEORANG "CELAKA KAMU, HUSS"

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang pria yang menuntun unta, kemudian dia bersabda: "Naikilah" pria tersebut menjawab; "Ia hanya seekor unta?" dia bersabda: "Naikilah." Laki-laki itu tetap berkata; "Sesungguhnya ia hanya seekor unta." Beliau bersabda: "Naikilah, celaka kamu."BUKHARI NO.5693

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang pria yang menuntun unta, kemudian dia bersabda: "Naikilah." Laki-laki itu berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ia hanya seekor unta." Beliau bersabda: "Naikilah, celaka kamu, " dia mengucapkan itu di kali yang kedua atau ketiga"BUKHARI NO.5694

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit Al Bunani dari Anas bin Malik, sedangkan Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah dalam suatu perjalanan, sementara bersama dia ada seorang budak pria hitam yang berjulukan Anjasyah sebagai pengawal, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Celaka kau wahai Anjsyah, hati-hatilah kau bila mengawal sesuatu yang gampang pecah (maksudnya yakni perempuan karena lemahnya)."BUKHARI NO.5695

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Khalid dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari Ayahnya dia berkata; "Ada seorang pria yang menyanjung kebaikan pria lain di depan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka dia bersabda: "Celaka kamu, kau telah memenggal leher saudaramu." -Beliau mengatakannya hingga tiga kali- bila salah seorang dari kalian memuji temannya -tidak mustahil- hendaklah mengucapkan: 'Aku kira fulan mirip ini dan ini, dan Allah lah yang akan menilainya, dan saya tidak menyucikan seorang pun atas Allah walaupun Dia mengetahuinya."BUKHARI NO.5696

Telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Al Walid dari Al Auza'i dari Az Zuhri dari Abu Salamah dan Adl Dlahak dari Abu Sa'id Al Khudri dia berkata; Pada suatu hari, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membagi pembagian, tiba-tiba Dzul Huwaishirah seorang pria dari Bani Tamim berkata; "Wahai Rasulullah, hendaknya engkau berbuat adil! Spontan dia menjawab: "Siapa lagi bisa berbuat adil bila saya tak bisa berbuat adil? 'Umar kemudian menyampaikan 'Izinkanlah saya yang memenggal lehernya! Beliau menjawab: 'Biarkan saja dia, sesungguhnya dia mempunyai beberapa mitra yang salah seorang diantara kalian meremehkan shalatnya sekalipun dia shalat, dan meremehkan puasanya sekalipun dia puasa, mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busur, ia melihat mata panahnya namun tak ada apa-apa, kemudian memperhatikan kain panahnya namun tidak ditemukan apa-apa, kemudian melihat anak panahnya namun tidak didapatkan apa-apa, kemudian melihat pada bulu anak panahnya namun tidak didapatkan apa-apa, rupanya telah didahulu oleh kotoran dan darah. Mereka muncul ketika insan mengalami perpecahan. Ciri mereka yakni seorang pria yang salah satu diantara kedua tangannya mirip dada kaum perempuan atau ia mirip daging yang bergerak-gerak." Abu Sa'id mengatakan; "Aku bersaksi bahwa saya mendengar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan saya bersaksi bahwa 'Ali membunuh mereka dan saya bersamanya ketika didatangkan seseorang yang cirinya mirip yang dicirikan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."BUKHARI NO.5697

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil Abu Al Hasan telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Al Auza'i dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa seorang pria tiba kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Wahai Rasulullah, celaka aku!." Beliau menanggapi: "Ada apa denganmu?" pria itu berkata; "Aku telah menggauli isteri di (siang) bulan Ramadhan." Beliau bersabda: "Kalau begitu, bebaskanlah budak." Laki-laki itu berkata; "Aku tidak mampu." Beliau bersabda: "Berpuasalah dua bulan berturut-turut." Laki-laki itu berkata; "Aku tidak mampu." Beliau bersabda: "Berilah makan enam puluh orang miskin." Laki-laki itu berkata; "Aku tidak mampu." Lalu dia memberinya segantang makanan, dan bersabda: "Ambillah dan bersedekahlah dengannya." Laki-laki itu berkata; "Wahai Rasulullah, apakah ini untuk selain keluargaku? Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada seorang pun di antara dua lembah ini (maksudnya Madinah) yang lebih membutuhkan daripada (keluargaku)." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tersenyum hingga terlihat giginya, kemudian dia bersabda: "Kalau begitu ambilah untukmu." Hadits ini juga di perkuat oleh Yunus dari Az Zuhri. Abdurrahman bin Khalid berkata; dari Az Zuhri dengan redaksi "wailaka (celaka kamu)."BUKHARI NO.5698

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Al Walid telah menceritakan kepada kami Abu 'Amru Al Auza'i dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab Az Zuhri dari 'Atha` bin Yazid Al Laitsi dari Abu Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu bahwa seorang Arab Badui berkata; "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku ihwal Hijrah!." Beliau bersabda: "Sayang sekali, hijrah itu sangat berat. Apakah kau mempunyai unta?" Jawab orang itu; "Ada!" dia bertanya: "Sudahkah kau membayar zakatnya?" dia menjawab; "Ya!" dia bersabda: "Kalau begitu beramallah di negerimu, sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan menyia-nyiakan pahala amalmu sedikitpun juga."BUKHARI NO.5699

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Waqid bin Muhammad bin Zaid saya mendengar Ayahku dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Celakalah kalian -atau binasalah kalian-Syu'bah mengatakan; "Ada keraguan pada Waqid"- janganlah kalian kembali kepada kekufuran sepeninggalku yaitu dengan saling berperang di antara kalian." dan berkata An Nadlar dari Syu'bah dengan lafadz waihakum (celakalah kalian), dan Umar bin Muhammad berkata dari ayahnya dengan lafadz wailakum atau waihakum (celakalah kalian).BUKHARI NO.5700

Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin 'Ashim telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas bahwa seorang pria dari penduduk kampung tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Wahai Rasulullah, kapankah hari Kiamat akan terjadi?" dia menjawab: "Celaka kamu, apa yang telah kau persiapkan?" pria itu berkata; "Aku belum mempersiapkan bekal kecuali saya hanya menyayangi Allah dan Rasul-Nya." Beliau bersabda: "Kalau begitu, kau bersama dengan orang yang kau cintai." Maka kami pun berkata; "Apakah kami juga mirip itu?" dia menjawab: "Ya." Maka pada hari itu kami sangat bahagia, tiba-tiba pelayan Mughirah lewat -sedangkan dia termasuk dari sahabat dekatku- dia kemudian bersabda: "Jika (ajalnya) ini diakhirkan, pasti dia tidak akan mendapati penyakit renta hingga selesai zaman tiba." Syu'bah meringkasnya, dari Qatadah saya mendengar Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.BUKHARI NO.5701

TANDA CINTA KEPADA ALLAH

Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Khalid telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far dari Syu'bah dari Sulaiman dari Abu Wa`il dari Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa dia bersabda: "Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya."BUKHARI NO.5702

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Abu Wa`il dia berkata; Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu berkata; "Seorang pria tiba kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya bertanya; "Wahai Rasulullah, bagaimana anda menyampaikan mengenai seseorang yang menyayangi suatu kaum, namun dia sendiri belum pernah bertemu dengan kaum tersebut?" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seseorang akan bersama dengan yang di cintainya." Hadits ini juga diperkuat oleh Jarir bin Hazim dan Sulaiman bin Qarm serta Abu 'Awanah dari Al A'masy dari Abu Wa`il dari Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.BUKHARI NO.5703

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Abu Wa'il dari Abu Musa dia berkata; diberitahukan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa ada seseorang yang menyayangi suatu kaum, namun dia sendiri belum pernah berjumpa dengan kaum tersebut, dia bersabda: "Seseorang akan bersama dengan orang yang di cintainya." Hadits ini di perkuat juga oleh Abu Mu'awiyah dan Muhammad bin 'Ubaid.BUKHARI NO.5704

Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan kepada kami Ayahku dari Syu'bah dari 'Amru bin Murrah dari Salim bin Abu Al Ja'd dari Anas bin Malik bahwa seorang pria bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Kapankah hari Kiamat terjadi wahai Rasulullah?" dia menjawab: "Apa yang telah kau persiapkan untuknya?" pria itu menjawab; "Aku belum mempersiapkan banyak, baik itu shalat, puasa ataupun sedekah, namun saya hanya menyayangi Allah dan Rasul-Nya." Belaiu bersabda: "Kamu akan bersama dengan orang yang kau cintai."BUKHARI NO.5705

UCAPAN SESEORANG KEPADA ORANG LAIN "HINALAH ENGKAU"

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Salm bin Zarir saya mendengar Abu Roja' saya mendengar Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Ibnu Sha`id: "Sungguh saya meminta kepadamu semoga mengira (apa yang saya sembunyikan dalam hatiku) ". Ibnu Shayyad berkata; "Aku kira asap". Nabi bersabda: "Celaka kamu."BUKHARI NO.5706

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Salim bin Abdullah bahwa Abdullah bin Umar telah mengabarkan kepadanya, bahwa Umar bin Khatthab pernah pergi bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan beberapa orang dari para sahabat dia untuk menemui Ibnu Shayyad. Beliau mendapatinya tengah bermain bersama dua anak kecil di akrab benteng Bani Maghalah. Ibnu Shayyad waktu itu sudah hampir baligh namun dia tidak menyadari sesuatupun (kedatangan rombongan) hingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memukul punggungnya dengan tangan beliau, kemudian dia bersabda: "Apakah kau bersaksi bahwa saya ini utusan Allah?". Maka Ibnu Shayyad memandang dia kemudian berkata; "Aku bersaksi bahwa engkau utusan bagi ummat yang ummiy" (khusus bangsa 'Arab). Kemudian Ibnu Shayyad berkata; "Apakah kau bersaksi bahwa saya ini utusan Allah?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun menolaknya sambil bersabda: "Aku beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya." Setelah itu dia bersabda kepada Ibnu Shayyad: "Bagaimana pendapatmu?". Ibnu Shayyad menjawab; "Telah tiba kepadaku orang yang jujur dan pendusta". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Urusanmu kacau balau." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda: "Sungguh saya meminta kepadamu semoga mengira (apa yang saya sembunyikan dalam hatiku) ". Ibnu Shayyad berkata; "Aku kira asap." Beliau bersabda: "Celaka kamu. Kamu tidak akan mempunyai kemampuan (untuk mengetahuinya) ". Spontanitas Umar berkata; "Wahai Rasulullah, biarkanlah saya memenggal lehernya". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika dia benar (Dajjal), maka kau tidak akan sanggup menguasainya dan bila dia bukan (Dajjal) maka tidak ada kebaikannya membunuhnya". Salim berkata; "Aku mendengar Abdullah bin Umar berkata; "Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beranjak meninggalkannya, Salim berkata: Aku mendengar Abdullah bin Umar bekata: "Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Ubai bin Ka'ab Al Anshari pergi menuju kebun kurma dimana Ibnu Shayyad berada, dan ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memasuki kebun, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam segera menjaga dirinya dengan pelepah kurma semoga tidak mendengar apa pun yang dikatakan Ibnu Shayyad sebelum ia melihat beliau. Sementara Ibnu Shayyad tengah berbaring di atas hamparan kain beludru miliknya, yang terdengar bunyi tikar bila diduduki. Ketika Ibu Ibnu Shayyad melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tengah menjaga diri dengan pelepah kurma, maka ibunya berkata pada Ibnu Shayyad: Hai Shaf -nama Ibnu Shayyad- ini Muhammad." Ibnu Shayyad eksklusif terbangun, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Andai dia (ibu Ibnu Shayyad) membiarkannya maka akan tampak terperinci olehnya." Salim berkata: Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri ditengah orang-orang, dia memuja dan memuji dengan kebanggaan yang layak baginya, sesudah itu dia menyebut Dajjal, dia bersabda: "Sesungguhnya saya mengingatkan kalian darinya. Dan tidak ada seorang nabi pun melainkan ia akan mengingatkan kaumnya dari Dajjal. Nuh telah mengingatkan kaumnya, namun saya akan menyebutkan suatu hal pada kalian yang belum pernah dikemukakan oleh seorang nabi pun kepada kaumnya, ketahuilah oleh kalian bahwa ia (Dajjal) buta sebelah matanya sedangkan Allah tidak buta sebelah mata-Nya." Abu Abdullah mengatakan; "Aku menghalau anjing maksudnya menjauhkannya, sedangkan kata "Khasi`iin" QS Al Baqarah; 65, maknanya yakni terusirlah dengan hina.BUKHARI NO.5707

UCAPAN "SELAMAT DATANG"

Telah menceritakan kepada kami Imran bin Maisarah telah menceritakan kepada kami Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Abu At Tayyah dari Abu Jamrah dari Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma dia berkata; "Ketika utusan Abdul Qais tiba kepada nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia bersabda: "Selamat tiba wahai utusan yang tiba dengan tanpa kehinaan dan penyesalan." Mereka berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami tinggal di perkampungan Rabi'ah, sedangkan antara kami dengan anda terdapat kabilah Mudlar, hingga kami tidak sanggup menjumpai anda kecuali pada Bulan Haram, oleh karena itu perintahkanlah kepada kami suatu amalan yang ringkas yang sanggup memasukkan kami ke dalam surga. dan sanggup kami tinggalkan untuk orang-orang sesudah kami." Maka dia bersabda: "(Aku perintahkan) empat kasus dan (aku melarang dari) empat perkara, yaitu; tegakkanlah shalat, bayarlah zakat, berpuasalah pada bulan Ramadhan serta tunaikanlah kepadaku seperlima dari rampasan perang yang kalian dapatkan, dan janganlah kalian minum dari duba` (labu yang dilubangi dan dijadikan untuk merendam buah hingga menjadi khamr), hantam (bejana yang dibentuk dari tanah, rambut dan darah), Naqir (bejana yang terbuat dari batang pohon yang dilubangi) dan Muzaffat (bejana yang dilapisi dengan ter atau aspal)."BUKHARI NO.5708

MANUSIA DIPANGGIL DENGAN NAMA BAPAKNYA

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Sesungguhnya akan di kibarkan bendera untuk para penghianat pada hari Kiamat kelak, dan dikatakan; "Ini yakni bendera penghianatan fulan bin fulan."BUKHARI NO.5709

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya akan dikibarkan bendera untuk para penghianat pada hari Kiamat kelak, maka akan dikatakan; Ini yakni bendera penghiantan fulan bin fulan."BUKHARI NO.5710

JANGAN SESEORANG MENGATAKN "KHOBUTSAT NAFSII (DIRIKU MEMANG BRENGSEK)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam dari Ayahnya dari Aisyah radliallahu 'anha dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "janganlah salah seorang dari kalian mengatakan; "Khabutsat nafsi (diriku sangat buruk), akan tetapi hendaknya ia menyampaikan "laqishat nafsi (diriku ada kekurangan)."BUKHARI NO.5711

Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan kepada kami Abdullah dari Yunus dari Az Zuhri dari Abu Umamah bin Sahl dari Ayahnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: “Jangan sekali-kali kalian mengatakan'Khabutsat nafsi' (diriku sangat buruk), akan tetapi hendaknya ia menyampaikan 'laqishat nafsi (diriku ada kekurangan)'." Hadits ini juga diperkuat oleh 'Uqail.BUKHARI NO.5712

JANGAN KALIAN MENCELA MASA

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yunus dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah dia berkata; Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman; "Anak Adam mencela masa, padahal Aku yakni masa, di tangan-Ku lah siang dan malam berada."BUKHARI NO.5713

Telah menceritakan kepada kami 'Ayyasy bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Abdul A'la telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Janganlah kalian menamakan 'inab (anggur) sebagai tenggelam (kemuliaan), dan janganlah kalian menyampaikan "alangkah sialnya masa" karena sesungguhnya Allah yakni masa."BUKHARI NO.5714

SABDA NABI "ALKARAM ADALAH HATI SEORANG MUKMIN"

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang banyak menyebut (anggur) "al karmu (kemuliaan) " padahal alkarmu (kemuliaan) yakni hatinya orang mukmin."BUKHARI NO.5715

UCAPAN "AYAH DAN IBUKU KURELA KUKORBANKAN UNTUKMU"

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan telah menceritakan kepadaku Sa'd bin Ibrahim dari Abdullah bin Syaddad dari Ali radliallahu 'anhu dia berkata; "Saya belum pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengakibatkan tebusan kepada salah seorang pun melainkan kepada Sa'd, dia bersabda: "Lemparlah, demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu." Aku mengira insiden itu terjadi pada waktu perang Uhud.BUKHARI NO.5716

UCAPAN "BIARLAH ALLAH MENJADIKANKU SEBAGAI TEBUSANMU"

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadlal telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Ishaq dari Anas bin Malik bahwa dia dan Abu Thalhah pernah kembali bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan Shafiyah membonceng Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di atas binatang tunggangannya, ketika berada di tengah jalan, binatang tunggangan dia terjatuh, hingga menimbulkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan perempuan (Shafiyah) jatuh tersungkur, -Saya kira Yahya berkata; Bahwa Abu Thalhah segera lompat dari untanya dan eksklusif mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata; "Wahai Nabiyullah, biarkanlah Allah menjadikanku sebagai tebusan anda, apakah anda terkena sesuatu?" dia bersabda: "Tidak, tetapi coba kau tolong perempuan (Shafiyah) itu". Maka Abu Thalhah menutup wajahnya dengan selembar kainnya karena dia mengerti apa yang dikehendaki Shafiyah, maka dia melempar kainnya untuk Shafiyah, kemudian perempuan itu (Shafiyah) berdiri. Setelah itu Abu Thalhah memperbaiki pelana binatang tungangan dia hingga keduanya sanggup mengendarai kembali. Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga ketika kota Madinah telah nampak -atau (perawi) berkata- sudah hampir mendekati kota Madinah, Beliau berdo'a: "AAYIBUUNA TAA'IBUUNA 'AABIDUUNA LI RABBINAA HAAMIDUUNA. (Kita kembali sebagai hamba yang bertaubat, ber'ibadah kepada Rabb kita dan memuji-Nya"). Beliau terus saja membaca do'a itu hingga memasuki kota Madinah.BUKHARI NO.5717

NAMA YANG PALING DISUKAI ALLAH

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al Fadl telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Uyainah telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Munkadir dari Jabir radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang pria di antara kami ada yang mempunyai anak, kemudian dia memberi nama "Al Qasim." Maka kami berkata; "Kami tidak akan menjuluki kau dengan Abu Al Qasim dan kami tidak akan memuliakannya. Lalu orang tersebut memberitahukan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka dia bersabda: "Berilah anakmu nama Abdurrahman."BUKHARI NO.5718

SABDA NABI "PERGUNAKAN NAMAKU, NAMUN JANGAN KALIAN PERGUNAKAN KUNIYAHKU"

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Khalid telah menceritakan kepada kami Hushain dari Salim dari Jabir radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang pria di antara kami ada yang mempunyai anak, kemudian dia memberi nama "Al Qasim." Maka orang-orang berkata; "Kami tidak akan menjulukinya hingga kami bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka dia bersabda: "Berilah nama dengan namaku dan janganlah kalian memberi julukan dengan julukanku."BUKHARI NO.5719

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayyub dari Ibnu Sirin saya mendengar Abu Hurairah bahwa Abu Al Qasim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Berilah nama dengan namaku dan jangan kalian menjuluki dengan julukanku."BUKHARI NO.5720

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Sufyan dia berkata; saya mendengar Ibnu Al Munkadir berkata; saya mendengar Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhuma bahwa seorang pria dari kami mempunyai seorang anak, kemudian dia memberi nama Al Qasim, maka orang-orang berkata; "Kami tidak akan menjulukinya dengan "Abu Qasim" dan kami tidak akan memuliakanmu dengan itu sedikitpun, kemudian orang itu tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukan ihwal hal itu, maka dia bersabda: "Namailah anakmu dengan Abdurrahman."BUKHARI NO.5721

NAMA "ALHAZAN"

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Nashr telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Ibnu Musayyib dari Ayahnya bahwa ayahnya pernah tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia bertanya: "Siapakah namamu?" ayahku menjawab; "(namaku) Hazn (sedih)." Beliau bersabda: "(namamu) yakni Sahl (mudah)." Ayahku berkata; "Tidak, saya tidak akan merubah nama yang pernah diberikan oleh ayahku." Ibnu Musayyib berkata; "Maka ia masih saja terlihat sedih ketika bersama kami, sesudah insiden itu." Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah dan Mahmud yaitu Ibnu Ghailan keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Ibnu Musayyab dari Ayahnya dari Kakeknya dengan hadits ini."BUKHARI NO.5722

MERUBAH NAMA DENGAN YANG LEBIH BAIK

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Hazim dari Sahl dia berkata; "Al Mundzir bin Abu Usaid di bawa ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika ia gres dilahirkan, kemudian dia meletakkannya di pangkuan beliau, sementara Abu Usaid duduk di akrab beliau, tampaknya perhatian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tercurah penuh kepada sesuatu yang berada di hadapannya. Kemudian Abu Usaid menyuruh seorang untuk mengangkat anaknya dari atas paha nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan memindahkannya. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari urusannya, dia bertanya: 'Mana bayi itu? 'Abu Usaid menjawab; 'Kami telah memulangkannya, wahai Rasulullah.' Beliau bertanya: 'Siapa namanya? ' Abu Usaid menjawab; 'Fulan.' Lalu dia bersabda: 'Tidak, tetapi namanya yakni Al Mundzir! ' Dengan demikian, dia telah memberinya nama Al Mundzir pada hari itu."BUKHARI NO.5723

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al Fadl telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja'far dari Syu'bah dari 'Atha` bin Abu Maimunah dari Abu Rafi' dari Abu Hurairah bahwa Zainab nama (aslinya) yakni Barrah, maka dikatakan kepadanya; "Apakah kau hendak mensucikankan dirinya?" sesudah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menamainya Zainab."BUKHARI NO.5724

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah menceritakan kepada kami Hisyam bahwa Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada orang-orang, katanya; telah mengabarkan kepadaku Abdul Hamid bin Jubair bin Syaibah dia berkata; saya duduk di hadapan Sa'id bin Musayyab maka dia menceritakan kepadaku, bahwa kakeknya tiba kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan sedih, kemudian dia bertanya; "Siapakah namamu?" dia menjawab; "Namaku Hazn (sedih), " dia bersabda: "Bahkan namamu yakni Sahl." Namun dia berkata; "Tidak, saya tidak akan merubah nama yang pernah di berikan oleh ayahku." Ibnu Musayyib berkata; "Maka dia masih saja terlihat sedih sesudah insiden itu."BUKHARI NO.5725

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Isma'il saya berkata kepada Ibnu Abu Aufa; "Apakah kau mengetahui Ibrahim putra Nabi shallallahu 'alaihi wasallam? Ibnu Abu Aufa menjawab; "Ibrahim meninggal ketika masih kecil, sekiranya ia ditetapkan sebagai Nabi sesudah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka ia akan tetap hidup, namun tidak ada Nabi sesudah beliau."BUKHARI NO.5726

MEMBERI NAMA DENGAN NAMA NABI

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari 'Adi bin Tsabit dia berkata; saya mendengar Al Barra` berkata; "Ketika Ibrahim 'alaihis salam meninggal dunia, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya akan ada orang yang menyusuinya di surga."BUKHARI NO.5727

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Hushain bin Abdurrahman dari Salim bin Abu Al Ja'd dari Jabir bin Abdullah Al Anshari dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Namailah dengan namaku dan janganlah kalian memberikan julukan dengan julukanku, sesungguhnya saya yakni Qasim, yang akan membagi-bagikan (rahmat Allah) di antara kalian."BUKHARI NO.5728

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah telah menceritakan kepada kami Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Namailah dengan namaku dan jangan kalian menjuluki dengan julukanku, barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sesungguhnya ia telah melihatku, karena syetan tidak sanggup menyerupaiku, dan barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaknya ia mempersiapkan tempatnya di neraka."BUKHARI NO.5729

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Ala` telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid bin Abdullah bin Abu Burdah dari Abu Burdah dari Abu Musa dia berkata; "Aku pernah memliki seorang anak yang gres lahir, kemudian saya serahkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya (mengunyahkan kurma kemudian menyuapkan ke verbal bayi) dengan kurma, sesudah itu dia mendo'akannya dengan keberkahan, kemudian dia mengembalikannya kepadaku." Dan dia (anak tersebut) yakni anak yang paling besar dari anaknya Abu Musa."BUKHARI NO.5730

Telah menceritakan kepada kami Abu Al walid telah menceritakan kepada kami Za`idah telah menceritakan kepada kami Ziyad bin 'Ilaqah saya mendengar Al Mughirah bin Syu'bah berkata; "Terjadi gerhana pada hari meninggalnya Ibrahim." Di riwayatkan oleh Abu Bakrah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.BUKHARI NO.5731

MEMBERI NAMA ANAK

Telah mengabarkan kepada kami Abu Nu'aim Fadl bin Dukain telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Uyainah dari Az Zuhri dari Sa'id dari Abu Hurairah dia berkata; "Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kepala dari ruku', dia berdo'a: "Ya Allah, selamatkanlah Al Walid bin Al Walid dan Salamah bin Hisyam serta 'Ayyasy bin Abu Rabi'ah dan golongan yang lemah di Makkah. Ya Allah, timpakanlah kerasnya siksa-Mu kepada Mudlar dan jadikanlah siksa-Mu untuk mereka berupa paceklik mirip paceklik yang terjadi pada zaman Nabi Yusuf."BUKHARI NO.5732

MEMANGGIL NAMA KAWANNYA DAN NAMANYA KURANG

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai 'Aisy (sebutan untuk Aisyah), Ini yakni Jibril, ia menitipkan salam untukmu." Lalu saya menjawab; "Wa'alaihis salam warahmatullah." Aisyah berkata; "Dia (Jibril) melihat sesuatu yang tidak kami lihat."BUKHARI NO.5733

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas radliallahu 'anhu dia berkata; "Ummu Sulaim dalam rombongan wanita, sementara Anjasyah yaitu hamba sahaya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengawal mereka, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Anjasy, pelan-pelanlah kau kalau mengawal kaca-kaca (maksudnya wanita)."BUKHARI NO.5734

MEMBERI KUNIYAH SEMENTARA BELUM PUNYA ANAK

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Abu At Tayyah dari Anas dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yakni sosok yang paling mulia akhlaknya, saya mempunyai saudara yang berjulukan Abu 'Umair -Perawi mengatakan; saya mengira Anas juga berkata; 'Kala itu ia habis disapih."- Dan apabila dia datang, maka dia akan bertanya: 'Hai Abu Umar, bagaimana kabar si nughair (burung pipitnya). Abu Umair memang senang bermain dengannya, dan ketika waktu shalat telah tiba, sedangkan dia masih berada di rumah kami, maka dia meminta dihamparkan tikar dengan menyapu bawahnya dan memercikinya, kemudian kami berdiri di belakang beliau, dan dia pun shalat mengimami kami."BUKHARI NO.5735

KUNIYAH DENGAN ABU TURAB, SEKALIPUN PUNYA KUNIYAH LAIN

Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami Sulaiman dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Hazim dari Sahl bin Sa'd dia berkata; "Bahwa di antara nama-nama yang paling disukai oleh Ali yakni Abu Turab, dan dia lebih suka apabila dipanggil dengan sebutan Abu Turab. Dan tidaklah ia dijuluki Abu Turab melainkan suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (mengetahui) bahwa antara dia dengan Fathimah ada sedikit permasalahan, kemudian dia keluar dan tidur di masjid, ternyata Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membuntutinya dan hendak menemuinya, kemudian dia bersabda: "ini dia sedang berbaring di masjid." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menemuinya sementara dirinya tengah berbaring hingga banyak debu melekat di punggungnya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membersihkan debu dari punggungnya dan bersabda: "Duduklah wahai Abu Turab."BUKHARI NO.5736

NAMA YANG PALING DIMURKAI ALLAH

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib telah menceritakan kepada kami Abu Az Zinnad dari Al A'raj dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sehina-hinanya nama di sisi Allah pada hari Kiamat kelak yakni seseorang yang berjulukan Malikil Amlak (raja diraja)."BUKHARI NO.5737

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinnad dari Al A'raj dari Abu Hurairah secara periwayatan, dia berkata; "Sehina-hinanya nama di sisi Allah -Sufyan menyampaikan tidak cuma sekali- sehina-hinanya nama di sisi Allah yakni seseorang yang berjulukan Malikil Amalak (raja diraja)." Sufyan berkata; yang lain mengatakan; sedangkan tafsirnya yakni syahan syah (sebutan untuk raja dari segala raja).BUKHARI NO.5738

KUNIYAH ORANG MUSYRIK

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Isma'il dia berkata; telah menceritakan kepadaku Saudaraku dari Sulaiman dari Muhammad bin Abu 'Atiq dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair bahwa Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengendarai seekor keledai, dilengkapi dengan pelana yang terbuat dari kain Fadak, sementara Usamah berada di belakang beliau. Beliau pergi untuk menjenguk Sa'ad bin 'Ubadah di Bani Al Harits bin Al Khazraj; insiden ini berlangsung sebelum perang Badar. Kemudian dia berangkat hingga melewati suatu majlis, yang di dalamnya terdapat 'Abdullah bin 'Ubay bin Salul. Itu terjadi sebelum 'Abdullah bin 'Ubay masuk Islam. Di dalam majlis itu berkumpul pula orang-orang dari kaum Muslimin, orang-orang Musyrik, para penyembah berhala, dan orang-orang Yahudi. Di kalangan kaum Muslimin terdapat 'Abdullah bin Rawahah. Ketika majlis tersebut di kepuli oleh debu yang ditimbulkan dari binatang tunggangan, 'Abdullah bin 'Ubay eksklusif menutup hidungnya sambil berkata; "Hei, jangan kau kepuli kami dengan debu." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan salam kepada mereka, kemudian dia berhenti, turun dan mengajak mereka kepada Allah (memeluk agama Islam) dan membacakan kepada mereka Al Qur'an. Mendengar hal itu 'Abdullah bin 'Ubay berkata; 'Hei..! apa tak ada yang lebih baik dari yang engkau ucapkan! bila itu benar, jangan ganggu di pertemuan kami. Kembalilah! Dan bacakan saja kepada orang-orang yang tiba kepadamu! ' Mendengar itu 'Abdullah bin Rawahah berkata; 'Ya Rasulullah! sampaikan saja kepada kami dalam pertemuan ini, karena kami menyukai hal itu.' Maka Kaum Muslimin, orang-orang kafir, dan Yahudi saling mencaci-maki satu sama lain hingga hampir saja mereka berkelahi. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak henti-hentinya menenangkan mereka hingga mereka semua kembali tenang. Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menaiki kembali keledainya dan melanjutkan perjalanan hingga hingga di kediaman Sa'ad bin 'Ubadah. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Sa'ad: 'Wahai Sa'd, tidakkah engkau mendengar apa yang diucapkan Abu Hubab? ' -yang dia maksudkan yakni 'Abdullah bin 'Ubay- 'Dia telah berkata ini dan itu.' Mendengar itu Sa'ad bin 'Ubadah berkata; Demi ayahku, maafkan dia wahai Rasulullah dan berlapang dadalah kepadanya. Demi dzat yang menurunkan kitab kepada anda, Allah telah tiba dengan kebenaran yang diturunkan kepada anda. (dahulu) Penduduk telaga ini (penduduk Madinah -red) bersepakat untuk memilihnya dan mengangkatnya, namun karena kebenaran yang diberikan kepada anda itu muncul, sehingga menghalanginya (Abdullah bin Ubay) menjabat sebagai pemimpin, maka mirip itulah perbuatannya sebagaimana yang anda lihat." Akhirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memaafkannya, karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya memaafkan orang-orang kafir dan para Ahli Kitab sebagaimana yang diperintahkan Allah, dan mereka bersabar terhadap gangguan mereka. Allah Ta'ala berfirman: (…kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab…) QS Ali Imran; 186. dan firman Allah (…Sebahagian besar hebat Kitab menginginkan semoga mereka sanggup mengembalikan kamu…) QS Al Baqarah; 109. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menafsirkan (ayat di atas) suatu prinsip memberikan ampunan kepada mereka selama Allah memerintahkannya demikian hingga Allah memberikan izin untuk memerangi mereka. Maka ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerangi mereka dalam Perang Badar dan Allah membinasakan orang-orang terkemuka Quraisy, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya pun kembali dengan membawa kemenangan, baik harta ghanimah maupun para tawanan dari pembesar-pembesar Qurasy, Abdullah bin Ubay bin Salul dan orang-orang kafir dari para penyembah berhala yang bersamanya berkata; 'Perkara ini (Islam) telah muncul.' Lalu mereka berbaiat atas Islam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kesannya mereka masuk Islam.BUKHARI NO.5739

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari Abdullah bin Al Harits bin Naufal dari Abbas bin Abdul Mutthalib dia berkata; "Wahai Rasulullah, apakah anda sanggup memberi manfa'at kepada Abu Thalib, karena dia telah mengasuhmu dan terkadang murka (untuk memberikan pembelaan) kepadamu." Beliau menjawab; "Ya. ia berada di belahan neraka yang dangkal, dan kalaulah bukan karena diriku, pasti berada di dasar neraka."BUKHARI NO.5740

BAHASA KLISE (SINDIRAN) BUKAN BERARTI KEBOHONGAN

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Tsabit Al Bunani dari Anas bin Malik dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah dalam berada di suatu perjalanan, dan di kawal oleh seorang pengawal, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pelan-pelanlah wahai Anjasyah bila mengawal para wanita."BUKHARI NO.5741

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit dari Anas dan Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah dalam suatu perjalanan, sementara seorang hamba sahayanya berjulukan Anjasyah mengawal para wanita, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pelan-pelanlah wahai Anjasyah, karena kau tengah mengawal sesuatu yang gampang pecah." Abu Qilabah mengatakan; maksudnya yakni (mengawal) para wanita."BUKHARI NO.5742

Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah mengabarkan kepada kami Habban telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Qatadah telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mempunyai seorang pengawal yang berjulukan Anjasyah, dan dia yakni sosok yang suaranya merdu, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Pelan-pelanlah wahai Anjasyah, janganlah kau memecahkan sesuatu yang gampang pecah (wanita)." Qatadah mengatakan; Maksudnya yakni wanita, karena lemahnya diri mereka."BUKHARI NO.5743

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu'bah dia berkata; telah menceritakan kepadaku Qatadah dari Anas bin Malik dia berkata; "Suatu ketika di Madinah dikejutkan oleh suatu suara, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam eksklusif naik kuda milik Abu Thalhah, kemudian dia bersabda: "Kami tidak melihat suatu yang mengejutkan, yang kami dapati hanya seekor kuda yang berlari kencang."BUKHARI NO.5744

UCAPAN 'NGGAK ADA APA-APANYA" DENGAN MAKSUD TIDAK BENAR

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam telah mengabarkan kepada kami Makhlad bin Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij, Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku Yahya bin 'Urwah bahwa dia mendengar Urwah berkata; Aisyah berkata; "Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengenai paranormal (dukun), maka dia bersabda kepada mereka: "Sesungguhnya mereka tidak (mengetahui) apa-apa." Mereka berkata; "Wahai Rasulullah, terkadang pembicaraan mereka benar." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ucapan yang benar itu yakni hasil curian jin, kemudian ia perdengarkan ke indera pendengaran para wali-walinya sebagaimana ayam betina bersuara, kemudian mereka menambah-nambahi dengan seratus kebohongan."BUKHARI NO.5745

MENDONGAKKAN PANDANGAN KEARAH LANGIT

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dia berkata; saya mendengar Abu Salamah bin Abdurrahman berkata; telah mengabarkan kepadaku Jabir bin Abdullah bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kemudian wahyu terhenti dariku, ketika saya berjalan, tiba-tiba saya mendengar bunyi dari langit, saya eksklusif memandang ke arah langit, ternyata malaikat yang tiba kepadaku ketika di go'a hira' tengah duduk di atas bangku antara langit dan bumi."BUKHARI NO.5746

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Syarik dari Kuraib dari Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma dia berkata; "Aku pernah bermalam di rumah Maimunah, sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada di sisinya, tatkala di sepertiga malam terakhir atau sebagian malam, dia duduk dan memandang ke arah langit sambil membaca: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat gejala bagi orang-orang yang berakal." QS Ali Imran; 190.BUKHARI NO.5747

MENANCAPKAN TONGKAT DI AIR DAN TANAH

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Utsman bin Ghiyats telah menceritakan kepada kami Abu Utsman dari Abu Musa bahwa dia pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada di suatu kebun di antara kebun-kebun yang ada di Madinah, ketika itu dia tengah membawa dahan dan memukul-mukulkan antara air dan tanah, tiba-tiba tiba seorang pria meminta izin, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bukakanlah dan berilah kabar gembira kepadanya dengan surga". Maka saya pergi, ternyata pria itu yakni Abu Bakr, kemudian saya pun membukakan pintu untuknya dan kusampaikan kabar gembira dengan surga. Kemudian tiba lagi pria lain meminta dibukakan pintu, maka dia bersabda: "Bukakanlah dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga." Ternyata dia yakni Umar, maka saya membukakan pintu dan saya sampaikan kabar gembira dengan surga. Kemudian tiba lagi pria lain meminta dibukakan pintu, ketika itu dia tengah berbaring, kemudian dia duduk dan bersabda: "Bukakanlah dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan nirwana atas ujian yang menimpanya atau yang akan menimpanya." Lalu saya beranjak pergi, ternyata pria itu yakni 'Utsman kemudian saya berdiri dan membukakan pintu untuknya, dan memberikan kepadanya kabar gembira dengan nirwana serta memberitahukan sebagaimana yang di sabdakan beliau. 'Utsman kemudian berkata; "Allah sajalah dzat yang dimintai pertolongan-Nya."BUKHARI NO.5748

SESEORANG MENANCAPKAN SESUATU DI TANAH

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Adi dari Syu'bah dari Sulaiman dan Manshur dari Sa'd bin 'Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali radliallahu 'anhu dia berkata; "Kami pernah pergi bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di suatu Jenazah, kemudian dia mengambil ranting yang ada di atas tanah dan bersabda: "Tidaklah seorangpun di antara kalian kecuali telah ditulis tempatnya, di neraka atau di syurga." Mereka berkata; "Wahai Rasulullah, kalau begitu kita bertawakkal saja." Beliau bersabda: "Beramallah! Karena semuanya akan dimudahkan. (Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa)." QS Al Lail; 5.BUKHARI NO.5749

TAKBIR DAN TASBIH KETIKA KAGUM

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Hindun binti Al Harits bahwa Ummu Salamah radliallahu 'anha berkata; "Tiba-tiba Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terbangun, kemudian dia mengucapkan: "Subhanallah, perbendaharaan apa lagi yang Allah turunkan? Dan fitnah apa lagi yang Allah turunkan? Siapa yang mau membangunkan penghuni kamar-kamar -maksudnya isterinya- untuk menegakkan shalat? Betapa banyak orang berpakaian di dunia namun di akherat telanjang." Ibnu Abu Tsaur berkata; dari Ibnu Abbas dari Umar dia berkata; saya bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Apakah anda mentalak isteri anda?" dia menjawab: "Tidak." Maka saya berkata; "Allahu Akbar."BUKHARI NO.5750

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Isma'il dia berkata; telah menceritakan kepadaku Saudaraku dari Sulaiman dari Muhammad bin Abu 'Atiq dari Ibnu Syihab dari Ali bin Al Hasan bahwa Shafiyah binti Huyay isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah tiba mengunjungi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika dia tengah beri'tikaf di Masjid pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan. Lalu dia berbincang-bincang dengan Nabi hingga menjelang Isya', sesudah itu dia beranjak untuk kembali pulang, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ikut pergi bersamanya hingga ketika hingga agak jauh dari pintu masjid dan akrab rumah Ummu Salamah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dua orang pria kaum Anshar lewat dan keduanya memberi salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian bergegas pergi. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada keduanya: "Kenapa terburu-buru? sesungguhnya dia yakni Shafiyah binti Huyay." Kedua orang itu berkata; "Maha suci Allah, wahai Rasulullah." Maka dengan ucapan dua orang tersebut, dia jadi tercengang. (sabdanya): "Sesungguhnya syetan masuk kepada insan lewat aliran darah dan saya khawatir bila syetan telah membisikkan sesuatu dalam hati kalian berdua."BUKHARI NO.5751

LARANGAN MELEMPAR HANYA DENGAN DUA JARI

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dia berkata; saya mendengar 'Uqbah bin Shahban Al Azdi bercerita dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzanni dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang melempar (berburu binatang dengan melempar batu). Lalu dia bersabda: "Karena hal itu tidak akan mematikan buruan dan tidak pula mengalahkan musuh, akan tetapi hal itu hanya bisa mematahkan gigi dan membutakan mata."BUKHARI NO.5752

MEMUJI ALLAH KETIKA BERSIN

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu dia berkata; "Dua orang pria tengah bersin di akrab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia mendo'akan yang satu dan membiarkan yang lain, maka ditanyakan kepada beliau, dia pun menjawab: "Orang ini memuji Allah, (maka saya mendo'akannya) dan yang ini tidak memuji Allah."BUKHARI NO.5753

MENDOAKAN ORANG YANG BERSIN

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al Asy'ats bin Sulaim dia berkata; saya mendengar Mu'awiyah bin Suwaid bin Muqarrin dari Al Barra` radliallahu 'anhu dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami tujuh kasus dan melarang tujuh perkara, dia memerintahkan menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendo'akan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjawab salam dan menolong orang yang terzhalimi serta melaksanakan sumpah, dan dia melarang tujuh perkara, yaitu; mengenakan cincin emas, atau bersabda; kalung emas, mengenakan sutera, dibaj (sejenis sutera), Sundus (kain yang terbuat dari sutera) dan mayasir (mantel yang bertutup kepala yang terbuat dari sutera)."BUKHARI NO.5754

BERSIN DISUKAI, MENGUAP DIMAKRUHKAN

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Iyas telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b telah menceritakan kepada kami Sa'id Al Maqburi dari Ayahnya dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan membenci menguap, apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia memuji Allah, dan kewajiban seorang muslim yang mendengarnya untuk mendo'akan, sedangkan menguap datangnya dari syetan, hendaknya ia menahan semampunya, bila ia hingga mengucapkan haaah, maka syetan akan tertawa karenanya."BUKHARI NO.5755

JIKA BERSIN, BAGAIMANA MENDOAKAN

Telah menceritakan kepada kami Malik bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Salamah telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Ababila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya ia mengucapkan "Al Hamdulillah" sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan "Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), dan hendaknya ia membalas; "Yahdikumullah wa yushlih baalakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu)."BUKHARI NO.5756

TIDAK MENDOAKAN ORANG YANG BERSIN JIKA TIDAK MEMUJI ALLAH

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyasy telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Sulaiman At Taimi dia berkata; saya mendengar Anas radliallahu 'anhu berkata; "Dua orang pria sedang bersin di akrab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia mendo'akan yang satu dan membiarkan yang lain, maka pria (yang tidak dido'akan) berkata; "Wahai Rasulullah, kenapa anda mendo'akan yang ini, namun tidak mendo'akanku?" dia menjawab: "Sesungguhnya orang ini memuji Allah, sedangkan kau tidak memujinya (ketika bersin)."BUKHARI NO.5757

JIKA MENGUAP, LETAKKAN TANGAN DI MULUT

Telah menceritakan kepada kami 'Ashim bin Ali telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Sa'id Al Maqburi dari Ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap, apabila salah seorang dari kalian bersin, kemudian memuji Allah, maka kewajiban setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan; "Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), sedangkan menguap datangnya dari syetan, dan apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia menahan semampunya, karena bila salah seorang menguap, maka syetan tertawa karenanya."BUKHARI NO.5758

LihatTutupKomentar